NovelToon NovelToon
Permaisuri Bar Bar

Permaisuri Bar Bar

Status: tamat
Genre:Transmigrasi / Preman / Time Travel / Reinkarnasi / Tamat
Popularitas:279.6k
Nilai: 5
Nama Author: ANWi

Zhao Yue, preman jalanan abad 21 yang menguasai pasar malam, hidup dengan moto " Kalau mau aman, jangan macam-macam denganku." Jago berkelahi, lidah pedas, dan aura menakutkan adalah ciri khasnya.

Suatu malam, setelah menghabisi geng saingan, ia dikepung dan dipukul keras di kepala. Saat tersadar, ia berada di ranjang keemasan dan dipanggil “Yang Mulia Permaisuri.” Kini, Zhao Yue berada di tubuh Permaisuri Xian Rong dari Dinasti Wei—istri kaisar yang dikenal lemah dan sakit-sakitan. Namun sejak roh preman masuk, sang permaisuri berubah menjadi galak, blak-blakan, dan barbar.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ANWi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mandi

Sesampainya di istana , tepat nya di kediaman permaisuri, Xian Rong langsung mengarahkan penjaga untuk membawa dua babi hutan ke dapur. Sedangkan dia ? Haha , dia membawa siluman tampan itu ke kamar nya bersama dengan Mei.

" Ekhem, kau ini apa? Siluman tapi kok tampan." Ungkap Xian Rong langsung pada inti.

Pemuda yang kira kira sepantaran dengan Xian Rong itu tiba tiba berlutut. " Saya adalah siluman , jangan bunuh saya." Pinta nya meringis. Rasa iba menyelimuti hati Xian Rong.

" Mei, siapkan tempat pemandian! Aku mau memandikan pemuda ini!" Perintah Xian Rong.

Mei kembali dihantui rasa khawatir. " Yang Mulia , Hamba mohon jangan langsung percaya pada seekor siluman." Terang gadis itu.

" Mei, kau meremehkan ku?"

" Hamba tidak berani, Yang Mulia Permaisuri."

" Aku tentu akan menguji kesetiaan nya terlebih dahulu. Aku akan membuatnya mandi di air paling dingin di kekaisaran untuk ku." Pandangan Xian Rong beralih ke arah Zhu Lang yang masih berlutut. Ia memegang dagu lelaki itu dengan kasar. " Hei, kau siapkan? Semua ini demi aku. Mandilah di air terdingin di kekaisaran." Ujar Xian Rong.

Mata biru pemuda itu tak bergeming menatap Xian Rong dengan penuh kasih. " Saya siap." Balas nya serius.

Dengan senyum puas, Permaisuri Xian Rong melangkah keluar kamar, tangannya menggenggam erat pergelangan Zhu Lang seakan takut siluman itu kabur. Mei mengikuti di belakang, membawa selembar kain tebal. Mereka berjalan menuju paviliun pemandian di sisi timur kediaman permaisuri, tempat sumur es kekaisaran mengalirkan air paling dingin dari pegunungan.

Begitu tiba, para pelayan menunduk dalam-dalam, lalu membuka pintu geser. Uap tipis menyelimuti udara, namun itu bukan uap hangat—melainkan kabut tipis dari air yang dinginnya menusuk tulang. Bak mandi besar dari batu giok putih telah terisi penuh, permukaan airnya memantulkan cahaya biru pucat.

“Lepas bajumu,” perintah Xian Rong tanpa basa-basi.

Zhu Lang hanya menatap sejenak, lalu perlahan menanggalkan pakaian lusuhnya. Kulit pucatnya kontras dengan udara sekitarnya. Tanpa keluhan, ia melangkah masuk ke air. Begitu kaki menyentuh permukaan, rasa dingin itu langsung menjalar seperti ribuan jarum menusuk. Namun pemuda itu menggertakkan gigi, memaksa dirinya tampak tenang.

Xian Rong berdiri di pinggir bak, menatapnya dengan penuh rasa ingin tahu. “Kau tidak merasa dingin?” tanyanya sambil menyipitkan mata.

“Tidak, Yang Mulia,” jawab Zhu Lang, meski bibirnya mulai membiru dan pundaknya sedikit bergetar.

Mei yang sedari tadi mengawasi, menghela napas kecil. “Yang Mulia, dia hampir membeku.”

Namun Xian Rong tersenyum licik. “Bagus. Kalau dia bisa menahan ini, berarti dia punya sedikit keberanian.”

Setelah beberapa lama, Xian Rong akhirnya mengizinkan Zhu Lang keluar dari air. “Mei, bawakan hanfu pria yang sudah kusiapkan sebelumnya.”

Mei mengangguk dan segera kembali dengan sepasang changshan berwarna biru tua, dilengkapi sabuk sutra hitam. “Ini, Yang Mulia. Hanfu ini milik mendiang paman Anda yang adalah Jenderal kekaisaran. Hamba pikir akan pas untuknya.”

Zhu Lang mengenakannya perlahan, kain halus itu terasa hangat di kulitnya yang masih menggigil. Saat ia mengikat sabuknya, Xian Rong memperhatikan setiap gerakan, memastikan tak ada tanda-tanda tipuan.

" Kau berhasil!" Pekik Xian Rong.

***

Menjelang senja, aroma masakan mulai tercium dari dapur. Daging babi hutan yang diburu siang tadi kini sedang dipanggang dan direbus dengan rempah-rempah terbaik istana. Xian Rong melangkah menuju ruang makan pribadi, lalu menoleh pada Zhu Lang. “Kau ikut denganku malam ini. Mei, malam ini aku ingin tetap makan di kamar saja bersama kalian saja. Biarkan para selir makan di ruang makan. Aku tidak peduli dengan mereka. Kalau mereka tanya, jawab saja permaisuri sedang sakit. Mereka pasti akan puas. Owh ya, suruh penjaga diam tentanh siluman atau akan kukuliti mereka.”

Mei menunduk, lalu beranjak untuk mematuhi perintah Xian Rong.

Kamar permaisuri diterangi lampu minyak berukir naga, meja panjang dari kayu cendana dipenuhi hidangan: panggang babi hutan dengan kulit renyah, sup tulang bening, dan sayuran tumis harum. Xian Rong duduk di kursi utama, lalu menepuk kursi di sebelahnya. “Duduklah di sini.”

Zhu Lang menunduk hormat sebelum duduk. Tangannya mengambil sumpit dengan gerakan yang mengejutkan rapi untuk seorang makhluk hutan. Xian Rong memperhatikan setiap suapan—cara ia mengunyah, cara ia menatap makanan, dan cara ia melirik permaisuri seakan mencari persetujuan.

“Kau makan seperti manusia,” ucap Xian Rong sambil menyandarkan tubuh.

“Saya pernah hidup di antara manusia,” jawab Zhu Lang pelan. Tatapan nya lembut. " Kadang mereka baik, kadang mereka berubah serakah." Celoteh lelaki itu.

Xian Rong hanya mengangguk. " Yah, nama nya juga manusia." Balas nya singkat.

***

Happy Reading ❤️ Mohon Dukungan untuk Like Komen dan Subscribe , Terimakasih❤️

Mau Tanya dong , menurut kalian cerita nya bagaimana? Karena aku mau perbaikan jika menurut kalian kurang memuaskan.

1
Manggar Manggar
👍👍👍
Jjlynn Tudin
🤣🤣🤣🤣
Zanahhan226
‎Halo, Kak..

‎Mampir dan dukung karyaku, yuk!

‎- TRUST ME

‎Kritik dan saran dari kakak akan memberi dukungan tersendiri untukku..
‎Bikin aku jadi semangat terus untuk berkarya..

‎Jangan lupa juga untuk Like, Komen, Share, dan Subscribe, ya..

‎Ditunggu ya, kak..
‎Terima kasih..
‎🥰🥰🥰
Sutami Andriani
👍👍👍
Rangiku Gin
baru baca disini aja kepala koki dikatain 'botak' 😂🤣
Rangiku Gin
mau makan atau keluar??langsung terusir wkwkw 😂🤭
Lina Mei
bagus
Siti Solikah
bagus banget novelnya thor
Siti Solikah
bagus
Zanahhan226
‎Halo, Kak..

‎Mampir dan dukung karyaku, yuk!

‎- TRUST ME

‎Kritik dan saran dari kakak akan memberi dukungan tersendiri untukku..
‎Bikin aku jadi semangat terus untuk berkarya..

‎Jangan lupa juga untuk Like, Komen, Share, dan Subscribe, ya..

‎Ditunggu ya, kak..
‎Terima kasih..
‎🥰🥰🥰
Ulufi Dewi
itu surat spa yg nulis bingung jdnya
Ulufi Dewi
penuh intrik bahaya
Ulufi Dewi
seharusnya Mei terus terang kepada permaisuri lewat kertas yang ditulis biar prajuritnya bayangan selir ga tau
Ulufi Dewi
namanya aja siluman diapain aja bisa apa aja
yetiku86
maturnuwun Thor🙏😊
yetiku86
padahal sdh berhianat pada kaisar tapi hukumannya hanya diturunkan gelarnya. biasanya hukumnya mati.
yetiku86
kenapa permaisuri sudah tdk bar2???
yetiku86
mungkin umur kehamilannya tdk sesuai dengan kunjungan kaisar.... 🤔
yetiku86
aku kok nda mudeng ya... 😭
yetiku86
apa tujuanmu Zhu lang???
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!