NovelToon NovelToon
Someone To You

Someone To You

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Berondong / Anak Genius / Beda Usia / Tamat
Popularitas:117.8k
Nilai: 5
Nama Author: C.Y.J

Author: Renata From Indonesia
(NOT MINE)

Riana Lee adalah seorang perempuan yang baru saja diterima bekerja di sebuah perusahaan besar di ibukota berkat kecerdasannya, selain pintar ia juga cantik dan ceria, namun disana ia bertemu dengan seorang remaja laki-laki yang tanpa ia sadari. Laki-laki itu perlahan tapi pasti mengambil tempat terbesar di hatinya.

***

Aldrian Weist seorang remaja laki-laki kaya kelas 3 sekolah menengah atas,dia cerdas, tampan, dan ramah, tetapi di balik kepribadiannya yang karismatik itu, ia juga memiliki aura misterius yang dapat membuat orang di sekitarnya merasa sadar untuk tidak membangunkan sisi lain dalam dirinya itu.

Bagaimana keduanya bisa bertemu dan terikat satu sama lain? Dan bagaimana mereka bisa bersama dengan segala perbedaan yang mereka miliki?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon C.Y.J, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Spoiler Tentang Aldrian

Keesokan harinya aku bangun di pagi hari seperti biasa, dan hari ini masih seperti hari pertama aku masuk kerja, aku masih merasa gugup karena hari ini aku akan bertemu keponakan dari atasanku, meskipun dia lebih muda dariku, tapi kehidupan kami bagaikan bumi dan langit, dia merupakan anggota keluarga termuda dari Weist Family pemilik perusahaan terbesar di negeri ini, sedangkan aku, hanyalah anak pertama dari Kepala Desa di salah satu desa di negeri ini.

Setelah aku selesai mandi, sarapan, dan berpakaian rapi, ponselku berdering dengan nama ibu ku yang tertera dilayar.

"Halo Ma."

"Halo Riri, gimana kabarmu nak? Gimana kerjaannya? Kamu betah ga disana? Orangnya baik baik kan disana? Jangan sampai telat makan, dan jangan lupa ibadah ya nak ya."

Ibuku langsung memberondong ku dengan banyak pertanyaan dalam satu tarikan nafas, ya memang seperti itulah ibuku, dia cerewet tapi sangat perhatian.

"Maaa.... slowww, tanyanya satu satu, kalo nanyanya diberondong gitu aku jadi bingung jawabnya, pokoknya intinya semua baik baik saja, Mama gak usah khawatir ya, akhir pekan nanti aku bakal pulang dulu ke rumah."

"Syukurlah kalau begitu, Mama lega dengernya, kamu ada ongkos buat pulang gak? Biar Mama transfer."

"Ada ko ma ada, bekal yang kemarin masih sisa banyak soalnya kemarin aku di traktir makan siang, dan lagi jarak dari kosan ke kantor cuma sepuluh menit jalan kaki, aku gak perlu naik angkutan umum."

"Sepertinya ramalan nenek kamu memang benar ya, kamu bakal jadi anak yang paling beruntung diantara keluarga kita."

"Hahaha, jaman sekarang Mama masih percaya ramalan Nenek aja, gak ada yang namanya beruntung tanpa dibarengi kerja keras Ma, aku aja nemu kosan ini setelah muter muter dari kosan ini ke kosan itu. Oh ya udah dulu ya ma, aku harus berangkat sekarang, takutnya nanti malah telat."

"Ok sayang hati hati dijalan ya, disana itu kota besar, jangan lupa selalu bawa semprotan cabe yang dikasih Papa, apalagi kamu jalan kaki takutnya ada yang cegat kamu dijalan."

Haaa, Mamaku memang terlalu khawatir, siapa juga yang mau cegat orang di tempat ramai seperti di daerahku ini, aku tidak melewati gang gang sepi seperti di film horor, jadi kemungkinan hal itu terjadi sangatlah kecil, tapi lebih baik tidak mendebatnya atau dia akan tambah khawatir.

"Iya Maa, aku bawa terus di tas ko, aku berangkat ya Ma, dah Mama."

Tuutt...tuuutttt....

Aku menutup telepon ku dan kemudian bergegas melangkah keluar kosan menuju gedung tempat aku bekerja.

Sesampainya di kantorku, aku menyapa beberapa orang yang sudah datang sambil berjalan menuju mejaku yang ada di pojok. Sesaat setelah aku duduk, aku teringat kembali perkataan Pak Andrew kemarin, aku melihat ke arah ruangannya, tapi lampunya masih gelap, sepertinya beliau belum datang.

Sebelum dia datang, aku ingin mengorek sedikit info tentang keponakannya itu dari Bu Sandra, karena aku tidak menemukan artikel apapun tentangnya, dan hanya berhasil menemukan fotonya Aldrian, dan jujur saja dia juga tampan, bahkan lebih tampan dari Pak Andrew sepertinya.

Aku berdiri kembali dari dudukku dan melangkah ke meja Bu Sandra, "Bu Sandra, apa aku boleh bertanya sesuatu." Tanyaku setelah aku sampai di mejanya.

"Ya tentu, kau mau bertanya apa?" Jawab Bu Sandra sambil menyalakan komputer di mejanya.

"Tapi ini agak sedikit pribadi tidak apa apa?"

"Biar kudengar dulu pertanyaannya, baru aku bisa menilai tidak apa apa, atau ada apa apa."

Aku tersenyum mendengar ungkapan yang dibuatnya, Bu Sandra ternyata orang yang suka bercanda juga, biarpun dengan raut wajahnya yang terlihat serius.

"Begini... ini mengenai keponakannya Pak Andrew, Aldrian." Mendengar aku menyebutkan nama itu, Bu Sandra langsung memfokuskan pandangannya padaku yang sedari tadi sibuk menatap komputer sambil mengklik klik mouse nya.

"Kenapa dengan Aldrian?" Tanya Bu Sandra penasaran.

"Pak Andrew ingin saya jadi guru privat Aldrian, jadi saya ingin tahu dia seperti apa sebelum bertemu langsung dengannya." Jawabku setengah jujur, tentu saja aku tidak mungkin mengungkapkan alasan ku yang sebenarnya kenapa Pak Andrew ingin aku menjadi guru privat keponakannya.

"Oh jadi itu yang kalian bicarakan di ruangannya kemarin?" Pertanyaan nya ini tidak terdengar seperti ditujukan padaku, tapi lebih terdengar seperti akhirnya dia mengerti sesuatu.

"Ya kurang lebih seperti itu yang kami bicarakan kemarin, karena usia kami tidak terlalu jauh makanya Pak Andrew memilih ku katanya."

"Hmm hmm, aku mengerti, baiklah biar aku beri kamu sedikit masukan tentang keponakan tercinta atasan kita."

Aku menyiapkan buku catatan kecil dan bersiap mencatat hal hal penting yang harus aku ketahui.

"Aldrian itu orang yang ramah dan menyenangkan, dia baik asalkan kita juga baik dan tidak memiliki niatan tertentu, dia itu agak playboy meskipun sebenarnya kata playboy tidak cocok diterapkan kepadanya."

"Maksud anda?" Aku memotong ucapan Bu Sandra karena aku tidak mengerti maksudnya, bagaimana bisa ada playboy yang tidak pantas disebut playboy.

"Kau tahu kan playboy itu untuk mereka yang memiliki banyak pacar, sedangkan untuk kasusnya Aldrian, yang dia memiliki itu banyak fans, dan dia biasa jalan bergantian dengan fansnya yang manapun, dia tidak punya pacar tapi punya badak gadis disampingnya, seperti itulah."

"Ooohhh." Akhirnya aku mengerti apa yang dimaksud Bu Sandra, di dunia ini ternyata ada juga orang macam Aldrian, ya dia memang tampan sih, tapi aneh juga kalau dia tidak pacaran dan hanya sekedar jalan dengan beberapa gadis, mungkin dia tipikal yang tidak mau terikat.

"Intinya kau tidak perlu khawatir harus bersikap seperti apa dihadapan Aldrian, cukup menjadi dirimu saja, tapi pastikan kau juga membuat jarak aman, jangan melewati batas antara guru dan murid."

Tapi apa yang dikatakan Bu Sandra bertentangan dengan apa yang dikatakan Pak Andrew, jika Bu Sandra tidak membolehkan aku melewati batas antara guru dan murid, Pak Andrew justru berkata sebaliknya, sebisa mungkin aku harus bisa lebih dekat dari sekedar guru dan murid dengan Aldrian, aku harus bisa menjadi temannya.

"Baiklah Bu saya mengerti, terimakasih atas info dan sarannya, kata Pak Andrew saya akan mulai menjadi guru privat nya nanti siang, jadi apa tidak masalah kalau nanti aku hanya bekerja setengah hari di kantor? Sejujurnya aku merasa tidak enak, aku baru masuk sehari tapi sudah melakukan pekerjaan sampingan, bagaimana jika gaji saya di perusahaan hanya akan dibayar setengah nanti?"

"Hahahaha, no problem, sama sekali bukan masalah, gajimu akan tetap sama, bagaimanapun juga tugas sampingan mu itu diberikan langsung oleh atasanmu jadi tentu saja itu juga sama halnya dengan kau bekerja di kantor, fokus saja mengajar Aldrian nanti."

"Oh syukurlah, aku lega sekarang kalau sudah mendengar langsung dari anda, iya Bu tentu saja, aku akan mengajar dengan baik dan memastikan Aldrian bisa masuk ke perguruan paling bergengsi di ibukota."

Sandra tidak berkomentar, satu hal yang tidak Riana ketahui, tanpa bantuannya pun Aldrian pasti bisa masuk ke perguruan manapun yang dia inginkan dengan latar belakang keluarganya, tapi biarlah dia tetap berpikir seperti itu untuk memotivasinya mengajar dengan baik, meskipun sebenarnya Sandra juga bingung untuk apa Andrew menjadikan Riana sebagai guru privatnya Aldrian.

1
Mas Yanyan
seperti mau bertemu pacar yakkk🤣🤣🤣
Mas Yanyan
malu bertanya sezaaad di jalan wkwkwkkw
Mas Yanyan
syukuurlahhhh
Mas Yanyan
apanya yg tinggi, tpi tak setinggi angankuu🤣🤣🤣
Muhammad Bagus
thor ini lanjut ga sih? cerita bagus gini syg banget lho thor kalo brenti gini aja. karakter Aldrian dan Riana kuat banget.

author menggambarkan Riana yg menunduk trus Aldrian melihat airmata Riana dan Aldrian merasa dadanya sakit.. yaa Allah thor sampe kerasa banget sampe ke hatiku
S.Y.S
perbarui lebih banyak penulis 💯🎉
Dewi Purwati
kok tamat...aaaaa
Musri
up nya jngan lama2 thour
Dewi Purwati
enak pacaran setelah halal
Dewi Purwati
keren ini mah
Dewi Purwati
menarik nih
Dewi Purwati
keren sih tata bahasanya...aku langsung nyambung
Rosmi Yanti Yanti
lanjut
Erlangga Saputra
ya allah.ini beneran bikin sakit perut baca nya gokil abisss
Dee
Biasa
Erni Fitriana
lanjuttttt
Erni Fitriana
mampir
¸.•♥•.¸¸.••[SKY]•♥•.¸¸.•♥•🎤🎧
Semangat
MG
bagus kak
⚕|•𝐄velyn
Semangat Author
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!