Salam dari author untuk pembaca 😊✨🙏
Putri Adelia yang biasa di panggil adel, usianya kini menginjak 24 tahun. Dia menjalani kisah cinta yang romantis dan begitu membuat iri orang-orang.
Kisah cintanya dengan devan alvano begitu indah dan tampak sempurna di mata siapa pun yang melihatnya.
Devan adalah sosok pria yang hampir tidak memiliki celah—tampan, mapan, dan selalu bersikap lembut pada Adel. Di hadapannya, Devan seperti pria yang hanya hidup untuk mencintai satu wanita.
Tapi tiba-tiba semuanya runtuh ayah adel memutuskan untuk menjodohkan nya dengan kakak Devan, yaitu Lucas yang usianya sudah 36 tahun terpaut jauh dari usia adel.
HEHEH SEMOGA SUKA YA SAMA NOVEL AKU 🙏😁✨
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tayanlee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 10
Lucas membuka pintu kaca restoran, suasananya hangat langsung menyambut,kontras dinginnya ekpresi wajah Lucas.
Di dalam terlihat dua keluarga telah menunggu duduk rapi di meja panjang dengan hidangan yang hampir tidak tersentuh, Lucas dan Adel melangkah masuk.
Tatapan kedua keluarga itu langsung tertuju pada Adel dan Lucas, Di sambut dengan senyum hangat saat melihat keduanya yang baru saja tiba.
" Akhirnya, pengantin baru sudah tiba " seru tuan mahendra dengan senyum tipis di bibirnya.
nyonya risma juga tersenyum meskipun matanya menyimpan kesedihan yang masih belum hilang.
" Kami kira kalian akan lebih lama " tambah nyonya risma dengan nada lembut dan senyum tipis.
Lucas menari kursi untuk Adel, gerakannya sopan, sempurna namun dingin.
" terimakasih " ucap Adel pelan, hampir tidak terdengar tanpa emosi, Adel duduk di kursi itu.
Tak lama Lucas pun menyusul, Ia duduk di samping Adel.
" Maaf membuat kalian menunggu " kata Lucas tenang.
" ada sedikit hal yang harus di selesaikan " lanjutnya, tatapannya mengarahkan ke arah Adel sekilas.
" tidak masalah " sahut tuan Raditya, Pa-pa Adel.
" yang penting kita bisa sarapan bersama " lanjut tuan Raditya dengan senyum tipisnya, Ia melihat putrinya duduk di samping Lucas dengan tenang tanpa pemberontakan, Ia tersenyum puas melihatnya.
Para pelayan mulai menyajikan makanan yang di pesan, dan mereka mulai mengobrol.
semuanya terlihat normal, sangat normal tapi Adel mesara pusing melihat semua kebohongan yang terlihat pada mereka yang tersenyum tipis, hangat dan terlihat bahagia.
Padahal mereka tahu betul bahwa pernikahan ini bukanlah kebahagiaan untuk nya dan untuk Lucas, hatinya masih milik Devan sampai detik ini.
Sarapan bersama pun telah usai, kini waktu telah menunjukkan pukul 09:00.
" Besok saya akan membawa Adel ke *London* " ucap Lucas di sela-sela perbincangan.
" Apakah kalian akan lama di sana? " tanya ibu indah.
" Jika pekerjaan di sana sudah selesai, saya akan langsung kembali " jawab Lucas.
" Iya, ibu do'akan kalian bisa saling menghargai satu sama lain " ucap Ibu indah, Ia selangkah maju menggenggam tangan besar Lucas.
" Ibu titip Adel ya nak, sekarang dia sudah tanggung jawab mu, dan ibu berharap kamu pemberlakuan nya dengan baik dan lembut "
" Memang terkadang dia kekanak-kanakan tapi Adel memiliki sisi yang hangat, tolong jaga dia demi ibu " pinta ibu indah pada Lucas, sebelum melepas putrinya pergi.
" Anda tidak perlu khawatir " jawab Lucas.
Jawaban itu sudah cukup bagi ibu indah, Ia sedikit lebih tenang, meskipun di hati kecilnya masih ada keraguan.
Ibu indah melirik ke arah Adel putrinya, Ia melepaskan genggaman tangannya, beralih memeluk Adel.
" Jaga dirimu, jika ada apa-apa kamu bisa cerita pada ibu " bisik lirih ibu indah.
Adel terdiam untuk beberapa detik, hatinya terasa berat meninggalkan kehidupan yang nyaman seperti dulu, kini Ia harus menurut pada kata-kata Lucas yang kini menyandang status suaminya.
" Iya " jawab Adel pelan sambil mengangguk pelan.
Ibu indah pun melepaskan pelukan, Ia tersenyum tipis pada Adel lalu bergantian pada Lucas.
" Kami yakin Lucas akan menjaga Adel " timbal tuan mahendra.
" Iya, aku percaya itu!!... mulai sekarang aku percayakan putriku padamu " ucap tuan Raditya.
Lucas hanya menanggapinya dengan senyum kaku.
Mereka pun, satu-persatu meninggalkan meja makan, tuan Raditya dan ibu indah mereka pulang dengan mobil pribadinya, sedangkan tuan mahendra dan nyonya risma mereka sudah di jemput oleh mobil di lobby, menyisakan Lucas dan Adel berdua aja.
\\~~~
Adel merasa Ia di perhatikan oleh Lucas sejak kepergian kedua orang tuanya, Ia pun menoleh dengan tatapan tajam.
" Apa liat-liat? " ketus Adel.
" Sepertinya aku akan menjadi baby sitter " gumam Lucas, dan itu terdengar oleh telinga Adel, Ia langsung melotot dan mengeraskan rahangnya.
" Apa yang kamu katakan tadi?... coba ulangi? " ucap Adel.
Lucas tidak menjawabnya Ia melihat jm tangannya sebentar lagu melangkah keluar dari restoran itu, di ambang pintu Ia berhenti tanpa menoleh kebelakang.
" Cepat mobilnya sudah menunggu " ucapnya singkat, tanpa menunggu Adel, Ia pun langsung pergi begitu saja.
" Ck... "
" Gak bilang mobilnya ada di mana dan dia pergi begitu aja huh...!! " gerutu Adel, Ia segera menyusul Lucas dari belakang, dengan langkah lebar dia mengejar Lucas.
tepat saat Adel sudah ada di belakang Lucas Ia menahan lengan Lucas dengan sekuat tenaga agar Lucas berhenti sebentar.
" Tunggu " ucap Adel.
Lucas pun berbalik, Ia menurunkan pandangan nya pada Adel yang terlihat pendek dan kecil di hadapan Lucas.
" apa? " tanya Lucas singkat.
" barang-barang ku masih ada di kamar " jawab Adel, dengan wajahnya yang di tekuk.
" hanya itu? " tanya Lucas dengan mengangkat satu alisnya.
" Iya "
" aku sudah menyuruh seseorang m ngambilnya, mungkin saja sekarang ada di mobil " jawab Lucas dengan ekpresi datar.
Adel melepaskan cengkeraman tangannya dari lengan Lucas.
" bilang dong dari tadi " ketus Adel, Ia pun berjalan mendahului Lucas.
\\~~~
Mobil hitam itu membelah jalan kota, tidak ada percakapan hanya suara mesin halus dan sesekali deru kendaraan lain yang melintas.
Adel duduk di sisi jendela menatap keluar tanpa benar-benar melihatnya, pikirannya penuh oleh kenangan-kenangan indah bersama manta kekasih nya Devan.
pakaian sederhana yang Ia kenakan, cincin di jari manisnya yang terpasang, semuanya terasa asing baginya, seperti buka dirinya.
Di sampingnya Lucas duduk dengan posisi tegap dengan ponsel di tangannya, tatapannya fokus pada layar ponsel seakan dunia di dalam layar itu jauh lebih penting daripada wanita di sampingnya.
" Berapa lama? " tanya Adel, tanpa menoleh sedikitpun.
Lucas tidak langsung menjawabnya.
" Untuk apa? " kali ini Lucas menoleh sebentar, lalu tatapannya kembali ke ponsel nya.
Adel menghela nafas panjang, menahan kesal dengan jawaban Lucas.
" Di london "
Lucas masih dengan setia dengan layar ponsel nya mengabaikan Adel yang bertanya.
" tidak lama " jawabnya singkat tanpa menoleh.
" tidak lama itu berapa hari? seminggu, sebulan atau setahun " nada suara Adel mulai naik meski masih Ia tahan.
Lucas akhirnya mengunci layar ponsel nya, kini Ia benar-benar menoleh ke arah Adel.
" kenapa? apa kamu ada jadwal penting di sini " tanya Lucas datar.
" tidak ada, aku hanya bertanya, aku butuh kejelasan berapa lama kita akan ada di sana... apa menjelaskannya sangat sulit bagimu? "
" Tidak!! "
" lalu kenapa kamu tidak menjelaskan nya lebih awal? " tanya Adel.
Lucas menarik nafas panjang, lalu Ia membenarkan posisi duduknya, Ia membuka ponsel dan melihat jadwal yang ada di london.
" sebulan, tidak ada pertanyaan lagi " ucap Lucas dingin dan tegas.
" huh... gitu dong, masa aku harus tanya panjang lebar dulu baru mendapatkan jawabannya " gerutu Adel sebal.
Lu doyan ma perempuan kaga sih 🙄🙄🙄🙄
a elaaaaaaah lu lambat banget jadi cwo.
Readers kecewa nih 😒😒😒
Reader : elu nyesel khan Cas, yg begitu lu anggurin.
Udeh buruan lu tubruk deh...udah halal juga khan
Lu gimana sih Lucaaaaaasss, masa iya lu diem aja dibilang laki ga normal.
Harusnya tuh lu tunjukin ke Adel...kasih paham ke Adel, kl lu laki tulen
Hanya Othorlah pemegang kendali atas segalanya
Tunjukkan kl kamu ga terpengaruh ocehan Karina, biar Karina tidak memandangmu remeh.