Kejadian Yang tidak terduga membuat kesalahpahaman di antara mereka.
Giovaro Putra Admaja
"Jika Mencintaimu adalah sebuah kesalahan, Maka biarkan aku tetap salah agar aku tetap mencintaimu dalam kondisi apapun "
Nadira Queensha Candradinata
" Aku mencintaimu, namun kau begitu sempurna hingga membuatku sulit untuk mengimbangi mu"
BECAUSE OF YOU VARO
SCUEL MY HUBBY IS A PRESDIR SESION 3
BANYAK PERBEDAAN DENGAN CERITA SEBELUMNYA, TIDAK ADA PERJODOHAN DISINI!!
Salam Bahagia untuk kalian semua
From Author - Novelia Prasojo
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Noveliaprasojo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bag 7
" MAMAAAA" Teriak Varo saat melihat tubuh Disha yang berlumuran darah dalam dekapannya.
" Ma!! Mama Bangun Ma " Air mata Varo sudab tak dapat di bendung lagi, Ia menangis memeluk tubuh Disha yang tak berdaya.
Setengah kesadarannya Disha membuka matanya perlahan, Ia mengangkat tangannya meraih pipi tirus Varo.
"Ma, Mama harus baik-baik saja, Kita akan segera kerumah sakit. Oke !" Dengan panik Varo hendak beranjak namun Disha menahannya sambil menggelengkan kepalanya.
" Ti.. tidak sayang" Ucap nya terbata.
" Ma" Varo Tak bisa berkata apapun, bahkan orang-orang bundanya belum juga datang sampai sekarang. Membawa Disha kerumah sakit ? bagaimana caranya? Dia mana mungkin kuat menggendong Disha seorang diri.
" Varo, Berjanjilah kau akan menjaga Rara apapun yang terjadi, Mama sudah tidak punya waktu untuk menemani kalian, Maafkan mama sayang, Jangan salahkan papa dan jangan bicara apapun tentang yang kita lihat pada Rara, Mama yakin ini hanya salah paham, Sampaikan Maaf mama pada Rara dan Papa. Varo mama menyayangi kalian." Lirih Disha dengan terbata, Nafas nya sudah tersengal dan mata indah nya perlahan menutup dengan bibir yang tersenyum indah terlukis diwajah cantik pucat nya.
" GAK!! GAK!! Ma! MAMA !!! Bangun Ma " Teriak Varo mengguncang tubuh Disha .
" Mama Jangan tinggalin kami, Mama jangan tinggalkan aku dengan rasa seperti ini " Lirih Varo sesegukan, kepalanya tertunduk memeluk tubuh tanpa nyawa itu.
Disaat Kesakitan nya Gabriel dan Rara baru sampai di Lokasi, Gabriel dan Rara berlari keluar dari mobil, mata mereka menatap keadaan Disana yang sangat kacau, Puluhan orang tergeletak Disana tak sadarkan diri, Sampai Mata Gabriel dan Rara menyorot kepada Varo yang tengah duduk merengkuh tubuh seorang wanita, Yang tak lain adalah Disha.
Gabriel menepis pikiran-pikiran buruk Yanga dan di kepalanya, Rara berlari menghampiri Varo dan berdiri dihadapannya.
" A..Abang, A.. Apa yang terjadi" Tanya Rara terbata, mata nya terpaku menatap Varo yang merengkuh tubuh Disha. Rara belum bisa memastikan karena wajah Disha yang tertutup tubuh Varo.
Deg
Perlahan kepala Varo terangkat menatap Rara.
" Queen" Lirih nya, Jantung Varo seakan terhenti, Dia bahkan belum siap menghadapi Rara saat ini. apa yang harus dikatakan padanya nanti?
" Mama" Lirih Rara tak percaya, melihat tubuh Disha yang sudah tergeletak tanpa nyawa tersebut.
" MA. MAMAAA!!" Teriak Rara dengan histeris, Sungguh gadis kecil itu terkejut melihat keadaan mama nya. Rara mengguncang tubuh Disha dan terus berteriak memanggil mamanya.
Mendengar jeritan Rara, Seketika tubuh Gabriel terasa lemas, Jantungnya terasa terhenti saat itu juga, pikiran-pikiran yang sejak tadi ia tepis kini semakin membuatnya tak mampu lagi melihat kenyataan bahwa semua yang ia pikirkan adalah benar.
Perlahan Kakinya melangkah menghampiri Mereka dengan sekuat tenaganya saat ini, Tanpa berkata apapun tubuhnya luruh dan berlutut dihadapan tubuh Disha. Air mata nya mengalir membasahi pipinya saat ini. Penyesalan !! Itulah yang ia rasakan.
Varo juga sudah tak mampu berkata apapun walau itu hanya sekedar menjelaskan apa yang sudah terjadi. Mulutnya bisa bungkam untuk saat ini. Jen yang baru baru datang saat itu tentu saja juga sangat syok.
Dia tak pernah menduga hal ini akan terjadi, Bukan tanpa alasan dia datang terlambat, karena Kejadian ini memang sudah direncanakan sejak awal, Musuh-musuh nya memang mengincar Varo saat ini, dari awal mereka sudah mengintai Varo dan Disha, Itu sebabnya saat di perjalanan hendak menyusul mereka Jen dan orang-orang nya dihadang untuk mengulur waktu mereka menghadapi Varo.
Sedangkan Derren tadi setelah acara Varo dia mendapat panggilan dan harus segera kembali ke kantor. Jen bahkan belum mengabarinya sama sekali tentang hal ini.
Tentu Jen sangat merasa bersalah, Karena Ia ini salahnya, karena musuh mengincar keluarganya, hingga orang lain yang menjadi korbannya.
Sejak hari itu, Di hati mereka masing-masing terukir rasa bersalah kepada Disha dan Rara, Baik itu Gabriel, Jen dan Varo. Rara yang masih Berusia 10 tahun harus kehilangan sosok ibu karena kesalahan mereka.
Jen sudah menyelidiki hal ini, Yang memang ternyata sudah direncanakan dengan rapih, Sekertaris Gabriel yang memang orang yang sudah dikirim sejak lama dan hari itu sudah direncanakan membuat disha syok dan membawa Varo melewati alanan itu.
Bantuan yang di hadang, dan gabriel yang memang terlambat karena dia pulang terlebih dulu melalui jalur yang berbeda. Rara yang tak mengetahui apapun hanya berfikir Jika semua ini KARENA VARO.
Karena Varo mamanya pergi meninggalkan nya saat itu. Begitulah yang Rara pikirkan saat itu hingga ia tak ingin lagi bertemu Varo.
* FLASH BACK OFF
Sepulang sekolah Rara dan Jihan langsung kembali kerumahnya. Rara memasuki rumah yang terasa sepi dan hampa, Mata nya menatap sekeliling setiap ruangan rumahnya. Hanya ada para pelayan yang berlalu lalang dengan pekerjaan mereka masing-masing. Papa nya tentu saja masih dikantor jam segini, Rara menghela nafas nya dan berjalan menuju kamarnya.
Gadis itu melempar Tas sekolahnya ke sofa dan ia merebahkan dirinya di atas tempat tidur tanpa mengganti pakaiannya Mata indah nya menatap langit-langit kamarnya, Rasa bersalah selama beberapa tahun ini selalu menyelimuti hatinya. Rara menoleh kesamping tempat tidur dan meraih album foto yang ada Disana.
" Bagaimana kabar mu saat ini ? Maafkan aku yang begitu egois saat itu, Seperti apa kau sekarang? Kenapa kau tak juga pulang ? Aku sangat merindukan mu " tangan mungilnya memeluk foto tersebut dengan sejuta perasan yang ia rasakan saat ini.
Tidak ada yang tau, jika Rara sudah tidak membenci Varo, Dulu dia hanyalah gadis kecil yang tidak bisa membedakan mana yang benar dan tidak, Namun setelah kepergian Varo waktu itu, dan Rara yang sudah mulai mengerti juga Gabriel yang sudah mulai menata hatinya pun menceritakan awal kejadian dan kebenarannya tanpa ada yang ditutupi dari putrinya.
Sejak saat itu, Rara pun mesara bersalah karena telah menyalahkan Varo tanpa tau kejadian yang sebenarnya. Namun ia tidak pernah bertanya pada Jen atau pun Jihan tentang Varo, Bahakan sampai sekarang ia tidak tau bagaimana wajah Varo setelah dewasa.
" Tapi apa yang akan aku lakukan jika bertemu dengan mu lagi ?"
" Apa kau akan menyalahlan ku karena telah membuat mu hidup sendiri dan jauh dari ayah dan bunda ?"
" Tapi tak apa jika memang begitu, Aku akan menerima hukuman apapun dari mu, Cepat lah pulang "
Mata Rara terpejam dan tanpa terasa ia menitikan air mata, dengan memeluk Foto masa kecilnya bersama Varo, perlahan Rara pun tertidur dalam keadaan yang sulit di artikan.
.
.
.
.
.
.
Bersambung
Hai gays, Untuk Cerita ini Author memang Slow Update ya. Karena memang lagi banyak kesibukan.
Jika Suka Cerita ini, Jangan lupa Like Koment dan Vote nya ya .
Happy Reading gays
up dong kak,sayang ngak d lanjutin kak
ku menunggu...
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya Caraku Menemukanmu
ayo up dong Thor.......