NovelToon NovelToon
Asisten Dadakan

Asisten Dadakan

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Persahabatan / Romansa
Popularitas:1.8M
Nilai: 4.9
Nama Author: Kurniasih Paturahman

"Aku akan membayarmu" Ucap Vaya sahabatnya.

"Kamu bercanda Va" Tanya Maura memastikan.

Sebuah tawaran yang cukup gila, membuat Maura harus menjalani hari - harinya bersama Gilang. Seorang pria tampan yang mempunyai segudang pengagum.

"Kamu cukup menjadi asistennya, dan buat dia jatuh cinta"

"What.!!" Teriak Maura.

Apakah Maura setuju dengan tawaran yang diajukan oleh Vaya?

Apakah Maura sanggup menjalani hari - harinya bersama Gilang?

Lalu hubungan seperti apa yang akan terbentuk antara Maura dengan Gilang?

Yuk mampir, ikuti kisahnya😊

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kurniasih Paturahman, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menanti Gilang

Siang itu, di sudut kantin, Maura duduk sendiri. Menunggu Gilang, menyelesaikan kuliahnya. Maura sibukkan dirinya dengan buku-buku yang ada di hadapannya. Membacanya dan sesekali melirik ke arah jam yang melekat di pergelangan tangan kirinya.

Angin siang itu terasa menerpa tubuhnya. Rasa panas dari sinar matahari mulai menyelimutinya. Beberapa kali Maura meneguk air mineral dingin yang ia pesan untuk mengurangi rasa panas yang mulai sangat terasa.

"Lama sekali." Gerutu Maura.

Jika bukan karena janjinya dengan Gilang untuk pergi dengannya sore nanti, mungkin Maura tidak akan berada di sini. Biasanya ia menghabiskan waktunya di kamar kostnya. Sambil menunggu jam kerjanya di waktu sore hingga malam.

"Maura." Panggil seseorang yang sudah berdiri di hadapannya sekarang.

"Rian."

"Boleh ku duduk di sini?" Tanyanya.

"Bolehlah." Jawab Maura santai.

"Aku takut mengganggu." Ucapnya kembali sambil menggeser kursi dan ia duduk sekarang.

"Kau tak bersama Gilang?" Tanya Maura.

"Tidak, kalian baik-baik sajakan tadi?" Tanyanya dan membuat Maura mengerutkan dahinya.

"Maksudmu?"

"Hemm.. kalian tidak bertengkar lagikan?" Tanyanya lagi.

"Tidak, dia sudah meminta maaf padaku." Ucap Maura sambil meneguk kembali air mineral dingin yang masih setia menemaninya di siang ini.

"Kenapa kau melihatku seperti itu, kau ingin minum juga?" Tanya Maura polos saat melihat Rian menatapnya dan tampak terkejut.

"Oh bukan, kau bilang apa tadi?" Tanya Rian memastikan.

"Gilang sudah meminta maaf." Ulang Maura dan Rian tersenyum kecil mendengarnya.

"Ada yang salahkah?" Tanya Maura bingung saat melihat Rian yang tadinya terkejut sekarang tersenyum.

"Tidak.. tidak ada yang salah."

Rian sungguh tidak mengira bahwa sosok Gilang akan meminta maaf pada Maura terlebih dahulu. Ia sangat keras kepala menurut Rian.

"Sebenarnya siapa wanita itu?" Tanya Maura tiba-tiba dengan memandang lurus ke depan.

Terlihat daun-daun menari tertiup angin siang itu. Terlintas kembali wajah seorang wanita yang dilihatnya pada bingkai foto di kamar Gilang.

"Maksudmu?"

"Tadi aku tak sengaja menyentuh bingkai foto di kamar Gilang. Sosok wanita cantik dan tersenyum. Gilang marah karena ku menyentuhnya." Penjelasan Maura pada Rian.

"Mungkin maksud kamu Laras." Ucapnya yakin.

"Laras." Ulang Maura.

"Ya, Laras cinta pertamanya Gilang."

"Oh.." Maura mengangguk paham.

Sekarang Maura menutup buku-buku yang ada di hadapannya dan menumpuknya. Rasanya Maura sangat tertarik mendengar kisah Laras. Sosoknya membuat Gilang geram saat Maura menyentuh foto Laras pagi tadi.

"Di mana dia sekarang?" Tanya Maura mulai menyelidiki.

"Entahlah, mereka sudah putus setahun yang lalu."

"Sungguh! Tapi kenapa?, kulihat Gilang sudah sangat sempurna, kenapa Laras mau meninggalkannya?"

"Karena pria lain."

"Maksudmu Laras selingkuh, oh.. nasib.." Ucap Maura sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.

"Sampai sekarang, Gilang masih mencintai Laras. Dia masih belum bisa melupakannya."

"Kenapa bodoh sekali Gilang, sudah tahu diselingkuhi, masih saja menyimpan rasa padanya." Protes Maura sendiri.

"Huff.. tugasku sepertinya berat." Ucap Maura begitu saja.

"Tugas, maksudmu?"

"Oh.. tidak.. tidak.. lupakan saja." Ucap Maura tersenyum menatap Rian.

Maura hampir saja keceplosan. Hampir saja ia menceritakan maksud dirinya mendekati Gilang. Beberapa menit kemudian Maura mendengar sesorang memangil nama Rian. Maura mencari datangnya suara itu, dan ikut memandang apa yang dilihat Rian saat ini.

"Wah.. wah.." Ucap pria yang tadi memanggil nama Rian sekarang sudah berada di hadapan Maura dan Rian. Maura mengenalinya, dia adalah Raka, salah satu sahabat mereka.

"Siapa nih, gua enggak dikenalin." Ucapnya.

Tak lama kemudian Maura melihat sosok Gilang berdiri tepat di samping Raka.

"Enggak perlu." Ucap Gilang dan langsung duduk di samping Maura sekarang.

"Wah.. gua ketinggalan berita nih." Ucap Raka kembali dan sekarang ikut duduk bersama kami.

"Hei nona cantik, bolehkah ku tahu siapa namamu?" Ucapnya merayu Maura sambil menyodorkan tanganya untuk bisa disambut balik oleh Maura.

Gilang menepisnya dengan cepat. Maurapun terkejut melihatnya.

"Wah.. posesif banget sih Lang." Protes Raka dan Maura tersenyum menatap mereka.

"Dia Maura, dia sekarang asisten gua. Sudah cukup kenalannya, enggak usah pake jabat tangan segala." Ucap Gilang sedikit memaksa.

"Owh, galaknya."

"Hei Maura.., kenalin gua Raka. Pria paling ganteng di kampus ini." Puji Raka sendiri.

"Oh.. oke.." Jawab Muara tersenyun kecil mendengarnya.

"Kok, mau-mauan sih Ra, jadi asistenya Gilang?, dia itu menyebalkan tahu." Ucapnya dengan sedikit berbisik untuk kalimat yang terakhir.

"Pluk.."

Sebuah buku terbang dan jatuh tepat di atas kepala Raka. Rakapun menjerit dan menatap kesal ke arah Gilang.

Maura dan Rian tertawa melihat tingkah mereka. Gilangpun tersenyum namun tak ada yang tahu. Yah dia tersenyun saat melihat Maura tertawa. Setidaknya Gilang merasa lebih tenang sekarang. Rasa bersalahnya tadi, sudah terobati dengan melihat Maura tertawa siang ini.

Namun tiba-tiba, entah apa yang terjadi pada diri Gilang, membuat Maura terkejut, tidak hanya Maura, Rianpun tak percaya dengan apa yang dilihatnya sekarang. Gilang tiba-tiba saja mengambil air mineral yang ada di hadapan Maura dan meminumnya.

"Hei.. itu.." Ucap Maura, namun terhenti saat air itu habis diminum oleh Gilang.

Gilang meletakkannya dan mentap Maura dan kedua sahabatnya sekarang.

"Kau menghabiskannya." Ucap Maura akhirnya.

"Wah.. parah nih Gilang." Rakapun ikut bersuara.

"Oh.. sorry, aku akan ganti." Ucapnya polos dan menatap polos.

"Bukan itu maksudku, tapi.."

Maura terhenti berkata. Dia tahu Gilang sanggup untuk membelikannya bahkan berpuluh kali lipat. Tapi yang jadi masalah adalah kenapa Gilang harus meminumnya di tempat yang sama. Di tempat di mana Maura juga telah meminumnya.

Gilang menatap bingung Maura lalu Rian dan kemudian Raka. Tapi tak ada yang menjelaskan. Sejujurnya Rian merasa Iri melihatnya. Kenapa Gilang punya keberanian itu, namun dirinya tidak. Rian tau maksud dari perkataan Maura. Dia merasa tak punya hak untuk menjelaskannya di depan Gilang sekarang.

Untuk pertama kalinya, Maura tak mampu berkomentar di hadapan Gilang. Sesekali Rian melirik ke arah Maura, menatap wanita itu yang sedikit demi sedikit telah membuat hatinya selalu berdebar. Membuat dirinya selalu tersenyum.

.

.

.

.

Duh... Rian mulai cemburu nih😚

Tinggalkan jejaknya dan likenya ya kak.

Di jadikan Favorite trus kasih Rate yang banyak. Supaya tambah semangat up nya.

💪😊

Semoga selalu setia membacanya dan menunggu upnya.

Mau likenya ya kak 😊

Mau ratenya juga ya kak😇

Mampir juga yuk ke novelku yang lain, judulnya "Cinta Pak bos

Sekalian promosi cerpen ya.. siapa tahu ada yang tertarik ke sana.

"Mencintainya bukan Mencintaiku"

berkunjung yuk, masih ada cerpen-cerpenku lainnya.

Terima kasih🙏

1
it's me oca -off
maura ciye ciyee
sitimusthoharoh
penyesalan tu di akhir mb laras kalok didepan namane pendaftara.
lanjut
🌿🌺WINA🌸🌿
mampir thor kayaknya menarik n bagus ceritanya...
sitimusthoharoh
y ampun si ma2 dah gk sbar mau punya mantu.
lanjut
it's me oca -off: onel kmn ja
total 1 replies
it's me oca -off
hadir
♀️
akhirnya up juga
🦋
trnyata udh up 4bab🙈,dan inget² lg ceritanya udh lama g baca 🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️
neni onet
akhirnya up juga setelah sekian purnama,
semangat Thor, ceritanya bagus, penasaran laras maunya apa sekarang . . 💪
neni onet
masih ngilang yaa neeh lanjutannyaa, padahal seru lhooo. ..
Ami
masih lanjutkan ceritanya? ceritanya bagus,sayang kalo cuman setengah jalan
Netti
Rian yang suka sama ķamu itu vaya
N13
auto ngakak
Anwar Kewer
ttp semangat jangan kendur n lanjut thor 😁😁
Ayu Wandira
mampir like nih kak😊yuk mampir di novelku yang berjudul jatuh cinta pada tuan lee
Ayu Wandira
semangat kak..mampir juga yuk di novelku💕jatuh cinta pada tuan lee
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
cinta terbalas bikin berbunga bunga 💕
@ѕ⍣⃝✰𝓐ⷨ𝖒ⷷ𝖊ᷞ𝖑𝖑 ♛⃝꙰𓆊
Maura bener kata Gilang jangan terlalu cepet percaya sama laras
👑Ria_rr🍁
ngakak baca ini, mendadak pe'ak 🤣🤣 astaga² akibat nervous
👑Ria_rr🍁
dari atas sampai ke bawah komentarnya "Aku mampir Thor" 🙈



Tuan rumah ngebucinin Art sendiri
Anwar Kewer
ttp semangat jangan kendur n lanjut thor 😁😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!