Kembali lagi dalam kisah seru perjalanan hidup seorang wanita dari keluarga Nugraha, siapa dia?, yuk ikuti ceritanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sinho, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Makan
Akhirnya Meeting selesai, kini Sera berada di ruangannya kembali bersama dengan Graven yang duduk tenang di depannya.
Disana hanya ada mereka berdua, dan tak lama datang seseorang yang membawa semua pesanan makanan.
"Makanlah, Coklat hangat dan Roti, seperti permintaan mu tadi" ucap Graven yang hanya duduk dan melipat tangannya, seolah ingin melihat apa yang akan terjadi berikutnya.
"Hem"
Jawab sera, masa bodoh dengan tatapan Graven saat ini, tak peduli sama sekali, yang penting menikmati makanan kesukaannya sekarang juga, karena dia bisa pingsan beneran menahan perut yang keroncongan.
Mega masuk ke dalam untuk melihat suasana aman terkendali, takutnya masih terjadi adu kekuatan, tapi untungnya suasana terlihat aman-aman saja.
"Tuan Graven mau saya pesankan makanan juga?" tanya Mega.
"Tidak perlu, aku sudah kenyang mendengar omelannya"
Mega tersenyum tipis, lalu segera pamit dari sana, sedangkan Sera tak menggubris sama sekali ucapannya.
Sera menyeruput Coklat hangatnya, kemudian ada senyuman lega, rasanya makin lebih hidup, dan tangannya kini mengambil satu roti, perlahan menggigitnya, dan_
"Ini sangat nikmat" ucapnya dengan senyum kepuasan muncul seketika.
Sementara di depannya, Graven lebih memilih memeriksa email-nya, soal pekerjaannya yang lain, matanya fokus, tangannya lincah mengatur tulisan, membaca cepat dan mulai menganalisa, namun saat dirinya sedikit jeda untuk berpikir, tanpa sengaja menatap Sera.
Dan disaat itu juga, Graven terpaku, seolah dia terlempar dari dunianya, melihat Sera dengan senyumannya, memasukkan roti dalam mulutnya hingga pipinya sedikit mengembung, matanya berbinar bahagia, bahkan tangannya tak hentinya memegang gelas minumannya seolah ingin mencari kehangatan di telapak tangannya.
Tidak ada wajah yang galak, tak ada wajah yang nyolot, tidak ada ketegangan di wajahnya, apalagi senyuman sinis nya, semuanya hilang dan berganti dengan _
Wajah yang begitu cantik, bukan cantik yang hanya sekedar cantik, bukan cantik wanita yang biasa dia temui dalam pesta, tapi sesuatu yang lain, cantik yang tak pernah dia lihat sebelumnya, bahkan tanpa bahan apapun yang menempel di wajahnya,
Cantiknya _ Alami dan Luar Biasa.
Wajahnya membuatnya tak bisa berpaling, Mata coklat kebiruan menyedot semua perhatiannya, senyuman yang ada di bibirnya membangkitkan sesuatu yang bergemuruh di dada, hingga Graven merasa ini sangat_ BERBAHAYA.
"Kita lanjutkan Meeting nya!"
Sontak Sera terkejut dan hampir saja tersedak rotinya, wajahnya berubah ganas seolah ingin menghabisi Graven saat ini juga.
"Kau gila, aku baru saja makan!" teriaknya tak terima.
"Hanya meeting internal, tak ada investor, dan kau boleh makan sesukamu karena tak ada rekaman lagi"
Mega yang baru saja masuk bersama Harry hanya melihat pemandangan yang tak biasa itu terjadi, Meeting dengan Roti di kedua tangan Sera saat ini?, Ya Tuhan apa ini sungguhan?, batin Mega.
"Maaf, sekarang Tuan?" tanya Harry.
"Memangnya mau kapan lagi, aku tidak punya banyak waktu, segera kita selesaikan aktivitas hari ini" jawab Graven tanpa menoleh ke arah Sera yang masih kesal sambil melanjutkan makannya.
"Apa tidak bisa di tambah lima menit lagi untukku melanjutkan makan?" Sera ingin bernegosiasi.
Graven mengangkat satu alisnya lebih tinggi.
"Aku ada banyak kerjaan lain habis ini, tidak ada waktu untuk melihatmu makan dan menikmati coklat hangat"
"Aku juga tidak terbiasa makan sambil meeting soal kerjaan, apalagi di lihatin banyak orang"
"Hanya tiga orang, tidak banyak" sahut Graven.
"Tapi itu menganggu makan ku!"
"Dari tadi aku melihatmu, dan kau tidak terganggu"
"Satu orang saja mungkin tidak" sahut Sera.
"Jadi kamu ingin kita meeting hanya berdua?" tanya Graven.
"Mungkin, kalau harus sambil makan"
"Boleh, kita sewa kamar hotel biar lebih privat, bagaimana?"
"Kau gila!"
"Aku hanya realistis saja"
"Dasar otak mes-um!"
"Kamu yang lebih dulu membuatnya mes-um, aku hanya melanjutkan saja"
"Kenapa aku_"
"Cukup Nona Sera!, silahkan melanjutkan makan saja dan kita Meeting, okey?!" Mega segera menengahi.
Harry hanya diam mematung, terkejut akan perbincangan atasannya yang selama ini tidak pernah sampai ke topik mes-um segala, real_, ini bukan sesuatu yang biasa, batinnya!
Graven hanya menggeleng pelan, sepertinya dia harus lebih banyak me nyetok kesabaran mulai sekarang, karna partner yang di hadapi benar-benar menguras pikiran dan tenaganya.
"Baiklah, kita mulai" Harry memberikan peringatan.
Meeting di mulai, semua serius dengan hasil akhir yang akan di putuskan, akan Investor mana saja yang akan di ACC untuk bekerjasama.
Semua berjalan baik, dengan coklat hangat dan roti yang sedikit demi sedikit masuk ke dalam mulut Sera.
Hingga sebuah pesan masuk terdengar dari ponselnya.
Sera segera membuka, fokus dengan isi pesan yang ada di dalam ponselnya, dan melihat tulisan yang ada di WhatsApp nya.
Alen: "Kak, tolongin gue ya, besok ke kampus, wakil orang tua, jangan Oma Please, ini darurat!"
Wajah Sera langsung menegang sempurna.
Alensky, adik sepupunya, salah satu keturunan keluarga Nugraha, yang paling keras kepala dan hoby membuat masalah dimana-mana, gak akan kirim pesan di hari Minggu, kecuali _, Gawat Darurat.
Otomatis konsentrasi Sera terpecah, dengan pelan meletakkan rotinya dan kini masuk ke dalam perbincangan WhatsApp dengan Alen sepupunya.
Sera: "Ada apa, kenapa lagi kamu?"
Alen: "Tangan ku gak sengaja melempar sesuatu kak"
Sera mengerutkan alisnya, tangan gak sengaja melempar sesuatu, lalu kenapa jadi masalah?, memang apa yang di lempar, mobil?, batin Sera makin tak mengerti dengan kelakuan anak satu ini.
Sera: "Apa yang kamu lempar?"
Alen: "Batu ke kepala orang"
Sera: "Astaga Alen, kau gila!"
Alen: "Enggak kak, aku kan sudah bilang gak sengaja"
Sera terdiam, rasanya sangat ingin sekali menghajar seseorang saat ini, baru saja dirinya mengurus kepindahan kuliah adik sepupunya dari luar negeri karena masalah, belum genap seminggu masuk sudah buat masalah, Tuhan!
Sera terkejut saat seseorang menyebut namanya, seketika menegakkan kembali tatapannya, beralih pada kenyataan berhadapan dengan orang paling menyebalkan sedunia, siapa lagi kalau bukan Graven Rudolf yang kini menatapnya.
"Bisakah profesionalitas terus di jaga Nona Sera?"
"Maaf, aku mendengarkan hasil rapat"
"Hanya mendengarkan tanpa memberikan masukan, lalu apa gunanya CEO Megatan Company di sini?"
"Okey, aku akan memberikan masukan, tapi tidak sekarang, akan aku tulis dan kirim ke email mu, puas?"
"Kenapa tidak bisa sekarang, bukankah tadi kita sudah meeting dengan coklat dan rotimu?"
"Oh ayolah Graven, nanti aku kirimkan ke Email mu, nanti, bukan besok atau lusa, tapi nanti paling lambat jam tujuh malam!"
Jika berharap ada jawaban dari Graven, maka jangan harap, saat itu juga, Graven menyudahi Meeting nya, memberikan tugas pada Harry dan juga Mega untuk segera menyelesaikannya, dan Sera tak di pedulikannya.
Bersambung, please kasih bintang lima ya, jangan lupa komen dan like juga.
tp tdk lepas jg dr titisan gestrek omanya 🤭🤭