“Iya, jadi aku dengar Karina baru saja bercerai belum lama ini. Dia sibuk jadi ibu dan pemilik toko roti Aura Bakery sekarang. Usia anaknya sepertinya hampir sama dengan usia anakku, kira-kira 1 tahunan lah,” ujar Beni, seorang lelaki berusia 33 tahun.
“Jujur saja, kamu masih ada rasa ‘kan dengan Karina? 9 tahun loh, tidak mungkin selesai begitu saja. Aku tahu, lelaki memang hanya jatuh cinta sekali saja, setelahnya hanya melanjutkan hidup,” lanjut Beni, teman baik Khale.
Diam-diam dari luar ruangan, Syafira yang tengah mengandung mendengar ucapan sang suami dengan temannya itu.
Bahkan, Syafira pun tahu suaminya langsung menuju ke toko kue milik Karina tak lama setelah itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Byiaaps, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 2
“Kata Buk Mar tadi kamu pergi lagi, kemana? Jangan terlalu lelah, aku tidak mau kamu dan anak kita kenapa-kenapa,” ujar Khale saat tengah makan malam bersama sang istri.
Sedikit tersedak, Syafira meneguk air minumnya. Syukurnya, ia telah meminta sang sopir mengatakan hal yang sama bila Khale bertanya. “Oh, tadi ada belanjaan yang aku lupa bawa, baru ingat sewaktu sudah di rumah, jadi aku kembali lagi ke minimarket.”
Mengusap lembut rambut istrinya, Khale menatapnya penuh perhatian. “Kan bisa minta diambilkan Buk Mar, Yani, atau Lela, dari pada harus bolak-balik. Aku takut kamu kelelahan.”
Sungguh, sikap suaminya itu begitu terlihat tulus, bak tak ada yang sedang disembunyikan. Tapi jika mengingat pernyataan Beni tentang cinta Khale yang telah habis di masa lalu, hatinya kembali teriris. Belum lagi ketika ia tahu dengan mata kepalanya sendiri, Khale menemui mantannya di toko kue tadi.
“Secepat itu kamu bergerak menemui Karina setelah mengetahui kabarnya. Apa kamu begitu rindu padanya? Atau perasaanmu begitu menggebu setelah tahu dia janda?” batin Syafira sesak.
Melambaikan tangannya di depan wajah Syafira, Khale menegur sang istri agar tak sering melamun saat sedang hamil begini.
“Oh iya, aku bawakan croissant kesukaanmu, tadi aku mampir ke toko kue.” Khale menyodorkan sebuah kotak kue berwarna pink di hadapannya, bertuliskan nama toko Aura Bakery.
Dengan ekspresi datar tapi penuh tekanan, Syafira memandangi kue itu begitu lama. Biasanya, jika mendengar kata croissant ia akan langsung melahapnya. Tapi, kali ini berbeda. Ia bahkan tak nafsu untuk mencicipinya.
“Aku sudah kenyang, besok saja. Aku ingin kembali ke kamar,” pamitnya sedikit ketus.
Memandang sang istri yang bersikap aneh, Khale tampak ingin memaklumi mood ibu hamil itu.
***
Keesokan paginya setelah Khale berangkat ke kantor, Syafira bergegas menemui Pak Aden, sopir pribadi yang Khale perintahkan untuk mengantarkan ke mana pun istrinya pergi.
“Kita ke toko kue kemarin, ya, Pak,” ujarnya sembari duduk di kursi belakang kemudi.
“Ingat, ya, Pak, jangan bilang pada Khale kalau kita ke toko kue itu,” lanjut Syafira mengingatkan.
Mengangguk, Pak Aden mulai melajukan mobilnya.
20 menit berlalu, tibalah mereka tak jauh dari seberang toko kue Aura Bakery.
Kali ini tak terlihat mobil Khale di sana, tapi, ia melihat seorang wanita seumuran Khale mondar-mandir di depan toko sembari menggendong seorang batita berusia 1 tahunan.
“Apa itu Karina? Kalau benar, dia memang cantik. Wajar jika Khale tak bisa melupakannya. Apalagi, 9 tahun bukan lah waktu yang sebentar, pasti sudah banyak yang mereka lalui,” gumamnya.
Setelah beberapa menit mengintai toko kue itu, Syafira memutuskan untuk pergi. Namun, baru juga sopir menginjak gas, mobil Khale tak lama melintas dan memarkirnya di depan bakery. Meminta sang sopir melajukan mobilnya perlahan, Syafira tak berkedip saat melihat wanita yang ia duga Karina itu, masih menggendong anaknya dengan terburu-buru masuk ke dalam mobil Khale.
Tak ada tenaga untuk mengikuti ke mana mobil suaminya itu pergi bersama Karina, Syafira meminta sang sopir untuk segera pergi dari sana.
***
Saat malam harinya, tak biasanya Khale pulang terlambat. Kalau pun sedang ada pekerjaan yang masih harus diselesaikannya, ia pasti akan memberi kabar. Tapi tidak dengan malam ini. Padahal dari seminggu yang lalu Syafira sudah mengatakan jadwal kontrol ke dokter kandungan malam ini.
Hingga terdengar suara mobil baru saja berhenti di halaman rumah, Syafira pun bergegas keluar untuk menyambut sang suami.
“Sayang, maaf aku pulang terlambat. Tadi ada urusan yang urgent sekali. Kamu mau ke mana rapi begini? Atau baru pulang dari luar?” Khale menghampiri istrinya.
Baru saja ingin menjawab sapaan sang suami, Syafira kembali menutup mulutnya kala terdengar suara ponsel Khale berdering.
“Ya, halo? Apa? Ya sudah, aku akan segera ke sana,” ujarnya dalam panggilan telepon lalu menutupnya.
“Sayang, aku harus pergi lagi. Kalau kamu mau pergi, besok pagi saja. Tapi kalau kamu memang baru dari luar, baguslah, segera istirahat saja,” pamit Khale mencium kening sang istri dan mengusap lembut perut ibu hamil itu.
Mengusap lembut perutnya berkali-kali, Syafira berjalan mengambil tasnya dan bergegas menuju pos satpam tempat Pak Aden beristirahat. “Bisa-bisanya kamu melupakan janji untuk bertemu dengan anakmu sendiri.”
Terpaksa, ia harus pergi ke rumah sakit tanpa Khale.
Hingga setibanya di rumah sakit dan selesai melakukan konfirmasi kedatangan, Syafira menunggu namanya dipanggil di ruang tunggu praktik dokter kandungan. Ia mengedarkan pandangannya tak jauh dari ruang praktik dokter obgyn, yang bersebelahan dengan ruang tunggu praktik dokter anak. Mengelus perutnya, senyumnya mengembang kala ia membayangkan jika suatu saat nanti akan berganti mengantre di sana. Namun, tiba-tiba seyumnya surut perlahan kala mengingat nasib rumah tangganya.
Tapi, bukan hanya senyumnya yang surut, kini wajahnya memerah dipenuhi api amarah, kala melihat seorang laki-laki yang sedang menggendong anak kecil baru saja keluar dari ruangan dokter anak.
...****************...
kan dia mau berubah dan bertanggung jawab🤭
KLO pun nggak BS balikan SM khale biar aja Syafira menjanda selama nya, tp hub anak² SM khale bagus..
kayaknya ada sesuatu antara putra dan Karina 🤔
ekhh khale bodoh harusnya kau jgn percaya sama perempuan siluman itu...suami paling bodoh