NovelToon NovelToon
Terlahir Kembali Menjadi Miliader

Terlahir Kembali Menjadi Miliader

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Sistem / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:10.7k
Nilai: 5
Nama Author: cloudia

[cp akan terlambat]
negara : Indonesia

sinopsis:
Mati setelah seumur hidup bekerja sendirian itu melelahkan. Ketika Olyvia Arabella membuka mata, ia kembali ke usia 20 tahun—tepat saat calon ibu mertua menyodorkan amplop "uang perpisahan" yang ternyata hanya berisi seratus ribu. Dunia sudah gila: nilai uang menurun 10.000 kali lipat, dan hanya Olyvia yang sadar karena rekening bank masa depannya ikut terbawa. Sekarang ia menjadi satu-satunya konglomerat di dunia yang mendadak miskin. Tapi kekayaan tak membuat hidupnya lebih mudah, terutama saat para pria dari masa lalunya kembali—kali ini dalam keadaan jauh lebih melarat. Balas dendam tak cukup dengan uang. Tapi setidaknya, Olyvia bisa membeli waktu untuk memilih.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cloudia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sang Adik Ingin Kuliah Jurusan Film

Pagi di kampung selalu datang dengan suara kokok ayam dan aroma tanah basah. Olyvia terbangun dari tidur nyenyaknya, sesuatu yang jarang ia dapatkan di apartemen kota. Mungkin karena di sini tidak ada notifikasi spam dari nomor tidak dikenal. Mungkin juga karena hatinya lebih tenang.

Ia turun dari ranjang dan membuka jendela kamar. Udara segar langsung masuk membelai wajahnya. Di kejauhan, ia melihat ayahnya, Pak Harjo, sudah bersiap dengan cangkul di bahu, hendak berangkat ke sawah. Olyvia melambai dari jendela.

“Pagi, Pak. Hati-hati ya.”

Pak Harjo menoleh dan tersenyum tipis. “Pagi, Nduk. Bapak berangkat dulu. Nanti sarapan sama Ibu aja.”

Olyvia mengangguk. Ia memperhatikan punggung ayahnya yang mulai sedikit membungkuk. Di kehidupan pertama, punggung itu akhirnya patah oleh kerasnya hidup. Tapi kali ini, Olyvia bertekad tidak akan membiarkannya.

Ia berjalan ke dapur. Bu Sumarni sudah sibuk menggoreng tempe dan merebus air untuk teh. Melihat Olyvia datang, ibunya langsung menyuruhnya duduk.

“Sini, Nduk. Sarapan dulu. Tadi Siska udah bangun. Dia di kamar mandi.”

Olyvia duduk di kursi kayu sederhana dan menikmati sarapan tempe goreng, sambal terasi, dan nasi hangat. Harga bahan-bahan ini di pasaran tidak lebih dari seratus rupiah per porsi. Di kehidupannya dulu, sarapan seperti ini mungkin seharga dua puluh ribu. Sekarang? Cukup recehan di saku celana.

Siska muncul dari kamar mandi dengan handuk melilit rambut. Wajahnya sudah lebih segar dibanding kemarin. Masalah iPhone 17 Pro Max sudah berlalu. Kini adiknya itu tampak bersemangat, meski ada sedikit kegelisahan di matanya.

“Mbak,” panggil Siska sambil duduk di seberang meja. “Aku mau ngomong serius.”

Olyvia menaruh sendok. “Serius banget pagi-pagi. Ada apa?”

Siska menghela napas. “Kan kemarin Mbak bilang, aku tinggal pilih universitas dan jurusan. Mbak yang biayain. Itu beneran kan?”

“Beneran. Seratus persen.”

Siska menggigit bibirnya. “Aku udah mikir lama, Mbak. Sebenarnya aku… aku pengen masuk jurusan Film. Aku pengen jadi aktor.”

Olyvia terdiam sejenak. Bukan karena terkejut atau tidak setuju. Ia justru teringat kehidupan pertama. Di kehidupan itu, Siska memang ingin menjadi aktor. Ia bahkan sempat ikut audisi kecil-kecilan dan dapat peran figuran. Tapi karena masalah biaya dan tekanan keluarga, ia akhirnya menyerah dan bekerja sebagai kasir di minimarket kota. Selama bertahun-tahun, Olyvia melihat binar di mata adiknya meredup perlahan.

Sekarang binar itu kembali. Dan Olyvia tidak akan membiarkannya padam.

Siska salah mengartikan diam kakaknya. “Mbak jangan marah ya. Aku tahu jurusan Film itu mungkin gak terlalu menjanjikan. Tapi aku bener-bener pengen. Aku suka akting. Aku suka ada di depan kamera. Waktu itu aku pernah ikut ekstrakurikuler teater di sekolah dan rasanya… rasanya aku hidup.”

Olyvia tersenyum lebar. “Siapa yang marah? Mbak malah seneng kamu udah punya mimpi yang jelas.”

Siska terbelalak. “Beneran? Mbak gak ngelarang?”

“Ngapain dilarang? Justru Mbak dukung seratus persen. Kamu mau daftar di universitas mana?”

Siska tampak tidak percaya. Ia menatap ibunya yang juga tersenyum mendengar percakapan ini. Bu Sumarni mengangguk kecil, memberi isyarat bahwa ia juga setuju.

“Aku… aku pengen daftar di Universitas Negeri Malang, Mbak. Jurusan Seni Pertunjukan, konsentrasi Akting. Atau kalau bisa yang ada jurusan Filmnya langsung. Di Surabaya ada Universitas Airlangga, tapi saingannya berat.”

Olyvia mengangguk paham. “Kita coba daftar di dua-duanya. Mana yang keterima, itu yang kita ambil. Biaya daftar berapa sih?”

Siska menunduk malu. “Kalau di UM sekitar tiga ratus rupiah. Kalau Unair empat ratus rupiah. Itu udah termasuk biaya ujian tulis dan portofolio.”

Olyvia nyaris tertawa. Tiga ratus rupiah. Empat ratus rupiah. Di dunia gue yang dulu, biaya pendaftaran universitas negeri bisa lima ratus ribu sampai satu juta. Sekarang cuma cukup buat beli gorengan.

Ia mengangguk mantap. “Oke. Sore ini kita langsung daftar online. Mbak yang bayar.”

Siska melonjak dari kursi dan memeluk Olyvia erat-erat. “Mbak! Makasih! Makasih banget! Aku janji bakal belajar keras!”

“Iya iya, belajar yang keras. Tapi jangan sampe lupa makan.”

Bu Sumarni ikut terharu. Ia mengusap sudut matanya. "syukurlah. Siska akhirnya bisa kuliah. Ibu sama Bapak selama ini cuma bisa berdoa.”

Olyvia menatap ibunya. “Bu, nanti Galang juga bakal Olyvia biayain. Ibu sama Bapak gak usah mikirin biaya. Fokus jaga kesehatan aja.”

Bu Sumarni mengangguk pelan. “Kamu ini kenapa tiba-tiba jadi anak yang dewasa banget, Nduk? Biasanya kamu juga suka ngeluh soal uang.”

Olyvia hanya tersenyum. Karena otak gue udah pensiunan, Bu. Udah capek ngeluh.

Sore harinya, Olyvia dan Siska duduk di teras rumah dengan laptop butut milik Olyvia. Siska memandangi layar dengan mata berbinar saat membuka website pendaftaran Universitas Negeri Malang. Olyvia duduk di sampingnya sambil sesekali mengecek ponsel.

Ia sempat mematikan fitur blokir nomor tak dikenal sebentar, hanya untuk memeriksa apakah ada pesan penting. Dan benar saja. Ada satu pesan yang lolos dari nomor yang sudah ia simpan sebagai "Monyet 🐒". Rupanya Arjuna menggunakan nomor lamanya yang belum diblokir.

Monyet 🐒: Vy, aku tahu kamu lagi di kampung. Aku tanya temenmu. Aku cuma mau bilang, aku tunggu kamu balik. Aku sayang kamu.

Olyvia mendesah pelan. Temen gue yang mana sih yang kasih info? Dasar mata-mata. Ntar gue cari tahu.

Ia langsung memblokir nomor itu dan mengaktifkan kembali fitur blokir semua nomor tidak dikenal. Damai lagi.

“Mbak, kok mukanya kesel gitu? Siapa yang chat?” tanya Siska penasaran.

“Bukan siapa-siapa. Spam. Udah, lanjutin daftarnya.”

Siska mengisi formulir demi formulir dengan teliti. Nama lengkap, alamat, nilai rapor, pilihan jurusan. Di bagian akhir, muncul total biaya pendaftaran.

Total: Rp300,-

Olyvia mengeluarkan dompetnya dan mengambil tiga lembar uang seratusan. Ia serahkan ke Siska. “Nih, buat bayar. Nanti tinggal upload bukti transfer.”

Siska memandangi uang itu dengan mata berbinar. “Mbak, aku gak nyangka bisa daftar kuliah. Biasanya aku cuma bisa mimpi.”

“Mulai sekarang mimpimu jadi kenyataan, Sis. Tinggal usaha kamu aja.”

Setelah pendaftaran selesai, Siska menyimpan nomor pendaftarannya dengan hati-hati. Ia menatap layar laptop yang menunjukkan jadwal ujian tulis dan pengumpulan portofolio.

“Mbak, ujiannya bulan depan. Aku harus siapin portofolio akting. Rekaman monolog. Tapi aku gak punya kamera yang bagus.”

Olyvia menepuk bahunya. “Gampang. Besok kita ke kota. Mbak beliin kamera.”

Siska memandang kakaknya dengan takjub. “Mbak… kok kayak punya duit banyak banget sih? Beasiswa Mbak emang sebesar apa?”

Olyvia nyengir. “Rahasia dapur (mbg). Yang penting kamu fokus aja.”

Malam harinya, setelah semua urusan selesai, Olyvia duduk sendiri di kamar. Ia membuka aplikasi mobile banking dan mengecek saldo. Masih di angka lima koma delapan miliar lebih. Gaji pensiun bulan depan juga akan segera masuk.

Tiga ratus rupiah buat daftar kuliah. Dua ribu lima ratus buat ganti HP. Nanti beli kamera mungkin cuma sepuluh ribu sampai dua puluh ribu. Di kehidupan pertama, biaya-biaya ini bikin gue sama keluarga jungkir balik. Sekarang? Recehan.

Ia menghela napas panjang. Rencana besarnya masih menunggu. Setelah Siska resmi diterima kuliah, ia akan mulai membeli properti untuk ibunya. Ia sudah mencari-cari informasi di internet. Harga apartemen tipe studio di pusat Kota Malang ternyata hanya sekitar tiga puluh ribu hingga lima puluh ribu rupiah. Ruko kecil di pinggir jalan utama sekitar dua puluh ribu rupiah.

Dengan saldo gue sekarang, gue bisa beli seratus properti dan masih sisa banyak. Tapi gue harus pelan-pelan. Jangan sampai orang curiga.

Ia juga memikirkan Galang, adik laki-lakinya yang kelas dua SMA. Di kehidupan pertama, Galang adalah anak yang cerdas tapi putus sekolah. Kali ini Olyvia akan memastikan ia bisa masuk universitas impiannya.

Ponselnya bergetar pelan. Kali ini bukan panggilan atau pesan. Melainkan notifikasi dari aplikasi berita. Judulnya menarik perhatiannya.

"Perusahaan AI Milik Keluarga Wicaksono Luncurkan Asisten Virtual Baru"

Olyvia membuka artikel itu. Di sana terpampang foto Arjuna Wicaksono bersama ibunya, Ratna Wicaksono, sedang mempresentasikan produk baru. Wajah Arjuna tampak tersenyum percaya diri. Olyvia membaca detail produk itu, dan jantungnya berdesir.

Ini… ini algoritma gue. Algoritma natural language processing yang gue ciptakan di kehidupan pertama. Dia udah mulai mencuri ide gue lagi.

Di kehidupan pertama, Arjuna mencuri semua karya Olyvia setelah mereka putus. Tapi sekarang, di kehidupan kedua, mereka baru saja putus, dan Arjuna sudah meluncurkan produk berbasis ide Olyvia. Artinya, selama mereka masih pacaran, Arjuna sudah diam-diam mengakses catatan-catatan riset Olyvia.

Olyvia mengepalkan tangannya. Jadi lo gak cuma PHP-in gue, Jun. Lo juga maling ide dari awal. Emang keluarga sialan, Udh nama keluarganya jelek lagi kek kelakuan mereka yang jancok.

Tapi kemudian ia tersenyum dingin. Di dunia ini, Arjuna memang bisa mencuri ide. Tapi ia tidak bisa mencuri eksekusi dan modal. Olyvia punya uang. Banyak. Dan ia punya pengalaman empat puluh tahun di industri AI.

Santai, Oly. Biarin dia pamer dulu. Nanti gue bikin produk yang lebih canggih. Dan gue rilis paling mewah. Biar perusahaannya bangkrut perlahan.

Ia mematikan ponsel dan merebahkan diri. Matanya menatap langit-langit kamar yang bercat putih kusam. Di luar, suara jangkrik masih setia bernyanyi.

Besok ia akan ke kota menemani Siska beli kamera. Sekaligus ia akan mulai mensurvei properti-properti murah yang bisa ia beli untuk ibunya.

Ibu bakal jadi Ratu Kontrakan. Siska bakal jadi aktor terkenal. Galang bakal kuliah. Bapak gak usah ke sawah lagi. Dan Arjuna… lo tunggu aja giliran lo.

Olyvia menutup mata dengan senyum tipis di bibir.

1
nana
bagus banget
Fauziah Daud
seru bangat... trusemangattt
Fauziah Daud
seru.. trusemangattt
Fauziah Daud
trusemangattt
Kirina
hmmm tadinya bingung mau komentar apa, tapi e... nama agen nya kok sama semua ya sama nama ibu nya arjuna yaitu 'Ratna', apa jangan2 mereka kemabar lagi🤣🤣🤣🤣
Kirina: bagaimana dengan mia, reva, melinda, silviana, cecil, siska, moli, fani, novi, fitri, atau yang lainnya gitu....
total 2 replies
Andira Rahmawati
pindah apart aja ..yg tingkat keamanannya lebih tinggi..👍
Andira Rahmawati
hadirr...thorr💪💪💪
Kirina
ini kapan beli properti buat ibunya thor kok di undur mulu heran atau author lupa lagi
Kirina: gak papa 😇 tetep ya kak🤗 stay strong💪
total 5 replies
Yusna Wati
semangat ya thor up nya💪🤗
Ahmad Fauzi
bagus seru
Ellasama
salfok SM PP mu kak,,,/Chuckle/
Cloudia: kenapa dengan PP ku, bagus ya🤭
total 1 replies
Ellasama
puas banget,, nah kan gini baru bener si fl harus strong anti badai
Dewiendahsetiowati
hadir thor
Fauziah Daud
trusemangattt n lanjuttt
Ellasama
kok si olyv gak cepet nindak si Juna sih, seenggaknya kan jangan dibiarin gitu aja nanti dia nya makin ngelunjak lagi
Cloudia: pakai kapak aja gak sih?🤭
total 1 replies
Ellasama
tenang aja mbak mu itu supper super kaya tujuh turunan tujuh tanjakan /Hey/
Ellasama
monyet 🐒 gak tuh/Facepalm//Curse/
Ellasama
waduhhh, ni dunia cocok bgt buat isi kantong aku/Hey/
Ellasama
wihh satu dunia kek nya nak dibeli sama si olyv deh
Ellasama
beli yang banyak lyv sekalian bangun istana buat Mak Lo biar seneng gituu/Proud/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!