seorang ibu muda dari istri seorang pengusaha kaya raya sedang mengandung 9 bulan dan sedang mengalami kontraksi lalu dibawa ke rumah sakit , dan bertepatan dengan mantan pembantu rumah tangganya juga melahirkan di rumah sakit yang sama dengan motor majikannya . mereka sama-sama melahirkan bayi perempuan . pembantu rumah tangga yang ingin anak perempuan yang hidup berkecukupan mempunyai rencana licik untuk menukar anak perempuan dengan anak majikannya . sampai umur dewasa perbuatan itu tidak pernah terbongkar . bagaimana kelanjutannya ? ikutin terus novel Re _ Ara ya !
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Re _ ara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 9 Akhirnya Terbongkar
Setelah mendengar semua cerita dari Leonardo, Adrian langsung merasa bahwa ini bukanlah hal yang sepele. Ada sesuatu yang besar yang sedang terjadi, dan ia tidak bisa hanya diam saja menunggu kejelasan. Sebagai sahabat dan orang yang dipercaya keluarga Dewantara, ia merasa bertanggung jawab untuk membantu mencari kebenaran.
"Leonardo, kalau begitu saya akan segera bertindak. Saya akan minta anak buah saya untuk mencari semua informasi yang ada tentang persalinan Liana dan Sari 17 tahun yang lalu di rumah sakit itu. Mungkin ada catatan atau dokumen yang bisa membantu kita memahami apa yang sebenarnya terjadi."
"Apakah itu mungkin, Adrian? Itu sudah terjadi 17 tahun yang lalu. Apakah dokumen-dokumen itu masih tersimpan?"
"Rumah sakit biasanya menyimpan catatan medis pasien dalam jangka waktu yang lama . Apalagi untuk kasus persalinan, biasanya ada catatan yang cukup lengkap. Saya akan berusaha sekuat tenaga untuk mendapatkannya. Siapa tahu ada petunjuk yang terlewatkan selama ini."
Mengangguk dengan tatapan penuh harap , "Baiklah. Lakukan apa yang perlu kamu lakukan, Adrian. Aku juga akan terus mengamati perkembangan di rumah. Kita akan bekerja sama untuk mencari kebenaran ini."
Tanpa menunda waktu lagi, Adrian segera keluar dari ruangan kerja Leonardo dan menuju ruang kerjanya sendiri. Ia mengambil ponselnya dan menelpon salah satu anak buahnya yang paling bisa dipercaya.
"Halo, Rian. Saya ada tugas penting untuk kamu. Pergilah ke rumah sakit tempat Bu Liana melahirkan 17 tahun yang lalu. Cari semua catatan dan dokumen yang berhubungan dengan persalinan Bu Liana Dewantara dan juga persalinan Sari, yang melahirkan di hari yang sama di rumah sakit itu. Cari apa saja yang bisa ditemukan catatan medis, data bayi yang lahir, siapa dokter dan perawat yang bertugas, semuanya. Jangan tinggalkan satu hal pun yang terlewatkan."
Rian dari seberang telepon: "Baik, Pak. Saya akan segera berangkat dan mencari semua informasi yang diminta. Kapan hasilnya harus saya laporkan?"
"Segera setelah kamu mendapatkannya. Ini adalah hal yang sangat penting, jadi jangan menunda-nunda. Dan ingat, lakukan semuanya dengan rahasia. Jangan sampai ada orang lain yang mengetahui tentang tugas ini."
"Siap, Pak. Saya mengerti."
Setelah menutup telepon, Adrian menghela napas panjang. Ia berharap dengan mendapatkan catatan dari rumah sakit itu, mereka bisa menemukan jawaban atas semua kebingungan yang ada. Ia juga merasa sedikit gelisah, karena apa yang akan mereka temukan nanti bisa mengubah hidup semua orang yang terlibat selamanya.
Bergumam pada dirinya sendiri "Semoga apa yang kita temukan nanti tidak terlalu buruk. Semoga semuanya masih bisa diselesaikan dengan baik-baik."
Sementara itu, Rian segera berangkat menuju rumah sakit yang dimaksud. Ia berusaha mencari cara untuk mendapatkan akses ke arsip medis yang tersimpan di sana, meskipun ia tahu itu tidak akan mudah karena ada aturan kerahasiaan data pasien. Namun, dengan bantuan koneksi yang dimiliki Adrian, ia yakin bisa mendapatkan apa yang mereka butuhkan.
Di sisi lain, Leonardo masih duduk di ruang kerjanya, memikirkan semua kemungkinan yang bisa terjadi . Apapun fakta yang didapatkan dia harus menerimanya .
...****************...
Rian baru saja kembali dari rumah sakit dengan wajah pucat dan napas yang terengah-engah. Ia segera menuju ruang kerja Adrian untuk melaporkan semua yang ia dapatkan.
"Pak Adrian... saya sudah dapat semua informasinya dari rumah sakit. Tapi... ini benar-benar mengejutkan, Pak."
Adrian yang sedang menunggu dengan cemas segera berdiri dan mempersilakan Rian duduk.
"Ceritakan semuanya, Rian. Apa yang kamu temukan?"
"Saya berhasil mendapatkan akses ke arsip catatan medis, dan juga ke rekaman CCTV yang tersimpan dari 17 tahun yang lalu. Awalnya saya kesulitan, tapi berkat bantuan teman yang bekerja di bagian administrasi, akhirnya saya bisa melihatnya."
Adrian menatap Rian dengan tatapan penuh harap dan ketakutan akan apa yang akan didengarnya.
"Dari catatan medisnya, sebenarnya tidak ada yang aneh. Semua data tercatat dengan rapi, seolah-olah semuanya berjalan normal. Tapi... ketika saya melihat rekaman CCTV dari ruang perawatan bayi dan koridor sekitarnya, saya menemukan sesuatu yang sangat mencurigakan."
Rian mengeluarkan tabletnya dan memutar rekaman CCTV yang berhasil ia salin.
"Lihat ini, Pak. Ini rekaman dari malam hari, sekitar pukul 2 pagi, seperti yang kita bahas sebelumnya. Di sini terlihat ada seorang wanita yang memakai baju perawat masuk ke ruang perawatan bayi."
Adrian menatap layar tablet itu dengan seksama. Ia melihat sosok wanita yang memakai seragam perawat berjalan masuk ke ruangan, lalu menoleh ke kanan dan kiri seolah memastikan tidak ada yang melihatnya.
"Perawat yang bertugas saat itu sedang lengah, Pak. Ia sedang sibuk menulis catatan di meja yang ada di sudut ruangan, membelakangi tempat tidur bayi. Dan wanita yang memakai baju perawat itu... ia langsung menuju ke tempat tidur di mana bayi Bu Liana dan bayi Sari terbaring."
Di layar terlihat jelas, wanita itu dengan cepat mengambil kedua bayi tersebut, lalu melakukan sesuatu yang terlihat seperti menukar gelang identitas di pergelangan tangan mereka. Gerak-geriknya terlihat sangat gugup dan tergesa-gesa, sesekali ia menoleh ke arah perawat yang sedang sibuk itu.
"Lihat gerak-geriknya, Pak. Ia terlihat sangat mencurigakan. Bukan seperti perawat yang sedang bertugas. Biasanya perawat bergerak dengan tenang dan teratur, tapi wanita ini... ia terlihat seperti orang yang sedang melakukan sesuatu yang tidak seharusnya ia lakukan."
Setelah selesai melakukan aksinya, wanita itu segera meletakkan kembali kedua bayi tersebut ke tempat tidurnya masing-masing, lalu berjalan keluar dari ruangan dengan langkah yang tergesa-gesa.
"Apakah kita bisa mengenali siapa wanita itu? Apakah ada wajah yang terlihat jelas?"
"Wajahnya sempat terlihat jelas saat ia keluar dari ruangan, Pak. Saya sudah memotong gambarnya. Dan... ini yang lebih mengejutkan lagi."
Rian menggeser layar tabletnya, lalu menampilkan foto yang diambil dari rekaman CCTV itu.
"Ini wajah wanita yang memakai baju perawat itu, Pak. Dan saya juga membandingkannya dengan data karyawan rumah sakit pada saat itu. Ternyata... wanita itu bukanlah karyawan rumah sakit ini. Ia tidak terdaftar sebagai perawat atau staf apa pun di sini."
Adrian menatap foto itu dengan mata terbelalak. Jantungnya berdegup kencang. Wajah wanita di foto itu... ia mengenalinya dengan baik.
"Ini... ini Sari. Mantan pembantu di rumah tuan Leonardo ." ucap Adrian wajah terkejut.
"Benar, Pak. Saya juga baru menyadarinya setelah melihat fotonya yang saya dapatkan dari data yang ada. Wanita yang menukar bayi itu adalah Sari sendiri. Ia menyamar sebagai perawat untuk melakukan aksinya."
Adrian terdiam sejenak, pikirannya berputar dengan cepat. Semua potongan teka-teki yang ada selama ini akhirnya terjawab.
"Jadi selama ini... Nayla yang kita anggap sebagai anak Bu Liana dan Leonardo, sebenarnya adalah anak kandung Sari. Dan gadis itu... gadis yang sangat mirip dengan Bu Liana itu... adalah anak kandung mereka yang sebenarnya."
"Sepertinya begitu, Pak. Dan dari rekaman ini juga terlihat jelas bahwa Sari sengaja melakukan aksinya itu. Ia memanfaatkan kelengahan perawat yang bertugas untuk menukar kedua bayi tersebut."
Adrian menghela napas panjang, perasaannya campur aduk antara marah, sedih, dan tidak percaya. Ia tidak menyangka bahwa rahasia sebesar ini telah disembunyikan selama 17 tahun oleh seseorang yang dulu dianggap sebagai bagian dari keluarga.
"Terima kasih, Rian. Kamu sudah melakukan tugasmu dengan sangat baik. Ini adalah informasi yang sangat penting, meskipun sangat mengejutkan. Sekarang, kita harus segera memberitahu Leonardo tentang hal ini. Kita tidak bisa menunda lagi."
"Baik, Pak. Saya siap kapan saja."
Adrian segera mengambil teleponnya dan menghubungi Leonardo. Suaranya terdengar serius dan tegas.
"Halo, Leonardo. Segera kembali ke kantor. Saya sudah mendapatkan semua informasi yang kita cari. Dan... ini adalah sesuatu yang sangat mengejutkan. Kita harus membicarakannya segera."
Di sisi lain, Leonardo yang mendengar suara Adrian yang serius itu segera menyadari bahwa sesuatu yang besar telah ditemukan. Ia segera bergegas menuju kantornya, dengan perasaan yang semakin tidak menentu.
Sementara itu, rahasia yang telah disembunyikan selama 17 tahun itu akhirnya terungkap sepenuhnya. Dan kini, saatnya bagi semua orang yang terlibat untuk menghadapi kenyataan yang akan mengubah hidup mereka selamanya.
...----------------...