Usianya baru menginjak 20 tahun, dia masih kuliah semester empat. Kania Gabriela, gadis yang ceria dan manja itu bersahabat dengan Bella Anastasya yang memiliki seorang paman bernama Axel Niel Pradita Winata.
Laki-laki blesteran Jerman Jawa itu adalah seorang duda beranak satu. Kania mengenal Axel dari sahabatnya Bella yang juga blesteran Jerman Jawa dari mamanya.
Karena iseng sering mengobrol dengan Axel om dari sahabatnya, Kania justru mengajak laki-laki itu menikah.
"Om, nikah yuk?"
"Eh, bocah. Kuliah yang benar, jangan mikir nikah."
Begitulah ketengilan Kania pada
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ummi asya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
08. Marahan
Mobil Axel tiba di depan rumah Kania, gadis itu sedikit cemberut. Dia merasa perjalanan pulang sangat singkat, Bella menoleh padanya.
"Kania, udah sampai. Cepat turun," ucap Bella, Kania menatap sahabatnya lalu beralih pada Axel.
"Lo ngusir gue?" tanya Kania.
"Ya ini kan udah sampai depan rumah Lo, cepat turun," kata Bella lagi.
Kania kesal, dia pun membuka pintu mobil setelah kembali melirik Axel. Turun dari mobil kemudian menutup pintu mobil dengan kencang sambil menggerutu.
"Awas aja Lo Bella, gua ngga akan bantu Lo lagi," umpat Kania.
Axel yang melihat Kania kesal pada keponakannya, dia melirik Bella dan menatapnya heran.
"Kamu kenapa sih? Kok kesal banget sama Kania?" tanya Axel.
"Ngga apa-apa, udah jalan aja om," jawab Bella, tangannya bersedekap pandangan ke depan.
Axel masih menatap keponakannya itu, dia juga ikut kesal dengan sikap Bella.
"Kania itu sahabatmu, kenapa sikapmu hari ini aneh sekali. Seakan benci banget sama dia, apa jadinya kalau dia ngga mau berteman lagi sama kamu Bella." ucap Axel menasehati keponakannya.
"Dia ngga punya otak om, masa suka sama laki-laki yang udah punya istri dan anak. Mau jadi pelakor?" kata Bella menatap sinis pada Axel.
"Ya sekedar suka apa salahnya, lagi pula kamu bisa mengingatkan dia. Jangan menyukai laki-laki yang sudah punya istri, apa lagi punya anak. Kamu bisa nasehati dia baik-baik, lagi pula kalian itu udah berteman lama. Saling menasehati dalam segala hal itu harus, jangan sampai sahabat kamu itu salah jalan," ucap Axel panjang lebar.
"Om ngga tahu sih sifat Kania itu gimana, om juga ngga tahu siapa yang di sukai Kania," kata Bella.
"Memang siapa yang dia suka?" tanya Axel.
Bella ingin menjawab tapi bibirnya terkatup, diam sejenak. Axel memperhatikan keponakannya itu.
"Siapa yang di sukai Kania?" tanya Axel lagi.
"Ngga usah ikut campur deh urusan orang," ucap Bella ketus.
Axel diam lagi, menarik napas panjang kepalanya di gelengkan.
"Aneh, sahabat kok begitu," ucap Axel menjalankan mesin mobil.
Mobil perlahan melaju, Bella di samping Axel masih diam dengan kesal. Dan laki-laki itu tidak mau bicara lagi dengan keponakannya yang kadang memang menjengkelkan.
_
Dia hari Kania masih jengkel dengan Bella, dia sekarang ketika di kampus lebih sering pergi sendiri. Bella tahu Kania marah padanya, dia pun tidak lagi dekat dengan Kania.
Teman-teman kampusnya juga heran kenapa Kania dan Bella sekarang lebih banyak diam dan sering menghindar. Bahkan tugas makalah yang biasanya di kerjakan sama-sama, kini baik Kania atau pun Bella mereka mengganti anggota kelompok makalah.
"Lo kenapa sih Kania, lagi marahan sama Bella?" tanya Rania ketika di kantin.
"Gue males sama dia," jawab Kania mengunyah baksonya.
"Emang kenapa? Lo rebutan cowok ya sama Bella?" tanya Rania lagi.
"Dih, siapa juga yang rebutan cowok. Dia yang menghalangi jodoh gue," jawab Kania lagi.
"Jodoh? Lo mau nikah?"
"Ish, bukan nikah. Tapi gue suka sama om...," ucapan Kania terhenti.
"Om? Lo suka om-om?"
"Ish, bukan om-om tapi..."
"Dia emang suka om-om," ucap seseorang di belakang Kania.
Kania menoleh ke arah sumber suara, begitu juga dengan Rania mendongak ke belakang Kania.
"Cih, emangnya kenapa gue suka om-om?" Kania langsung nerocos menatap gadis di belakangnya.
Bella, gadis itu menatap sinis pada sahabatnya yang sedang duduk dengan Rania. Dia lalu pergi meninggalkan Kania dan Rania, Rania sendiri heran kenapa Bella jadi marah pada Kania.
"Kalian ada apa sih? Bella marah sama Lo," tanya Rania.
"Biarin aja, dia emang gitu. Males gue sama dia," jawab Kania.
"Lo sama Bella kan udah lama sahabatan, sejak semester satu udah sahabatan kan. Kenapa jadi musuhan gitu?"
"Dari SMA kita udah sahabatan, mungkin dia udah bosen sama gue. Udah jangan urusin dia terus, males gue dia. Makan aja yang kenyang, setelah ini kita ke perpustakaan yuk." ujar Kania.
"Tumben Lo pergi ke perpustakaan, biasanya ogah banget pergi ke sana."
"Gue mau rajin, mau dapat nilai cumlaude."
"Ck, aneh banget."
"Ngga aneh, gue pintar bin cerdas." ucap Kania membanggakan diri.
"Terserah Lo deh, orang pintar mah bebas."
"Hahah. Tentu dong."
_
_
*****