NovelToon NovelToon
SORRY, But I Love You

SORRY, But I Love You

Status: tamat
Genre:Romantis / Perjodohan / Nikahkontrak / Tamat
Popularitas:1.3M
Nilai: 4.7
Nama Author: Isthiizty

Edelweiss Javanica adalah seorang gadis cantik keturunan Jawa Eropa. El memiliki mata hazel sama seperti ibunya sehingga membuat banyak orang terhipnotis oleh tatapannya.

El juga seorang primadona kampus. Siapapun pasti mengenal si gadis cantik, pintar, kaya, ramah dan baik. Apalagi dia juga mempunyai kekasih yang tampan. Sungguh hidupnya terlihat begitu sempurna hingga banyak gadis yang iri padanya. Bahkan mereka memimpikan hidup seperti dirinya.

Namun ternyata hidupnya tak sesempurna yang terlihat. Kekasih tampannya sering membentak bahkan memukulnya jika ada pria lain yang menatap kagum padanya.

Akankah Edelweiss bertahan dengan kekasih posesif nya? Atau dia akan menemukan tempat bersandar yang baru dan lebih nyaman?

Baca kisah selengkapnya di SORRY, But I Love You.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Isthiizty, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sepiring Berdua

El sudah rapi dengan stelan kerjanya. Dia menuruni tangga dan berjalan ke arah ruang makan. Dilihatnya ada bu Asih yang sedang menyiapkan sarapan di meja makan.

"Papa belum sarapan bu?" El menarik kursi dan mendudukan tubuhnya.

"Tuan Aditya sudah berangkat keluar kota pagi-pagi sekali non. Kata tuan mungkin akan pulang 3 hari lagi."

"Kok papa gak ngasih tau aku Bu?"

"Tadi tuan ingin memberi tahu langsung tapi karna masih sangat pagi dan takut menganggu tidur nona. Jadi tuan hanya titip pesan ke saya agar memberi tahu nona saat nona El sudah bangun."

"Baiklah bu,terimakasih." El mengambil nasi goreng dan telur mata sapi ke dalam piring dan memulai sarapannya.

"Bu Asih dan yang lain sudah sarapan?"

"Sudah non, tadi setelah tuan berangkat saya dan Ira langsung sarapan."

"Bu Asih sudah siapkan bekal untuk saya?"

"Sudah non, sesuai pesanan nona El. Kimbab dengan porsi double dan buah potong."

"Oke makasih bu."

Perut gue udah terisi full. Bekal double juga sudah ada. Sekarang amunisi gue udah siap. Saatnya berperang melawan pria menyebalkan. Semangat Edelweiss kamu pasti bisa.

***

El sudah duduk di meja kerjanya. Tak lama berselang dari kejauhan sudah terlihat dua pria tampan berjalan ke arahnya. El dengan sigap langsung berdiri dari duduknya.

"Selamat pagi tuan." Sapa El pada Kennan dan Sean. Namum hanya Sean yang membalas sapaannya. Sedangkan Kennan hanya melirik sebentar kearahnya dan langsung masuk ke ruangannya.

El menyambar iPad di mejanya dan berjalan menyusul Kennan dan Sean.

"Apa jadwal ku hari ini?" tanya Kennan saat sudah mendudukan tubuhnya di singgasananya.

"Pukul 9 ada meeting bulanan dengan seluruh manager departement. Kemudian setelah makan siang akan ada meeting lanjutan dengan Mr Tama dari PT Citra Pratama. Dan yang terakhir akan ada jamuan makan malam pribadi di kediaman Mr Yohan sebagai bentuk ucapan terimakasih atas keberhasilan pembangunan proyek Rumah Sakit miliknya. Dan untuk detailnya akan saya kirimkan pada asisten anda pak Sean."

"Undur jadwal meeting lanjutan dengan Mr Tama. Siang ini saya hanya akan di ruangan untuk menyelesaikan pekerjaan yang kemarin."

"Baik tuan."

"Dan mulai besok biarkan Sean yang mengurus jadwalku. Kamu cukup duduk di kursimu dan kerjakan tugas dariku."

"Tapi bukankah itu tugas saya?"

"Jangan membantah. Sebelum kau masuk disini Sean sudah menjadi asisten sekaligus sekertaris pribadiku."

"Baik tuan kalau begitu saya akan kembali kemeja saya." El menundukan kepala dan bergegas keluar ruangan tersebut.

Kalau emang pak Sean sudah merangkap sebagai sekertaris ngapain dia masih membutuhkan sekertaris lagi. Dasar aneh.

"Sean mulai sekarang kau urus jadwalku lagi."

"Tapi tuan...."

"Gajimu akan aku naikkan," sahut Kennan yang tau isi kepala asistennya itu.

"Baik tuan terimakasih. Saya akan bekerja sebaik mungkin," ucap Sean dengan semangat 45.

El langsung melaksanakan tugas untuk merubah jadwal Kennan hari ini, dia menghubungi sekertaris Mr Tama untuk mengubah jadwal pertemuan. Setelah itu dia membatalkan tempat yang sudah di reservasi.

Kennan keluar dari ruangannya di ikuti Sean di belakangnya. El melihat jam di pergelangan tangannya ternyata sudah menunjukan pukul 08.53 dan itu artinya saatnya meeting dengan para manager departement. El langsung menyambar note book dan beberapa berkas yang sudah dia siapkan di atas meja kemudian mengikuti langkah Kennan dan Sean menuju ruang meeting.

Meeting berlangsung alot hingga menghabiskan waktu sampai menjelang jam istirahat. Setelah meeting selesai Kennan dan Sean kembali ke ruang kerja masing-masing.

El mendudukan tubuhnya di kursi kerjanya, dia melepaskan kaca mata tebal yang sejak tadi bertenger di hidung mancungnya dan langsung merebahkan kepalanya di meja. Ini adalah meeting pertamanya sebagai sekertaris pribadi Kennan dan dia benar-benar sangat lelah.

Drtt.. drtt.. drtt..

Terdengar sara dering telepon dari atas meja. El yang sangat lelah mengangkat telepon dengan kepala yang masih berada di atas meja.

"Halo dengan sekertaris tuan Kennan Mallory disini. Ada yang bisa saya bantu?"

"Pesankan makan siang untukku!"

Haisshh... ternyata si biang rusuh.

"Baik. Tuan mau di pesankan makan siang apa?"

"Lemon herb roasted potatoes dan chicken cordon bleu. Minumnya jus strowbery."

"Baik saya pesankan tuan. Mohon di tunggu sebentar." El mematika telepon dan langsung memesan makanan yang di inginkan Kennan. Setelah itu dia kembali merebahkan kepalanya di meja. Ingin rasanya dia tidur.

Drtt.. drtt.. drtt...

Lagi-lagi terdengar suara dering telepon dari meja membuat El yang ternyata ketiduran terbangun.

Ya ampun aku tertidur tanpa melepas softlens ku.

Suara dering telepon yang masih terdengar membuat El meraih telepon lalu mengangkatnya.

"Kemana saja kamu? Mana makan siangku? Kenapa lama sekali?" tanya Kennan saat telepon sudah tersambung.

El melihat jam di pergelangan tangannya dan sudah menunjukan pukul dua belas lewat empat puluh delapan menit.

Hah udah jam segini? Kenapa yang nganter makanan belum datang?

"Heii kau dengar tidak." teriak Kennan di sebrang telepon karna tak mendapat sahutan dari sekertarisnya.

"Maaf tuan makanannya belum datang. Saya akan coba hubungi pengantar makanannya." El mematikan telepon dan meraih ponsel di meja. Dia melakukan panggilan telepon.

"Hallo, maaf mas kenapa makanannya belum di antar ya?" tanya El saat telepon sudah di angkat.

"Maaf mbak saya lupa ngabarin. Sebenarnya pesanan sudah saya beliin tapi tiba-tiba saya. di telepon istri kalau putri saya masuk rumah sakit. Bisa tolong di cancel aja gak mbak? Nanti uangnya saya transfer kembali."

"Ya udah gak papa mas saya cancel aja. Uangnya gak usah di kembalikan. Dan semoga putrinya lekas sembuh."

"Terimakasih banyak mbak."

"Sama-sama." El mematikan panggilan teleponnya.

Wah gawat ni kalau pesen lagi bakal makin lama. Si pria menyebalkan itu pasti akan kesal, apalagi orang laper bawaannya pengen marah-marah.

El ingat tadi pagi dia membawa bekal tapi hanya satu box lunch walaupun porsi double. Karna dia pikir butuh amunisi banyak agar bisa menghadapi pria menyebalkan itu. Dan sekarang mau tidak mau dia merelakan bekal makan siangnya untuk Kennan.

Dengan langkah gontai El berjalan ke arah ruangan Kennan. Setelah mengetuk pintu dan dipersilahkan masuk, El membuka pintu ruangan Kennan. Di lihatnya Kennan sedang memainkan ponsel di sofa ruangan tersebut dengan beberapa berkas di depannya.

"Maaf tuan makan siang pesanan anda tidak datang karna tiba-tiba putri kurir pengantar makanannya sakit. Dan dia harus menyusul ke Rumah Sakit."

Kennan mengalihkan pandangan dari ponsel ke sekertarisnya. Dilihatnya El membawa nampan dengan dua box lunch dan satu botol air mineral.

"Lalu itu apa?" tanya Kennan menunjuk pada nampan yang di bawa El.

"Ini bekal makan siangku tuan. Saya pikir mungkin anda mau memakannya."

1
Harita Ajun
Luar biasa
Erlinda
sumpah kok aq ga suka dgn karakter Shasa yg sok baik rela berlutut hanya demi utk membujuk mantan nya yg suka main tangan ..menjijik kan
Erlinda
duuuh jd cewek kok goblok banget mau ditampar berkali kali
Erlinda
wow baru jd pacar aja udah main gampar gimana klo udah jd istri..?..inilah yg aq benci klo tokoh cewek nya bodoh dan bucin akut.rela disakiti demi cinta..hadeeeeh..awal nya aja udah bikin tensian
Rietha Hadziq
luar biasa
Durrotun Nasihah
good
Wirda Wati
thanks thort
Wirda Wati
lanjuut...
gimn Megan thort
Wirda Wati
so sweeet
Wirda Wati
kejutan
Wirda Wati
visualnya thort
Wirda Wati
gimn dg Megan thort
Wirda Wati
lanjuut thort
Wirda Wati
lanjuut
Wirda Wati
ternyata ortu Leo matre
Wirda Wati
akhirnya
Wirda Wati
mantap
Wirda Wati
lanjuut thort
Wirda Wati
lanjuut
Wirda Wati
semangat leo
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!