NovelToon NovelToon
Tiba-tiba Menikah

Tiba-tiba Menikah

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Duda / Beda Usia
Popularitas:16.4k
Nilai: 5
Nama Author: Eli Priwanti

Dita, siswi kelas 12 SMA, harus menerima nasib pahit ketika ayahnya yang terlilit hutang dan terbaring sakit memaksanya menikah dengan Arjuna, seorang polisi duda beranak satu.

Pernikahan itu dijadikan tebusan atas kecelakaan yang melibatkan Arjuna dan membuat ayah Dita kritis.

Meski tak sepenuhnya bersalah, Arjuna menyetujui pernikahan tersebut demi menebus rasa bersalahnya. Di tengah perbedaan usia dan penolakan putri Arjuna terhadap ibu sambungnya yang masih belia, Dita dan Arjuna harus menghadapi ujian besar untuk mempertahankan rumah tangga mereka.

Apakah cinta diantara mereka akan tumbuh, atau pernikahan itu berakhir dengan perpisahan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eli Priwanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Penolakan dari Siena

Suasana di depan pintu utama yang seharusnya megah dan formal mendadak berubah menjadi arena adu mulut. Bu Kinanti berdiri mematung, matanya mengerjap tidak percaya melihat menantu dan cucunya saling melempar pandangan tajam bak pedang yang siap beradu.

"Heh, bocah ingusan! Jaga bicaramu ya! Siapa yang kamu panggil nenek sihir?!" bentak Dita, tidak terima dipanggil begitu di depan ibu mertuanya.

"Ya kamu! Yang berebut mainan sama anak kecil! Dasar nenek sihir jahat!" balas Siena tak kalah melengking.

Bu Kinanti segera melangkah ke tengah, merentangkan tangan untuk memisahkan keduanya. "Sudah, sudah... astaga, Ibu tidak menyangka kalian berdua sudah saling kenal dengan cara seperti ini," gumamnya cemas.

Arjuna yang sudah tidak tahan melihat keributan itu langsung bertindak tegas. Ia menyambar tubuh Siena, menggendongnya dengan satu tangan, sementara tangan lainnya meraih jemari Dita dan menggenggamnya erat. Dita terlonjak, rasa hangat dari tangan kekar Arjuna menjalar ke seluruh tubuhnya, membuatnya terdiam seribu bahasa.

"Ikut masuk sekarang. Tidak enak dilihat tetangga!" perintah Arjuna tegas.

Begitu sampai di dalam ruang tamu yang luas, Siena meronta-ronta minta diturunkan. Di saat yang sama, Bulan dan Pak Pras muncul dari arah ruang tengah, wajah mereka penuh tanya melihat suasana yang tegang.

"Ayah! Turunkan Siena!" teriak gadis kecil itu. Begitu kakinya menyentuh lantai, ia langsung menuding Dita dengan telunjuknya. "Ayah, apa maksudnya membawa nenek sihir ini ke rumah kita?!"

Arjuna menarik napas panjang, mencoba menstabilkan emosinya. Ia melirik Dita yang berdiri kaku di samping Bu Kinanti. Bu Kinanti sendiri justru merangkul bahu Dita dengan sayang, seolah memberi kekuatan. Dita sempat ragu, ia masih mencari-cari celah kebohongan di wajah keluarga ini, tapi tatapan hangat Bu Kinanti membuatnya mulai goyah.

"Siena, dengarkan Ayah baik-baik," Arjuna merendahkan tubuhnya agar sejajar dengan sang putri, namun suaranya tetap berwibawa. "Tante Dita itu... dia adalah istrinya Ayah. Dia ibu sambung mu sekarang."

Deg!

Siena terkesiap, wajahnya memucat seolah baru saja disambar petir di siang bolong. "Apa? Ayah sudah menikah dengan wanita itu?" Suaranya bergetar hebat. "Tidak, Ayah! Aku tidak setuju! Aku hanya mau Tante Maudy yang jadi ibuku, bukan wanita galak ini!"

Tunjuk Siena kembali mengarah pada Dita. Dita hanya bisa menggigit bibir bawahnya, merasa serba salah di tengah penolakan yang begitu terang-terangan.

"Cukup, Siena! Hentikan!" potong Arjuna dengan nada bicara yang lebih tinggi. "Ini sudah menjadi keputusan Ayah. Suka atau tidak, kau harus mulai belajar menerima Tante Dita sebagai Mamamu!"

Siena terisak, air mata kekecewaan mulai membanjiri pipinya. "Aku benci Ayah! Aku benci nenek sihir itu!" teriaknya sebelum berbalik dan berlari kencang menaiki anak tangga menuju kamarnya. Bunyi pintu yang dibanting keras menggema di seluruh ruangan.

Suasana mendadak hening. Arjuna memijat keningnya yang berdenyut, sementara Dita tertunduk lesu.

"Sabar ya, Juna.... Dita," ucap Bu Kinanti lembut sambil tetap merangkul Dita. "Anak kecil memang butuh waktu. Mari, kita makan malam dulu, jangan biarkan makanan spesial ini dingin hanya karena emosi."

*

*

Makan malam di kediaman Diningrat berlangsung dengan kehangatan yang tak disangka-sangka oleh Dita. Pak Pras dan Bulan terus mengajaknya mengobrol, memperlakukannya dengan rasa hormat dan kasih sayang seolah ia sudah bertahun-tahun menjadi bagian dari keluarga itu. Dita yang awalnya tegang, perlahan mulai merasa nyaman dan diterima sebagai menantu di rumah megah tersebut.

Namun, di tengah denting sendok dan tawa kecil Bulan, Arjuna sempat tertegun menatap satu kursi kosong di ujung meja. Kursi yang biasanya ditempati oleh adik bungsunya yang paling ia sayangi.

"Loh, Aga mana, Bu? Tumben dia tidak ikut makan malam?" tanya Arjuna dengan nada cemas.

Bu Kinan tersenyum lembut sembari melirik Dita yang duduk di samping Arjuna. "Biasalah anak muda, pulang sekolah langsung mengurung diri di kamar. Besok juga sudah kembali seperti semula. Kau kan tahu sendiri seperti apa sifat adikmu itu kalau sedang ngambek."

Dita sempat termenung, merasa penasaran dengan sosok "Aga" yang disebut-sebut sebagai adik bungsu suaminya.

"Coba nanti aku temui Aga di kamarnya," gumam Arjuna.

"Terserah kamu saja, Juna," jawab Bu Kinan singkat.

Setelah makan malam usai, Bu Kinan segera bergegas menuju kamar Siena. Dengan kesabaran ekstra, ia membujuk cucu kesayangannya itu. Berkat ikatan batin yang kuat sejak kepergian ibu kandung Siena lima tahun lalu, akhirnya bocah itu mulai sedikit luluh, meski masih menyimpan ganjalan.

Sementara itu, di ruang keluarga, Bulan mengajak Dita duduk bersantai. Ia menyodorkan sebuah kotak kado berhias pita cantik kepada kakak ipar barunya itu.

"Wah, ini.... sepertinya terlalu mahal untukku, Mbak Bulan," ucap Dita canggung saat melihat merek barang tersebut.

Bulan tertawa ramah. "Mahal apanya sih? Ini sangat pantas dan cocok untukmu, Kakak Ipar. Meskipun usiamu masih sangat muda, kau tetaplah kakak iparku yang harus aku manjakan."

Di sisi lain rumah, Arjuna sedang berada di ruang kerja Pak Pras. Ayahnya menatapnya dengan pandangan serius namun bijak.

"Sebaiknya kau secepatnya memberikan informasi rekaman CCTV itu kepada istrimu, Juna. Jangan biarkan salah paham ini berlarut-larut," ujar Pak Pras tenang. "Dan ngomong-ngomong, kau pandai juga mencari istri. Dita anak yang cantik dan sopan. Jaga dia baik-baik. Soal Siena, jangan terlalu dipikirkan, waktu yang akan menjawab. Lalu... kapan kau membawa istrimu tinggal di rumah ini?"

Deg!

Arjuna sedikit terkejut. "Juna belum tahu, Yah. Nanti Juna coba bicarakan lagi dengan Dita."

"Kalau bisa secepatnya. Masa pasangan suami istri tinggal terpisah? Kapan kalian punya waktu bersama untuk memberikan Ayahmu ini cucu laki-laki?"

Arjuna menelan ludah, tenggorokannya mendadak kering mendengar tuntutan ayahnya.

"Sudahlah, Juna. Malam ini biarkan istrimu menginap di sini. Ayah sudah menyiapkan kamar pengantin untuk kalian berdua. Ayah tahu kamu super sibuk dan Dita baru saja berduka, pasti kalian belum sempat tidur satu kamar, kan?" goda Pak Pras dengan senyum jahil.

"Ayah.... aku dan Dita tidak terpikir sampai ke situ. Apalagi Dita masih berstatus pelajar!" protes Arjuna salah tingkah.

"Jangan dijadikan alasan. Dia sudah hampir lulus, kan? Menjalankan kewajiban suami istri itu wajib hukumnya, Juna," pungkas Pak Pras sambil tertawa kecil, membayangkan kehadiran cucu laki-laki di rumah itu.

Selesai mengobrol dengan ayahnya, Arjuna menghampiri Dita dan mengajaknya ke balkon lantai atas yang sepi. Dita sempat curiga dan berpikir yang macam-macam, namun Arjuna segera mengeluarkan tablet dari tasnya.

"Ini soal rekaman CCTV saat kejadian mendiang ayahmu pingsan dan terkena serangan jantung, Dit," ucap Arjuna dengan nada rendah namun jujur. "Aku ingin kau melihat semuanya sendiri. Aku ingin kau tahu bahwa aku benar-benar tidak bersalah atas kematiannya."

Dita terdiam. Jantungnya berdegup kencang. Rasa penasaran dan keraguan berperang di dalam dadanya saat ia mulai menatap layar yang menunjukkan detik-detik peristiwa yang mengubah hidupnya selamanya.

Bersambung...

1
Teh Yen
waduh c ulet bulu kagak ada kapoknya yah ,, ayo dit jangan diem aj tunjukan posisimu sebagai istri Arjuna yg sah bukan dia c ulet bulu yang halu
Teh Yen
ya udh sama masuk kamar minta maaf smaa Dita peluk dia Juna dia pasti terluka Dnegan sikap mu td ,,pdhl Dita sudah mulai membuka hati d mulai menerimamu tp kamu nya malah terbawa emosi huuh
ini lagi satu ulet bulu blom kapok jg yah ganggu rumah tangga orang tau rasa lu d usir sama.juna huuh 😤😤
Ariany Sudjana
dasar pelacur murahan kamu Maudy dan bodohnya Siena percaya dengan semua omongan pelacur murahan itu
Ariany Sudjana
ini lagi pelacur murahan yang ga tahu diri
Nar Sih
sabar dita ,jgn terpancing dgn ulah si maudy ,semagatt kmu pasti bisa
💕£LI P®iwanti 🦋✍️⃞⃟𝑹𝑨 🐼: siip kk 👍😊
total 1 replies
Nar Sih
punya istri yg masih kecil emang butuh kesabaran exra ya juna tpi ...yakin lah suatu saat dita pasti luluh💪
neny
eh ulat keket,,dasar ya gk tau diri,,udh gk dianggap jg masih ajh terus berharap,,alhamdulillah dita sdh mendengar apa yg dikatakan juna kpd maudy,,,walaupun dia menepis nya,,tp yg penting dia adh tau,,bahwa juna melakukan itu krn crmburu,,lanjut akak,,pengen tau apa lg yg akan di lakukan c ulat keket itu
neny: ashiyap🤍
total 2 replies
dyah EkaPratiwi
bener2 ya si Maudy minta di jambak
💕£LI P®iwanti 🦋✍️⃞⃟𝑹𝑨 🐼: /Curse//Curse//Curse//Curse/
total 1 replies
mom kayara
keren
💕£LI P®iwanti 🦋✍️⃞⃟𝑹𝑨 🐼: terimakasih kak 🙏😊
total 1 replies
Teh Euis Tea
pakpol jgn cemburu, dita udah jd milikmu dan aga udah sm aku🤭🤭🤭🤭🤭
💕£LI P®iwanti 🦋✍️⃞⃟𝑹𝑨 🐼: oalah... betul.. betul... betul 🤣🤣🤣
total 1 replies
vania larasati
lanjut kak
neny
selesai kan masalah dengan kepala dingin juna,,semua pasti ada solusi nya,,smg dita mendengar apa yg diucapkan juna kpd maudy,,dan bs mempertimbangkan knp juna bs sebrutal itu,,lanjut akak😘
vania larasati
lanjut kak
💕£LI P®iwanti 🦋✍️⃞⃟𝑹𝑨 🐼: siip kk 👍😁
total 1 replies
Nar Sih
cemburu bisa merubah semua nya ,dan pasti hbis ini dita marah dgn mu juna
Patrick Khan
ah visualnya😂😂😂😂😍😍
💕£LI P®iwanti 🦋✍️⃞⃟𝑹𝑨 🐼: /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
vania larasati
lanjut kak
💕£LI P®iwanti 🦋✍️⃞⃟𝑹𝑨 🐼: /Good//Good//Good/😉😉
total 1 replies
neny
cemburu membutakan segala nya,,dengan sikap juna seperti ini kemungkinan akan membuat dita terluka,,hrs nya juna tanya baik2,,cepet minta maaf juna,,jng bikin dita kecewa sm km,,ayo dita ceritakan semua nya,,jng ada dusta,,biar juna bs melindungi mu dr c mod mod itu,,lanjut akak😘
💕£LI P®iwanti 🦋✍️⃞⃟𝑹𝑨 🐼: siip kk 👍😁
total 1 replies
Arum Dyah
kalah star kau mody... juna sudah lebih tau dluan.. tinggal km yg akan malu sendiri dihadapan keluarga juna..
dyah EkaPratiwi
😭😭😭 Dita pasti syok
💕£LI P®iwanti 🦋✍️⃞⃟𝑹𝑨 🐼: buanget kak 😔
total 1 replies
Teh Yen
Arjuna hanya cemburu yah kan Dnegan begitu dia ingin menjelaskan bahwa Dita hanya miliknya bukan begitu kan mas Juna
skrng saatnya hempaskan itu c ulat bulu Maudy jauh jauh Juna
💕£LI P®iwanti 🦋✍️⃞⃟𝑹𝑨 🐼: siip kk 👍😉
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!