Kisah ini tentang seorang gadis polos bernama Aluna George yang terjebak dalam pernikahan bersama seorang mafia berdarah dingin. Alexandre Graham seorang pria tampan yang tidak pernaheduli soal cinta, baginya wanita mainan.
Harta, tahta dan kekuasaan membuatnya mampu memilih wanita manapun yang ia inginkan. namun semuanya berubah saat ia bertemu dengan gadis manis dari acara lelang.
Hubungan yang awalnya baik, akhirnya rusak karena sebuah kesalahan. kesalahan yang membuat keduanya harus terikat, kesalahan apakah itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vhy7, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kehidupan baru yang lebih baik
Apakah kalian percaya setelah hujan pasti ada pelangi? jika kalian percaya maka kalian tentu juga percaya bahwa setelah duka pasti ada bahagia.
Aluna percaya itu, buktinya setelah ia berpindah dari satu orang jahat ke orang jahat lainnya gadis itu akhirnya bisa hidup jauh lebih baik sekarang.
Saat ini gadis itu sedang sibuk membujuk Elena untuk mandi, wanita itu terlihat seperti anak kecil padahal umurnya jauh di atas umur Aluna.
Elena sudah berumur dua puluh enam tahun, umurnya dan umur Alex terpaut empat tahun. Sejak ada Aluna di rumah itu Elena terlihat menjadi lebih baik, bahkan mengamukpun sudah sangat jarang.
Hal itu membuat dokter Dea jadi tambah panik, salah satu cara paling ampuh mengeluarkan orang dari kondisi seperti Elena adalah dengan selalu memberikannya rasa aman.
Hal itulah yang selalu Aluna tunjukkan pada wanita itu, membuat Elena selalu merasa aman jika berada di sekitar gadis manis itu.
Tak hanya rasa aman, Aluna berhasil menanamkan rasa berharga di mata Elena tentu saja hal itu membuat wanita itu senang.
"Ayolah kak, kita harus mandi," ucap Aluna pada wanita yang masih sibuk berdandan seperti anak kecil di depan kaca itu.
"Apakah aku sudah cantik?" Aluna menghela nafas, menjaga orang dengan ganguan kejiwaan ternyata lebih berat dari yang ia bayangkan.
"Kalau kakak tidak mandi kakak tidak akan cantik," jelas Aluna membuat wanita itu menghentikan aksinya, ia menatap Aluna sedih.
"Tidak aku harus cantik, jika tidak cantik mereka akan memukulku," ujar Elena cepat lalu dengan berlari kecil menuju kamar mandi dan menyiram dirinya dengan sower.
Hal yang Aluna syukuri adalah wanita itu masih tau cara menggunakan alat-alat yang ada di sekitarnya, hanya saja wanita itu terus mengeluh akan di pukul jika tidak cantik.
Selema Dua bulan menjaga Elena gadis itu paham, rasa trauma pada wanita itu sangat besar. Aluna bersyukur ia masih sempat di selamatkan oleh Alex, bahkan Aluna tidak bisa bayangkan apa yang akan terjadi jika ia tidak selamat waktu itu.
"Kalau mandi harus bersih yah kak," ucap Aluna sambil terkikik melihat Elena wanita dewasa yang mandi seperti seorang anak kecil.
Yang Aluna dengar dari Alex, saat itu umur Elena Dua puluh satu tahun atau enam tahun yang lalu. Wanita itu mengalami hal yang sama dengan dirinya, sayangnya waktu itu Alex belum sekaya sekarang jadi ia tidak bisa menyelamatkan adiknya.
Dan setelah malam itu ia sudah tidak pernah bertemu dengan Elena lagi, hal itu membuatnya ia semakin giat mengembangkan Perusahaannya. Dan benar saja usaha tidak pernah mengkhianati hasil, pria itu berhasil menyelamatkan Elena namun sayang wanita itu sudah dalam kondisi seperti ini.
Byur!
Aluna itu terkejut saat sibuk melamun Elena malah menyiramnya membuat gadis itu langsung tersadar, "Yah kak jadi basah kan,"
Elena tertawa melihat reaksi Aluna membuatnya lagi-lagi menyirami gadis itu hingga basah kuyup, gadis itu tidak dapat berkata-kata lagi.
Aluna tersenyum miring lalu dengan cepat mengambil Sower dari tangan Elena, kini situasinya jadi berbalik berganti Aluna yang menyiramnya. mereka berdua tertawa bahagia, hal yang tidak pernah dilakukan Elena dengan siapapun.
Alex yang tadi tidak sengaja mendengar Aluna menjerit, tersenyum mendengar dua wanita itu tertawa. Tidak bisa di pungkiri bahwa kedatangan Aluna di rumah ini membawa warna baru pada setiap orang padahal ia bukan siapa-siapa.
Setelah memastikan semuanya baik-baik saja pria itupun berjalan keluar, sebenarnya ia baru pulang dari kantor jadi Alex memutuskan untuk istirahat.
Setelah selesai dari sana Aluna membantu Elena Menganti baju, wanita itu sangat takut jika keluar dari kamar mandi tanpa baju. Setelah selesai Aluna dan Elena keluar dari sana, gadis itu harus kembali ke kamarnya dan mengganti pakaian yang tadi basah kuyup.
"Kakak tunggu di sini, aku mau ganti baju dulu," ucap Aluna, meski sebenarnya ia tau tidak akan nyambung berbicara dengan Elena. buktinya wanita itu sedang sibuk menyisir rambutnya.
Gadis itu berjalan ke arah kamarnya, sebenarnya ia bisa saja meminjam baju di lemari Elena tapi dia takut Alex akan memarahinya.
....
Malampun tiba, selama dua bulan ini kondisi mama Elena tidak mendapatkan kemajuan apapun. Setiap malam gadis itu aka selalu datang ke rumah sakit untuk menjenguk mamanya, karena hanya malam saja ia tidak mengurusi Elena.
"Kamu mau pergi sekarang?" tanya bibi pada Aluna, ia sudah menghilangkan embel-embel nona karena permintaan Aluna. Di rumah ini posisi Aluna dan bibi itu sama, lagi pula ia merasa lebih dekat dengan bibi jika hanya di panggil nama.
"Iya bi, kan Kak Elena sudah tidur," jawab Aluna tersenyum.
"Baiklah kalau begitu hati-hati yah," ucap bibi sambil berlalu ia masih ada sedikit perkerjaan di dapur.
"Kau akan berangkat sekarang?" Suara bas milik Alex terdengar dari arah pintu, pria itu terlihat rapi. mau kemana ia malam-malam begini serapi itu? apakah ia akan berkencan?
"Iya tuan Alex," jawab Aluna membuat pria itu memutar bola matanya, Sudah sejak beberapa bulan ini gadis itu terus memanggilnya dengan sebutan tuan. Tapi sayangnya ia tidak bisa menolak, karena ia merasa apa yang di panggilkan Aluna memang wajar.
"Ikut aku saja, aku akan mengantarmu," tidak itu bukan tawaran melainkan perintah, Karena jika menolak pun pria itu akan tetap mengantarnya.
"Terimakasih tuan," ucap Aluna sambil mengikuti Alex ke dalam mobil.
Di dalam mobil sangat hening, Alex sibuk dengan jalanan di depannya dan Aluna tidak tau harus berkata apa.
"emmm... mau ke mana tuan sudah rapi?" tanya Aluna memecah keheningan, sifatnya yang cerewet membuatnya tidak bisa jika hanya diam.
"Jalan-jalan," jawab pria itu, yah memang setelah beberapa bulan bekerja di rumahnya, Aluna sedikit banyak tau sifat Alex. Pria itu terkadang dingin, tapi terkadang juga perhatian.
"ohhh, kemana?" tanya Aluna lagi.
Alex menatapnya sekilas, "apakah aku harus memberitahumu?"
Gadis itu bungkam mengajak bicara pria itu jika dalam mode dingin benar-benar tidak akan berguna karena dia tidak akan menjawabnya dengan ikhlas.
Setengah perjalanan, Aluna merasa bahwa laju mobil sedikit demi sedikit bertambah. ia yang sedari tadi bermain handphone, mengangkat wajahnya menatap Alex.
Bisa dia lihat pria itu sesekali menatap kaca spion laku jalan di depannya, hal itu tentu membuat ia ikut menoleh ke belakang.
Mata Aluna membulat, di belakang sana tidak hanya satu melainkan tiga mobil yang terlihat seperti mengikuti mereka. Gadis itu berusaha tenang, bisa saja mereka semua hanya tidak sengaja berada di belang mereka.
Belum sempat dirinya tenang suara Alex semakin membuatnya takut, "pegangan sepertinya kita sedang di ikuti."
TBC
jangan lupa tinggalkan jejak...