NovelToon NovelToon
MARINAKU

MARINAKU

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Contest / Romansa-Solidifikasi tingkat sosial / Tamat
Popularitas:166.5k
Nilai: 5
Nama Author: suharni

Novel ini merupakan kelanjutan cerita dari Novel Wanita Lucu Itu Istriku.

Marina merupakan gadis cantik, berambut ikal panjang, dan lemah lembut. Parasnya yang cantik membuat banyak kaum Adam menaruh hati padanya, tak terkecuali sahabatnya sendiri, yakni Daren. Pria blasteran Indo-Jerman itu sudah lama menyukai Marina. Namun, wanita itu tak peka terhadap cinta. Karena minimnya pengalaman dalam dunia percintaan.

Marina terkenal cukup pendiam, dia hanya bereaksi keras bila bertemu pria yang bernama Aljav. Pria itu selalu saja mengejeknya sebagai titisan body losion. Keduanya adalah anak dari dua pasang sahabat, yakni Alea dan Dina.

Sejak kecil hubungan mereka tak pernah akur. Namun, di tengah hubungan yang buruk itu, kedua orang tua Aljav justru menjodohkan Marina dan Aljav, meski tahu Marina sangat membenci pria tersebut. Sejujurnya ada alasan lain di balik perjodohan konyol itu. Apakah alasannya? dan bagaimanakah cara Aljav dan Marina mempertahankan rumah tangga mereka yang sering di warnai kesalahpahaman?

Saksikan kisahnya berikut ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon suharni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode. 9. Pulang Bersama.

Di tempat yang berbeda, dimana Aljav berada. Raut wajahnya tak terbaca sama sekali. Tatapannya datar. Namun, ada yang berbeda. Pria itu tampak sedang memikirkan sesuatu. Aljav mengetuk-ngetuk meja dengan menggunakan jari telunjuknya.

Tak lama masuklah Dimas sang Asisten sekaligus sahabat Aljav. Pria itu membawa sejumlah map berisi hasil laporan keuangan perusahaan. Dimas meletakkan sejumlah map tersebut di atas meja, hingga Aljav yang tadinya melamun, menjadi tersadar.

"Apa-apaan ini?" Tanya Aljav dengan suara setengah meninggi.

"Kamu yang apa-apaan? sejak tadi aku perhatikan kamu menghayal terus. Bahkan kamu tidak mendengar ku ketika aku mengetuk pintu dan memanggil mu. Apakah kamu sedang risau?" Tanya Dimas datar di akhir kalimatnya.

"Aku tidak risau, aku baik-baik saja. Aku hanya sedang memikirkan sejumlah kerjaan yang di lakukan oleh anak magang di ruang revisi," jawab Aljav datar. Namun, Dimas justru menangkap ekspresi yang lain. Seperti... cemburu?

"Kamu memikirkan pekerjaan anak magang, atau justru anak magang nya yang kamu pikirkan?"

Deg,

Pertanyaan Dimas sukses membuat hati Aljav tercubit. Dia membenarkan ucapan sahabatnya itu, tetapi Aljav terlalu angkuh untuk mengakui perasaannya. Dia selalu menjunjung tinggi ego dan harga dirinya.

"Tentu saja aku memikirkan pekerjaan anak magang. Bukankah kamu sendiri tahu bagaimana kinerja anak magang selama ini di Perusahaan kita? para pembaca akan mengkritik Buku kita, jika mereka salah merevisi buku," tandas Aljav seolah menutupi perasaan yang sesungguhnya. Dimas memutar bola matanya merasa jengah dengan penjelasan Aljav. Dia tahu betul, bahwa sahabatnya itu tak akan pernah mau mengakui perasaannya.

"Ya, ya, ya, kamu mencemaskan reputasi Perusahaan mu," balas Dimas dengan sedikit malas.

"Baiklah, jadi apa yang kamu bawakan ini untuk ku?" Tanya Aljav kemudian berusaha untuk mengalihkan pembicaraan.

"Dasar pria aneh, baru saja dia menyuruhku untuk membawakan laporan keuangan, sekarang dia malah bertanya," gumam Dimas, namun masih bisa di dengar oleh Aljav.

"Apakah kamu sedang mengejekku Dimas? apa kamu sudah bosan berkerja dengan ku?" Nada pertanyaan Aljav penuh dengan ancaman. Namun, Dimas tak memasukan dalam hati. Dia tahu, bahwa Aljav tak serius dalam ucapannya.

"Aku tidak bosan Tuan Aljav Alexander Gautam. Aku hanya sedikit heran padamu. Bukankah tadi kamu yang menyuruhku untuk membawakan laporan keuangan ini? lalu mengapa sekarang kamu bertanya? apa yang menggangu pikiran mu sobat?" terang Dimas yang berujung pertanyaan di akhir kalimatnya. Aljav menjadi salah tingkah. Dia seperti sedang kedapatan mencuri. Namun, bukan Aljav namanya jika dia tak bisa menutupi perasaannya.

"Ehem, aku hanya menguji mu saja tadi. Apakah otak kecil mu berfungsi mengingat laporan ini atau tidak. Tentu saja aku ingat laporan keuangan ini," tandas Aljav sembari mengambil salah satu laporan tersebut untuk menutupi wajahnya yang sedikit merah. Karena Dimas tahu jika dia sedang berbohong. "Ini semua gara-gara Marina," batin Aljav.

Dimas tersenyum mengejek, dia tahu jika sahabatnya itu sedang ketahuan berbohong dan merasa malu.

"Baiklah, kamu yang menang. Aku tahu kamu tidak akan mau mengakui kesalahan mu," ejek Dimas. Aljav meletakkan kembali laporan yang tadi di gunakan untuk menutupi wajahnya di atas meja.

"Apakah kita akan membahas ini terus? sebaiknya pergi ambilkan aku kopi latte," tandas Aljav dengan sedikit kesal. Ya, Aljav sudah mulai kesal pada Dimas, karena pria berkacamata itu seolah mendesak Aljav terus menerus untuk mengakui perasaannya. Padahal Aljav tak menyukai itu. Namun, Aljav tak sadar jika dia justru membuat satu kesalahan lagi yang berujung ejekan dari Dimas.

"Lalu kopi siapa yang ada di depan mu itu? apakah kopi anak magang yang kamu obati tangannya tadi?" ejek Dimas dengan penuh penekanan. Ya, Dimas melihat Aljav tadi sewaktu mengobati luka Marina. Pria itu tak sengaja lewat di depan pintu ruang Aljav, ternyata pria itu harus di suguhkan dengan kedekatan antara sahabatnya dan anak magang. Dimas masih belum tahu, jika Aljav dan Marina saling mengenal satu sama lain. Kendati persahabatan di antara mereka sudah terjalin cukup lama, tetapi Dimas tidak pernah melihat Marina sebelumnya.

Aljav semakin kesal dengan ejekan Dimas, dia melemparkan pena ke wajah pria yang menyebalkan itu.

"Pergilah dari sini, atau kamu aku pecat!" Amarah Aljav sudah di ujung tanduk. Pria itu semakin merasa terpojokkan. Namun, bukannya marah, Dimas justru semakin menertawakan dirinya.

"Hahahaha, Aljav, Aljav. Kamu adalah pria angkuh yang tak bisa mengakui perasaan," tutur Dimas seraya berlari meninggalkan Aljav yang wajahnya sudah semakin merah akibat marah bercampur malu.

"Dasar, kau! awas saja nanti," gerutu Aljav. Pria itu benar-benar tak bisa menahan diri. Aljav sangat benci jika dirinya ketahuan menutupi perasaannya. Terlebih lagi itu justru akan menjatuhkan harga dirinya.

**

Waktu telah menunjukkan pukul 19.26, Marina masih tetap setia dengan pekerjaan nya. Dia belum mau beranjak sebelum semuanya selesai. Sementara Daren sudah pulang lebih dulu. Pria itu tak bisa menemani Marina sampai selesai, karena kedua orang tua pria tersebut akan berangkat ke Norwegia malam ini.

Masih terus memeriksa naskah yang akan di revisi, akhirnya Marina menyelesaikan pekerjaan yang cukup nguras otak itu. Dia mematikan komputer, sedangkan seluruh karyawan lainnya sudah pulang sejak tadi.

Marina meraih tas miliknya yang terletak di atas meja, lalu kemudian keluar dari ruangannya. Dia menutup pintu berwarna putih tersebut sembari memegang ponsel. Tak lama ponsel wanita itu berdering menandakan panggilan masuk. Marina melihat nomor baru yang memanggil. Jadi dia mengabaikan panggilan tersebut. Marina memang selalu mengabaikan panggilan telpon jika itu bukanlah seseorang yang di kenalnya. Terlebih lagi nomor baru. Karena Marina tidak suka basa basi dengan omong kosong.

Panggilan itu semakin nyaring terdengar. Bagaimana tidak, ternyata panggilan masuk itu terjadi berulang kali. Akhirnya Marina mengangkat panggilan masuk tersebut. Namun, belum juga Marina bersuara, orang yang berada di balik telpon tersebut sudah mengomeli dirinya.

"Apakah kamu sengaja tidak mengangkat telponku?! atau kamu tuli?!"

"Ha?" Marina hanya ber-ha ria dengan mulut terbuka. Seumpama gua kecil yang terbuka pintunya. Dia masih belum mengenali siapa orang yang menelponnya barusan.

Tak lama suara itu terdengar semakin dekat.

"Apakah kamu sangat menikmati pintu itu sampai kamu melihatnya terus menerus?" Marina menoleh ke sumber suara yang sudah berada di belakangnya.

Marina sangat terkejut, ternyata Aljav lah yang menelponnya dirinya barusan. Dia benar-benar tak mengenali suara pria yang menyebalkan itu jika dalam telpon. Bagaimana tidak, Marina tak memiliki nomor ponsel Aljav. Bahkan mereka tak pernah terlibat percakapan sama sekali, kecuali secara langsung, dan itu selalu tentang perdebatan yang tak berarti.

"Kau?"

"Iya aku, ayo kita pulang," tandas Aljav.

"Mengapa aku harus pulang bersama mu? aku masih punya rumah," jawab Marina ketus. Wajahnya tak bersahabat sama sekali. Ya, begitulah Marina. Dia sangat membenci Aljav, si pria angkuh dan menyebalkan, persis Papa nya dulu.

"Aku bertugas menjaga mu selama Ayah dan Bunda mu di Belanda bersama Mama Papa, jika kamu lupa," jawab Aljav datar, namun penuh penekanan.

Tampak Marina mengembuskan nafas berat.

"Mengapa Bunda harus ke Belanda segala sih? aku jadi bertemu pria Menyebalkan ini setiap hari," gumam Marina.

"Apakah kamu mau pulang atau tidak? atau kamu mau tinggal bersama penghuni Perusahaan ini?" ancam Aljav, dan sukses membuat Marina ketakutan. Akhirnya wanita itu memeluk Aljav secara tiba-tiba karena takut.

Bug,

"Aaakkkk--- aku tidak mau," ucap Marina sembari memeluk tubuh Aljav dengan agresif. Sementara Aljav menarik salah satu sudut bibirnya membentuk senyum penuh kemenangan disana.

To be continued.

1
Dian Hapsari
ekhem ekhem
Oh Noonim ❤
good 👍
Oh Noonim ❤
bagus 👍
Oh Noonim ❤
lqnjut 👍
Oh Noonim ❤
next 👍
Lasma Tarida
kenafa gak ada yg komen yak....kasihan author...
Suri Hadassa: mau promo karyaku kakak "buka hati " kalau berkenan bisa singgah 🙏🙏
total 2 replies
Lasma Tarida
ceritanya bagus...walau awal ceritanya kebanyakan mgn tokoh utama... dan bukan inti ceritanya... tp setelah kesananya...pesan moralnya banyak....Tokohnya jg gak banyak...dan setiap permasalaham ada jalan keluarnya... Gak spt novel lainnya... permasalahan digantung...kaya hanger.... Kalau ini engga... TOP BGT deh....
Suharni Adhe: iya masih on going.😘😘
total 3 replies
Lasma Tarida
Kelamaan thor .... berbelit2.....
Lasma Tarida
😂😂😂 Marina body lotion... klo Citra hand body ya thorr.....lucu jalan ceritanya dan berbeda karakteristikny... jgn berbelit2 ya thorr....
Suharni Adhe: di jamin gak berbelit-belit kok. konfliknya juga gak panjang. selalu ada jalan penyelesaiannya. bisa bikin baper juga ceritanya. hehe. terimakasih ya say sudah mampir.😘
total 1 replies
Suri Hadassa
Buka Hati menancapkan 10 jempolnya ❤️❤️😍
semangat selalu Thor 💪💪

di tunggu feedbacknya 🙏😊😘
Siti Lestari
baper bnget bacanya
Suharni Adhe: hehe. terimakasih sudah mampir beb.😘😘
total 1 replies
Yeni Erlinawati
lanjut thor 💪 semangat

salam dari "My Bos CEO" yuk semua kepoin kuy 🤗
Yovita Babut
knp hrs kmbli lgi Sm Nourah,ktx tdk ad hbgn lbh antara mrk berdua knp skrg hrs ad ank?
Rahma CI MI
ya Allah kasih an marina😭😭😭😭😭😭
Qia Inara
masih nyimak....seruuu kyk nya...
Rahma CI MI
😭😭😭😭😭😭😭😭
Rahma CI MI
sedihhhhhh 😭😭😭😭😭
Suharni Adhe
haha. entahlah. terimakasih sudah mampir ya say. semoga terhibur.😘😘
lyla: koq bodoh yaaa??
total 1 replies
Rahma CI MI
marina nya kok kayak gak punya pendirian ya thour hhhhhhhhh
Delima Sukma Kartika putry Rany dewy yanti
😊😊😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!