Mencintai adalah hal yang harus dilakukan oleh semua insan di muka bumi ini. Namun tak semua orang boleh dicintai, tapi boleh disayangi. Salah satu contoh kisah seorang pemuda dan pemudi yang dipisahkan jauh oleh takdir karena sebuah kecelakaan yang tidak diinginkan. Namun ketika mereka sudah dewasa, takdir mempertemukan mereka kembali. Pertemuan ini adalah pertemuan yang tidak diinginkan oleh orang mana pun. Namun bukan Aqila namanya jika ia tidak hidup bersama kakaknya yang sudah ia rindu selama hidupnya. Ia pun memilih untuk menyusul sang kakak demi kebahagiaan hidupnya yang sudah pudar.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Annisa Nurhalizah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eighth
"Eh tadi si Aqila nanyain gue supermarket mau apa ya?" tanya Alfid. Aqila menggigit bibirnya.
"Yah mungkin beli ini." Noval menunjuk salah satu pembalut.
"Lah, masa iya?" Alfid tak yakin dengan jawaban Noval.
"Iya kali bisa jadi," sambung Vaisal.
"Kalo gitu kenapa enggak ngomong? Kan penting. Gue aja digorok sama si Nayla kalau enggak ngebeliin ini!" jelas Alfid. Nayla mentap teman-temannya.
"Nah itu orangnya." Angga datang dari ujung rak membuat teman-temannya menoleh. Dan para wanita? Diam mematung karena ke grebek.
Aqila menatap Nayla meminta bantuan. Dengan sigap, Nayla menghapiri para cowok.
"Ngapain kalian di sini?" ketus Nayla.
"Ngadem," jawab Noval.
"Ngapain dijajaran ini?" tanyanya lagi.
"Cuci mata," jawab Kevin.
"Lo suka yang sayap apa enggak?" tanya Gissel.
"Sayap? Ada sayapnya? Bisa terbang dong!" teriak Noval.
"Berisik bege!" Alfid menjitak Noval.
"Suka," jawab Aqila. Gissel mengangguk dan membawa salah satu pembalut.
"Sakit perut enggak? Mau kiranti?" tanya Zahra.
"Boleh," jawab Aqila.
"Suka yang ada rasa atau enggak?" tanya Zahra lagi.
"Suka," jawab Aqila lagi.
"Yaelah, pms kayak mau hajatan aja, ribet banget," dengus Kevin.
"Diem lo kalo enggak tau!" ketus Nayla.
"Kenapa lo enggak ngomong?" tanya Alfid.
"Qil," Nayla mengguncangkan tubuh Aqila. Aqila pun menoleh. "Apa?"
Semua terdiam.
"Udah yok Qil, cepet ganti, jorok tau." Zahra menarik Aqila di ikuti Nayla dan Gissel. "Duluan," pamit Nayla.
"Tuh, cowok itu peka! Enggak tau apa cewek malu ditanya begituan." Ucap Vaisal.
Alfid mengangguk. "Dah buruan cari makanan, bosen gue."
Semua pun dengan sigap memilih makanan yang akan mereka makan. Iya lah dimakan.
***
"Nayla!" teriak bu Wani.
Nayla menoleh. "Iya bu?"
"Kakak kamu kemana? Dari tadi ibu panggil di pengeras suara, ke kelas enggak ada!" tanya bu Wani.
Nayla menoleh ke arah teman-temannya. Mereka memberi kode untuk tidak memberi tau.
"Enggak tau bu, dia emang suka ngilang enggak nentu. Mungkin aja di roftof atau dimana gitu bu saya juga enggak hapal," jawab Nayla.
"Tolong kamu carikan ya. Katanya dia mau less privat sama ibu, tapi ditunggu enggak ada. Ibu juga kan butuh kepastian!" tegas bu Wani agak sedikit cringe.
"Siap bu," jawab Aqila dan langsung mengajak teman-temannya pergi.
"Bawel banget si gue lagi buru-buru juga." Ketus Aqila. "Sabar," ucap Gissel.
***
"Gimana nih les bu Wani? kagak jadi mulu," tanya Angga.
"Lah modus doang minta les ke bu Wani," ketus Kevin.
"Bentar lagi pulang euy," ucap Vaisal.
"Enggak bisa liat bebep Lina," goda Noval.
"Buat lo!" ketus Vaisal.
Lina adalah adik kelas yang selalu mengejar ngejar Vaisal namun di acuhkan~ (tega kau mas)
"Yaelah enggak bisa mensyukuri nih," ucap Angga.
"Rezeki ditolak," dengus Kevin.
"Lah, lo sendiri gimana cumi!" Vaisal menoyor Kevin.
"Gue mah entaran," ucap Kevin. "Siapa ya kira-kira jodoh gue?"
"Pikirin ulangan! malah jodoh!" Alfid menjitak Kevin.
"Terus aja kepala gue disentuh." Kevin meninggalkan mereka semua.
***
Sepulang sekolah Aqila diantar oleh Alfid ke apartemen. Aqila buru-buru menuju kamar dan membersihkan tubuhnya. Setelah itu dia merebahkan tubuhnya diranjang besar milik Alfid itu.
Alfid tak mampir, dia langsung pulang karena tidak ingin mengganggu ketenangan Aqila. Dia masuk kembali ke mobil dan menjalankannya menuju suatu tempat.
Sesampainya di tujuan, Alfid turun dari mobil dan mamasuki tempat itu.
'Panti Asuhan Warni' tertera jelas di atas gerbang. Alfid memasukinya sambil menenteng banyak kantong berisi cemilan.
"Assalamualaikum," salam Alfid.
"Waalaikumsalam," jawab seseorang dari balik pintu kemudian membukanya.
"Eh kak Alfid, silahkan masuk," ucap gadis itu.
"Ini Mel, gue bawa cemilan buat anak anak," Alfid memberikan sebagian kantongnya.
"Makasih kak," ucap Amel dan langsung berjalan lebih dulu dari Alfid.
"Adek-adek, ada kak Alfid nih!" teriak Amel.
Spontan semua langsung riuh menghampiri Alfid dan memeluknya.
Alfid sangat suka dengan anak kecil. Saat adiknya dinyatakan hilang, dia ingin mengadopsi adik namun ditolak oleh ayahnya karena dia tidak memiliki istri.
Alfid tak sedih, karena dia masih bisa bermain disini kapan saja dan meminta doa kepada anak-anak panti asuhan untuk segera dipertemukan dengan adiknya dan ternyata terkabul.
"Kak Alfid sudah lama enggak ke sini, pasti sibuk sama pacarnya ya?" ucap salah satu anak kecil.
"Enggak, kak Alfid lagi sibuk ulangan. Oh ya. Kalian tau adik kak Alfid?" ucap Alfid.
Anak-anak pun menggeleng.
"Dia udah kembali! " seru Alfid.
Semua anak anak pun riuh bersorai kegirangan. "Ajak ke sini dong Kak!" teriak Sarah.
"Iya, nanti kapan-kapan kakak ajak dia ke sini ya," ucap Alfid mengelus rambut Sarah.
"Kak makan malam di sini? Makanannya sudah siap. Ayo adek-adek semuanya ke meja makan," titah Amel.
"Enggak usah Mel, anak-anak aja, gue mau pulang takut dicariin. Titip salam sama bunda lo ya, assalamualaikum," pamit Alfid.
"Waalaikumsalam," jawab Amel tersenyum.
***
"Kamu kenapa kabur dari rumah! Cowok itu siapa? Kenapa kamu maunya dibawa sama cowok brengsek kayak gitu? Kamu lebih milih dia dari pada kakak kamu? Dimas khawatir sama kamu dan kamu senang-senang sama cowok itu hah!" bentak Nadiva dari balik telepon.
"Mama dengerin--"
"Mama kecewa sama kamu Aqila! Sejak kapan kamu jadi enggak penurut gini? Sekarang juga kamu balik ke rumah atau mama telepon polisi buat nyari si cowok itu!" tegas Nadiva.
btw mampir yuk ke novelku yang berjudul Athariz, kalau suka vote ya, btuh kritik dan saran juga,makasih hehe:)