NovelToon NovelToon
Transmigrasi Ke Tubuh Istri Gendut Sang CEO

Transmigrasi Ke Tubuh Istri Gendut Sang CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Transmigrasi / Romansa Fantasi / Cewek Gendut
Popularitas:63.1k
Nilai: 5
Nama Author: ElleaNeor

Yvone Faranes adalah seorang Mafia yang memiliki keahlian dalam bidang persenjataan, meracik obat-obatan dan racun, tewas akibat konspirasi dari beberapa orang. Bukannya ke alam baka, Yvone justru terbangun di tubuh gendut milik Rose Reinhart.


Rose Reinhart adalah istri dari Arsen Reinhart 32 tahun, yang meninggal dunia akibat overdosis obat-obatan yang dikonsumsinya. Semasa hidup, ia selalu dihina dan direndahkan oleh keluarga suaminya karena kondisi fisiknya yang gendut dan jelek.


Bahkan Arsen, suaminya sendiri enggan menyentuhnya lantaran tubuhnya itu. Tidak hanya itu, Rose kerap dihina karena tak kunjung memberikan keturunan bagi keluarga Reinhart.


Hingga kehadiran Renata, disebut-sebut akan menjadi pengganti Rose untuk memberikan apa yang keluarga Reinhart inginkan.


Kini, Rose berbeda. Dengan keahlian milik Yvone yang berada di tubuhnya, ia merubah penampilannya dan memberi pelajaran pada orang-orang yang menindasnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ElleaNeor, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10. Kecemburuan Arsen

“Untuk apa menemui Darwis?” Nada bicara Arsen terdengar dingin. 

Mendengar itu, Yvone terdiam sesaat, teringat ucapan Sui semalam. Mendengar panggilan Arsen yang tanpa embel-embel Dokter, sudah dipastikan bahwa pria itu tidak menyukai Dokter itu. 

Yvone yang berdiri memunggungi Arsen segera berbalik. Kini tatapan mereka bertemu. 

“Aku pikir kau orang yang pintar, Arsen. Tidak mungkin hal semacam ini kau tidak tahu jawabannya,” sergah Yvone. 

Tatapan Arsen semakin tajam saja. Wajahnya menggelap, menunjukkan ketidakpuasan. Rose yang biasanya tidak pernah membantah ucapannya, kini justru membuatnya tidak bisa berkata-kata.

“Jika kau sakit kau bisa memanggilnya kemari. Tidak perlu kau yang datang ke sana,” ujar Arsen. Dari nada bicaranya terdengar jelas kalau pria itu sangat keberatan dengan niat Yvone mengunjungi Dokter Darwis. 

Hal itu semakin menguatkan dugaan bahwa Arsen tidak berniat memberi izin pada dirinya. Tetapi, Yvone tidak peduli. Ia tetap bertekad untuk mencari tahu sesuatu.

“Memangnya kenapa jika aku yang datang ke rumah sakit? Jangan bilang kalau kau tidak mengizinkan aku pergi?” tebak Yvone. Ia yakin, bahwa Arsen mencoba untung menghalangi dirinya. 

“Aku hanya tidak ingin terjadi apa-apa denganmu,” ucap Arsen beralasan. 

Yvone mencebik. Entah mengapa ia merasa Arsen tidak serius mengatakannya. 

“Memangnya apa yang terjadi? Kalau aku mati, kau bisa bebas menikahi Renata ‘kan?” 

Mendengar itu, Arsen membulatkan mata. “Apa yang kau katakan ‘Rose?” 

“Bukankah itu yang diinginkan mamamu?” Rose bicara sambil berlalu, ia tidak ingin berlama-lama mendebat Arsen. Ia melangkah menuruni anak tangga, sebuah dering ponsel terdengar dari balik jas Arsen. 

Detik selanjutnya, terdengar suara pria itu menjawab panggilan. 

“Ya, Renata.” 

Langkah Yvone terhenti. Ekor matanya menangkap sosok Arsen yang sedang memegang ponsel didekatkan ke telinga. 

“Aku akan menjemputmu sebentar lagi.” 

Yvone mendecak. ‘Ckkkk…lain di mulut lain di hati,’ batin Yvone kesal. 

Yvone melanjutkan langkahnya menuruni anak tangga. Ia sengaja melewatkan sarapan karena ia tidak ingin terlibat masalah dengan Brighita dan juga Alexa. Cukup Arsen yang membuatnya kesal kali ini. 

“Nyonya,” panggil Sui yang muncul dari arah dapur. Hari ini ia akan menemani majikannya pergi ke rumah sakit. “Nyonya, Anda terlihat keren!” puji Sui saat melihat Yvone memakai setelan serba hitam, serta kacamata hitam. 

Yvone mengerutkan kening. “Apa biasanya tidak begini?” 

“Nyonya biasanya memakai dress berwarna terang, terlihat anggun.”

Yvone mendecak pelan, “Gendut begini dibilang anggun. Ayo kita berangkat sekarang.” 

“Tunggu, Nyonya. Kita naik apa?” tanya Sui penasaran. 

Yvone merasa bingung, ia tidak terpikirkan masalah ini. Ia menoleh ke arah garasi mobil. “Di sana ada banyak mobil, apa kita tidak bisa menggunakan salah satunya?” 

“Tentu bisa, tapi harus dengan izin Tuan,” ujar Sui. 

Mendengar itu, Yvone menghela napas panjang. Baru saja terlibat adu mulut dengan Arsen, dan ia tidak ingin lagi membuat masalah dengan pria itu. Pada akhirnya Yvone memutuskan untuk pergi menggunakan taksi. 

“Kita pesan taksi saja.” 

“Baiklah.” 

Yvone dan Sui berdiri di tepi jalan, menunggu taksi yang dipesan datang. Tak lama kemudian, sebuah mobil mewah hitam mengkilat berhenti tepat di depan mereka. 

Kaca mobil bagian belakang terbuka, wajah Arsen terpampang jelas di sana. Melihat itu, Yvone segera membuang muka kesal. 

“Naiklah, aku akan mengantarmu ke rumah sakit.” 

Dari balik kacamata hitamnya, Yvone melirik ke arah Arsen. “Tidak, bukankah Renata sudah menunggumu?” tolak Yvone. Di saat yang bersamaan, taksi yang dipesan datang, kesempatan itu digunakan oleh Yvone untuk segera menghindar dari Arsen. “Ayo, Sui.” 

Yvone menarik pergelangan tangan Sui mendekati taksi. Ia tak peduli lagi dengan Arsen yang kini memperhatikannya dengan tatapan dingin. Selagi Arsen tidak menghalanginya, maka Yvone tidak peduli padanya. 

“Ke rumah sakit Sant Maria,” kata Yvone. 

“Baik, Nyonya.” 

Kendaraan melaju dengan kecepatan sedang, perlahan menjauh dari kendaraan di belakangnya. Sui menatap ke belakang, sementara Yvone tampak tidak tertarik sama sekali. 

“Nyonya, kenapa Anda menolak tawaran Tuan? Apa Nyonya tidak takut Tuan marah?” tanya Sui khawatir. 

Yvone mendecak samar, “Kau ini, bukankah sudah kukatakan berkali-kali, tidak ada yang bisa memarahiku. Oh ya, apa kau membawa sampel obat itu?” 

“Tentu, Nyonya.” Sui segera mengeluarkan obat yang dimasukkan plastik klip dari dalam tas selempangnya. Dan menunjukkan kepada Yvone. 

Melihat itu, Yvone menyunggingkan senyumnya. “Bagus!” 

Tak butuh waktu lama untuk tiba di tempat tujuan. Yvone dan Sui segera memasuki gedung rumah sakit dan menuju ke meja pendaftaran. 

“Aku ingin bertemu Dokter Darwis,” ucap Yvone. 

“Apa Anda sudah memiliki janji sebelumnya?” Petugas rumah sakit bertanya. 

Yvone menatap Sui dengan tatapan bertanya-tanya. 

Sui mendekatkan wajahnya dan membisikkan sesuatu ke telinga Yvone. 

Tak lama kemudian, Yvone kembali berkata kepada petugas rumah sakit, “Katakan saja bahwa Rose Reinhart datang.” 

“Baik, Tunggu sebentar.” 

Petugas rumah sakit melakukan panggilan. Tak lama kemudian sebuah suara seorang pria terdengar. 

“Rose, akhirnya kau datang.” 

Yvone menoleh ke arah sumber suara dan melihat Dokter Darwis, melangkah menghampirinya dengan penuh minat. Senyum lebar terpahat di bibir tebalnya. Tak lupa kacamata berbingkai hitam menghiasi wajahnya. 

Sui yang melihat itu menahan senyum, kemudian menyenggol lengan majikannya. “Lihatlah, Nyonya, dia langsung datang,” bisik Sui. 

“Kau benar.” 

“Apa kalian sudah lama menunggu?” Dokter Darwis menatap Yvone dan Sui secara bergantian.

“Tidak. Aku baru saja datang.” 

“Baiklah, kalau begitu, ayo ke ruanganku saja.” 

Yvone mengangguk lantas mengekor di belakang Darwis. Begitu juga dengan Sui. 

Tiba di ruangan, Darwis segera mempersilakan tamu istimewanya masuk. 

“Masuklah!” 

Yvone memasuki ruangan dan melihat ruangan yang luas. Menurut Sui, Dokter Darwis adalah cucu dari pemegang saham terbesar di rumah sakit ini. Sudah pasti dia memiliki ruangan yang luas. 

“Duduklah, Rose.” Dokter Darwis mendekati lemari pendingin kecil di sudut ruangan dan mengeluarkan beberapa botol air mineral. “Silakan diminum, jika kau ingin minuman katakan saja.” 

“Terima kasih, Tuan,” ucap Sui yang melihat Yvone hanya diam saja. 

Dokter Darwis menghela napas panjang. Bibirnya tak henti-hentinya menampakkan senyum. 

“Akhirnya kau datang juga, Rose. Aku sudah lama menunggumu,” kata Dokter Darwis yang membuat kening Yvone berlipat. 

“Menunggu?” Entah mengapa ia merasa kata itu sangat ambigu. 

Menyadari ucapannya, Dokter muda itu segera meralatnya, “Emmm…setelah kau bangkit dari kematian, aku sangat khawatir padamu. Jadi aku pikir kau harus melakukan pemeriksaan terkait kondisi kesehatanmu,” ujar Dokter Darwis. 

“Bagitu rupanya. Tapi aku datang kemari tidak untuk melakukan pemeriksaan,” sela Yvone. Ia lantas menatap Sui. “Berikan padaku.” 

“Baik, Nyonya.” 

Sui kembali meraih obat dari dalam tas kemudian memberikannya pada Rose. “Ini, Nyonya.” 

Obat itu telah berpindah ke tangan Yvone, ia pun segera menyerahkannya pada Dokter Darwis. 

“Aku ingin kau menyelidiki obat ini.” 

1
chataleya
rose, jangan tinggalkan arsen. maafkan lah.. lupakan segala kesalahannya, lupakan sikap tidak tegasnya, lupakan sikap dia yang tidak memprioritaskan kamu Ros. 🤭🤭🤭
🙈🙈🙈 wkwkwk... hidup 2 kali jg masih mau dibegoin lelaki.🤣
Uthie
Segeralah putus kan Rose 😁👍

hidup sama Arsen yg plin plan, gak tegas, dan lebih mengutamakan keluarga dan sahabat kecilnya itu, lebih baik sihhh sama si dokter itu memang 👍😁
merry
bnr ros lki model kyk arsen tglin ajj mskk rumh dibiarkan dtglin Renata seenak jidat krmh y dgn alasan tmn lm,, arsen juga bodoh hk sdr knp dia bs bgni bisa bgtu gk ada curiga ya,,, gk tegas lgg 3 ular itu dh ngelakuin kesalahan tp diam ajj
Astiana 💕
Thor, aku sesak nafas gara2 baca cerita mu, kayak dracin aja, ketua mafia kok gak tegas, musuh selalu berhasil, matiin aja Napa di Renata itu,paling gak bikin ibu nya lumpuh kek. huhhhh
Tiara Bella
Arsen dtng....wow....
merry
bukn Arsen dh tau y Renata slh knp msh dibiarkan dtgl drmh ya
awesome moment
mo.nerusin baca tp mual. arsen mmg laki2 yg bikin eneg. g punya pendirian. akan lbh bikin jijay lg klo rose milih bertahan. maapkeun, kak. sy mundur..g tahan. mual bgts baca sikap arsen..maapkeun
Tiara Bella
aku heran sm Renata kenapa selalu ada dirmh Arsen pdhal itu bukan rmhnya
awesome moment
nha kn...laki2 cemen. buang ke laut j, rose
awesome moment
arsen klo lo msh plin plan plun...dijamin bakalan dimanfaatin renata. ujungnya....rose menjauh ato...lbh baik menghilang😄😄😄buat p ngeberatin org yg g prioritaskan qt
awesome moment
🤭😄🤭
dome🌬️🌀🌀🌀
siapa nih yang datang
dome🌬️🌀🌀🌀
curiga aku sama kluarga Arsen. kandungkah apa tiri. Krn mereka berani buat kasih obat agar Arsen bisa dikendalikan
curiga juga sama Renata. ini pasti ada hubungan jug kayaknya sama Jackson si penghianat.
dome🌬️🌀🌀🌀
Danil aja lah, kau sama kudanil aja sih rose ga usah balik ke Arsen. ga penting bnget dia itu
dome🌬️🌀🌀🌀
ga bisa kah Thor Arsen itu buang aja kelait. males banget sih kalau rose sama laki lembek modelan dia. 😤😤😤
esmosi saya thor🤣🤣
dome🌬️🌀🌀🌀
keselnyaaaaa... astagaaa.. drama recehan kelas teri ini mah🤣🤣..
dan hebatnya si Arsen lembeknya kebangetan sumpah. ngalah Thor ga biarin aja si rose cari cwo yg tangguh tegas crazy rich.
sebenarnya agak janggal aja yaa orng kaya sekelas Arsen penjabarannya. emaknya sama adeknya kayak orng susah. pengen nguasain harta orng. kayak orng yg baru aja jadi orkay alias OKB. kayak gitu lah penampakan kelakuan emak sama adeknya Arsen. ga kelas banget kayak bukan orkay kayak OKB malah
dome🌬️🌀🌀🌀
apa lu sen. apa lu Maruk mau dia duanya.. serakah namanya itu. ga mau cerai tapi tetep mau nikah hnya karna kedinginan emakmu. ga logis banget.
dome🌬️🌀🌀🌀
ngapain sih rose JD kesel dehhhh😤😤😤😤
biarin aja sih si Arsen sama sampah, kau dengan segala kesempurnaan yg kau miliki laki2 mana saja bisa kau dapatkan. biar si Arsen buang ke tong sampah karna pasangan nya juga sampah😤😤😤
dome🌬️🌀🌀🌀
dih aneh,, cerai dl bos baru nikah lagi. enak saja kau. lagian sebagai laki laki sumpah yaa aku sangat sangat sebel modelan kayak si Arsen benyek bener JD laki laki. emaknya ngomong apa ngikut aja kayak ga punya pendirian saja. malas lah. kalau yvone masih tetep sama Arsen. cari yg lebih dr si Arsen. kayak stok laki2 berkualitas hbis saja didunia ini.
dome🌬️🌀🌀🌀
akhirnya.... ada jalan keluar juga soal oplas yaa😁😁.
semangat kembali cantik mempesona Yvonne
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!