Kimberly kembali ke negaranya bersama ke empat anak kembarnya untuk membawa anak sulungnya yang terpaksa dititipkan oleh seorang pria. Di mana pria tersebut adalah seorang CEO yang terkenal dengan kekejamannya dan super dingin.
Kimberly hamil di luar nikah karena melakukan hubungan satu malam dengan seorang pria. Di mana saat itu Kimberly di jebak oleh Ibu tirinya dan adik tirinya demi mendapatkan warisan yang ditinggalkan oleh Ibunya.
Selain ingin membawa putra sulungnya, Kimberly berniat membalaskan dendam terhadap Ibu tirinya dan juga adik tirinya dengan cara menikah dengan pria yang membuat dirinya hamil.
Akankah rencananya berjalan lancar? Apakah pernikahan Kimberly berakhir bahagia atau bercerai? Mengingat banyak orang yang ingin memisahkan hubungan mereka. Ikuti yuk novel terbaruku.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yayuk Triatmaja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Apa Yang Harus Aku Katakan?
Dia adalah Arnold, putra sulung Kimberly dengan Diego. Arnold yang sangat senang bisa bertemu dengan Ibu Kandungnya membuat Sulung ingin melindunginya agar tidak terluka.
"Arnold, apa yang kamu lakukan?" Tanya Tante Karmila dengan nada satu oktaf.
"Cepat kemari! Wanita ini ingin menikahi Ayahmu agar bisa mencelakaimu dan keluarga besar kita." Sambung Tante Karmila agar Arnold mau menyingkir dan 4 bodyguard milik Roberto mengusir Kimberly.
Arnold hanya terdiam dan tidak menuruti apa yang dikatakan Tante Karmila. Arnold masih mengangkat ke dua tangannya ke arah samping dan menjadikan tubuhnya sebagai tamengnya.
"Kenapa kalian masih diam saja? Cepat ... Cepat ... Lakukan sesuatu!" Perintah Tante Karmila dengan nada setengah oktaf.
Salah satu bodyguard tiba-tiba menggendong Arnold sedangkan kedua bodyguard bersiap memegang tangan Kimberly dan satunya lagi berjaga-jaga jika Kimberly melawan.
Namun tiba-tiba ....
"Berhenti!" Teriak seorang pria.
"Lihat saja siapa yang berani menyentuhnya." Sambung pria tersebut yang ternyata bernama Diego sambil mendorong kursi roda.
"Diego, Tante melakukan ini demi kebaikanmu. Wanita ini datang hanya untuk membawa keberuntungan bagimu. Tapi sejak wanita ini menikah denganmu dan masuk ke keluarga kita, wanita itu telah membuat rumah kita kacau balau." Ucap Tante Karmila yang ingin Diego menceraikan dan mengusir Kimberly.
"Ini menunjukkan wanita ini membawa sial jadi sebaiknya kamu menceraikannya kemudian mengusirnya dari keluarga besar kita." Sambung Tante Karmila.
Diego hanya terdiam sambil menyentuh kain hitam yang menutupi sepasang matanya lalu menarik ikatannya. Mata Diego yang terpejam perlahan membuka matanya kemudian menatap tajam ke arah Tante Karmila.
Mommy Roberto yang melihat hal itu tentu saja sangat senang dan langsung berdiri sambil tersenyum bahagia. Berbeda dengan Tante Karmila yang tidak menyukai Diego bisa melihat lagi.
"Apakah Dia membawa keberuntungan atau tidak? Hanya Aku yang bisa menilainya sendiri. Jadi Tante tidak perlu repot-repot memikirkannya." Ucap Diego yang masih menatapnya dengan tatapan tajam dan dengan nada dingin.
"Diego, kamu sudah bisa melihat?" Tanya Mommy Roberto memastikan.
Sambil berbicara Mommy Roberto berjalan ke arah Diego. Sampai di depan Diego, Mommy Roberto menundukkan tubuhnya agar sejajar dengan Diego sambil tersenyum bahagia.
"Ya. Aku sama sekali tidak menyangka kalau pernikahanku dengan Kimberly membawa keberuntungan dan benar-benar berhasil." Jawab Diego sambil menatap ke arah Kimberly.
"Ini semua berkat Mommy yang menjodohkan Aku dengan Kimberly." Sambung Diego sambil mengarahkan pandangan ke arah Mommy Roberto.
("Seandainya kamu tahu kalau semua ini berkat Alexander yang menyembuhkan sepasang matamu." Ucap Kimberly yang tidak mungkin mengatakan hal itu di depan mereka).
"Ini benar-benar kabar yang sangat baik. Sekarang Aku percaya kalau ramalan nasib yang dikirim Keluarga Baskoro memang cocok. Namamu Kimberly, bukan?" Tanya Mommy Roberto sambil tersenyum dan memegang tangan Kimberly.
"Ya." Jawab Kimberly dengan singkat.
"Kimberly, mulai sekarang kamu menjadi pahlawan besar bagi Keluarga Roberto. Maafkan dan lupakan apa yang tadi Mommy katakan padamu." Ucap Mommy Roberto merasa bersalah.
"Aku tidak apa-apa. Hanya saja asal tidak ribut soal penggantian mempelai penggantian itu sudah cukup bagiku." Ucap Kimberly yang memiliki hati baik.
"Ah, mana mungkin Aku mempermasalahkannya. Sejak kedatanganmu, mata Diego sudah sembuh dan itu merupakan keberuntungan bagi keluarga besar kami." Ucap Mommy Roberto sambil menatap ke arah Diego.
"Oh ya, untuk ke dua kaki Diego, apakah ada harapan juga untuk sembuh?" Tanya Mommy Roberto penuh harap.
("Jika ke dua kaki Diego sembuh, maka tidak ada yang tersisa untuk keluargaku dan juga putra semata wayangku yang mewarisi semua kekayaan keluarga Roberto. Ini tidak bisa, Aku harus mencari cara untuk mengusir Kimberly" Ucap Tante Karmila yang tidak ingin Diego bisa berdiri lagi).
"Kakak Ipar, kesembuhan mata Diego tentu saja sangat membahagiakan tapi ini hanya kebetulan saja. Bagaimana bisa Kakak Ipar mengatakan kalau ini adalah jasa wanita itu?" Tanya Tante Karmila dengan nada ketus.
"Kalau kamu tidak bicara, Aku hampir lupa tentangmu. Inikah hasil didikanmu untuk ke dua cucumu yang kamu bilang sangat baik dan tidak mungkin melakukan perbuatan jahat?" Tanya Mommy Roberto sambil menatap ke arah adik iparnya dengan tatapan kesal.
"Aku ..." Ucapan Tante Karmila terpotong oleh Mommy Roberto.
"Lebih baik sekarang kamu kembali ke rumahmu dan renungkan apa yang sudah kamu lakukan. Jangan pernah kembali jika kamu tidak merubah sifat ke dua cucumu!" Perintah Mommy Roberto dengan nada tegas.
"Baik." Jawab Tante Karmila dengan patuh sambil menundukkan kepalanya namun dalam hatinya menahan amarah.
"Pergilah dan bawa ke dua cucumu sekarang juga!" Usir Mommy Roberto.
"Nenek dan Oma, kami masih ingin main di sini." Pinta Dian dan Deon dengan serempak.
"Kakak Ipar, ke dua cucuku ...." Ucapan Tante Karmila terpotong oleh Mommy Roberto.
"Kalau kamu dan ke dua cucumu tidak pergi sekarang, maka Aku akan melarangmu untuk datang ke rumahku selama-lamanya!" Teriak Mommy Roberto yang tidak menyukai ke dua cucunya yang terkenal dengan sikap manja dan nakal.
Selama ini dirinya sering menasehati adik iparnya untuk mendidik Dian dan Deon untuk berkelakuan baik. Namun ketika mengetahui cucu kesayangannya yang bernama Arnold di tindas oleh Dian dan Deon membuat Mommy Roberto tidak menyukai Dian dan Deon.
"Baik-baik, kami akan pergi sekarang." Ucap Tante Karmila yang tidak mempunyai pilihan lain.
Kemudian Tante Karmila menggandeng tangan Dian dan Deon sambil menahan amarah terhadap Mommy Roberto, Diego dan Kimberly.
Tante Karmila bersama ke dua cucunya kemudian pergi meninggalkan tempat kediaman Roberto di mana rumah mereka bersebelahan dengan rumah Mommy Roberto.
Mommy Roberto, Diego, Kimberly dan Arnold menatap kepergian mereka hingga tidak terlihat lagi. Entah kenapa Mommy Roberto menatap ke arah Kimberly dengan serius kemudian menatap ke arah Arnold.
"Kalau Mommy perhatikan baik-baik, Arnold sedikit mirip dengan Kimberly." Ucap Mommy Roberto sambil tersenyum ke arah Kimberly.
Glek
Kimberly langsung menelan salivanya dengan kasar karena apa yang dikatakan Mommy Roberto memang benar adanya. Namun Kimberly tidak mungkin mengatakannya.
("Apa yang harus Aku katakan jika Mommy atau Diego menanyakan kenapa wajah kami mirip?" Tanya Kimberly sambil berpikir).