NovelToon NovelToon
Mengubah Takdir Tokoh Utama

Mengubah Takdir Tokoh Utama

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Transmigrasi ke Dalam Novel / Masuk ke dalam novel / Chicklit / Tamat
Popularitas:136.8k
Nilai: 5
Nama Author: Pena Digital

BUDAYAKAN BACA SKRIPSI DULU. TYPO, MAKSUDNYA DESKRIPSI!!

WARNING☇☇
DILARANG BOOM LIKE (SPAM LIKE). KASIH JEDA WAKTU MINIMAL 1 atau 2 MENIT!!!

Apa yang akan kamu lakukan ketika kamu masuk ke Dunia Novel dan tidak bisa kembali ke Dunia nyata?

Adinda yang notabene seorang sekretaris, ia adalah orang yang tidak mudah menangis dan percaya diri, tiba-tiba keluar dari dunianya dan masuk ke dunia novel yang ia baca.

Adinda terkejut saat membuka mata, ia bergumam, "Dimana aku?". Adinda semakin terkejut dengan rasa tidak percayanya melihat lingkungan sekitar dan tubuhnya bukanlah dirinya sendiri melainkan tokoh utama dari novel tersebut yang mana ia adalah korban bullying.

Bersusah payah kembali ke dunia asalnya, ia akhirnya memutuskan untuk menetap dan mengubah takdir sang tokoh utama. Apakah ia berhasil mengubah takdir tokoh utama dari novel tersebut dan bisa kembali ke dunia nyata? Ataukah ia akan gagal?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pena Digital, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10 : Service Hp

Hari sabtu, sore hari.

"Eh?" Larina yang baru pulang terkejut melihat Ayahnya yang masuk ke dalam rumah.

"Aku pulang." Larina membuka sepatu dan ikut masuk ke dalam rumah.

"Ayah, tumben sudah pulang. Kan masih jam 4 sore?"

"Iya, kerjaan Ayah sedikit dan selesai cepat tadi. Kamu dari mana?"

"Ooohhh. Aku habis dari joging di sekitar sini heheh, untuk menghafal seluruh tempat disini sih." Larina tersenyum

"Ha? Menghafal seluruh apa?"

"Ooohh itu! Aku sambil lihat-lihat barangkali ada gang baru atau tembusan agar lebih cepat sampai di sekolah. Nah, itu dia." keringat dingin bercucuran di kening Larina

"Oh, seperti itu."

"Hu'um" sambil mengangguk dengan cepat.

"Ini uangnya," Ayah Larina mengambil dompet dan mengeluarkan uangnya lalu menyodorkannya pada Larina.

"Sebanyak ini?" tanya Larina sambil menerima uang dari tangan Ayahnya.

"Iya. Hanya 2 juta saja, daripada kurang, kan?"

"Ini mau servis hp apa beli hp baru?" batin Larina

"Emmm oke. Terimakasih, Yah."

Ayah Larina tersenyum.

Malam harinya...

Larina merasa bosan, ia bangun dari tempat tidurnya dan mengambil beberapa buku LKS. Larina membaca sekaligus mengisi soal-soal yang ada di LKS sambil di temani segelas teh hangat tanpa gula.

"Hemmm, sisa beberapa lembar lagi nih buku sudah aku baca semua." Larina meletakkan buku LKS yang ada di tangannya dan menyeruput teh hangatnya.

"Aku mulai bosan," gumamnya

"Teman-temanku di Dunia asliku saat ini sedang apa ya? Rekan-rekan kerjaku, apa mereka menyadari ketidakhadiranku disana? Apa mereka sadar aku sedang berada di dunia novel? Haiisshh, pusing aku memikirkan ini."

Larina meneguk habis teh nya kemudian mulai istirahat karena jam sudah menunjukkan pukul 9 malam. Mata Larina yang sudah terpejam kembali terbuka,

"Apa bisa ku hubungi nomor Hp ku disana?!" Jantung Larina berdebar kencang. Hati kecilnya berharap ia bisa menghubungi nomor telfonnya.

"Baiklah, aku harus segera tidur. Aku akan mencoba menelfon nomorku." Larina kembali memejamkan mata.

☘☘☘

Keesokan paginya.

Sinar cahaya sang mentari pagi masuk ke kamar Larina melalui celah-celah tirai jendela kamarnya. Larina perlahan membuka matanya.

"Astaga! Aku kesiangan?!" Larina spontan melihat ke arah jam dinding.

"Sudah jam 7 pagi. Aku harus segera mandi."

***

"Selamat pagi dunia Novel!" sapa Larina sambil membuka jendela kamarnya.

"Larina!" terdengar suara Ibu Larina dari luar kamar.

"Iya, Bu."

"Bangun! Mentang-mentang ini hari minggu. Itu cucian numpuk."

"Astaga, kenapa lah tidak langsung di cuci saat mandi?" batin Larina.

"Iya, sebentar." Larina membuka pintu kamar.

"Jangan santai-santai, ya. Cepat cuci pakaian itu. Cuci tangan, jangan pakai mesin cuci."

"Baru tempo hari dicuci, Bu. Apa sudah kembali menumpuk?"

"Jangan banyak bicara. Tidak ada sarapan untukmu sebelum cucian selesai."

"Heeemm, oke." sahut Larina lemas.

"Masukkan saja itu mesin cuci ke Museum," gerutu Larina sambil melangkah menuju kamar mandi.

Sesampainya di kamar mandi, Larina tercengang melihat beberapa ember besar berisi pakaian yang harus ia cuci.

"Dia ganti baju sehari berapa kali sih?!" Larina berkacak pinggang.

"Mendiang Ibuku saja tidak sejorok ini dan selalu mengajarkanku untuk cuci pakaian saat mandi." lanjutnya sambil memisahkan pakaian berwarna.

"Huuwaaaaa, apakah aku akan kuat seperti ini terus?!" rengek Larina sambil menyiram cuciannya dengan air.

40 menit berlalu, Larina keluar dari kamar mandi sambil memegangi pinggangnya yang terasa sakit.

"Sudah?" tanya Ibu Larina yang tiba-tiba muncul

"Sudah, Bu. Masih di rendam dengan pewangi pakaian."

"Oh, oke. Baru boleh makan setelah di jemur itu semua cucian."

"Haaa?"

"Apanya yang ha? Sambil menunggu pakaiannya, itu alat-alat masak di dapur di cuci dulu."

"Aku lapar, Bu."

"Tidak bisa. Ini hari minggu, hari kau harus semaksimal mungkin mengerjakan pekerjaan rumah, bukan hari leyeh-leyeh."

"Ingin ku berkata kasar," batin Larina

'Tok tok tok'

 Ibu Larina segera membuka pintu, terlihat ia mengobrol dengan seseorang di balik pintu yang hanya di buka setengahnya saja.

"Ibu keluar dulu. Jaga rumah,"

"Ibu mau kemana? Larina mau ke tempat service Hp, Bu."

"Jangan banyak tanya"

"Kalau begitu, kunci pintunya. Jika Ayahmu kembali dari rumah Pak RT, katakan saja Ibu keluar bersama teman." Ibu Larina berjalan dengan langkah cepat masuk ke kamar dan mengambil tas

"Ibu tidak izin kah sama Ayah sebelumnya?"

"Sudah ku katakan jangan banyak tanya."

Ibu Larina langsung menutup pintu rumah. Larina membuka pintu dan melihat Ibunya masuk ke dalam mobil yang sudah menunggunya di halaman rumah.

Ia terkejut melihat mobil yang persis seperti dalam novel yang ia baca,

"Itu kan mobil selingkuhan Ibunya Larina?" gumamnya.

"Apa aku harus mencegah hal ini juga? Duh, kenapa masih bertanya."

"Bu!" panggil Larina saat Ibu Larina baru masuk ke dalam mobil.

"Duh, sebentar ya." ucap Ibu Larina pada kekasih gelapnya.

"Apa sih?" Keluar dari mobil.

"Ibu sama siapa itu?" tanya Larina pura-pura tidak tau.

"Sudah ku katakan jangan banyak bertanya. Merepotkan."

"Bu, kasihan Ayah!"

Ibu Larina mengepalkan tangan, ia melangkah mendekat ke arah Larina berdiri.

"Plak!!" Tamparan keras mendarat mulus di pipi Larina.

"Jaga mulutmu itu, kau tidak tau apapun!" dengen penuh penekanan di setiap katanya.

Larina merasakan pipinya panas dan sedikit perih.

"Aku tau semuanya," batin Larina

"Tapi aku tidak tau apakah aku mampu mengubah segalanya." lanjutnya.

Ibu Larina kembali masuk ke dalam mobil dan membiarkan Larina yang mematung.

☘☘☘

Larina menyodorkan uang pada Akang Ojek, ia melangkah masuk ke dalam tempat service Hp yang cukup terkenal di tempat itu.

Tatapan jijik beberapa customer lainnya menyambut kehadiran Larina. Hatinya bergetar menahan rasa sedih, ia tidak pernah merasa terkucilkan seperti ini.

"Selamat pagi, ada yang bisa saya bantu?" tanya Satpam yang berjaga di pintu masuk.

"Saya mau service Hp."

"Baik, mari ikuti saya."

Larina mengikuti langkah Satpam itu,

"Silahkan duduk disini dulu. Ini nomor antriannya."

"Terimakasih."

***

"Huuftt,"

Larina keluar dari tempat service Hp sambil bernafas lega.

"Pada akhirnya Hp itu harus menginap dulu disini," ucapnya pelan.

Merasa haus, Larina berjalan di trotoar menuju salah watu toko terdekat. Tidak disangka ia bertemu dengan Doni dan kawan-kawannya. Mereka berhenti di tepi jalan didekat Larina,

"Eh, Gajah kelas ada disini." ledek salah satu temannya

"Kabur kali dari kebun binatang." Sahut lainnya

"Mungkin dia juga jalan kaki karena kendaraan umum atau lainnya tidak mampu menahan bebannya, haha."

Larina memutar bola matanya, ia meneruskan langkahnya dan mengabaikan pembully itu.

"Heemm, kalian semua itu lagi cari apes, ya? Belum punya KTP dan lainnya sudah berani berkendara di jalan raya seperti ini, di pusat Kota pula. Terlebih lagi kalian bawa motor bukan untuk ke sekolah, nanti di tilang nangis." Larina terkekeh.

"Woy!!" Doni turun dari motor, ia menarik Larina ke dalam Gang.

"Apa sih!" Larina menghempas tangan Doni.

"Berani-beraninya kau berkata seperti itu! Kau iri karena tidak bisa mengendarai motor, hah?!"

"Dih, jangankan motor. Aku bisa mengemudi mobil kali," batin Larina

"Bisa turunkan nada bicaramu terhadap perempuan? Apa manfaatnya kau membully orang lain? Apa kau di gaji? Tidak kan? Jadi stop membully karena itu tidak memberikan manfaat apapun untukmu"

"Berisik!"

"Bersihkan itu telingamu agar tidak banyak serangganya, dengan begitu kau tidak akan merasa ada suara berisik di sekelilingmu." Larina menyunggingkan bibir.

1
Anne Rukpaida
ok Kaka
larasatiayu
smangattt
KAITO KID
ya ampun gua ikutan ngakak ketika baca ini teks/Facepalm/
Hanum Anindya
lanjut kak. tetap semngat ya menulisnya🥰
Lina Octavianti
Luar biasa
Hanum Anindya
Sandrina bakalan kalah, bukan lawannya anak SMA lawan adinda 😂😂😂😂, lanjutkan kak. pokoknya jangan pernah berhenti menulis novel ini kak, biarpun ada typo nya juga😂😂😂semangat
Anindya K Setiawan
ceritanya bagus, lanjutkan kak. aku nyakin Adinda bakalan kembLi keduania atau bisa saja mereka ketemu disini 😂😂😂cuma ide saja kak.
semangat ya, pokoknya aku tunggu kelanjutannya jangan pernah berhenti. kecuali menulis langsung terbitkan oke💕
Anindya K Setiawan: siap ditunggu novelnya yang baru💕.
total 2 replies
Hanum Anindya
lanjut kak😊. aku kira larina bakalan jadi andinda.
aisarah silma
Luar biasa
@🍾⃝ ʟͩɪᷞʟͧɪᷡᴛͣ𝐀⃝🥀℘ℯ𝓃𝓪ˢ⍣⃟ₛ
Maaf ya temen², aku habis bergelut sama kehidupan di RL dan baru bisa update lagi😊 Makasih ya udah meluangkan waktunya untuk baca karyaku!
Dwi Istiani
kak ini nggak ada lanjutannya tah?
@🍾⃝ ʟͩɪᷞʟͧɪᷡᴛͣ𝐀⃝🥀℘ℯ𝓃𝓪ˢ⍣⃟ₛ: ada kak, tunggu ya!😊
total 1 replies
Ibuk'e Denia
aq mampir thor semoga ceritanya bagus
Buke Chika
lanjutan nya mana thor gantung
Buke Chika
/Joyful//Joyful//Joyful//Joyful/Kasihan tu adik kelas
Buke Chika
kayak nya bumbu2 cinta bersemi anak dpt anaknya bpk dpt ibunya boleh tu/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Srie Sifa
bagus,menarik,seru LG. tp nanggung
Srie Sifa
y ampuun sedih banget,padahal ceritanya lagi seru-serunya nih. kok udah tamat aja.
Buke Chika
Luar biasa
Buke Chika
istri kaya itu dipelihara sudah selingkuh lg
Buke Chika
cerai kan saja ngapa istri macam itu dipelihara
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!