NovelToon NovelToon
Menikahi Mantan Suami Bucin

Menikahi Mantan Suami Bucin

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Perjodohan
Popularitas:8.9k
Nilai: 5
Nama Author: Kopii Hitam

Dua tahun lalu Fahri dipaksa menikah oleh sang kakek yang sudah renta dan sakit-sakitan. Demi bakti terhadap orang tua yang sudah membesarkannya itu, Fahri menikahi seorang gadis bernama Bella, gadis cantik berusia 21 tahun pilihan sang kakek.

Tanpa sepengetahuan kakeknya, Fahri membuat surat perjanjian dengan Bella, mereka menikah hanya untuk mewujudkan keinginan orang tua itu, perjanjian berakhir ketika sang kakek sudah tiada.

Setelah waktu yang ditunggu-tunggu tiba, Fahri menceraikan Bella tiga hari setelah kakeknya meninggal.

Pasca perceraian banyak hal yang terjadi dengan Bella tanpa sepengetahuan Fahri. Hingga pada saat kebenaran terkuak, Fahri menyesal menceraikan Bella.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kopii Hitam, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7.

Di kamar sebuah villa yang berada di sudut kota, Bella berusaha keras mempertahankan diri meski sudah mulai kehilangan kendali, rasa panas kian menjalar menggerogoti setiap inci tubuhnya, pandangan mulai gelap.

"Jangan mendekat!" lirih Bella dengan suara parau, berusaha tetap sadar meski tenaganya sudah mulai terkuras. Entah apa yang masuk ke tubuhnya sehingga dia sendiri tidak dapat mengendalikan diri. Ada keinginan yang terpendam, ada hasrat yang membuncah.

"Hahaha, menyerah saja! Jangan sok jual mahal, kau bisa mati jika tidak segera mendapatkan penawar." tawa Andre menggelegar, dia kian mendekat karena sudah tidak sabar ingin bermain.

"Lebih baik aku mati daripada..." suara Bella tiba-tiba hilang ketika tangan Andre mencengkram kuat lehernya, cengkraman itu sungguh menyakitkan, Bella benar-benar tidak sanggup, separuh nyawanya terasa melayang.

Bruk...

Tubuh Bella terhempas di ranjang, dia tidak lagi sanggup menggerakkan anggota badan yang kian lemas. Seketika tubuh Andre yang sudah separuh telanjang sudah berada di atasnya, Bella menitikkan air mata karena tidak punya daya dan upaya untuk melawan.

"Jangan lakukan, aku mohon!" rintih Bella dengan suara yang nyaris tak terdengar ketika wajah Andre sudah mendarat di lehernya, gigitan kecil yang dilakukan pria mesum itu membuatnya pasrah tak berdaya.

Andre yang sudah dikuasai nafsu lantas merobek pakaian Bella dengan paksa, tubuh Bella nyaris telanjang, membuat Andre kian menggila menyaksikan lekuk tubuh Bella yang menggoda, lembut dan indah seperti wajahnya yang cantik mempesona.

Brak...

Pintu yang tadinya terkunci tiba-tiba terbuka lebar dan berdentum membentur dinding, Andre terperanjat.

"Siapa?" teriaknya lantang, dia sangat marah dan bangkit dari tubuh Bella.

"Bajingan!" sergah Fahri yang tiba-tiba muncul dari balik pintu dan berlari menghampiri Andre, sebuah bogem mentah mendarat indah di wajah pria busuk itu, tubuhnya terpental di lantai. Dengan emosi yang membludak, Fahri menghajarnya sekuat tenaga, tinjunya bertubi-tubi melayang dan mendarat di wajah keparat itu.

Dari ambang pintu yang masih terbuka lebar, Reza yang tadinya hendak masuk seketika berbalik badan, dia urung membantu Fahri dan memilih menunggu di luar, keadaan Bella saat ini benar-benar memalukan.

Melihat tubuh Bella yang nyaris telanjang di atas kasur, Fahri menghentikan aksinya, dia cepat-cepat membuka mantel dan segera menutupnya.

Darah Fahri mendidih, rahangnya mengeras dan bergerak hingga pelipis, air matanya menggenang menyaksikan Bella yang tampak gelisah hingga mencoba menyingkirkan mantel yang menyelimuti tubuhnya.

Tadinya Fahri ingin sekali menghilangkan nyawa Andre, akan tetapi keadaan Bella lebih penting untuk saat ini. Fahri tidak kuat menyaksikan Bella yang mulai menyiksa diri, kuku-kukunya merayap melukai area lengan dan lehernya.

Setelah menutup sempurna tubuh Bella, Fahri membopongnya dan berdiri tegak di samping ranjang.

"Reza," teriak Fahri lantang, Reza yang menunggu di luar langsung berlari menghampirinya.

"Kau urus bajingan ini! Aku belum selesai dengannya," perintah Fahri dengan suara tegas dan jelas.

Reza mengangguk patuh, kemudian menyeret Andre yang sudah babak belur, kebetulan di luar sana ada beberapa orang anggota mereka yang berjaga.

"Panas," dezah Bella yang kini masih berada di gendongan Fahri, kedua tangannya melingkar erat di leher mantan suami itu.

"Bersabarlah, aku akan membawamu pulang." Fahri pun melangkah pergi meninggalkan tempat itu.

Sepanjang langkah menuju mobil yang terparkir di depan gerbang villa, wajah Bella merayap lembut di ceruk leher Fahri, tidak hanya kecupan-kecupan kecil yang dia rasakan, Fahri bahkan meringis ketika Bella menggigitnya sehingga meninggalkan bekas berwarna merah tua.

"Apa yang diberikan bajingan itu padamu?" keluh Fahri yang mulai merasa tidak nyaman, sentuhan Bella membuat bulu kuduknya merinding.

Di dalam mobil, Fahri duduk di samping Bella, mendekap erat tubuh ringkih yang bersandar di dadanya. Perlahan tangan Bella menjalar masuk diantara sela-sela kancing kemeja yang melekat di tubuh Fahri, Fahri mulai gelisah dan berusaha menghentikannya.

"Bantu aku, aku ingin!" suara parau Bella yang setengah berbisik membuat Fahri merasakan sesuatu yang tidak pernah dia rasakan sebelumnya, jakunnya naik turun menelan liur, tubuhnya mulai panas seperti terpancing gairah.

"Cukup Bella, sebentar lagi kita sampai, aku sudah memanggil dokter." Fahri masih berupaya meyakinkan Bella, sayang mantan istrinya itu sudah tidak kuasa menahan diri, dia beringsut dan melompat duduk di pangkuan Fahri.

Di depan sana, sang sopir tampak gelisah dan menghirup udara sebanyak-banyaknya, keringat dingin bercucuran di dahinya. "Aduh Pak, jangan disini!" batinnya dengan raut muka yang aneh sembari mengusap wajah dengan kasar.

Menyaksikan Bella yang sedang berusaha membuka mantel yang melilit tubuhnya, sang sopir terperanjat kaget dan menginjak rem tanpa sengaja. Terjadi kecelakaan kecil, menyebabkan mobil yang dikemudikannya menabrak pembatas jalan.

Ciiit...

Brak...

Merasakan ada guncangan, Fahri dengan sigap menahan tubuh Bella agar tidak terjerembab ke bawah bangku. Saat mobil berhenti tiba-tiba, bibir keduanya menyatu, mata Fahri terbelalak saking terkejut lalu membuang muka dengan cepat.

"Apa yang kau lakukan?" sergah Fahri dengan nada kesal dan suara lantang.

"Ma-maaf, Pak." sang sopir menarik handle pintu dan memilih turun dari mobil, dia tidak kuat menyaksikan tontonan di belakang yang membuat konsentrasinya terpecah. Sukur-sukur cuma nabrak pembatas jalan, andai masuk jurang bisa lain ceritanya.

Sepeninggal sang sopir, Bella menangkup tangan di pipi Fahri dan mengecup bibir mantan suami itu dengan lembut. Deru nafas keduanya memburu, menerpa wajah satu sama lain. Fahri benar-benar terperdaya, gairahnya membuncah, apalagi ketika Bella bergerak di pangkuannya, ada sesuatu yang bergerak tapi bukan benda.

"Sadar Bella, sebentar lagi kita sampai." alih-alih menyadarkan Bella, kini justru Fahri yang terperangkap, mobil yang mereka tumpangi mengalami kendala, tidak mungkin melanjutkan perjalanan.

Fahri menahan nafas ketika Bella berhasil menanggalkan mantel di tubuhnya, dadanya yang hanya terbalut bra membuat tenggorokan Fahri mendadak kering. "Berikan padaku!" bisik Bella, dia menggigit telinga Fahri lalu turun ke leher.

"Jangan salahkan aku, kamu sendiri yang menyalakan api!"

Dengan nafas memburu dan hasrat yang kian menggebu, Fahri melu*mat habis bibir Bella seperti kerasukan, kokopannya kian menggila ketika Bella melainkan lidah, bibir mungil itu hilang timbul dibalik bibir Fahri yang terbuka.

"Ahhh..." dezah Bella yang mulai kehabisan nafas.

Entahlah, rasanya Fahri ingin sekali menelan Bella mentah-mentah, namun kesadarannya masih ada, dia takut Bella membencinya setelah terbangun esok pagi.

Fahri benar-benar dilema dibalik hasratnya yang kian memuncak, dia tidak ingin merusak Bella yang saat ini masih dikuasai obat terlarang, batinnya meronta namun akalnya masih berjalan sebagaimana mestinya, satu kesalahan tentu akan mengubah segalanya.

Bella sudah terlanjur membencinya, dia tidak ingin kebencian itu semakin dalam merasuki relung hati Bella, apalagi mengingat hubungan mereka yang kini sudah berakhir, Fahri tidak mau memanfaatkan ketidakberdayaan Bella hanya demi nafsu semata.

Sesaat setelah tautan bibir mereka terlepas, air mata Bella menggenang di pelupuk matanya ketika menatap wajah Fahri. "Mas Fahri, aku sangat merindukanmu." gumam Bella menitikkan air mata sebelum akhirnya pingsan di dalam pelukan Fahri.

1
Uthie
Begitulah laki tuhh,.. sendiri nya gak nyadar udah bikin istrinya cemburu dengan interaksi nya pada wanita lain, sedang saat istrinya interaksi juga dengan laki2 lain sendiri nya lebih terbakar lagiii oleh api cemburu 😁😁
Kopii Hitam: huahaaa, benar ya kk🤣
total 1 replies
Uthie
akhiiirrnyaaa.. buka puasa juga yaa 😂
Kopii Hitam: asekkkk😄
total 1 replies
Uthie
Bahagia selalu yaaa kalian berdua 👍👍😍🤗🤗🤗
Kopii Hitam: 😍😍😍😍😍
total 1 replies
Uthie
Bella tanda-tanda Hamidun kahh 😁😍
Uthie: 😂😂😂😂😂
total 2 replies
Uthie
Duhhh.. dasar orang tua lucknut bisa nya cuma cari-cari Masalah aja 😡😡
Kopii Hitam: bikin kesel ya kk🤭
total 1 replies
Uthie
niceee 👍😍
Kopii Hitam: 😍😍😍😍😍
total 1 replies
muhammad ihsan
kok cuma satu bab thor
Kopii Hitam: besok ya KK 2 bab
total 1 replies
Uthie
Bagussss.. Hama emang harus di bersihkan 👍👍👍🤩
Kopii Hitam: bersihkan 🤣🤣
total 1 replies
Uthie
Nahhh....bagus itu 👍😡
emang curiga sihhh . masa orang tua sangat-sangat kejam kaya gtu 😡
Kopii Hitam: ok kak👍👍
total 1 replies
Uthie
Nahhh....gitu dong 👍👍😁
Kopii Hitam: siap🙏🙏🙏
total 1 replies
Uthie
senyum-senyum bacanya
Kopii Hitam: hmm😄🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Uthie
Waowwww😂😂
Kopii Hitam: kak🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
Uthie
Kasihan nya Bu Sari 😢
Kopii Hitam: iya /Sob//Sob//Sob//Sob/
total 1 replies
Uthie
terlalu lemah 😌
Kopii Hitam: iya kak🤭🤭🤭
total 1 replies
Uthie
coba mampir 👍🙏
Kopii Hitam: siap makasih kk
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!