NovelToon NovelToon
Transmigrasi Jadi Figuran

Transmigrasi Jadi Figuran

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi ke Dalam Novel / Romantis / Harem / Tamat
Popularitas:10.8k
Nilai: 5
Nama Author: anak rapuh

Mati karena peluru lalu jiwa bertransmigrasi ke dalam raga seorang yang ternyata adalah seorang figuran tanpa nama yang miskin. Anin pun bertekad untuk merubah takdir nya memanfaatkan wajah polos raga barunya ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon anak rapuh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chp 9

Mansion Mahendra

Melihat perilaku putranya yang agak lain malam ini, Raditya Mahendra memilih untuk membuka suara. "Apa yang kamu pikirkan, Arsen?" tanya nya. Pria itu menenggak wine manis yang di samping piring nya setelah menghabiskan steak daging miliknya.

"Apa ayah bisa menjodohkan aku dengan putri dari keluarga Maheswari?"ucap Arsen

"Uhuk!" Santi ibu Arsen itu tersedak. "Apa kamu kerasukan setan?!" pekik wanita itu panik

Raditya tertawa melihat ekspresi tidak enak putranya karena mendengar pertanyaan istrinya. "Kenapa tiba-tiba?" tanya Raditya, pria itu menghentikan kegiatanya. Mulai menatap putranya dengan serius.

"Aku tidak ingin dia di miliki oleh orang lain," ujar Arsen.

Membayangkan Ara di cium Darius membuat nya benar-benar terbakar. Persetan dengan tahap belum mencintai Ara dengan sepenuhnya karena Arsen yakin tak lama lagi cintanya akan penuh kepada gadis lucu itu.

"Papa akan mengajukan nya" ujar Raditya

Pria itu berlalu dari ruang makan guna menghubungi Pramudita Maheswari. Dari pembicaraan telepon, mereka sepakat untuk bertemu saat malam minggu.

"Kamu yakin sayang?" tanya Santi kepada Arsen. Arsen pun mengangguk mantap, "aku sangat yakin bu. 1000%!" jawab nya tegas.

Mansion Maheswari

"Selamat pagi!"

Silviana yang turun dari lantai atas itu mencuri perhatian Pramudita, Larasati dan Ara yang sedang duduk di kursi masing-masing.

"Kak Silviana cantik banget!"

Tidak itu adalah pujian palsu dari Ara. Silviana terlihat aneh pagi ini. Rambutnya yang biasanya di kuncir di biarkan tergerai dengan bando bunga mawar putih sebagai aksesoris. Lalu seragam nya yang tiba-tiba mengecil, menampilkan lekuk tubuh. Silviana juga terlihat memakai make-up.

"Tumben dandan?"

Silviana tersenyum malu-malu mendengar teguran Larasati. "Gimana ma, cantik kan?" Silviana memutarkan tubuhnya.

Larasati menghela nafas. "Lakukan apapun yang kamu mau." Senyum Silviana luntur. Bukan ini yang dia inginkan tapi ingin mendengar pujian dari Larasati.

Tapi Silviana tak menyerah, la beralih kepada Pramudita. "Pa gimana penampilan Silviana?" tanya nya senyum manis.

Pramudita mengangkat wajahnya menatap sang putri.

"Cantik tapi Silviana bukankah sekolah melarang untuk memakai make-up dan seragam yang seperti itu?"ujar Pramudita

Silviana duduk dengan perasaan kesal. "Tidak ada yang akan memarahi ku pa lagipula sekolah itu kan sudah menjadi milik papa!" tukas Silviana. Gadis itu memakan roti panggang nya dengan kesal.

"Sekolah itu milik papa?!" tanya Ara dengan terkejut. Pramudita mengangguk. "Iya, kepemilikan nya beralih ke tangan papa sayang baru beberapa bulan ini." jelas Pramudita.

"Papa keren!"Ucap Elara semangat

Pramudita terkekeh geli mendapatkan pujian seperti itu. "Ara tau, awal nya ama sekolah itu bukan Maheswari High School tapi SMA Darian." ucap Larasati tiba-tiba.

"Kenapa di ubah? Dan papa bagaimana bisa memiliki sekolah itu?" tanya Ara penasaran. Di novel tidak ada penjelasan tentang sekolah yang ternyata adalah milik Pramudita Maheswari.

"Karena papa membeli nya sayang. Awalnya sekolah itu milik perusahaan swasta tapi di lelang karena pemilik itu memerlukan uang yang banyak."

"Pasti mahal." Ara tak dapat membayangkan berapa milyar yang Pramudita keluarkan untuk membeli bangunan besar itu. Apakah kekayaan keluarga Maheswari sebenarnya tidak terhitung?

"Sudah, jangan memikirkan itu. Sekarang Ara berangkat saja, ini bekalnya. Harus di habiskan ya." Larasati memasukkan kotak bekal ke dalam tas Ara

"Mama benar, ayo segera habiskan sarapan mu. Papa akan mengantar." ucap Pramudita

"Silviana naik mobil sendiri ya pa," ujar Silviana

Mendengar permintaan izin Silviana Ara tak bisa menyembunyikan pertanyaannya. "Kak Silviana bisa nyetir?"

Larasati mengecup kedua pipi Ara yang berisi itu. "Iya, kak Silviana juga sudah memiliki SIM." jelas nya.

Ara mengangguk-angguk tanda mengerti. "Ayok pa!" Ara menarik tangan Pramudita menyeret pria itu keluar.

Dua mobil dengan warna berbeda itu keluar dari kediaman Pertama. Tentu saja dengan mobil Pramudita yang tiba paling belakang, karena Silviana sepertinya menyetir dengan kecepatan di atas rata-rata.

Pramudita tidak bisa melakukan itu, dia takut terjadi sesuatu dengan Ara. "Belajar yang benar, jangan nakal ya sayang." pesan Pramudita. Pria itu mengeluarkan uang cash dari dompetnya.

"Beli makanan yang sehat dan tidak pedas," ujar nya. Ara menerima uang itu dengan cepat dan tersenyum manis. "Terimakasih papa!"

Kedatangan Ara di sambut heboh oleh Julian, Darian dan juga Marco sebenarnya ingin melakukan hal yang sama juga tapi kejadian di UKS itu masih membekas, la terlalu canggung untuk menegur Ara.

Di sana juga ada Silviana. Gadis itu terlihat berbicara dengan Arsen. "Kak Marco kok gak sapa Ara?"

Marco gelagapan apalagi mendapatkan tatapan tajam dari Darius. "Ekhem..... Selamat p-pagi Ara." dehem Marco gugup sekali.

Ara tersenyum sumringah. Dirinya dengan segera melilit pinggang Marco dengan kedua tangannya.

Marco senang namun terlihat putus asa secara bersamaan. Putus asa karena sudah pasti ia akan menjadi bulan-bulanan teman-temannya. Marco akan di anggap mencuri start.

Bukan tanpa alasan Ara bersikap lebih manja kepada Marco. Pemuda itu Marco lebih positif ketimbang yang lainnya, jadi Ara merasa betah.

"Kok meluk Marco sih Ci, mending sama kakak aja" protes Darian.

"Bener tuh, Marco tadi pagi enggak mandi loh." tambah Julian.

Darius jangan di tanya, hawa hitam pekat sudah mengelilingi tubuh nya. Arsen sendiri juga ingin sekali menarik dan memisahkan Ara dari Marco tapi lengannya di peluk Silviana terlalu erat.

"Masa sih kak Marco bau?"

Marco menelan ludahnya kasar saat Ara mengendus-endus lehernya sambil berjinjit. "Ara," panggil nya dengan suara yang serak.

Namun Ara tidak mengindahkan panggilan itu. "Enggak bau kok, kak Marco wangi!"

Setegang nya Marco. Julian, Darian, Darius dan Arsen malah lebih tegang. "Lebih baik ke kelas, sudah mau bel."

Darius menyeret Ara dengan lembut. Dirinya sudah tak tahan melihat kemesraan itu.

"Kok Ara kaya gitu, gak sopan banget. Kaya cewek murahan aja."ucap Silviana ketus

Langkah keempat pemuda yang ingin menyusul Darius dan Ara itu terhenti. terutama Arsen. "Maksud lo apa?" Silviana terhenyak mendengar nada dingin dari Arsen yang dia gandeng.

"Y-ya, sikap Ara seharusnya gak kaya gitu sama Marco. Bukan nya sikap dia kelihatan mur.."ucap Silviana terbata bata

"Lebih baik lo ngaca deh" potong Darian. "Pakaian lo noh kaya cewek murahan!" ujarnya lagi. Marco dan Julian diam saja. Mereka lebih memilih untuk pergi ke kelas. Darian pun juga langsung pergi, lari menyusul Julian dan Marco.

"Sil, please jangan pernah memojokkan Ara. Dia adik kamu!"Ucap Arsen

Silviana menggigit bibir dalamnya.

Dengan ogah-ogahan ia mengangguk. "Maafin aku, Sen."

Arsen kemudian berjalan dengan masih di gandeng Silviana. Pegangan gadis itu terlalu erat sampai-sampai Arsen merasa merinding karena bersentuhan dengan dua gunung kembar Silviana. Bukan merinding karena nafsu tapi geli, bagaimana bisa cewek seperti Silviana tidak merasa malu karena aset nya bersentuhan dengan Arsen. Cewek itu terlihat biasa saja malah.

"Lain kali gak usah gandeng gue segitunya Sil," ucap Arsen saat mereka sudah di kelas.

"Kenapa? Kan gak ada salahnya, lagian kita kan sebentar lagi..." ucap Silviana terjeda

KRINGGGGGGG

Silviana menghentakkan kakinya pelan mendengar suara bel yang nyaring. Dengan terpaksa ja duduk di bangkunya, berjauhan dengan Arsen.

"Gimana kalau malam nanti, aku usulin buat langsung nikah? Pasti Arsen seneng!" kekeh Silviana dengan pelan.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Bersambunggggggggggg

1
Murni Dewita
👣
Wahyuningsih
q mampir thor
Kaia.therae𖤐𓆰✧
lanjut aja
Rus Mia
ya thor kalau pindah kabarin ya,,
Rus Mia
lanjut thor cerita bagus,,
semangat buat auto ya 💪💪💪
Ayu Aulia
malas bangat depanya sja suda kaya gini
anakkasian: gausa dibaca ka hehe
total 1 replies
anakkasian
bingung buat lanjutin ini apa ngga
Septiani Nana: lanjt
total 4 replies
anakkasian
gaiss jujur ya aku kek masi bingung gitu, aku nulis di noveltoon apa tempat lain soalnya noveltoon ga kaya dulu😭🙏🏻
meiji: hi author... senyamannya author aja kabarin kalo pindah ya thor 🫶
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!