Mengisahkan 3 anak kembar yaitu Farah, Gabriella, dan Galu dengan kisah cintanya masing-masing dan hubungan mereka dengan keluarganya
akankah hubungan mereka harmonis?
ikuti terus kelanjutan ceritanya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nafras, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Namanya Galuh
" Oh ternyata mahasiswa ini adalah temanmu ya Winda."
" Iya benar pak Xylon, maaf sebelumnya karena saya tidak memberikan kabar mengenai kedatangan Galuh."
" Jadi namanya Galuh, kalau begitu Galuh silakan perkenalkan dirimu ke teman-teman sekelas!" ucapnya dan Galuh pun langsung memperkenalkan diriku.
" Halo semuanya, perkenalkan nama saya Galuh Xander dan saya adalah pindahan dari Bandung." ucapnya dengan tersenyum ke arah teman-temannya yang ada di ruangan kelas tersebut.
" Hai Galuh..." ucap mereka semua serentak.
" Baiklah, kalau begitu silakan kalian berdua untuk duduk agar kita segera melangsungkan proses pembelajaran." ucapnya dan keduanya pun langsung mencari kursi kosong untuk duduk.
Dosen itu pun mulai menjelaskan pembelajaran, walaupun ia berusaha mencuri-curi pandang ke arah Galuh. Entah kenapa ia merasa kalau Galuh itu memiliki sesuatu yang spesial, dan Ia pun sangat penasaran dengan apa yang dimiliki oleh Galuh. Apalagi dengan kedekatan Galuh dan juga Winda yang terbilang sangat unik, karena Winda sebelumnya tidak pernah dekat dengan orang-orang dari kalangan biasa.
Dosen itu menjadi semakin penasaran dengan siapa sebenarnya Galuh, dan Apa statusnya sehingga Winda bisa begitu dekat dengannya. Iya yakin kalau Galuh memiliki sesuatu yang berbeda, yang bisa menarik perhatian Winda. Dan itulah yang membuat ia semakin penasaran dengan sosok Galuh, sosok gadis cantik yang menurutnya memiliki sesuatu yang berbeda.
Dosen itu masih terus menjelaskan, dan Galuh pun menyadari kalau sejak tadi dosen itu terus saja memperhatikannya. Iya pun jujur saja merasa risih dengan dosen itu, tetapi ia berusaha tenang dan terus memperhatikan proses pembelajaran. Karena saat ini dosen itu adalah gurunya yang akan memberikan pembelajaran, dan ia tidak boleh lalai dalam menjalankan tugasnya sebagai mahasiswa.
Setelah berjam-jam akhirnya jam pembelajaran itu pun telah selesai, dosen itu akhirnya segera keluar dari ruangan kelas. Dan saat ini banyak para mahasiswa yang ingin berkenalan dengan Galuh, tentunya Galuh menyambut keinginan mereka yang ingin berkenalan dengannya. Dan dia sangat senang karena bisa berbaur dengan teman-temannya di sini, karena sebelumnya ia khawatir kalau dia tidak akan bisa bergaul dengan teman-temannya di sini.
Galuh adalah anak Bandung yang tentunya memiliki logat berbicara sangat berbeda dengan mereka, dan itulah yang membuat ia takut kalau tidak bisa bersosialisasi nantinya. Tetapi ia bersyukur di hari pertamanya masuk teman-temannya sangat antusias untuk berkenalan dengannya, dan ia berharap respon teman-teman yang seperti itu akan terus berjalan hingga akhirnya nanti dia diluluskan dari universitas tersebut. Menurutnya menjelang masa kelulusan itu masih sangat lama, di mana karena itu dia juga harus bersosialisasi dengan yang lainnya.
...🐶🐶🐶...
Farah masuk ke dalam kelasnya, tentunya semua mata menuju ke arahnya. Semua orang sangat penasaran dengan bagaimana sifat dan karakter dari Farah, dan mereka juga sangat penasaran dengan bagaimana kepintaran Farah.
" Halo semuanya perkenalkan nama saya Farah Xander, Dan saya berharap kita semua bisa berteman."
" Halo Farah." usia mereka semua serentak dan Farah pun segera duduk di kursinya.
Tentunya sejak awal kedatangan para di dalam ruangan kelas tersebut, ada seorang gadis yang menatapnya dengan tatapan permusuhan. Farah sama sekali tidak mengenal gadis tersebut, tetapi ia merasakan kalau gadis itu ingin mengajaknya bertengkar. Iya tidak tahu memiliki salah apa pada gadis tersebut, tetapi yang diyakini proses pembelajarannya di kampus itu pasti tidak akan semudah yang ia pikirkan sebelumnya.
Farah hanya berharap semuanya akan berjalan dengan baik, walaupun ia yakin akan ada banyak rintangan yang harus ia hadapi. Proses pembelajaran pun berlanjut, hingga akhirnya bel pun berbunyi. Para mahasiswa itu pun segera keluar dari ruangan kelas, dan saat ini para bersama dengan Uswatun dan juga Wina.
" Farah, jangan mentang-mentang lo cantik maka lo akan menggebet semua cowok di sekolah ini. Lo harus ingat dan sadar diri, di sekolah ini cuman gue cewek paling cantik." ucapnya yang tentu saja mengagetkan Farah dan kemudian Ia pun segera pergi.
" Itu cewek siapa?"
" Itu cewek namanya Wahyuni, Dia anak dari seorang dosen di universitas ini."
" Oh jadi dia anak dosen, tapi sikapnya seakan-akan Dia anak yang punya kampus."
" Di kampus ini tidak ada yang mau berurusan dengan dia, karena jika berurusan dengan dia hal itu akan membawa hal yang tidak baik."
" Memangnya Apa yang dilakukan oleh Wahyuni sehingga orang-orang tidak ada yang berani berurusan dengannya?"
" Untuk lebih jelasnya aku juga tidak tahu apa yang dilakukan oleh Wahyuni, tetapi yang jelas dia akan mengadu hal yang tidak-tidak kepada ayahnya dan hal itu akan membuat ayahnya tidak menyukai kita."
" Kemudian situasi tersebut akan berdampak pada nilai kita?"
" Kurang lebih seperti itu Farah."
" Sangat klasik dan sudah sering terjadi."
" Saranku untuk jaga-jaga kau tidak usah berurusan dengannya."
" Aku pun tidak ingin berurusan dengannya teman-teman, tetapi aku sangat yakin dia pasti sudah menargetkan ku."
" Mengapa kau berpikir kalau Wahyuni sudah menargetkan mu Farah?"
" Hal itu bisa terlihat dari tatapan yang sangat tajam ketika melihat wajahku tadi, padahal aku tidak ada berniat mengusiknya sama sekali."
" Kalau begitu Kau harus berhati-hati Farah, karena jika dia sampai menargetkan mu maka kau tidak akan nyaman berada di kampus ini."
" Kalian semua tenang saja ya, tentunya aku akan menemaninya bermain dan pada akhirnya akulah pemenangnya."
" Kau tidak usah main-main dengannya Farah, kami tidak ingin jika kau harus pergi dari kampus ini."
" Kalian yakin dan percaya padaku saja, pada akhirnya yang akan pergi dari kampus ini bukanlah aku tapi dia."
" Jujur saja kami sangat tidak yakin kau akan bisa melakukan hal itu Farah, tetapi kami hanya berharap kalau kita akan terus bersama-sama hingga nantinya dinyatakan lulus dari kampus ini."
" Baiklah aku tidak akan mengambil urusan dengannya, tetapi jika dia mencari masalah denganku maka aku pastinya akan melawannya."
" Baiklah semoga saja dia tidak akan mencoba mencari masalah denganmu, jujur saja kami berdua sangat khawatir denganmu Farah."
" Kalian tenanglah dan yakinlah kalau aku pasti akan baik-baik saja, wanita seperti dia yang hanya bisa mengandalkan kekuasaan ayahnya pasti akan ku kalahkan."
" Dengan Apa kau ingin melawannya, Wahyuni itu memiliki pengaruh di universitas ini."
" Kalian berdua tenang saja dan nikmati saja jika waktunya sudah berjalan nantinya, Aku tidak akan memaafkan siapapun yang telah menyakiti diriku."
" Baiklah kalau itu adalah keputusanmu, tapi mungkin lebih baik sekarang kita tidak membahas mengenai Wahyuni lagi."
" Mengapa kau tiba-tiba saja tidak ingin membahas mengenai Wahyuni?"
" Tolonglah kalian berdua sadar nggak sih kalau dari tadi pagi kita belum sarapan, tolong bantu aku yang saat ini sedang kelaparan." ucapnya ini tentu saja memancing gelak tawa dari teman-temannya.