NovelToon NovelToon
GUS DINGIN DAN GADIS BAR BAR

GUS DINGIN DAN GADIS BAR BAR

Status: tamat
Genre:Perjodohan / Tamat
Popularitas:5.2k
Nilai: 5
Nama Author: RISMA AYINI SAFITRI

seorang gadis bernama hazia ayini que'en namyesa yang merupakan seorang gadis bar bar, nakal, jahil, dan juga bermulut pedas yang susah di atur oleh orang tua nya sehingga iya dan juga kakak sepupu laki laki nya yang bernama kevin di kirim ke sebuah pondok pesantren yang merupakan milik sahabat keluarga hazian.

apakah ayini si gadis bar bar bisa berbuat baik dan memperbaiki akhlak serta adab nya di pondok pesantren itu?
atau apakah ayini akan berbuat jahil dan mengacaukan pondok itu?
apa yang akan ayini lakukan ketika iya bertemu dengan anak kyai yang bernama Alvaro!
atau kerap di panggil gus alvaro? seorang Gus yang memiliki sifat dingin dengan wajah datar yang ternyata akan menjadi CALON SUAMI nya karena masalah yang iya lakukan sendiri...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RISMA AYINI SAFITRI, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 9. KEHENINGAN YANG MENYIKSA.

Tanpa memikirkan adab atau hukum mahram, Ayini yang sedang dalam puncak emosi langsung berlari ke arah Alvaro.

Grep!

Ayini menarik lengan baju Gus Alvaro, lalu dengan nekat menggandeng lengan pemuda itu dengan erat.

Gus Alvaro mematung. Tubuhnya mendadak kaku seperti batu. Jantungnya berdebar sangat kencang, dentumannya bisa ia rasakan sampai ke telinga.

Ini adalah pertama kalinya dalam seumur hidupnya ia bersentuhan dengan seorang wanita selain Umi-nya.

Kulitnya terasa panas, dan telinganya berubah menjadi merah padam dalam sekejap.

"Ayini! Lepas!" suara Alvaro bergetar, namun Ayini tidak peduli.

"Gue bilang sekali lagi, Raffi! Gue mau putus ama lo!" teriak Ayini lantang ke arah Raffi yang melongo.

"Gue mau putus karena gue udah punya pacar baru! Kenalin, calon suami masa depan gue, Gus muda anak pemilik ponpes ini! Calon imam gue! Dia jauh lebih baik daripada lo yang ninggalin tanpa kabar!"

Gus Alvaro benar-benar syok. Kepalanya terasa pening mendengar klaim sepihak Ayini.

Ia mencoba melepaskan tangannya, namun Ayini memegangnya dengan kekuatan penuh karena emosi.

"Astagfirullah... Ayini... astagfirullah alazim..." Alvaro berulang kali mengucapkan istighfar dalam hatinya.

Ia merasa sangat berdosa sekaligus sangat malu.

Raffi menatap Alvaro dengan pandangan tak percaya, lalu menatap Ayini.

"Oh, jadi karena ini? Karena Gus ini?" Raffi mendengus, lalu berbalik pergi dengan perasaan hancur dan marah.

Setelah Raffi menghilang, Ayini baru menyadari apa yang ia lakukan. Ia melepaskan gandengannya dari lengan Alvaro.

"Gus... maaf, tadi itu..." Ayini mencoba menjelaskan, suaranya mengecil saat melihat wajah Alvaro yang sudah tidak datar lagi, melainkan merah padam karena marah dan malu yang luar biasa.

Alvaro tidak menatap Ayini. Ia memalingkan wajahnya sepenuhnya. Napasnya terengah-engah, mencoba mengontrol detak jantungnya yang masih tidak karuan.

"Astagfirullah alazim," ucap Alvaro sekali lagi, kali ini lebih keras.

"Gus, dengerin dulu. Tadi itu cuma akting biar dia pergi—"

Alvaro tidak menghiraukan penjelasan Ayini. Ia langsung berbalik dan melangkah pergi dengan sangat cepat, hampir seperti berlari.

Ia meninggalkan Ayini sendirian di taman itu tanpa menoleh sedikit pun.

Ayini terpaku di tempatnya. Untuk pertama kalinya, ia merasa sangat bersalah.

Ia melihat tangannya sendiri, lalu melihat punggung Alvaro yang menjauh. "Gue... gue beneran bikin dia marah ya?"

Sejak kejadian di taman itu, Gus Alvaro benar-benar menghilang dari pandangan Ayini.

Ia tidak lagi mengisi kelas kitab pagi, digantikan oleh ustadz lain. Ia juga tidak pernah terlihat di area umum pesantren.

Ayini merasa gelisah. Sifat "bar-bar"-nya mendadak hilang, digantikan oleh kemurungan yang membuat Layila dan Adinda heran.

"Ayini, kamu kenapa sih? Sejak lomba MTQ itu kamu jadi pendiam," tanya Adinda saat mereka berada di kantin.

"Gue... gue rasa gue udah ngelakuin kesalahan besar sama Gus Alvaro," jawab Ayini pelan.

Ia menceritakan semuanya, termasuk aksi nekatnya menggandeng tangan sang Gus.

"Astagfirullah alazim, Ayini!" Layila menutup mulutnya dengan tangan.

"Kamu tahu kan Gus Alvaro itu sangat menjaga diri? Menyentuh wanita yang bukan mahram itu hal yang sangat dia hindari. Kamu sudah melanggar batasannya yang paling suci."

Ayini menunduk. "Gue cuma emosi sama Raffi. Gue nggak mikir..."

Sementara itu, di dalam kamar pribadinya, Gus Alvaro duduk bersimpuh di atas sajadah.

Ia baru saja menyelesaikan salat Taubat. Pikirannya masih kacau. Sentuhan tangan Ayini di lengannya seolah masih terasa jejaknya, membuat fokusnya terganggu selama berhari-hari.

Ia bukan marah karena benci, tapi ia marah pada dirinya sendiri karena jantungnya berdebar untuk sesuatu yang tidak halal baginya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!