NovelToon NovelToon
ECLIPSE BREAKER

ECLIPSE BREAKER

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Epik Petualangan / Mengubah Takdir
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: Rehanda

Suatu hari Kael ikut misi menutup Rift kecil.
Namun Rift itu berubah menjadi Rift Hitam — portal langka yang belum pernah tercatat.
Di dalamnya mereka menemukan kuil kuno dari dimensi lain.
Di tengah kuil ada artefak hidup yang disebut:
Core of Eclipse
Ketika semua orang mati diserang Abyssal, Kael menyentuh inti tersebut.
Dan dunia tiba-tiba berhenti.
Sebuah suara muncul:
“Host ditemukan. Sistem Evolusi Dimulai.”

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rehanda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Eclipse Breaker — chapter 9: Pengukuran Ulang

Pagi hari di kota Asterra terasa berbeda bagi Kael.

Langit masih sedikit berkabut ketika ia berdiri di depan gedung tinggi milik Asosiasi Breaker. Bangunan itu menjulang seperti benteng kaca dan baja, tempat semua urusan para Breaker di kota diatur.

Kael menatap pintu masuk beberapa detik.

Hari ini… hidupnya mungkin akan berubah lagi.

Ia akhirnya melangkah masuk.

Aula Asosiasi

Di dalam gedung, suasana cukup ramai.

Beberapa Breaker sedang mengurus laporan misi, sementara yang lain menunggu giliran untuk melakukan pemeriksaan energi.

Namun begitu Kael masuk, beberapa orang langsung mengenalinya.

“Eh… itu Kael."

“Yang selamat dari dungeon kemarin?”

“Rank F itu?”

Bisikan kecil mulai terdengar di sekitar ruangan.

Kael mengabaikannya dan berjalan menuju meja resepsionis.

Seorang petugas wanita melihat data di tabletnya.

“Kael Ardent?”

“Ya.”

Ia mengangguk.

“Inspektur Ren Takeda sudah menunggu Anda di ruang pengukuran.”

Kael mengikuti petugas itu menuju bagian belakang gedung.

Semakin jauh mereka berjalan, semakin sedikit orang yang ada di sekitar mereka.

Akhirnya mereka tiba di sebuah ruangan besar dengan pintu logam tebal.

Di depan pintu itu berdiri Ren.

Ia melipat tangannya ketika melihat Kael datang.

“Kau datang tepat waktu.”

Kael mengangguk sedikit.

Ren membuka pintu ruangan itu.

“Masuk.”

Ruang Pengukuran Energi

Ruangan itu luas dan hampir kosong.

Di tengah ruangan berdiri sebuah alat besar seperti pilar kristal transparan.

Di sekitarnya ada beberapa layar dan perangkat pengukur.

Ren menunjuk ke arah pilar itu.

“Ini alat pengukur energi Sigil.”

Ia menatap Kael.

“Biasanya digunakan saat seseorang pertama kali menjadi Breaker.”

Kael berjalan mendekat.

Kristal itu memancarkan cahaya biru lembut.

Ren melanjutkan.

“Sentuh kristal itu dan keluarkan seluruh energimu.”

“Alat ini akan membaca tingkat kekuatanmu.”

Beberapa teknisi berdiri di samping layar.

Salah satu dari mereka berkata,

“Pengukuran siap.”

Kael menatap kristal itu beberapa detik.

Ia tidak tahu seberapa besar kekuatan yang sebenarnya ia miliki sekarang.

Namun satu hal jelas.

Ia tidak lagi sama seperti dulu.

Kael mengangkat tangannya.

Lalu menyentuh kristal itu.

Detik pertama…

tidak terjadi apa-apa.

Namun kemudian—

Kristal itu mulai bersinar.

Awalnya hanya sedikit.

Lalu semakin terang.

Salah satu teknisi berkata pelan,

“Energi mulai terbaca…”

Angka mulai muncul di layar.

F Rank…

Semua orang masih tenang.

Namun angka itu terus naik.

E Rank

Teknisi mengangkat alisnya.

“Hmm?”

Angka itu tidak berhenti.

D Rank

Ren mulai memperhatikan layar dengan serius.

“Ini… tidak biasa.”

Namun kristal masih terus bersinar.

Cahayanya sekarang jauh lebih kuat.

C Rank

Teknisi langsung berseru.

“Tunggu—!”

Angka itu terus meningkat.

B Rank

Beberapa layar mulai berbunyi.

BEEP! BEEP!

Teknisi panik.

“Pak! Energinya masih naik!”

Ren mengerutkan kening.

“Bagaimana mungkin—”

Cahaya kristal tiba-tiba berubah menjadi sangat terang.

Layar mulai berkedip tidak stabil.

BEEEEEP!

Angka di layar melonjak sekali lagi.

A Rank

Ruangan langsung hening.

Semua orang menatap layar dengan mata melebar.

Kael sendiri terlihat sama terkejutnya.

Namun sebelum siapa pun sempat berbicara—

CRACK!

Retakan muncul di kristal.

Ren langsung berteriak.

“Kael! Lepaskan tanganmu!”

Kael segera menarik tangannya.

Namun sudah terlambat.

Kristal itu meledak.

BOOOM!

Pecahan energi menyebar ke seluruh ruangan.

Lampu berkedip.

Layar mati.

Beberapa teknisi terjatuh kaget.

Debu energi perlahan menghilang.

Ruangan kembali sunyi.

Semua orang menatap Kael.

Ren berdiri di tengah ruangan dengan wajah serius.

Ia melihat kristal yang sudah hancur.

Lalu menatap Kael lagi.

Beberapa detik tidak ada yang berbicara.

Akhirnya Ren berkata pelan.

“…Menarik.”

Ia menghela napas.

“Sudah lama sekali aku tidak melihat alat itu hancur.”

Kael mengerutkan kening.

“Itu berarti apa?”

Ren menjawab dengan tatapan tajam.

“Itu berarti satu dari dua hal.”

Ia mengangkat satu jari.

“Pertama…”

“Kau memiliki energi yang melebihi batas alat pengukur standar.”

Lalu ia mengangkat jari kedua.

“Atau…”

“Kita baru saja menemukan sesuatu yang sangat berbahaya.”

Ren menatap Kael dalam-dalam.

Di luar ruangan itu, dunia para Breaker belum tahu apa yang baru saja terjadi.

Namun satu hal mulai jelas.

Pemuda yang dulu dianggap Breaker terlemah…

mungkin akan segera mengguncang seluruh dunia Breaker.

1
Blue
... tet
Blue
...
Sofian Dzikrul Hidayah
kok gx update thor
Wang Lin
pertama
Wang Lin
pertama
Wang Lin
sepertinya seru
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!