NovelToon NovelToon
High School Love On

High School Love On

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Idola sekolah / Romansa Fantasi
Popularitas:825
Nilai: 5
Nama Author: Rustina Mulyawati

Masa-masa sekolah memang paling indah dan mendebarkan. Banyak drama dan kisah cinta yang begitu manis. Ini hanya kisah tentang anak-anak remaja yang duduk di SMA. Tentang, persahabatan, cinta, pendidikan, dan keluarga.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rustina Mulyawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 8 Senyumnya Yang Paling Indah

Esoknya, Devina bersiap ke sekolah secantik mungkin. Karena setiap kali ia mengingat moment malam tadi bersama Aksa membuat hatinya berdebar dan senang. Devina menatap dirinya di cermin dengan cukup lama. Ia memastikan kalau tidak ada yang salah dengan penampilan nya. Setelah siap Devina keluar dari kamar dengan bersenandung dan berjalan dengan girang. Ia mengambil sepotong roti sandwich yang ada di meja makan dan meminum seteguk susu lalu berangkat ke sekolah diantar sopir.

Di depan pintu gerbang sekolah, Devina kebetulan melihat Aksa yang sedang mengayuh sepedanya juga baru sampai. Senyumnya kembali merekah dengan sempurna. Ia segera turun dari mobil dan mengejar Aksa dari belakang. Tatkala Aksa sedang memarkir sepedanya.

"Selamat pagi! " sapa Devina mengejutkan Aksa yang baru saja menurunkan standar dua sepedanya.

Aksa menoleh ke arah Devina sambil menyentil dahinya pelan. "Loh bikin kaget gue, " balasnya.

"Iiihh, kenapa sih suka banget deh jitak kepala gue, " kesal Devina sambil memegangi dahinya yang tidak terasa sakit itu.

Aksa hanya tersenyum sambil melangkah pergi masuk ke gedung sekolah tanpa menghiraukan ocehan Devina. Merasa diabaikan Devina menyusul langkah Aksa dari belakang dan mengikutinya kemudian perlahan berjalan disamping Aksa.

"Ngapain? " tanya Aksa kemudian saat tahu Devina berusaha mengimbangi langkahnya tersebut supaya bisa jalan bersama.

"Mau bareng aja, " balas Devina sambil memasang wajah manis di depan Aksa.

"Jangan lakukan! Gue gak mau malu, karena penampilan loh yang sangat kekanak-kanakan, " balas Aksa sambil menatap baju Devina yang sedikit mencolok dan heboh.

Devina hanya cemberut kesal dengan komentar yang Aksa berikan. Terlebih lagi, saat itu juga Aksa menatap wajah Devina sambil berjongkok ia mendekatkan wajahnya ke wajah Devina.

Deg~

Devina seketika tertegun diam dan malu karenanya. Ia menelan ludahnya kuat-kuat sementara jantungnya tidak bisa berhenti berdebar. Devina tidak mampu menatap mata Aksa yang begitu indah dan tenang. Ia menghindari tatapan mata Aksa dan menunduk secara perlahan.

"Ada apa? " tanya Devina dengan malu-malu.

"Gue gak yakin kenapa hari ini loh berdandan seheboh ini? Tapi, dandanan seperti ini sangat tidak cocok buat loh. Loh lebih cantik kalau tidak memakai riasan setebal ini, " ujar Aksa kemudian sambil berdiri tegak dan melengos pergi meninggalkan Devina sendiri yang masih mematung di tempat.

Jantungnya seolah mau copot karena sebarannya semakin cepat, memompa daranya semakin panas. Walau pun udara masih sejuk tetapi rasanya tubuh Devina memanas dan terbakar. Ia merasa sangat gerah, tetapi senyumnya tidak bisa berbohong bahwa ia sangat senang oleh perkataan Aksa tadi. Sorot matanya berbinar-binar begitu terang dan jelas. Menandakan bahwa ia begitu bahagia saat ini.

"Oi?! " seru Leni yang tiba-tiba datang mengejutkan Devina dan membangunkannya dari angan-angan tentang Aksa.

"Ih! Apaan sih? Kaget banget gue!" seru Devina.

"Lagian loh ngapain bengong di tengah jalan sendirian! Mau kesambet setan loh! " balas Leni sambil menepuk bahu Devina.

Devina tertawa kecil sambil bercanda. "Setan Cinta! " Suara tawanya yang renyah terdengar sangat begitu lepas. Leni hanya mengernyit kan dahinya memikirkan dimana letak lucu candaannya itu.

"Garing! Dimana lucunya coba! " seru Leni.

"Yasudah kalau emang gak lucu, " balas Devina sambil mengibaskan rambut panjang dan melangkah pergi menuju kelasnya.

Leni menyusul langkah Devina menaiki tangga bersama menuju kelasnya sambil bercanda saling mendorong pelan. Tapi siapa sangka candaan itu hampir saja merenggut nyawa Devina. Leni tidak sengaja mendorong tubuh Devina cukup keras sehingga Devina hampir jatuh dari tangga, namun untungnya ada seseorang yang menangkap tubuh Devina dari bawah. Sehingga Devina selamat karena jatuh di dalam pelukan seorang cowok yang tidak dikenal nya.

Kedua pandangan mereka bertemu satu sama lain. Devina menatapnya dengan terkejut sementara cowok itu menatap Devina dengan kagum karena ada cewek yang semanis Devina di sekolah ini. Mereka bertatap mata cukup lama, sampai akhirnya Devina sadar dan segera melepaskan diri dari pelukannya.

"Vina, loh gak papah? Sorry, gue gak sengaja, " ujar Leni kembali turun dan menghampiri Devina untuk memeriksa apakah dia terluka karena perbuatannya.

"Gue gak papah. " Jawab Devina santai.

"Untung ada gue, kan? Kebetulan yang sangat indah. Mungkin ini pertanda, kalau kita memang berjodoh, " sahut cowok tersebut sambil tersenyum manis kepada dan menggoda Devina.

"Maaf, yah. Kita gak mungkin berjodoh karena gue udah punya jodoh gue sendiri. Dan untuk barusan, gue sangat berterima kasih, " balas Devina dengan tegas.

"Oh yah? Dia sudah jadi pacar loh? " tanya cowok itu kemudian.

Devina terdiam sejenak tidak menyangka dia akan bertanya seperti itu. "Itu... memang belum. Tapi gue yakin cuma dia jodoh gue, " balas Devina sedikit ragu-ragu dan terbata-bata.

Cowok itu hanya mengangguk-ngangguk seolah mengerti. "Aahh, begitu yah? Kalau begitu belum tentu. Bisa saja, esok atau lusa... nggak, satu jam atau dua jam kemudian, loh jadi pacar gue? Gak ada yang tahu juga kan? " imbuh cowok itu lagi dengan penuh percaya diri.

Devina memasang wajah senyum dengan terpaksa. "Itu tidak mungkin. Karena loh gak bisa dibandingkan dengan dia. Maaf mengecewakan, tapi gue tipe cewek yang penuh pendirian, setia dan tidak akan mudah tertarik sama cowok lain, " tegas Devina kembali ingin membuatnya paham.

Tetapi cowok itu tidak peduli dan menarik pinggang Devina sehingga tubuhnya menempel dengan tubuh cowok tersebut. Devina terbelalak kaget bukan main dan segera melepaskan dirinya.

"Loh udah gila, yah?! Jangan pernah sentuh gue! " seru Devina memberinya peringatan pertama.

"Gue anggap kalau loh tertarik sama gue. Kalau begitu, sampai jumpa lagi! " tukasnya seraya melengos pergi sambil melambai singkat pada Devina dengan senyuman menggoda terpampang diwajahnya.

Devina mendengus kecil dan tidak percaya kalau ia akan bertemu dengan cowok seperti itu. Benar-benar membuat hari Devina menjadi terasa buruk dan menyebalkan.

"Siapa sih tuh orang? Percaya diri amat! " oceh Devina dengan kesal.

"Tapi dia ganteng banget, lho! " seru Leni kedua matanya berbinar-binar menatap kepergiaan cowok tersebut.

"Sadar woi sadar! Loh udah punya Arsya. Jangan bilang kalau loh mau selingkuh darinya? "

"Yah, nggaklah. Arsya tetap nomor satu dihati gue. "

Devina memutar bola matanya muak dengan ke bucin nan Leni.

"Udah ah! Ke kelas yok! "

Mereka pun bergegas pergi menuju kelas mereka yang ada dilantai tiga. Setibanya di kelas Devina melihat Aksa yang sedang mengobrol bersama teman-teman di bangkunya. Devina menatap Aksa dengan penuh cinta. Tatkala, Aksa menoleh ke arahnya dan mendapati tatapan itu dari Devina, ia tersenyum hangat kepada Devina . Membuat hati Devina langsung meleleh hanya karena sebuah senyuman kecil itu.

"Bagaimana mungkin gue bisa berpaling ke lain hati. Kalau melihat senyumnya saja, bisa bikin gue sebahagia ini? Setiap hari rasanya gue makin suka dan cinta banget sama dia, " gumam Devina mengoceh sendirian.

1
SANG
Semangat terus pantang mundur👍💪👍💪
SANG
Like iklan plus komen👍💪👍💪👍💪
Rustina Mulyawati: Terima kasih Kakak..
total 1 replies
SANG
Aku kasih suka ya👍💪
SANG
Keren banget💪👍💪
SANG
Ceritanya seru
T28J
lanjutkan kak 👍
T28J
anjay nganter doang 3 juta 🤣👍
T28J
hadiir kakak 🙏
Rustina Mulyawati: Terima kasih udah mampir👍 Moga suka sama jalan ceritanya. ☺
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!