Season pertama---
Cerita tentang Stefani Axelsen gadis cantik yang di jual ayah tirinya, lalu bertemu dengan Max, dan dia terpaksa harus menikah dengan Maxim Alexander pengusaha muda kaya raya dan juga seorang bos mafia karena suatu kejadian yang tak diduga oleh Maxim yang langsung jatuh hati pada Stefani karena keras kepala nya pada pandangan pertama.
Bagaimana kisah mereka...??
Season ke Dua----
“Uncle, jangan lihat aku sebagai bayi kecil lagi. Karena aku sudah tumbuh besar sekarang.
Jadi bisakah Uncle untuk buka hati sedikit saja buatku? Aku lelah mengejarmu uncle.”
-Mattea Martha Alexander Luciano
“Atea, jangan buat aku seperti mencintai anak sendiri. Jangan menungguku, aku tak bisa mencintai siapapun saat ini.”
-Thomas Jenafi.
_________
“Ana, apa kau tidak lelah terus berlari? Berhentilah Ana, dan temukan kebahagiaanmu. Bukannya aku tak mau kau kejar, tapi bahagiamu bukan denganku.”
-Matteo Michaelino Alexander Luciano.
“Kak Matt, larilah sejauh mana yang kau bisa. Tapi jika kau lelah, lihatlah ke belakang, masih ada aku yang terus menatapmu dan berharap untuk kau genggam lalu kita berlari bersama.”
-Anastasya Ingriciya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EgaSri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
9. Ciuman darimu
"Ciuman Darimu," sontak saja mata Stef langsung melotot Mendengar ucapan Max. Ia menutup mulutnya rapat, lalu mendorong tubuh Max kebelakang.
"Apa-apaan kau ini, tidak ... tidak.." ujar Stef cepat.
"Kalau kau tidak mau memberikannya, aku akaannn," Max sengaja menggantung ucapannya membuat Stef penasaran.
"Akan apa?" tanya Stef cepat.
"Merebutnya sendiri!" Max langsung mendekatkan bibirnya dan bibir Stef. Mencium lembut bibir tipis gadisnya itu. Awalnya Stef terkejut dan berontak, tapi karena Max yang lihai membuat Stef akhirnya terbuai. Perlahan ia mulai membuka bibirnya membalas ciuman Max. Dan Max tidak menyangka sama sekali bahwa Stef akan membalas ciumannya.
Keduanya saling terhanyut dalam hadiah ciuman paksa itu hingga telepon Max berdering mengganggu aktivitas mereka.
"Ck, mengganggu saja." ucap Max kesal merogoh saku celananya mengambil ponselnya, nama David tertera jelas disana.
Max menatap Stef yang sudah memerah menahan malu didepannya.
"Aku mengangkat telepon dulu," ujar Max.
"Terserah kau saja,"
"Ck, menyebalkan,"
"Ada apa?" Tanya Max langsung saat ia sudah menjawab telepon David.
"Vincent Gigante ingin bertemu denganmu!" mendengar nama Vincent membuat Max memfokuskan pendengarannya. Vincent Louis Gigante adalah bos kejahatan keluarga Genovese di Italia. Sudah tak terhitung jumlah kejahatan yang kelompok itu lakukan. Dan Max cukup mengenalnya dengan baik.
"Kenapa?" Tanya Max seadanya karena ada Stef di dekatnya. Ia tidak ingin Stef tau bahwa dia juga adalah seorang bos mafia, Max tidak ingin Stef menjadi takut padanya.
"Dia menginginkan narkoba dan senjata dari kita untuk dikirim ke Italia," ucap David menjelaskan.
"Baiklah, aku dan Thomas akan segera kesana!"
"Aku menunggu, kemari secepatnya," lalu sambungan telepon pun terputus.
Max kembali menatap Stef yang sudah duduk di ranjang. Max sebenarnya masih ingin menghabiskan waktu bersama Stef, tapi ia juga tidak bisa mengabaikan seorang Vincent Gigante.
"Aku harus pergi!" ucap Max memberitahu Stef singkat.
"Ya sudah, pergi saja!" jawab Stef cuek.
"Hanya itu?" ucap Max tidak percaya, padahal Max ingin Stef menahannya agar tidak pergi, tapi apa yang dikatakan oleh gadis ini, sungguh Max sangat kesal sekarang.
"Itu apa?" ucap Stef balik bertanya.
"Astaga,"
"Apa?"
"Dasar kau ini benar-benar menyebalkan,"
"Heii ... Jika aku menyebalkan kenapa kau mau menikahi aku?"
"Karena aku jatuh cinta pandangan pertama padamu,"
"Apa?" tanya Stef tidak percaya dengan apa yang didengarnya kali ini.
"Ya, dan akan aku pastikan bahwa kau juga akan jatuh cinta padaku secepatnya!"
****
Max dan Thomas saat ini sedang menuju ke landasan udara Frankfurt. Mereka akan pergi ke kota Hamburg menggunakan jet pribadi milik Max. Jika menggunakan transportasi darat akan membutuhkan waktu sekitar 5 jam. Max tidak ingin buang buang waktu, secepatnya ia harus tiba disana.
Jet pribadi milik Max mendarat cantik di bandara Hamburg Airport Helmut Schmidt. Disana sudah ada beberapa orang bodyguard menantikan mereka. Max yang di tunggu oleh bodyguard yang berpakaian serba hitam itu seketika menjadi pusat perhatian.
Pria tampan yang berbadan profosional dengan mata hitam pekat segelap malam yang tajam bak elang itu menjadi pusat perhatian utama saat berjalan keluar dari bandara. Dengan pengawalan ketat ia masuk kedalam mobil yang sudah di siapkan menuju ke pelabuhan Tor zur Welt yaitu pelabuhan yang mendapatkan julukan gerbang menuju dunia.
Rombongan itu menuju ke tempat yang sudah di sediakan oleh David untuk pertemuan itu. Max dan Thomas masuk kedalam ruangan yang saat itu sudah ada Vincent dan David duduk menunggu disana.
"Holla Mr. Vincent," sapa Max ramah saat Vincent berdiri menyambutnya dan menjulurkan tangan untuk bersalaman.
"Holla Max," balas Vincent yang juga tersenyum ramah, tapi tak bisa menyembunyikan aura menakutkannya walaupun ia memiliki paras yang tampan seperti Max.
Setelah berbasa-basi sebentar Max langsung menanyakan tujuan Vincent menemuinya.
"Jadi apa yang kau inginkan dariku Vincent?" tanya Max, sedangkan David hanya diam mendengarkan mereka begitupula dengan Thomas.
"Aku membutuhkan cukup banyak Narkoba dari mu Max." jawab Vincent.
"Hanya itu?"
"Ck, kau sombong sekali," decak Vincent kesal lalu mereka tertawa bersama. "Hahaha."
"Aku juga butuh persenjataan," ucap Vincent memberitahu.
"Berapa yang kau inginkan?" ucap Max, karena senjata buatan Max bukanlah senjata sembarangan dan juga memiliki harga yang mahal.
"Sebanyak-banyaknya." ucap Vincent menjawab yakin.
"Berapa yang akan aku dapat?" ucap Max mempertanyakan harga dari semua barang yang diinginkan oleh Vincent.
"Berapa yang kau inginkan?" tantang Vincent begitu yakin.
"Harus sesuai dengan barang yang kau terima tentunya,"
"Kau akan mendapatkannya!"
.
.
.
.
TBC.
Love❤️❤️❤️ EgaSri.
bianca jd sekertaris baru udah kegatelan...