NovelToon NovelToon
Jodoh Sang Dokter Duda

Jodoh Sang Dokter Duda

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Contest / Dokter / Tamat
Popularitas:7.3M
Nilai: 5
Nama Author: harsupi fakihudin

Suatu kehormatan, seorang gadis muda belia memilih menikah dengan seorang dokter duda tua, daripada menjual harga diri

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon harsupi fakihudin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tentang mereka

Pagi harinya dokter Ilham bangun

"Ya Tuhan, semalam aku tertidur disini rupanya"

Jam masih menunjukkan pukul 04:10 pagi

Ilham berjalan kearah dapur, ternyata mbok siti masih sibuk disana

" Mbok" Panggilnya sambil membenahi penampilannya yang acak acakan

Mbok siti menoleh, dan mendekati tuannya yang berdiri sambil memainkan jari kaki serta jari tangan sampai pada bunyi

"Ya tuan "

" Biasa ya mbok "

"Baik tuan"

Simbok paham, ia segera kembali kedapur dan membuat empat kopi gelas. Setelah aksinya selesai, iapun menaruhnya dimeja makan untuk tuannya, sedang sisanya ia membawanya keluar kepos satpam.

Simbok kembali sibuk dengan dunianya, sedangkan dokter Ilham mulai membersihkan diri untuk segera menunaikan ibadah subuhnya.

Ilham turun masih menggunakan koko serta sarung berwarna putih. Ia duduk dikursi meja makan, mengambil koran dan mulai membacanya.

Ilham mulai menyesap kopi hitamnya, mengambil roti bakar yang sudah disediakan oleh mbok Siti. Ia terus mengunyah sambil melamun. Iya, dokter Ilham sering melamun dengan kaki selonjor dibawah sana.

Dalam hatinya hanya hampa, hampa dan hampa

Tak berapa lama, hari ini, sepagi ini, ada panggilan darurat, dari rumah sakit

Bahwa, ada pasien yang menjerit jerit ingin segera ditindak. Gilanya, pasien hanya ingin dokter Ilham saja yang menangani, padahal dokter penanganan ibu melahirkan caesar, bukan Ilham saja, masih banyak dokter dokter yang muda dan cekatan.

Mungkin, pasien tersebut adalah pasien dokter Ilham, jadi pasien tersebut tetap ingin dokter Ilham saja yang menangani. Entahlah?

Ilham berjalan cepat dan segera membenahi diri untuk pergi kerumah sakit.

Pak Dar yang melihat tuannya sudah rapih segera membuntuti

"Tuan, tuan dokter akan berangkat kerumah sakit sekarang?" Tanyanya sambil terus membuntuti Ilham berjalan

"Ia pak Dar, mesin mobil sudah beres kan?"

"Sudah tuan"

"Mana kontaknya" Ilham meminta kunci mobil, artinya, lagi lagi jabatan sang sopir pribadi tertanggalkan lagi buat pak Dar.

Pak Dar hanya pasrah "Ini tuan"

Setelah Ilham sudah berada didalam mobil, satpan penjagapun sudah siap dipintu gerbang untuk membukakan pintu agar sang tuan bisa keluar dengan mudah.

"Selamat pagi tuan?" Hormatnya sambil menunduk hormat

-

Sifa sudah menata kakaknya seperti biasa agar tidak apek, dan mendudukkannya diatas kursi roda. Lalu mendorongnya agar kakaknya bisa menonton acara televisi terfavorit " Betul, betul, betul" yaitu menonton film animasi kesukaannya.

Sifa mulai menyuapi kakaknya dengan lauk andalannya paha ayam menu idolanya. Tak lupa, Sifa selalu sibuk dengan menata dagangannya agar tidak kesiangan. Masalah sarapan, ia selalu ngemil apa yang ada dirumah. Dan tak lupa Sifa selalu bawa bekel nasi serta lauk didalam box andalannya.

Mak Tun sudah datang sebelum subuh, jadi, sebelum jam 6 pagi, barang dagangan sudah siap tertata dikardus mie instan agar tidak rusak.

"Kakak, jangan rewel ya? Kalau film ini sudah selesai, pencet aja nomer empat ya?"

" Ap apa? pil pilem ap apa?" Ucap Latifah gagap

Sifa tersenyum senang, peningkatan kesehatan kakaknya mulai terlihat jelas.

"Wihhh, kakak sudah pandai berbicara?"

Latifah manggut manggut ikut senyum juga

"Ini," Sifa menunjuk remot tivi agar kakaknya paham "Pencet nomer empat"

Latifah manggut manggut lagi

"Bag bagus?"

"Iya, kakak pasti suka. Filemnya cacing (Larva)"

Sifa memperagakan joget seperti uget uget dengan tubuhnya, latifah terpingkal pingkal

"Sudah jangan ngakak, nanti kakak tersedak"

"I iya"

-

Sifa sudah mulai memanaskan motornya, memeriksanya sebelum berangkat kerja,itu memang sudah kebiasaannya, takut ban rodanya kempes atau apalah bisa berabe kalau itu terjadi.

Setelah dirasa beres, iapun mulai naik keatas motor " Maaakkkk Sifa berangkat ya maak"

Mak Tun yang sedang sibuk membenahi dapur, menjawabnya sambil berteriak "Iya neeeeng, hati hati"

-

Dirumah sakit

Sifa sudah mengepel seluruh ruang mawar, termasuk ruangan dokter Ilham.

Sifa sudah memasuki ruangan yang biasa ia sambangi untuk berbagi kue. Ada yang mendapatkan lontong isi kentang, ada yang mendapat risol isi kentang, terserah Sifa karena ini hanya sisa hitungan.

Dari jauh tak sengaja dokter Ilham melintas dikoridor antara kamar kamar pasien sehabis tugasnya membedah pasien secara caesar, Ia melihat seorang gadis yang tidak asing, masuk kekamar pasien satu, dan keluar dari kamar pasien yang lain. Bukan menyapu ataupun mengepel, melainkan membawa kresek hitam dan hanya mengangguk kepada semua orang yang berada didepan kamar kamar pasien

Dokter Ilham tidak ambil pusing, apa yang dilakukan Sifa dia juga tidak tau. Dan bukan wewenangnya untuk menegurnya.

Dokter sudah masuk kedalam ruangannya, dilihatnya ada segelas teh hangat sedikit panas, ada mika berisi lontong dan risol juga masih hangat, berarti ini baru saja diletakkan. Bathin Ilham

Ilham kembali berjalan menuju pintu, ia melongok dan melihat sosok anak itu lagi yang masih sibuk keluar masuk pintu pasien diujung koridor "Sebenarnya, anak itu lagi ngapain? kalau jingkrak jingkrak begitu ngapain dirumah sakit. Tapi apa yang ia lakukan? kenapa sepertinya semua orang yang bertemu dengannya hanya tersenyum" Ilham bermonolog

Ilhampun kembali masuk, ia mulai mengambil lontong hangat menggoda perutnya yang sedikit lapar "Enak"

Setelah habis lontongnya, iapun mengambil risol dan memakannya pula " Nggak bosen , enak juga " Setelah meminum wedang hangatnya "Lha, kok rasanya wedang jae, nggak salah nih"

Tiba tiba ada ketokan pintu dari luar

"Masuk"

"Dok, Visit pada pasien yang akan melahirkan dulu ya dok "

Dokter Ilham mengernyitkan dahi

"Ini pasien datang semalam dok, dan ingin diperiksa oleh dokter Ilham, pasien tidak mau diganti dengan dokter lain. Terus, dokter yang lain juga belum datang "

"Baiklah ayo" Ilhampun menggiring para dayang dayang yang membantunya melaksanakan tugas.

Dokter kandungan disini, kebanyakan membuka praktik sendiri diklinik klinik mereka, akhirnya tugas dirumah sakit selalu dinomor duakan.

Berbeda dengan Ilham, dia memegang "karsa dan karya demi kemanusian yang dibutuhkan banyak orang" itulah yang tersemat dalam hati seorang Ilham.

Meskipun dia punya banyak uang untuk membangun klinik atau rumah sakit ibu dan anak (RSIA) , ia tidak melakukannya. Alasannya simpel, Tenaga dan waktu. Ia tidak mau menghabiskan tenaga dan waktu hanya demi uang.

Ilham hanya mempunyai satu bisnis lain yaitu apotik. Apotik yang bersebelahan dengan rumah sakit ini, sangat menjanjikan. Penghasilannya sudah lebih dari cukup, pengunjungnya banyak, tidak melibatkan dia sepenuhnya. Ilham datang, jika ingin berkunjung saja, karena selain itu, dia jarang singgah.

Ilham mempercayakan seseorang untuk mengelolah bisnisnya.

Dia memperkerjakan beberapa karyawan biasa, dan mempercayakan pada seorang apoteker handal dan jujur tentunya, dan bukti dari kejujurannya, tiap hari uangpun mengalir deras kekantong Ilham. Bengkaklah kantong Ilham..

Sayang, jodoh belum menyambutnya, dan Ilham belum tersentuh untuk mencarinya

Bersambung...

1
Maulana ya_Rohman
ini yang terrrrrr melancolis....😞
Maulana ya_Rohman
wes lah.... ajur... ajut... ajur.. hati nya Entah...😂
Alyanceyoumee: Assalamualaikum. Thor permisi, ikut promo ya.🙏

Hai Kak, Baca juga di novel ku yang berjudul "TABIR SEORANG ISTRI"_on going, atau "PARTING SMILE"_The End, Biar lebih mudah boleh langsung klik profil ku ya, Terimakasih 🙏
total 1 replies
Maulana ya_Rohman
gek mode kanhen karro cerito iki☺️...
Maulana ya_Rohman
nangkring di sini lagi thor...
kangen sama cerita lama...
Maulana ya_Rohman
nangkring disini lagi thor....
kangen pengen baca lagi...
sakjane ki aku kangen karro karrya mu thor...😩
gak buat karya lagi kah🤔
Maniak Tenis meja: Sama say aq jg bolak balik entah sdh brp kali
total 1 replies
Maulana ya_Rohman
mampir lagi yang kesekian kali nya thor.....😁...
kata *samoza* jadi kelingan sama novel ini🙈
Alyanceyoumee: Assalamualaikum. Thor permisi, ikut promo ya🙏.

Kaka, Jika ada waktu luang, boleh coba baca karya ku yang berjudul "PARTING SMILE" ya, siapa tau Kaka suka.

Berkisah tentang penyanyi religi yang terjerat pernikahan kontrak dan cinta masa lalunya yang sangat rumit. Ditambah dia tipe yang gengsian dan menyebalkan, hiih dah lah.

Insyaallah seru ka... xixi
di tunggu ya ☺️🙏
total 1 replies
🅵🅰🅳🅸🅻🅰 3 𝓹𝓾𝓽𝓻𝓪
kangen baca lg cerita dokter ilham, dulu 4 atau 5th yg lalu lupa😂, pokoknya pas covid, baca cerita dokter ilham dan syifa menemani ku di saat WfH, seru cerita nya, dokter ilham punya anak kembar dan berlanjut sampe anak² nya punya rumah sakit di daerah jateng apa Jabar lupa, trs Pak Anan nikah lg sm ART setelah ibu Hamidah meninggal, lupa2 ingat😍
ATITUSMIATI
Aku baca lagi
Yudistira Ray
Aq baca lg dokterrrrrrrrrr
~no username🐨~
kaget 50 tahun?? 😭😭 kenapa gak 38 atau 40
Maniak Tenis meja: Tadinya aku juga kaget tentang usia dokter Ilham. tp lm2 candu kak
total 1 replies
indah
Keluarga besar yang Harmonis
Yudistira Ray
bc berkali kali jg tetap ngakak
Widia Aja
emang berapa usia nya dr. Ilham?
Febby Fadila
😄😄😄😄😄
Maniak Tenis meja
kangen doctor ilham lg..........
Febby Fadila
astaga teman2 ilham pada kocar ya 😉😀😀
Febby Fadila
ini gigi aku kering trus thorr....
Febby Fadila
ahahahahaha
klw suami di dunia nyata kayak bgtu.. ummmm senangx
Febby Fadila
belum di karuniai sama allah.. msh ingin kalian pacaran dulu
Febby Fadila
baper aku thor... romantis banget
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!