#KARYA ORIGINAL!!!!
Update tiap hari
Dalam pertarungan melawan salah satu beast terkuat, Mo Yuan terbunuh akibat serangan bunuh diri beast itu. Padahal, dia baru saja mengetahui dalang dari insiden terbunuhnya istrinya, namun belum sempat balas dendam. Saat kondisi kritis, gelang peninggalan orang tuanya bersinar dan membangkitkan sebuah sistem!
Untuk menyelamatkan tuan barunya, sistem memutar kembali waktu ke masa saat Mo Yuan baru saja keluar dari panti asuhan diumur 15 tahun.
Karena telah diberikan kesempatan kedua, Mo Yuan bertekad untuk bertambah dan membalas orang yang menjadi dalang pembunuh istrinya. Untuk itu, ia mengumpulkan orang-orang berbakat dan membentuk organisasi rahasia miliknya. Ia berkembang diam-diam sebelum akhirnya menggemparkan dunia.
Dengan informasi dari masa depan dan juga bantuan dari sistem, Mo Yuan berkembang dalam kecepatan luar biasa!
Penasaran dengan kelanjutan, silangkan baca sendiri!!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur_Afif, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 9 – Master dan murid!
"Bangunlah! Tidak enak berbicara dalam posisi ini," ucap Mo Yuan.
"Baik!"
Mo Ye berdiri, kemudian kembali ketempat duduknya. Disisi lain, Mo Yuan baru teringat sesuatu saat melihat Liu Sheng yang mengintip dari balik tembok.
"Kalau dipikir-pikir, aku tidak ingat Mo Ye memiliki seorang adik!" pikir Mo Yuan. "Apa dia mati ya, itu pasti pemicu tragedi pembantai keluarga Han di kehidupan sebelumnya."
"Mo Ye, apa dia adik kandungmu?" tanya Mo Yuan sambil menunjuk Liu Sheng.
"Huh?! Sheng'er?" Mo Ye bertanya-tanya. "Dia bukan adik kandung saya. Saya tidak sengaja menemukannya, dan kondisi kami hampir sama, jadi saya menawarkan untuk merawatnya."
"Oh... Begitu..." Mo Yuan mengangguk. "Ini tidak terlalu penting, tapi menggangguku. Kenapa kau tiba-tiba berbicara begitu formal?"
"Sekarang anda adalah master saya, tentu saja saya harus menjaga tutur kata saya!" jelas Mo Ye.
"Itu tidak nyaman, jadi tolong lebih santai seperti sebelumnya," ucap Mo Yuan.
Mo Ye menggeleng, "Saya tidak bisa melakukannya!"
"Ugh..." Mo Yuan memegang dahinya. "Keras kepala sekali..."
"Sudahlah, lakukan sesukamu," kata Mo Yuan pasrah.
"Baik!"
Mo Yuan menoleh, "Bisa panggilkan adikmu? Ada sesuatu yang ingin aku cek..."
Tanpa banyak tanya, Mo Ye memanggil adiknya–Liu Sheng. "Sheng'er, kesini sebentar," panggilnya.
Liu Sheng berjalan perlahan menuju tempat kakaknya, "A-ada apa kak?" tanyanya dengan sedikit terbata-bata.
"Perkenalkan dirimu pada master kakakmu," ucap Mo Ye.
"Huh?!... M-master?" Liu Sheng bertanya-tanya.
Mereka berdua sudah pernah bertemu sebelumnya, siapa sangka pada pertemuan kedua, posisi mereka akan berubah begitu drastis.
"P-perkenalkan nama saya Liu Sheng. Saya adik angkat kakak Ye... Salam kenal ee... Ka–kak?... Bagaimana saya memanggil anda?"
"Panggil saja kakak Yuan," ucap Mo Yuan. Bersamaan dengan itu, Mo Ye juga berbicara, "Panggil Master Yuan!"
"Ee..." Liu Sheng bingung. "J-jadi... Saya manggilnya apa?"
Mo Ye langsung menyeletuk, "Panggil Master Yuan! beliau ini master kakakmu, jadi tidak sopan memanggilnya kakak!"
"B-baiklah," Liu Sheng menerima. "Salam kenal Master Yuan..."
Di samping itu, Mo Yuan hanya bisa diam, tidak berdaya dengan sikap keras kepala Mo Ye.
"Mendekat lah..." panggil Mo Yuan. "Berikan aku tanganmu."
Liu Sheng mendekat dan mengulurkan tangan kanannya.
[Ding... Ability Fear Manifest (Rank A) terdeteksi.]
[Mulai menyalin ability!]
Mendengar itu, Mo Yuan cukup terkejut. Siapa sangka dia akan menemukan harta tersembunyi. Walau tidak setinggi milik kakaknya, ability Rank A itu masih sangatlah langka dan kuat.
[Ability berhasil disalin dan disimpan di database. Anda bisa menggunakannya kapan saja!]
[Mendapatkan 250 poin ability.]
"Fear Manifest ya... Cocok sekali dengan kepribadiannya yang terlihat penakut," pikir Mo Yuan.
Mo Yuan menoleh, "Adikmu cukup berbakat. Masa depannya akan cerah..."
"Kalau anda bilang begitu, pasti begitu kenyataannya. Tapi saya tolong, jangan libatkan dia..." Mo Ye memohon.
"Baiklah, aku tidak suka memaksa seseorang juga."
"Terima kasih..."
Mo Yuan bangkit, kemudian meletakkan handphone di atas meja, "Besok aku akan menghubungimu. Sampai jumpa besok..." Ia berjalan menuju ke pintu.
"Iya, master!"
Setelah Mo Yuan keluar rumah, Liu Sheng mendekati kakaknya. "Kak... Kamu beneran akan berguru padanya?"
"Memangnya kenapa?..." tanya Mo Ye.
Liu Sheng clingak-clinguk, merasa tidak enak, "Yah itu terasa...."
"Konyol kan?" jawab Mo Ye tiba-tiba.
"Ti-tidak!... Bukan begitu maksudku..." Liu Sheng merasa tidak enak hati, tapi dia akhirnya mengungkapkan isi hatinya, "Jujur saja rasanya begitu... Dia hanya satu tahun lebih tua dariku, jadi...."
Mo Ye mengusap kepala adiknya dengan lembut, "Pikiranmu tidak salah, hanya saja...." ia terdiam sejenak. "Aku merasa jika melewatkan kesempatan ini, aku akan merasakan penyesalan terbesar!"
"Itu...."
"Beliau memang masih muda, tapi saat aku berbicara dengannya, aku merasa sedang berbicara dengan orang yang berpengalaman," jelas Mo Ye. "Kepercayaan dirinya juga semakin membuatku yakin bahwa keputusanku ini benar!"
Liu Sheng terdiam sejenak, "Aku percaya padamu kak. Apapun yang terjadi, aku akan selalu menemanimu!"
Mo Ye tersenyum tipis, "Terima kasih!..."
Ia menatap pintu rumahnya, "Kekuatannya itu... Sangat aneh! Aku tidak pernah dengar ada seseorang yang bisa memberikan ability seperti itu!" tangannya mengepal erat, "Dengan bantuan dia, aku yakin bisa membalaskan dendamku!"
...***...
Esok hari, di pusat kota Moyin, tempat privat ruangan latihan.
"Akhirnya kau datang!..." sambut Mo Yuan.
Dari balik pintu, seorang remaja mengenakan seragam sekolah memasuki ruangan. Matanya menyapu ruangan, merasa kagum dengan fasilitasnya.
"Bagaimana anda bisa menyewa tempat ini? Aku dengar menyewa tempat latihan privat menghabiskan lebih dari 1.000¥ tiap harinya! Apa anda ini seorang anak dari orang kaya?" ucap Mo Ye panjang lebar.
"Tidak! Aku anak yatim piatu sepertimu," kata Mo Yuan dengan santainya. "Aku hanya meminta bantuan dari kenalan. Kalian pasti akan bertemu di masa depan nanti."
"Oh..." Mo Ye mengangguk.
"Sudahlah... Ganti baju dan bersiaplah, kita mulai pembelajaran pertama dari gurumu ini!"
Tanpa banyak tanya, Mo Ye langsung menuju ruang ganti. Mengganti seragam sekolahnya dengan pakaian latihan yang sudah dipersiapkan.
Setelah berganti pakaian, Mo Ye mengambil pedang kayu yang ada di rak sebelum menuju masternya. Namun, Mo Yuan menghentikannya, "Jangan menggunakan pedang, ganti belati saja."
Mo Ye memiringkan kepalanya sedikit, "Kenapa? Saya merasa lebih cocok menggunakan pedang..."
"Ability milikmu itu cocok untuk serangan diam-diam dengan gerakan kecil namun mematikan. Jika kau menggunakan pedang yang ukurannya relatif panjang, gerakanmu tidak akan efektif," jelas Mo Yuan. "Dengan senjata yang memiliki bilah kecil seperti belati, gerakanmu lebih efisien!"
"Oh..." Mo Ye paham. Ia mengembalikan pedangnya dan mengambil sepasang belati kayu yang ia genggam di kedua tangannya.
Mo Yuan duduk di tengah ruangan latihan, diikuti Mo Ye yang duduk di hadapannya. Mo Ye meletakkan belatinya di samping.
"Kita belajar apa master?" tanya Mo Ye.
"Pertama, ada yang harus aku tanyakan," kata Mo Yuan. "Kau sudah tahu skill-skill dari ability-mu kan?"
Mo Ye mengangguk, "Ya! Saya mengetahui bagian dasarnya, tapi saat saya mencoba menggunakannya, itu tidak berjalan lancar."
"Tentu saja akan begitu. Itu karena kau belum bisa mengendalikan Veyra yang ada di tubuhmu," jelas Mo Yuan.
"Veyra? Apa itu?" tanya Mo Ye.
"Itu adalah energi yang digunakan untuk mengaktifkan skill. Singkatnya, itu semacam bahan bakar," jelas singkat Mo Yuan.
"Oh... Jadi, bagaimana cara mengendalikannya?"
"Tidak perlu teknik yang rumit untuk mengendalikannya, karena pada dasarnya saat manusia memiliki ability, mereka secara tidak sadar sudah dapat mengendalikan Veyra," jelas Mo Yuan. "Namun, itu tidak cukup jika digunakan dalam pertarungan nyata. Jadi bagaimanapun, kau harus bisa mengendalikannya secara sadar."
Mo Ye hanya mengangguk mendengar penjelasan itu, dia mencoba memahami dan mencerna informasi itu dengan sebaik-baiknya.
"Tidak usah banyak teori, lebih bagus kita praktek langsung," Mo Yuan bangkit dari duduknya. "Duduklah dalam sikap lotus."
"Baik!" Mo Ye mengambil sikap lotus.
"Pejamkan matamu dan rileks kan seluruh tubuh. Buang semua beban pikiran, fokus pada dirimu sendiri!" Mo Yuan memberikan instruksi. "Rasakan energi yang mengalir di sekujur tubuhmu, mulai dari ujung kepala hingga ujung kaki."
Mo Ye mengikuti instruksi gurunya dengan baik, tidak perlu waktu lama untuknya mencapai fokus tinggi. Ia mengikuti setiap langkah demi langkah.
"Setelah merasakannya, coba telusuri dari mana energi itu berasal... Tempat Veyra terbanyak!"
Mo Ye mengikuti aliran energi hingga sampai ia merasakan sebuah tempat yang memiliki jumlah energi yang lebih banyak. "Ini ada di dada!"
"Betul!" ucap Mo Yuan. "Itu adalah tempat tubuh manusia menyimpan Veyra, para Veyron menyebutnya sebagai Core."
"Core ini seperti jantung. Bedanya, jika jantung memompa darah ke seluruh tubuh, maka Core memompa Veyra ke seluruh tubuh. Dari sini juga, kau bisa mencoba mengendalikan Veyra..."