NovelToon NovelToon
Menikah Karena Dendam

Menikah Karena Dendam

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Balas Dendam / Menikah dengan Musuhku / Tamat
Popularitas:6.9M
Nilai: 4.8
Nama Author: Alfiana

Dendam memang bisa membuat siapapun terlihat tak memiliki hati, seperti seorang pria muda dengan kesuksesan dan harta yang berlimpah. Karena rasa dendam di masa lalu ia menculik seorang gadis tak bersalah di hari pernikahannya.

"Kau hanya akan mendapatkan siksaan seumur hidupmu, mulai hari ini." Tekan seorang pria dengan setelan jas dan kemeja putih yang terlihat sempurna di tubuhnya.


Akankah sang gadis tahan dengan siksaan yang pria itu berikan padanya?

Gak update setiap hari, tapi diusahakan ✨

Follow Instagram aku

@Alfianaaa05_

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alfiana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ranjang yang sama?

Keesokan paginya Aryan terbangun lebih dulu dibandingkan Diandra, keduanya sama sama belum menyadari jika semalam mereka tidur di ranjang yang sama. Aryan memposisikan tubuhnya duduk, mengangkat kedua tangannya tinggi untuk meregangkan ototnya.

Saat Ingin tidur, tanpa sengaja Aryan melihat sebuah tangan di sebelahnya, ia lantas menoleh dan sangat terkejut melihatnya Diandra tidur di sebelahnya dengan pulas.

"KAU?!!!" teriak Aryan dengan lantang.

Diandra yang terkejut seketika bangun, ia sama terkejutnya melihat Aryan ada dikamarnya pagi pagi begini. Diandra ikut bangun kemudian berdiri di sebrang Aryan dengan ranjang sebagai pembatas.

"Apa yang kau lakukan disini pagi pagi?" tanya Diandra bingung.

"Aku yang seharusnya bertanya seperti itu, sedang apa kau disini?" tanya Aryan balik dengan nada tidak suka.

"Ini kamarku, wajar aku tidur disini. Kau sedang apa dikamar ku?" tanya Diandra seketika membuat Aryan terdiam karena apa yang Diandra katakan memang benar.

"Aku, aku tentu saja tidur. Karena kamarku kotor dengan darahmu, aku tidak Sudi untuk menidurinya," jawab Aryan sewot.

"Aku sudah membersihkan nya," cicit Diandra kemudian Aryan segera keluar dari kamar Diandra untuk kembali ke kamarnya dan bersiap ke kantor.

"Jadi semalam aku dan dia tidur di ranjang yang sama?" gumam Diandra, memikirkannya saja membuat Diandra merinding.

Aryan sendiri mengutuk dirinya yang tidak sadar jika tidur dalam ranjang yang sama dengan gadis itu. Aryan membersihkan dirinya, ia merasa kotor jika harus berdekatan dengan gadis seperti Diandra.

"Dasar gadis menyebalkan, seenaknya saja dia tidur disebelah ku. Memangnya dia pikir dia siapa heuh," decih Aryan sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk.

Setelah bersiap siap, Aryan turun dan langsung pergi tanpa menghiraukan panggilan Diandra yang mengajaknya untuk sarapan. Sudah ia katakan sebelumnya bahwa Aryan tidak akan mau memakan masakan gadis itu.

Dilihat di depan rumahnya sudah ada Roy yang menunggu dirinya, tanpa menunggu lagi ia segera masuk dan melesat pergi menuju ke kantor Brawijaya group. Terkadang Aryan juga membantu dierja group dan melatih Rafa untuk mengurus perusahaan.

Sesampainya di kantor, Aryan disambut oleh para karyawannya dengan kepala yang tertunduk. Ia hanya mengangguk kecil seraya terus berjalan, di sebelahnya ada Roy sementara di belakang mereka banyak karyawan yang sudah siap mengikuti rapat hari ini.

"Roy, apa jadwalku?" tanya Aryan sambil terus melangkah dengan gagahnya.

"Anda ada rapat dengan dewan perusahaan tentang tender proyek yang kita dapatkan Minggu lalu dari perusahaan di Bali dan anda akan pergi ke kantor dierja untuk bertemu tuan Rafa dan nona Adel," jawab Roy membacakan jadwal atasannya sambil menyamai jalan Aryan.

"Kau sudah mengatur untuk rapat pagi ini?" tanya Aryan seraya membuka pintu ruang rapat dimana dewan perusahaan dan peserta rapat lainnya sudah menunggu kehadirannya.

"Selamat pagi tuan Aryan," sapa para peserta rapat.

Aryan mengangguk seraya berjalan menuju kursi khususnya, Roy berdiri di sebelahnya siap menggantikan atasannya untuk melakukan presentasi.

"Selamat pagi semuanya, hari ini kita akan melaksanakan rapat pagi tentang tender yang kita dapatkan Minggu lalu dari perusahaan di Surabaya, dimohon selama rapat jangan ada yang menyela karena nanti saya akan memberikan sesi tanya jawab," ucap Aryan dengan tegas.

Roy menyalakan lcd proyektor itu dan mengarahkannya ke layar yang ada dibelakang Aryan. Aryan berdiri dan langsung melakukan presentasi di slide yang pertama.

"Perusahaan Megan's crop, siapa yang tidak mengenal perusahaan ini. Perusahaan yang menjual pakaian bermerek dan barang branded mendunia. Perusahaan ini berencana melakukan pembukaan cabang di Bali dengan tipe Mall Distrik dengan luas areal antara 10.000 – 30.000 m² jangkauan

pelayanan antara 40.000 – 150.000 penduduk." Ucap Aryan dengan begitu lancar.

"Dan perusahaan ternama seperti ini mempercayai kita untuk membangun mall mereka yang keempat kalinya. Kita harus memulai pembangunannya secepat mungkin agar bisa cepat selesai. Saya sudah memilih beberapa dewan perusahaan dan karyawan yang akan pergi ke Bali dan mengawasi pembangunan," ucap Aryan dan menyebutkan nama nama karyawan yang akan ia kirim ke Bali.

Rapat telah usai setelah di lewati dengan beberapa pertanyaan dari para dewan, akhirnya sudah di putuskan Aryan akan pergi kesana 2 Minggu sekali sebagai bentuk pengawasan disana.

"Jam berapa aku harus ke dierja group?" tanya Aryan merebahkan tubuhnya di kursi kerja miliknya.

"Setelah makan siang tuan, sekitar jam 1," jawab Roy.

"Baiklah kau boleh pergi," ucap Aryan memijat pelipisnya sementara Roy segera keluar dari ruangannya.

Tak beberapa lama datanglah pria dengan pakaian kemeja putih tanpa jas dengan celana hitam dan sepatu pantofel. Pria itu duduk di kursi depan Aryan tanpa permisi.

"Mau apa kau?" tanya Aryan sudah tau gelagat siapa yang datang ke kantornya.

"Kapan kau memulai pembangunan nya?" tanya Pria itu seketika membuat Aryan menatap tajam padanya.

"Makanya jika disuruh rapat itu datang, kau benar-benar pekerjaan yang tidak bisa memberi contoh baik," jawab Aryan sewot.

"Oh ayolah, kau tahu Caca tidak pernah mau pergi tanpa aku yang mengantarnya ke kampus," ujar Bisma merengek seperti anak kecil.

"Katakan pada kekasihmu, jangan manja. Sudah besar tapi tingkahnya seperti anak anak," cibir Aryan memutar bola matanya malas.

"Ck, kau ini. Oh iya Oma Vina mencari dirimu, datanglah kerumah kenapa kau betah sekali tinggal di rumah orangtuamu sementara disana itu kosong bukan?" tanya Bisma seraya memainkan pulpen yang ada di meja Aryan.

"Aku sedang butuh waktu sendiri," balas Aryan memijat pelipisnya.

"Kau tidak sedang menyembunyikan wanita disana kan?" tanya Bisma seketika membuat Aryan langsung menatapnya tajam.

"Iya, aku menyembunyikan banyak wanita disana. Termasuk kekasihmu," jawab Aryan geram, ia berusaha menetralkan kegugupannya di depan Bisma.

"Tidak lucu," cibir Bisma kemudian pergi tanpa permisi pada sang pemilik ruangan.

Visual Aryan R. Brawijaya

Visual Diandra Aneska

BERSAMBUNG........

1
Del Rosa
👍👍👍😍😍😍
Del Rosa
👍👍👍👍😍
Del Rosa
👍👍👍
Del Rosa
👍
kyo
Luar biasa
Leew
absolutely berakhir bahagia 🗣️🔥🔥💯
Leew
short novel tapi gemesnya overdosis banget, walau diawali dengan alur per-angst-an it’s okay cuz in the end si kejam menjadi si bulol 🥰🥰🗿🗿🔥🔥
Leew
cinta sama benci emang beda tipis, hampir ga ada bedanya jir awokaowka
Leew
bjir, kejam gini🗿
mrsdohkyungsoo
sukaaaa,tengkyuuu Author
mrsdohkyungsoo
ikhlas banget yah Pak Andi
mrsdohkyungsoo
ami2/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
mrsdohkyungsoo
berkecambuk ? berkecamuk?
mrsdohkyungsoo
Luar biasa
@azza
keren diandranya👍👍👍
Ririn Nursisminingsih
,lama2 kmu bucin aryan
Ririn Nursisminingsih
diandra jg lemah kmu
Ririn Nursisminingsih
ndak usah aja thor biar kapok
Ririn Nursisminingsih
ayo thor thor digibeng rame2 ae ryan🤗🤗
only Tom
Luar biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!