Kara Sudibyo bersahabat dengan Angel yang selalu ingin apa yang di miliki Kara, Siapa Angel?, Angel anak dari cinta pertama Orang tua Ibu gadis yang memiliki wajah cantik tubuh menjulang tinggi.
Adrian sahabat kecil Kara terbilang cinta monyet anak kecil tapi kepindahan Adrian ke negeri lain membuat Adrian lupa akan wajah Kara dan tertipu daya oleh Angel.
Yuk simak kelanjutannya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dheandra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 7
Matahari menembus tirai menyorot ruangan kamar Aldy Angel merasakan matahari menyorot tubuh nya, Angel pun mengerakkan tubuh nya mulai membuka matanya. Nampak di sisi seorang pria.
"Ah......!, Aldy bangun...Aldy bangun....!" Teriak histeris melihat tubuh dirinya tak sehelai benangpun hanya lilitan selimut di tubuhnya.
Malam itu Angel terbuai oleh sentuhan jemari Aldy di tambah rayuan Aldy yang membuat Angel merasakan tak pernah takut akan kehilangan sesuatu yang paling berharga milik nya.
"Apa si..!, masih pagi jangan Teriak-teriak!"
"Aldy apa yang kamu lakukan?" tanya Angel sambil menarik tangan Aldy.
"Kita sama-sama menikmati sudah lah, apa kamu lupa sebelum nya aku tanyakan dulu apa kamu siap, dan kamu pun setuju"
Seperti nya Angel menyesali perbuatannya itu tidak lah pantas di lakukan yang bukan merupakan barang yang tak bisa kembali ke semula.
"Aldy bagaimana kalau aku hamil?, hiks...hiks..hiks."
"Sayang aku akan tanggung jawab, sudahlah kamu cinta kan sama aku?, mulai sekarang kamu boleh tempati Apartemen ini"
Walaupun pun gue sudah bersama Aldy tapi gue tidak akan pernah melepaskan Adrian untuk wanita manapun sekali pun itu Kara!. gumam dalam hati Angel.
Aldy beranjak dari tempat tidur melangkah ke kamar mandi membersihkan tubuh nya. Setelah mandi Aldy keluar melihat Angel masih selimutan Aldy sedikit memberikan ultimatum terhadap Angel.
"Aku akan pergi ke kantor kamu Jangan keluar kemana pun" pinta Aldy.
"Aku juga kan ke kantor Aldy" tolak keras.
Aldy nampak gagah dengan penampilan kemeja hitam kotak-kotak kecil, dia meraih jas sebelum pergi dia mencium kening Angel.
"Aku pergi dulu sudah terlambat ke kantor" Ucap Aldy sambil menciumi kening Angel.
"Aldy" panggil Angel.
"Apa lagi aku sudah telat" kata Aldy
"gue cuma mau bilang kalau hari ini gue harus ke kantor ada meeting"
Pria yang memiliki tampang lumayan Tampan itu menarik nafasnya Panjang.
"Ok, di kunci mobil ada di laci lemari kamu boleh pakai"
Gadis cantik yang memiliki tubuh setengah tinggi itu kebingungan pasal nya dia tidak bisa menggunakan mobil yang sudah berikan ijin oleh Aldy.
Aldy melanjutkan langkahnya nya saat Angel menengok ke samping ada sebuah amplop cokelat dia pun segera meraih amplop itu lalu dia membuka perlahan berisikan uang 10 juta, beserta secarik kertas yang tertulis.
"Pakai lah uang itu untuk keperluan kamu, tapi ingat keberadaan kamu dan apa yang terjadi dengan kita jangan sampai media tahu, kalau sampai kamu berani buka mulut dan macam-macam dengan ku kamu akan tahu akibatnya." Isi pesan dari Aldy.
Aaaaaaaaahk! banyak banget uang ini gue bisa shoping apa saja dengan uang ini, nggak masalah dengan mahkota gue asal hidup gue bahagia, capek gue susah dan gue akan keluar dari rumah ku, selamat tinggal ibu, selamat tinggal kemiskinan. gerutu nya Angel di dalam kamar sambil membanting tubuh nya di atas kasur.
Di tempat lain Astuti mencemaskan putrinya sejak malam tidak pulang Sampai-sampai di tidur!, di ruang tamu ia takut nanti akan pulang telat membuka pintu.
Pukul 8 pagi Astuti terbangun dari tidurnya di atas kursi panjang yang terbuat dari rotan kehidupan orang tua Angel terbilang sangat sederhana didikan orang tua pria Angel yang membuat dia menjadi anak pembangkang Sudin orang tua laki tepat nya suami Astuti, dahulu sebelum kepergiannya di panggil sang Halik dia selalu memanjakan Angel tanpa melihat kondisi ke uangnya, bahkan Sudin pun mengajarkan Angel membodohi Kara, dalam hal keuangan dan sampai detik ini Angel masih tidak menerima atas kepergian bapaknya dan hingga putri semata wayangnya itu seperti membenci ibunya.
Ya ampun Nak kamu dimana apa kamu baik-baik saja ibu sangat khawatir sama kamu kenapa kamu tidak pulang kamu tidur dimana.
Seperti banyak orang bilang buruk baiknya tetap lah Anak walaupun buruk di mata orang baik di mata orang tua, tinggal bagaimana kita mendidik anak agar lebih baik lagi. Pepatah bilang buah tidak akan jatuh jauh dari pohonnya. Ya itu memang benar tapi kembali lagi kepada kita bagaimana caranya agar buah itu tidak jatuh, caranya sebelum matang dan busuk di atas sebaiknya nya jaga dari sejak masih kecil.
Angel datang menggunakan ojek online wajah nya terlihat segar.
Astuti tersenyum lega melihat kepulangan putrinya.
"Kamu dari mana Nak, kenapa tadi malam tidak pulang ibu sangat mencemaskan mu"
"Nggak usah lebay deh bu, aku pulang cuma mau ambil pakaian terus pergi lagi ibu baik-baik di rumah aku bakal jarang pulang" Ujar Angel sambil packing pakaian ke dalam koper.
"Kamu jangan tinggalkan ibu Nak, apa kamu tega ibu di rumah sendiri?"
"Udah nggak usah mania deh bu, nanti juga pulang kok, aku cuma kost yang nggak jauh dari kantor irit ongkos bu, ini uang buat kebutuhan ibu hari-hari, setiap bulan nanti aku kirim buat ibu," Angel memberikan sejumlah uang sekitaran 3jt rupiah, bekal ibunya di rumah.
Astuti menerima uang dari Angel tapi hati Astuti tetap tidak menerima kepergian Angel walau bagaimana pun juga Angel adalah putri satu-satunya buah cinta dari hasil pernikahan nya dengan Sudin.
"Ya sudah bu aku pergi dulu, ibu hati-hati di rumah kalau ada apa-apa hubungi aku saja kalau ngak penting nggak usah" Ucap Angel ketus.
"Kamu yang hati-hati ya Nak"
"Hemm"
Angel pun melangkah kan kaki nya keluar dari rumah setelah beberapa menit yang lalu memesan taksi online tidak waktu lama taksi pun datang Angel segera menaiki taksi itu.
"Sesuai aplikasi ya Non?" tanya si pengendara
"Hantar saya ke Apertemenya Gren Media Kuningan"
"Baik Non"
Si pak supir itu bertanya karana pemesanan dan tujuan dengan arah yang berbeda ia sengaja menunjuk kan alamat ke ibu dengan arah yang salah dia tidak ingin ketahuan jejak keberadaan.
Hai siapa lagi gadis cantik berwajah polos kalau bukan KARA, pagi ini Kara terlihat cantik berpakaian Elegan rambut tertata rapih Jaenal tersenyum lebar saat melihat anak gadis nya tumbuh menjadi gadis remaja yang sangat cantik.
"Pagi.., pak buk" sapa Kara sambil menuruni anak tangga rumah nya.
"Pagi sayang, wah anak ibu cantik sekali" Puji Rodiah dengan senyuman yang manis.
Kara pun duduk di bangku meja ruang makan sarapan pagi pun mulai hening tanpa suara, hanya suara piring dan sendok beradu.
Menutup keheningan Jaenal pun membuka suara dengan obrolan sekitar pekerjaan.
"Bagaimana apa kah nyaman dengan pekerjaan kamu yang sekarang Nak?" tanya Jaenal sedikit hanya ingin tahu tentang putrinya.
"Iya pak nyaman aku suka dengan team kerja ku" ucap Angel sambil mengusap mulut nya dengan sapu tangan yang sudah di sediakan.
"Kamu harus lebih banyak belajar lagi dengan Iqbal nanti kan perusahaan bakal kamu yang akan memimpin di perusahaan bapak nanti." kata Jaenal
"Kara tidak mau pak" tolak keras Kara.
"Bapak ini sudah tua Kara siapa lagi kalau bukan kamu pewaris tunggal anak bapak satu-satunya" pinta Jaenal kepada putri semata wayangnya.
Rodiah hanya menyimak obrolan anak dan bapak nya selain dia tidak paham soal pekerjaan dia juga tidak pernah membantah apa yang di perintahkan oleh suaminya.
"Kara pergi duluan ya pak, sudah siang takut telat" pamit Kara mencium tangan ke dua orang tuanya.
Kara meraih tas nya dan kunci mobil di atas meja ia pun melangkah keluar rumah sedikit terkejut saat meliah di luar gerbang ada sebuah Mobil yang tak asing bagi Kara.
Itu sepertinya mobil Adrian tapi mau apa dia kesini, Kara melangkah mudur dua langkah dia bersembunyi di balik pintu.
"Kara kamu kenapa?"
"Auw .... ibu ngagetin aja deh"
"Lah kamu kenapa sembunyi?" tanya Rodiah penasaran lalu Rodiah keluar menengok ada apa di luar sampai-sampai putrinya bersembunyi.
Tidak lama Jaenal keluar.
"Kalian kenapa?, ada apa sih?" tanya Lagi Jaenal.
"Pak coba lihat mobil yang di luar gerbang apa masih disana?"
"Ompong" Panggil Jaenal sedikit berteriak.
"Siap Tuan saya tuan?"
"Coba kamu tanya mobil yang di luar cari siapa dia!, sepertinya mencurigakan." Kata Jaenal perintah kan si pak satpam.
"Siap tuan" kata pak omong yang bertugas sebagai penjaga rumah.
Pak satpam pun berlari-lari mendekati mobil yang terparkir di luar halaman rumah tuannya.
Tok..Tok..Tok, pak satpam mengetuk kaca mobil Adrian, mendengar ketukan Adrian pun menurunkan kaca mobil samping kiri.
"Selamat pagi den, aden sedang apa disini?, maaf den tidak boleh parkir di depan halaman ini" Kata pak satpam memberikan peringatan untuk Adrian.
"Oh...ya pak saya menunggu anak dari pemilik ini menjemput kerja pak" kata adrian yang di kira kediaman Angel.
"Oh.., Non nya masih di dalam sebaiknya ke dalam saja Den" perintah pak satpam.
"Tidak usah pak saya tunggu disini saja" Tolak Adrian Ajakan pak satpam.
"Ya sudah tapi Mobil jangan di depan den bapak mau keluar." lalu pak satpam pun berlalu pergi menghampiri Tuanya.
"Siapa Pong?" tanya Jaenal
"Itu pak seperti dia sedang menunggu Non Kara."
"Aku pak Omong?" tanya Kara menunjuk wajah nya."
"Iya Non, dia sih bilangnya seperti itu"
Ada apa Adrian mencari ku?, batin Kara.
"Pak bilang saja aku sudah pergi kerja ok" perintah Kara ke pak satpam.
"Baik Non"
"Kara siapa dia?" tanya Jaenal dan Rodiah pun penasaran dengan sikap Kara.
"Ya sudah bapak pergi dulu"
"Tunggu pak Kara ikut bapak saja ya" pinta Kara setelah mendapat ijin Kara lebih dulu masuk ke dalam Mobil.
"Kamu itu aneh di tanya siapa pria itu maha tidak tahu"
"Udah pak dia tidak penting"
Apa mungkin Adrian mengira rumah ku itu rumah milik Angel ya seperti begitu gue ingat waktu lalu gue lihat Angel berdiri di tepi jalan ujung depan Gapura. Brengsek tuh Anak lihat saja nanti bakal aku jebak kamu. Gumam dalan hati Kara.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Assalamu'alaikum yang sudah mampir jangan lupa like dan komentar nya,
🤔🤔🤔🤔🤔🤔
biar halall.. Bt apa pun....🤭🤭🤭
Waduhhhhada berapa cewek yg km tiduri Aldy....🤔🤔 wahhh jd banyak pegalaman km y.....
untung y murni menerima km apa aday..... semoga dg ini km.. berubah ...
semangat kara jangan biarkan angel mengusikmu lagi tunjukkan padanya kara bukan wanita yang lemah