vino salvatrucha
adalah ketua mafia paling kejam dalam dunia gelap, vino adalah pemimpin yang tak mengenal ampun saat melawan musuhnya, bahkan disaat ada yang menghalangi bisnisnya vino tidak akan segan untuk membunuh dan membuang jasadnya ketengah laut sebagai santapan hiu
vira lauren
adalah gadis bercadar yang sangat cantik dalam balutan pakaian panjangnya, vira dikenal sebagai gadis yang ceria dan ramah sehingga disegani oleh orang orang terdekatnya, meski menggunakan cadar vira sangat ahli dalam bela diri, menembak, memanah dan masih banyak lagi hal istimewa dalam diri vira,, meski lahir dari orang tua yang berbeda keyakinan kehidupan vira sangat bahagia karena mereka tidak menyangkut pautkan agama dalam berinteraksi.. ayah vira menganut agama Kristen sedangkan ibunya menganut agama islam
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rosma Yulianti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 8
Kali ini Vino menemani Vira kedalam toko, pria itu takut kejadian tadi terulang kembali sehingga ia harus mengikuti kemanapun Vira pergi.
"ini tempat apa aku tidak pernah kemari," gumam vino bingung.
"ini tempat khusus wanita karena hanya menjual kebutuhan kebutuhan wanita seperti mukena dan masih banyak yang lain lain,"
Vira menjelaskan kebingungan Vino atas tempat asing yang baru pertama kali ia kunjungi.
Vino masih heran, dia tidak mengerti apa itu mukena dan untuk apa semua perlengkapan aneh di toko tersebut.
"kau ingin menggunakan mukena itu untuk melawan ku?" tanya vino serius sembari segera mengeluarkan pistol nya.
"eh bukan bukan, mukena itu untuk ibadah menyembah tuhan tidak berbahaya dan tidak meledak contohnya seperti itu," jawab Vira sembari menunjuk salah satu mukena.
vino mengernyitkan dahi masih tidak mengerti dengan penjelasan Vira.
"mukena itu hanya sehelai kain?" tanya vino kembali.
Vira tersenyum kecil melihat kebingungan yang melanda pria itu.
"iya bisa belikan itu untuk ku, aku tidak tahu berapa lama akan tinggal dirumah mu sebelum menjadi santapan hiu mu,"
"tidak akan kau tidak akan pernah keluar dari rumah ku dan jangan pernah berharap aku akan melepas mu ingat nyawa mu berada ditangan ku," ancam vino.
"baiklah baiklah sekarang bayar,"
Tak lama Vino melihat Vira mengambil salah satu buku tebal, dia lagi lagi tidak mengerti maksud Vira membeli buku setebal itu.
"kenapa membeli buku untuk apa?" tanya vino sembari mengeluarkan kartu ATM
"ini bukan buku tapi namanya Al Qur'an," jawab Vira.
"Al Qur'an? mengapa tulisannya aneh seperti ini? aku tidak pernah melihat tulisan seperti ini," ucap vino sembari membolak balik lembar Al Qur'an
Vira menggelengkan kepala melihat vino jika ia menjelaskan secara rinci asal usul sebuah tulisan aneh yang ia katakan pasti membutuhkan banyak waktu sehingga Vira tidak meladeni setiap pertanyaan lagi.
***
Sesampainya di rumah Lina sudah menunggu dipintu utama untuk menyambut Vira, Lina diberitahu oleh para pelayan bahwa teman barunya sudah ditemukan.
"kaak Vira" sapa Lina bahagia saat melihat kedatangan gadis cantik tersebut.
para pelayan saling menatap satu sama lain karena baru pertama kali melihat senyuman Lina
"hay Lina kau merindukanku astaga aku baru meninggalkan mu beberapa jam yang lalu" ucap Vira
"kak Vira kenapa kabur dari sini?" tanya Lina
Vira menatap vino sekilas tidak mungkin ia akan mengatakan apa yang ia lihat.
"sudahlah tadi aku melihat harimau menerkam mangsanya disebelah rumah mu jadi aku takut dan kabur dari sini" jawab Vira mencoba santai.
"kau..."
"kak bisakah kau memindahkan harimau mu itu? Lina takut kak Vira kabur lagi," ujar Lina sangat polos.
Lina tidak mengerti maksud perkataan Vira tapi setau nya memang benar jika kakaknya memelihara harimau disamping rumah.
"benar Lina kau memang pintar aku ingin sekali menembak kepala harimau itu saking buasnya membunuh mangsa tadi" ucap Vira lagi sembari menyindir pria disamping.
Tanpa Vira sadari sudah mengundang bara dalam diri Vino.
"baiklah harimau itu akan ku pindahkan sekarang juga," kata Vino menatap Vira dengan senyum licik.
Lain hal dengan Vira yang begitu bahagia karena Vino akan pergi dari rumah ini dan dia tidak perlu melihat kejadian tadi lagi.
"andre!!" panggil vino sedikit berteriak
andre berjalan mendekati ketiganya lalu membungkukkan sedikit badan.
"pindahkan harimau yang ada di samping rumah bawa dia kembali ke kebun binatang dan pastikan dia MEMAKAN MANGSANYA DENGAN SANGAT BUAS," ucap vino sengaja menekan suaranya sembari menatap Vira.
"baik tuan,"
"bu-bukannya kau itu..."
"sudahlah lah kak Vino kak Vira, sekarang kalian tidak perlu berdebat soal harimau lagi," saut Lina.
Vira tidak menyangka bahwa vino benar benar memelihara harimau dirumahnya, pria misterius dan sangat langkah kenapa harus bertemu dengan ku pikir Vira.
***
|
|
visual
vino salvatrucha
dan vira lauren
keluarga somplak