Zhu Xuan: Santai, acuh tak acuh terhadap konflik dunia (kecuali jika mengganggu keluarganya), dan sangat memanjakan anaknya (daughter-slave).
Zhu Xuan mendapatkan reward berupa Cincin Jiwa (Soul Rings) berusia jutaan tahun, Tulang Jiwa (Soul Bones) tingkat dewa, dan ramuan langka setiap kali ia menyelesaikan tugas yang berkaitan dengan kesejahteraan putrinya.
Tidak seperti novel aslinya yang penuh ketegangan, novel ini lebih condong ke arah slice-of-life dengan bumbu aksi. Fokusnya adalah bagaimana Zhu Xuan membangun "Dinasti" atau wilayah kekuasaan yang aman dan mewah demi masa depan anaknya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ule Lau, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tamasya ke Kota Soto dan Aroma Krisis Shrek
Dua bulan setelah tebasan legendaris Zhu Xuan membelah awan dan menakuti utusan Pulau Dewa Laut, atmosfer di Lembah Mirakel tetap tidak terusik oleh ambisi duniawi. Kabar mengenai hancurnya eksistensi Slaughter Douluo dan mundurnya Sea Seahorse Douluo dengan tubuh gemetar telah mengunci mulut semua tokoh besar di Benua Douluo. Bagi mereka, wilayah di sekitar pinggiran Hutan Star Dou dan Paviliun Bulan kini memiliki status "Zona Kematian Mutlak" yang tidak boleh disentuh oleh intrik politik mana pun.
Namun, di dalam pondok kayu, pagi ini Zhu Xuan tidak sedang memikirkan taktik pertahanan ataupun perluasan wilayah kekuasaan. Fokus utamanya adalah sepasang sepatu bot kulit rusa kecil berwarna merah muda yang sedang dicoba oleh putrinya.
"Ayah, lihat! Sepatunya tidak kekecilan lagi, tapi kalau dipake lompat ada bunyi cit-cit-nya!"
Zhu Ling'er, yang kini telah menginjak usia empat tahun beberapa bulan, melompat-lompat di atas lantai kayu gaharu. Setiap kali tumit kecilnya menyentuh lantai, mekanisme energi roh tersembunyi di dalam sol sepatu itu mengeluarkan suara decitan lucu mirip anak ayam. Itu adalah mainan baru yang dibuat Zhu Xuan dari sisa-sisa tulang jiwa kelinci roh tingkat rendah.
Zhu Xuan tertawa renyah, berlutut untuk merapikan ikatan tali sepatu putrinya. "Tentu saja. Ini sepatu bot penjelajah buatan Ayah. Hari ini, sesuai janji Ayah minggu lalu, kita akan berjalan-jalan keluar dari lembah. Kita akan pergi ke tempat yang lebih ramai daripada Ibu Kota Heaven Dou."
Mata bulat Ling'er seketika berbinar cerah. Ia langsung melupakan kelinci putih gemuknya yang sedang mendengkur di bawah meja. "Hore! Jalan-jalan! Kita mau ke mana, Ayah? Apa ada pasar malam yang banyak gulali berbentuk naga?"
"Kita akan pergi ke Kota Soto," ucap Zhu Xuan lembut, mengelus rambut hitam putrinya yang dikuncir dua dengan pita merah. "Ayah dengar di sana ada kedai makanan yang menjual sosis bakar dan puding susu yang sangat terkenal. Ling'er mau coba?"
"Mau! Ling'er mau makan tiga mangkuk puding susu!" seru Ling'er sambil mengangkat tiga jari kecilnya dengan penuh semangat.
Kota Soto adalah salah satu kota perdagangan terbesar di bawah yurisdiksi Kekaisaran Balak, sebuah wilayah sub-kekaisaran yang masih terikat dengan Kekaisaran Heaven Dou. Berbeda dengan Ibu Kota Heaven Dou yang dipenuhi oleh arsitektur megah dan para bangsawan berwajah kaku, Kota Soto jauh lebih dinamis, bising, dan dipenuhi oleh para Master Jiwa pengembara serta pedagang dari berbagai penjuru benua.
Zhu Xuan memilih untuk tidak menggunakan kereta kencana mewah pemberian Kekaisaran Heaven Dou. Ia hanya menggunakan kereta kuda kayu sederhana yang ditarik oleh seekor Kuda Roh Angin berusia ratusan tahun agar perjalanan mereka tidak menarik perhatian berlebih. Tentu saja, di kursi kemudi, berdiri seorang kusir darurat yang wajahnya ditutupi oleh topi jerami besar: Dugu Bo.
Sang Jade Phosphor Douluo legendaris itu kini sudah sangat terbiasa dengan perannya sebagai pelayan serbaguna keluarga Zhu Xuan. Selama beberapa bulan terakhir, kekuatannya telah stabil di level 92 puncak, dan racun di dalam meridiannya telah sepenuhnya berubah menjadi energi kehidupan berkat diet makanan roh buatan Zhu Xuan.
"Yang Mulia," Dugu Bo berbisik tanpa menoleh ke belakang saat kereta mereka memasuki gerbang Kota Soto. "Kota ini berada di bawah pengaruh tidak langsung dari Akademi Shrek dan beberapa klan lokal. Apakah Anda ingin saya membersihkan jalan atau menyewa seluruh kedai terbaik agar Tuan Kecil tidak terganggu oleh kerumunan?"
Dari dalam kereta, suara Zhu Xuan terdengar santai. "Tidak perlu, Dugu Tua. Kita datang ke sini untuk tamasya biasa. Jika kau mengusir semua orang, esensi dari sebuah pasar akan hilang. Biarkan Ling'er melihat bagaimana dunia luar berjalan. Tapi ingat, matikan aura racunmu itu. Jangan sampai orang-orang di pasar pingsan sebelum kita membeli gulali."
"Baik, Yang Mulia," Dugu Bo terkekeh kecil, menarik tali mengekang kuda agar berhenti di depan sebuah alun-alun kota yang sangat ramai.
Begitu pintu kereta dibuka, Ling'er langsung melompat turun dengan lincah. Sepatu botnya mengeluarkan bunyi cit-cit yang menggemaskan, menarik perhatian beberapa ibu-ibu pedagang di sekitar jalan. Zhu Xuan mengikuti di belakang, mengenakan jubah linen putih polos tanpa hiasan, namun postur tubuhnya yang tegap dan wajahnya yang tampan tetap memancarkan karisma alami yang sulit disembunyikan.
"Wah... Ayah! Lihat itu! Ada orang yang bisa mengeluarkan api dari mulutnya!" Ling'er menarik-narik ujung jubah Zhu Xuan, menunjuk ke arah seorang pemain sirkus jalanan yang ternyata adalah seorang Master Jiwa level rendah dengan Wuhun jenis kadal api.
"Itu hanya trik kecil, Sayang. Jika Ling'er mau, nanti di rumah Ayah bisa membuatkan kembang api yang bisa membentuk gambar wajah Ling'er di langit," ucap Zhu Xuan sambil menggendong putrinya ke atas pundaknya agar bocah itu bisa melihat pemandangan pasar dengan lebih jelas.
[Ding! Putri Anda merasakan kegembiraan dari pengalaman sosial baru.]
[Misi Tamasya: Penuhi tiga keinginan kuliner putri Anda di Kota Soto tanpa memicu keributan besar.]
[Hadiah: Poin Daddy +3.500, Teknik Spiritual 'Mata Air Pikiran' (Kemampuan pasif untuk mendeteksi kebohongan atau niat buruk orang lain terhadap putri Anda secara instan).]
Zhu Xuan tersenyum dalam hati membaca panel sistem tersebut. Misi yang sangat mudah, pikirnya.
Mereka berjalan menyusuri barisan toko. Keinginan pertama Ling'er tentu saja adalah gulali berbentuk kelinci yang sangat besar. Zhu Xuan membelikannya dua buah—satu untuk Ling'er dan satu lagi dipaksakan masuk ke mulut Dugu Bo yang hanya bisa mengunyah gula manis itu dengan ekspresi wajah pasrah yang menggelikan. Keinginan kedua adalah puding susu madu di sebuah kedai tua, yang dihabiskan Ling'er dalam waktu singkat hingga pipinya penuh dengan sisa krim putih.
Namun, ketenangan tamasya mereka mulai terusik ketika mereka berjalan menuju area barat kota, mendekati sebuah restoran besar berlantai tiga yang terkenal dengan hidangan sosis bakarnya.
Suasana di depan restoran itu tampak kacau. Sekelompok remaja berpakaian seragam hijau khas Akademi Shrek sedang terlibat adu mulut yang cukup sengit dengan beberapa pengawal berpakaian mewah dari klan lokal Kota Soto.
"Hei! Kami yang memesan meja lantai tiga ini terlebih dahulu! Mengapa kalian para bangsawan tak berguna tiba-tiba mengusir kami?!" seru seorang pemuda bertubuh gempal dengan rambut pendek pirang dan mata yang memancarkan aura liar. Dia adalah Ma Hongjun, salah satu murid Akademi Shrek yang terkenal dengan Wuhun Evil Fire Phoenix-nya.
Di sampingnya, berdiri Dai Mubai dengan ekspresi wajah yang sangat dingin, tangannya mengepal hingga mengeluarkan kilatan cahaya putih dari Wuhun Macan Putihnya. Tang San dan Xiao Wu juga ada di sana, berdiri di barisan belakang dengan posisi waspada.
"Hmph! Akademi Shrek hanyalah akademi miskin tanpa latar belakang!" balas seorang tuan muda berpakaian sutra biru, menatap Ma Hongjun dengan pandangan jijik. "Restoran ini adalah milik Klan Gajah Emas kami. Siapa pun yang tidak memiliki status bangsawan tidak berhak makan di lantai tiga hari ini! Pengawal, usir mereka keluar dari sini!"
"Kau mencari masalah!" Ma Hongjun berteriak marah. Energi api kemerahan mulai meletup dari tubuhnya, memicu fluktuasi kekuatan jiwa yang cukup panas hingga membuat para pejalan kaki di sekitar jalan panik dan berlarian menjauh.
Zhu Xuan yang sedang berjalan sambil menggendong Ling'er terpaksa menghentikan langkahnya karena jalanan di depan restoran tertutup oleh kerumunan yang ketakutan.
"Ayah... orang-orang berbaju hijau itu berantem lagi seperti di hutan waktu itu," bisik Ling'er, ingatan tajamnya langsung mengenali seragam Akademi Shrek yang pernah mereka temui di Hutan Star Dou beberapa bulan lalu. "Mereka berisik sekali, Ling'er jadi tidak bisa lewat untuk beli sosis bakar..."
Zhu Xuan mengelus punggung putrinya dengan lembut. Wajahnya yang semula penuh dengan kehangatan ayah seketika mendatar.
Akademi Shrek ini... ke mana pun mereka pergi, mereka selalu membawa plot konflik yang berisik, batin Zhu Xuan jengkel.
"Tuan Muda dari klan kecil, dan anak-anak dari akademi miskin... kalian benar-benar tidak tahu tempat untuk membuat keributan," sebuah suara tua yang dingin tiba-tiba memotong perdebatan di depan restoran.
Dugu Bo melangkah maju dari belakang Zhu Xuan.
Meskipun ia tidak melepaskan cincin jiwanya ataupun memanggil Wuhun-nya, aura dingin dari seorang master level 92 yang telah terbiasa membunuh dengan racun seketika menyapu area depan restoran.
Suhu udara di sekitar tempat itu langsung turun drastis, dan api Evil Fire milik Ma Hongjun seketika padam seperti disiram air es.
"E-Eh? Kekuatan jiwa ini..."
Tang San, yang memiliki persepsi spiritual paling tajam di antara Shrek Seven Devils, seketika menengadah.
Matanya membelalak sempurna saat melihat sosok pria tua bertopi jerami di depan mereka.
Jade Phosphor Douluo! Mengapa dia ada di kota sekecil ini?!
Dai Mubai dan Ma Hongjun juga langsung membeku, tubuh mereka bergetar secara insting menghadapi tekanan yang begitu mutlak.
Tuan muda dari Klan Gajah Emas yang tadinya sombong kini wajahnya sepucat kertas. Walaupun ia tidak mengenali wajah Dugu Bo, pengawal pribadinya yang merupakan seorang Spirit King tingkat tua langsung menarik bajunya dan berlutut ke tanah dengan gemetar.
"Y-Yang Mulia... mohon ampuni kelancangan kami! Kami tidak tahu Anda sedang melintas!"
Dugu Bo bahkan tidak melirik mereka. Ia berbalik dan membungkuk dengan sudut sembilan puluh derajat ke arah pria muda berjubah putih yang sedang berjalan mendekat dengan seorang balita di pundaknya.
"Yang Mulia Zhu Xuan, jalannya sudah dibersihkan," ucap Dugu Bo dengan suara yang sangat hormat, sebuah pemandangan yang membuat Tang San dan seluruh murid Shrek hampir kehilangan kemampuan berpikir mereka.
Seorang Titled Douluo... membungkuk dan memanggil 'Yang Mulia' kepada pemuda itu?! Otak Tang San berputar cepat, mencoba mengingat kembali insiden di Hutan Star Dou tempo hari.
Saat itu mereka mengira pria berjubah putih itu hanyalah seorang ahli kuat yang kebetulan berteman dengan Dugu Bo. Namun melihat pemandangan hari ini, tingkat posisi di antara keduanya sudah sangat jelas: pria muda ini adalah Majikan dari sang Poison Douluo.
Zhu Xuan berjalan melewati barisan pengawal klan lokal yang masih bersujud di atas tanah. Ketika langkahnya melewati posisi Tang San, ia menghentikan kakinya sejenak.
Pandangan matanya yang jernih namun sedingin bintang di langit menatap lurus ke dalam mata Tang San.
Dengan kemampuan indra spiritualnya yang telah mencapai tingkat dewa, Zhu Xuan bisa melihat adanya sisa-sisa energi dari Clear Sky Hammer dan aura Blue Silver Emperor yang masih tertidur di dalam tubuh Tang San. Namun di mata Zhu Xuan, semua potensi "Anak Emas Dunia" milik Tang San tidak ada bedanya dengan debu fana.
"Kalian dari Akademi Shrek," ucap Zhu Xuan, suaranya pelan namun bergetar dengan tekanan tak kasat mata yang membuat Tang San merasa seolah-olah ada gunung seberat sepuluh ribu ton yang sedang menekan jiwanya.
"Aku tidak peduli apa konflik kalian dengan klan lokal ini.
Namun putriku ingin memakan sosis bakar di dalam restoran ini tanpa ada suara bising.
Jika aku mendengar ada satu teriakan atau ledakan energi roh lagi yang mengganggu waktu makannya..."
Zhu Xuan menyipitkan matanya sedikit, memancarkan kilatan niat membunuh yang sangat tipis namun cukup untuk membuat bulu kuduk Xiao Wu berdiri tegak karena insting binatang jiwanya yang mendeteksi bahaya kematian mutlak.
"...aku tidak keberatan menghapus nama Akademi Shrek dari peta Kekaisaran Balak ini dalam hitungan detik."
Mendengar ancaman itu, Dai Mubai, Ma Hongjun, dan bahkan Flender yang ternyata bersembunyi di lantai dua restoran langsung melompat turun dan berlutut dengan wajah penuh keringat dingin.
"T-Tuan Agung... mohon ampun! Kami menjamin tidak akan ada suara apa pun dari kami!"
Flender membungkuk dalam-dalam, tubuhnya bergetar hebat.
Ia ingat betul bagaimana pria ini memperlakukan seekor binatang jiwa 50.000 tahun seperti mainan.
Menghancurkan Shrek bukanlah hal yang mustahil baginya.
Zhu Xuan tidak menjawab lagi. Ia mengalihkan pandangannya kembali ke arah Ling'er, wajahnya instan berubah menjadi penuh dengan kelembutan seorang ayah yang penuh kasih sayang.
"Ling'er sayang, tempatnya sudah sepi. Ayo kita masuk dan coba sosis bakarnya."
"Hore! Sosis bakar! Ayah adalah yang terbaik!" Ling'er tertawa riang, memeluk kepala Zhu Xuan dengan kedua tangan kecilnya yang hangat.
Mereka melangkah masuk ke dalam restoran, diikuti oleh Dugu Bo yang memberikan tatapan peringatan terakhir berupa kilatan mata hijau beracun kepada semua orang di luar sebelum menutup pintu restoran dengan rapat.
Di luar restoran, suasana hening seperti kuburan selama beberapa menit setelah kepergian Zhu Xuan.
Baru setelah fluktuasi energi di dalam udara benar-benar bersih, Flender dan murid-murid Shrek berani menegakkan punggung mereka, wajah mereka masih dipenuhi sisa-sisa ketakutan yang mendalam.
"Guru... siapa sebenarnya pria muda itu?"
Tang San bertanya dengan suara yang serak, tangannya di dalam saku masih bergetar tidak terkendali.
"Mengapa seorang Titled Douluo seperti Dugu Bo bersikap layaknya seorang budak di hadapannya? Dan tekanan tadi... aku merasa seluruh kekuatan jiwaku terkunci sepenuhnya."
Flender menyeka keringat dingin di dahinya menggunakan lengan bajunya yang lusuh.
"Tang San... di dunia ini, ada beberapa eksistensi yang tidak boleh kau ukur menggunakan logika Master Jiwa tradisional.
Pria bernama Zhu Xuan itu... dia bukan lagi manusia. Dia adalah rahasia terbesar benua ini. Ingat kata-kataku: mulai hari ini, jika kalian melihat seorang pria berjubah putih menggendong anak kecil perempuan berpakaian merah muda... lari sejauh yang kalian bisa! Jangan pernah memicu rasa ingin tahu kalian jika masih ingin melihat matahari esok hari!"
Xiao Wu di samping Tang San memegangi lengan baju Tang San dengan sangat erat, tubuh kecilnya masih gemetar.
"San Ge... anak kecil yang digendongnya tadi... dia mengenakan seuntai kalung dengan liontin mutiara biru.
Aura dari mutiara itu... itu adalah energi penjinak samudra yang sangat murni.
Aku bisa merasakan bahwa jika aku mencoba mendekatinya dengan niat buruk, mutiara itu bisa menghancurkan wujud asliku dalam sekejap..."
Mendengar kesaksian Xiao Wu, Tang San mengepalkan tangannya dengan perasaan campur aduk antara tidak berdaya dan ngeri.
Ia menyadari bahwa di hadapan kekuatan mutlak milik Zhu Xuan, seluruh rencana latihannya, senjata rahasia klan Tang miliknya, semuanya tidak lebih dari mainan anak-anak yang tidak berarti.
Sementara itu, di lantai tiga restoran yang telah dikosongkan sepenuhnya oleh pemilik tempat demi menyambut tamu agung mereka, Zhu Ling'er sedang duduk dengan riang di kursi empuk, mulutnya penuh dengan potongan sosis bakar madu yang hangat dan lezat.
"Nyam... enak sekali, Ayah! Ini lebih enak daripada sosis yang dijual di pasar dekat rumah!" ucap Ling'er dengan pipi yang menggembung seperti tupai kecil.
Zhu Xuan duduk di seberangnya, perlahan memotong bagian sosis yang terlalu gosong agar tidak termakan oleh putrinya.
"Makanlah yang lambat, Sayang. Jangan sampai tersedak.
Setelah ini, kita akan membeli puding susu ketiga seperti yang Ling'er minta tadi."
[Ding! Keinginan kuliner ketiga putri Anda terpenuhi.]
[Misi Tamasya selesai dengan evaluasi: Sempurna (Tidak ada keributan sekecil apa pun yang mengganggu kenyamanan anak Anda).]
[Hadiah 'Mata Air Pikiran' telah diaktifkan secara pasif.]
[Poin Daddy Anda bertambah 3.500.]
Zhu Xuan menutup panel sistem dengan senyuman kecil. Dengan kemampuan 'Mata Air Pikiran' yang baru saja ia dapatkan, ia kini bisa merasakan pancaran emosi dari seluruh penjuru Kota Soto.
Ia bisa merasakan ketakutan dari murid Shrek di luar, kepanikan dari klan lokal, dan kebahagiaan murni yang memancar dari jiwa kecil putrinya di hadapannya.
Bagi Zhu Xuan, tidak peduli seberapa besar badai yang disebabkan oleh kehadirannya di mata dunia luar, selama di dalam ruang lingkup pandangannya yang ada hanyalah senyum dan tawa dari Zhu Ling'er, maka seluruh dunia ini akan tetap berada dalam kedamaian.
Dan hari ini, tamasya mereka di Kota Soto telah berakhir dengan sempurna—meninggalkan sebuah legenda baru tentang seorang ayah misterius yang mampu membungkam sebuah akademi terkenal hanya demi ketenangan makan siang putrinya.
bukan nya udh di lv 95 segel pedang nya knpa ditambah mlah stuck di 95 ???