Usia 17 tahun dihadapkan dengan masalah pernikahan yang dilandaskan perjodohan. Sebuah pernikahan rahasia. Akankah pernikahan mereka berakhir bahagia?
///
Ternyata calon suamiku merupakan pria yang menyaksikanku diputuskan pacarku saat memergokinya selingkuh.
///
Di sisi lain pria itu terpaksa menggantikan sang kakak untuk menerima perjodohan demi mendapatkan kebebasan. Dan ternyata sahabatmu menyukai instrimu. Apa yang harus dilakukan? Mendukung? Mencegah?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rtgnda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 8
Semua orang sibuk mempersiapkan Sava. Ia dipermak sedemikian rupa agar terlihat cantik di depan keluarga calon suaminya.
"Apa pendapat Sava sekarang tidak penting? Bahkan waktu untuk menenangkan diri saja. Apa karena ini kemarin Sava dipaksa untuk pulang?", ujar Sava.
Inilah Sava dengan dress selutut berwarna mustard tua tanpa lengan. Dengan polesan make up tipis.
Mereka tidak memperbolehkan Sava melihat kaca. Takut Sava akan protes.
"Apa tidak berlebihan berdandan seperti ini? Ini kan cuma pertemuan keluarga. Kita bukannya mau ke pesta", kata Sava.
"Kau harus cantik dong. Agar calon suamimu menyukaimu", ucap Rafif.
"Akhirnya ada yang berbicara denganku, ya walaupun itu sibiang kerok", batin Sava.
"Jadi kalau Sava gak cantik perjodohan ini dibatalkan?", ucap Sava sambil mencoba merusak dandanannya.
Oke sekarang ada kakak dan adik Sava di samping kiri dan kanan memegangi tangannya. Takut hal-hal tidak diinginkan terjadi.
"Kita sudah sampai, bisa tidak kalian menjauh dariku. Udah kayak tahanan aja", ucap Sava ketika mereka sampai di tempat pertemuan.
"Gak bisa sampai kita bertemu keluarga calonmu", balas Rafif.
Bagai penyelamat, pelayan menghampiri mereka menunjukkan ruangan tempat pertemuan dan terlihatlah sepasang suami istri berdiri menyambut kedatangan Sava dan keluarga.Sava lirik ke arah meja ada seorang pria yang sibuk dengan ponsel nya, dapat ditebak pria itu yang dijodohkan dengan Sava.
Sava merasa jengkel sedari tadi pria itu bahkan tidak melepaskan pandangannya dari benda pipih itu.
"Harga diriku turun. Kesan pertama hancur. Bagaimana aku bisa menikah dengannya. Oh tidak apa dia sedang memberontak menolak perjodohan ini? Dia pikir aku menerima perjodohan ini dengan suka rela. Jika tidak terjadi masalah dalam keluargaku aku juga tidak sudi", batin Sava.
Ketahuan Sava menatap anaknya, Sava pura-pura mengalihkan diri dengan meraih gelas yang ada di dekatnya. Sava lihat ayah dari pria itu melepaskan benda yang ada di telinganya.
"Hah aku semakin emosi sedari tadi dia menutup telinganya? Benar-benar kelewatan", batinnya.
Tenggorokan Sava terasa seperti terbakar, ia meneguk air itu dengan terburu-buru dan akhirnya air dalam mulutnya berhambur ke luar saat pria itu mengalihkan pandangannya dari benda pipih yang digenggamnya.
Semua orang terkejut melihat kelakuan Sava. Sava yang tidak bisa menyembunyikan kepanikannya akhirnya malah menghancurkan isi meja itu.
Sava mengacaukan pertemuan ini. Keluarga Sava menegurnya dengan nada lembut tapi dengan tatapan mematikan. "Habislah aku di rumah nanti", batinnya.
Pria itupun tersenyum mengejek menatap Sava. "Sialan. Bagaimana bisa cogan famous SMK Seni Panca Budi menjadi calon suamiku. Tunggu... keluargaku bahkan tidak tahu pria seperti apa yang akan menikahiku. Habis sudah aku. Dia bahkan menyaksikan kejadian memalukan kemarin", kata Sava dalam hati.
Sepasang suami istri itu pun mencoba menenangkan Sava. Menganggap ini masalah sepele. Dan memanggil pelayan untuk membereskan kekacauan.
Akhirnya mereka pindah dari meja itu ke arah sofa yang ada di dalam ruangan. Kakak dan adik Sava keluar tidak tahan menahan malu akibat ulah Sava.
Tibalah saatnya membahas inti permasalah. Yaitu pernikahan.
Keluarga pria menginginkan pernikahan ini dilangsungkan 1 bulan lagi. Resepsi diadakan di kampung halaman yaitu kota Medan dengan adat batak.
Tidak ada protes ataupun saran dari pihak keluarga wanita. Sava hanya menundukkan kepala. Tapi pria itu mengajukan persyaratannya, "Fariz gak mau 1 sekolah tau Fariz menikah. Pernikahan ini harus ditutupi. Juga kasih izin Fariz untuk bawa mobil sendiri ke sekolah. Fariz gak mau ada pengawal-pengawal lagi".
"Hanya itu? Baik. Dan kamu nak Sava adakah yang ingin kau sampaikan?", ucap ayah sipria.
"Ehmm.. Om.. Bisa gak nanti kami pisah kamar? Ah maafkan Sava. Aku hanya tidak ingin terjadi hal-hal diluar kendali. Maafkan Sava om. Sava belum siap hamil sebelum lulus nanti." lirih Sava.
mudhn ceritanya masih lanjut,semangat ya buat author nya💪💪💪
giliran faris udah bucin sava malah nyebelin