NovelToon NovelToon
Long Wait

Long Wait

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Diam-Diam Cinta / Teen
Popularitas:3.7k
Nilai: 5
Nama Author: Davina Auroraaa

LONG WAIT

Sabiru, mahasiswi IT polos, terpaksa bertransformasi menjadi hacker jenius demi menyelamatkan Allbiru, kakak angkat yang ia cintai namun diculik oleh Rio Pratama, musuh lama yang mendendam selama 22 tahun.

Di tengah pelarian dan perang siber melawan konspirasi "Proyek Genesis", Sabiru mengguncang dunia ketika menemukan fakta mengejutkan: "Bibi Malia" yang mengasuhnya ternyata adalah ibu kandungnya sendiri! Statusnya sebagai anak angkat keluarga Sky hanyalah kebohongan suci untuk melindunginya dari masa lalu kelam.

Kini, dengan identitas asli terungkap dan waktu yang menipis, Sabiru harus memilih: tetap menjadi korban atau memimpin serangan balik untuk membebaskan ibunya, menyelamatkan Allbiru, dan mengakhiri dendam masa lalu selamanya.

Cinta terlarang yang ternyata halal. Penantian panjang yang berakhir dengan perang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Davina Auroraaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Davina Auroraaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7 Suara Hujan & Rahasia Lima Tahun yang Terbaca

Hujan sore itu turun dengan deras, mengetuk-ngetuk kaca jendela ruang tengah rumah keluarga Sky dengan irama yang menenangkan, namun bagi Malia, sore ini terasa berbeda. Udara di dalam rumah terasa berat, seolah ada sesuatu yang mengganjal di dada wanita itu sejak pagi.

Allbiru Sky Kalangga baru saja pulang dari rumah sakit. Wajahnya tampak lebih lelah dari biasanya. Ia langsung menyapa Sabiru yang sedang belajar di meja makan dengan senyum tipis, lalu berpamitan untuk berganti pakaian sebelum makan malam.

"Sabi, Kakak mau ganti baju dulu ya. Nanti kita makan bersama," ucap Allbiru lembut.

"Iya, Kak. Hati-hati licin di kamar mandi," sahut Sabiru polos, tanpa menyadari bahwa badai sebenarnya akan segera terjadi di ruang tengah.

Allbiru meninggalkan tas kerjanya di atas sofa ruang tengah, lalu berjalan menuju kamarnya. Malia, yang sedang merapikan vas bunga di rak dekat sofa, secara tidak sengaja melihat buku catatan kecil berwarna biru tua terjatuh dari saku luar tas Allbiru saat ia mengambil kunci mobil yang tertinggal.

Buk.

Buku itu terbuka di halaman tengah. Mata Malia yang tajam langsung menangkap beberapa kata yang tertulis rapi dengan tinta hitam. Tulisan tangan Allbiru.

"Hari ini Sabiru ulang tahun ke-20. Aku ingin memberinya cincin, tapi aku takut. Takut Ibu Malia mengingat Arisendra. Takut dianggap melupakan janji sebagai kakak. Tapi bagaimana aku menahan ini? Sudah lima tahun, Ras. Lima tahun aku mencintainya lebih dari sekadar adik..."

Jantung Malia seakan berhenti berdetak. Tangannya gemetar hebat saat memungut buku itu. Ia tidak bermaksud membaca, tapi matanya terpaku pada kalimat-kalimat selanjutnya yang berisi curahan hati Allbiru selama bertahun-tahun. Tentang bagaimana ia menolak banyak wanita karena hanya Sabiru yang ada di hatinya. Tentang rasa bersalahnya pada mendiang suami Malia, Arisendra, yang dulu pernah meminta Allbiru menjaga Sabiru sebagai adik.

"Allbiru..." bisik Malia, air mata mulai menggenang. Rasa kecewa, takut, dan bingung bercampur jadi satu. "Kamu... kamu mencintai Sabiru? Selama ini?"

Saat Allbiru kembali ke ruang tengah dengan pakaian santai, ia terkejut melihat Malia duduk terpaku di sofa, memegang buku harian birunya, dengan wajah pucat dan mata merah. Sabiru yang baru masuk dari dapur juga terhenti, sensing suasana yang tiba-tiba mencekam.

"Bu? Kenapa Ibu pegang buku Kakak?" tanya Allbiru pelan, suaranya bergetar. Ia tahu persis apa yang baru saja dibaca ibunya.

Malia menatap Allbiru tajam, suaranya parau menahan tangis. "Jelaskan padaku, Biru. Apa arti semua ini? 'Lima tahun'? 'Mencintai lebih dari adik'? Kamu lupa siapa ayah Sabiru? Kamu lupa janji kamu pada Arisendra sebelum dia meninggal? Dia titipkan Sabiru padamu untuk dijaga, bukan untuk... untuk..." Malia tak sanggup melanjutkan kalimatnya, takut mengucapkan kata 'dicintai'.

Sabiru terdiam, wajahnya memucat. Ia menatap Allbiru, lalu ibunya, otaknya mencoba mencerna kata-kata itu. Cinta? Kak Allbiru mencintaiku?

Allbiru menarik napas panjang. Ia tidak lari. Tidak menyangkal. Ia justru melangkah maju, lalu berlutut di hadapan Malia, posisi yang penuh hormat dan ketulusan.

"Ibu," suara Allbiru tegas namun lembut, menembus suara hujan di luar. "Aku tidak lupa. Aku tidak akan pernah lupa pada Bapak Arisendra. Justru karena beliau, aku menahan perasaan ini selama lima tahun. Aku takut mengecewakan beliau. Aku takut Ibu marah."

"Tapi kenapa sekarang?" tanya Malia histeris. "Kenapa kamu tulis ini? Kenapa kamu biarkan perasaan ini tumbuh?"

"Karena aku tidak bisa bohong lagi, Bu," jawab Allbiru, menatap lurus ke mata Malia. "Dan karena aku yakin, Bapak Arisendra pun akan menginginkan kebahagiaan untuk Sabiru. Beliau dulu menitipkan Sabiru agar dia dilindungi, dicintai, dan dijaga dari bahaya dunia. Dan aku bersumpah, tidak ada orang di dunia ini yang akan mencintai dan menjaga Sabiru melebihi diriku."

Allbiru menoleh sebentar ke arah Sabiru yang sudah menangis diam-diam, lalu kembali menatap Malia.

"Aku tidak berniat menggantikan posisi Bapak Arisendra. Tidak akan pernah ada yang bisa menggantikan beliau. Tapi izinkan aku, Bu... izinkan aku melanjutkan tugas beliau dengan cara yang berbeda. Bukan lagi sebagai kakak yang hanya menjaga dari jauh, tapi sebagai pria yang akan membimbing Sabiru menjadi istri, melindungi seumur hidup, dan memberikan keturunan yang akan meneruskan nama baik keluarga kita."

Suasana hening. Hanya suara hujan yang terdengar. Malia terisak, tangannya menutup mulut. Ia teringat wajah suaminya, Arisendra, yang selalu tersenyum lebar saat melihat Allbiru dan Sabiru bermain bersama dulu. "Jaga mereka ya, Biru," pesan terakhir Arisendra sebelum kecelakaan itu.

Apakah Arisendra akan marah? Atau justru tersenyum melihat anak angkatnya begitu tulus mencintai putri tunggalnya?

"Biru..." suara Malia pecah. "Kalau kamu sakiti Sabiru... kalau kamu buat dia menangis seperti aku menangis kehilangan Arisendra dulu... aku tidak akan ampuni kamu seumur hidupku."

"Aku tahu, Bu," jawab Allbiru mantap, air mata menetes di pipinya. "Jika aku ingkar, biarlah Tuhan mengambil nyawaku. Demi arwah Bapak Arisendra, aku akan jadikan Sabiru wanita paling bahagia di dunia."

Sabiru akhirnya tidak tahan. Ia berlari kecil menghampiri Allbiru dan memeluk leher pria itu erat, menangis tersedu-sedu. "Kak... aku juga... aku juga cinta Kakak. Sudah lama..."

Malia melihat pelukan itu. Awalnya ia ingin menarik Sabiru, tapi tangannya lemas. Ia melihat ketulusan di mata Allbiru dan kebahagiaan campur haru di wajah putrinya. Perlahan, pertahanan Malia runtuh. Ia menyadari, mungkin inilah jalan terbaik. Mungkin inilah cara Tuhan menjawab doa-doanya selama ini agar Sabiru punya pelindung sejati.

"Bangunlah, kalian berdua," ucap Malia lirih, mengusap air matanya. "Kita bicara baik-baik setelah ini. Tapi ingat janji kamu, Biru. Arisendra menyaksikan kita malam ini."

Allbiru mengangguk berat, membantu Sabiru berdiri. Mereka bertiga duduk dalam keheningan yang kini terasa lebih lega, meski masih menyisakan kekhawatiran di hati Malia.

Namun, di balik tirai jendela ruang tamu yang sedikit tersingkap karena angin, sepasang mata mengawasi dari kegelapan taman depan rumah.

Rio Pratama menurunkan kamera zoom-nya dengan senyum tipis yang dingin. Ia berhasil merekam seluruh adegan emosional itu dari jarak jauh, termasuk momen Allbiru berlutut dan pengakuan cinta mereka.

"Bagus sekali," gumam Rio sambil menyimpan rekaman itu ke ponselnya. "Drama pengakuan cinta di depan ibu yang trauma. Sangat sempurna. Besok pagi, saat rekaman ini beredar di grup WhatsApp rumah sakit dan keluarga besar dengan narasi 'Hubungan Terlarang Anak Angkat', aku ingin lihat wajah Malia hancur total. Aku ingin lihat Allbiru diusir dari rumah sakit karena skandal moral. Dan Sabiru... ah, Sabiru akan patah hati melihat kakaknya dihina satu kota."

Rio berbalik, meninggalkan rumah yang hangat itu menuju mobilnya yang dingin. "Selamat tidur nyenyak, keluarga Sky. Besok adalah hari kehancuran kalian."

Di dalam rumah, Allbiru menggenggam tangan Sabiru erat, tidak menyadari bahwa badai sesungguhnya baru saja direncanakan oleh Rio. Mereka berpikir masalah terbesar sudah selesai dengan restu setengah hati Malia. Padahal, ujian

sesungguhnya baru akan dimulai esok pagi.

1
🍒⃞⃟🦅 CACASTAR
adududuuuhhhh benih cinta terlarang itu mau dibawa kemana nantinya
🍒⃞⃟🦅 CACASTAR
namanya mirip banget...
🍒⃞⃟🦅 CACASTAR
Thor agak panjang untuk jadi bab, jadiin dua bab thor. Seseorang pernah berkata padaku, biar enak dibaca pembaca dan lebih terlihat estetikanya, bab novel itu jangan terlalu panjang. kalau sudah dua kalimat atau lebih jadikan bab baru.
🍒⃞⃟🦅 CACASTAR
belum pernah ke rumah orang kaya raya nampaknya dia, sampai melongo begitu
🍒⃞⃟🦅 CACASTAR
pribadi seseorang bisa tergambar dari cara seseorang memandang dan melihat yah
🍒⃞⃟🦅 CACASTAR
cerita yang menarik thor
Protocetus
Mampir ya ke novelku Remontada
🍒⃞⃟🦅 CACASTAR
hai Thor aku dah mampir, jangan lupa follback ya aku dah follow
Davina Aurora: sudah aku follback ya ka🥰
total 1 replies
T28J
/Rose//Rose//Rose/
T28J
ini juga bagusss, saya suka👍
Davina Aurora: makasii ka☺️
total 1 replies
Amila FM,IG:amilaeditslife
ya ampun nangis bacanya, jiwa emak2nya keluar
Davina Aurora: makasii ka udah mampirr🤭
total 1 replies
Amila FM,IG:amilaeditslife
terharu 🥲🫠
Davina Aurora: makasii ka😊🩷
total 1 replies
T28J
mantap... panjang ini👍
T28J
hadiir 🙏
Davina Aurora: okee ka makasih ya ka😊
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!