Di saat Alice selalu merasakan kekecewaan dari keluarga dan hubungan asmaranya, Carlos datang dalam hidup Alice untuk mengantikan rasa kecewanya menjadi kebahagiaan.. Namun di saat Alice sudah percaya dan memberanikan dirinya untuk berharap bisa bahagia di tengah kecewanya terhadap keluarganya, Carlos menghilang.. Carlos pergi tanpa meninggalkan jejak, seketika membuat Alice mempercayai jika di dunia ini tidak ada yang bisa membuatnya bahagia
Bab 7
Rosaline menggeleng tidak percaya, tapi ketika ia sudah bisa mengendalikan dirinya.. Rosaline langsung bergerak menuju tante Grace.
Plak
“Setalah kakak menikah, kakak pindah ke keluar kota.. hingga aku dan Ririn menikah kakak juga tidak hadir, bagaimana caranya Mas Indra dulunya maunya dengan kakak dan berujung aku yang menikah dengan Mas Indra? Bagaimana caranya kak?!” Bentak Rosaline
Rosaline jatuh terduduk, memikirkan kebodohan yang di lakukannya.
“Aku membantu kamu, karena aku pikir kasihan keponakan ku tidak di perdulikan oleh ayah dan keluarga ayahnya.. aku lebih membela dan mempercayai anak - anak mu hingga membuat anak - anak ku sakit hati dan kecewa berujung mereka tidak akan mau bertemu denganku..tapi ternyata semua ini memang ulah kakak ku sendiri yang iri dengan kehidupan ku hingga dia dengan tega menghancurkan hidup ku dan anak - anak ku.” Ucap mama Rosaline sambil menangis..
“Kamu baru menyesal sekarang sudah sangat terlambat Rosaline.” Ucap nenek Rose
Silvie dan Natalie semakin ketakutan karena apa yang selama ini di katakan oleh mamanya adalah kebohongan..
“Kalian harus selalu berada di atas Alice dan Jane, karena apa yang mereka punya itu harusnya milik kalian. Indra dulunya pacarnya mama, tapi tante Rosaline mendekatinya dan akhirnya mereka menikah.. mama terpaksa menikah dengan papa kalian, karena waktu itu mama mabuk dan papa kalian memanfaatkan momen itu.” Ucap Grace yang berulang kali mengingatkan anaknya agar anak - anaknya membenci saudaranya sendiri.
Nenek Rose melihat wajah ketakutan Silvie dan Natalie.
“Padahal kalian pernah di penjara karena kasus pencemaran nama baik. Tapi kayaknya tidak membuat kalian kapok ya.” Ucap nenek Rose dengan senyum sinis
Deg
Silvie dan Natalie semakin ketakutan, keduanya refleks menggelengkan kepalanya dan melangkah mundur.
“Tidak nek.. tolong jangan.” Ucap Silvie dengan ketakutan.
“Sekarang baru bisa takut, dari dulu ke mana saja.. masih berani mefitnah orang kok, bearti kan hebat kamu tidak takut dengan konsekuensi dari perbuatan kamu itu. Kecil lah itu masuk penjara kan cuma beberapa bulan saja.” Ejek mama Rosaline
Kakek Arman sudah sangat muak, ia akan menghukum tante Grace.
“Suruh anak - anak dan suami kamu cari pekerjaan.. tidak ada lagi jatah bulanan dari ku untuk kamu dan anak - anak kamu. Jika kamu tidak senang silakan keluar dari rumah itu, aku sudah berbaik hati tidak mengusir kalian dari rumah itu. Jadi mulai sekarang kalian pikirkan sendiri bulanan kalian bagaimana.” Ucap kakek Arman
Tante Grace tidak senang dengan keputusan kakek Arman..
“Rosaline masih di jatah kenapa aku tidak pa?” Tanya tante Grace
“Rosaline tidak pernah kami memberikannya jatah, dari dulu Rosaline ada pemasukannya sendiri, adik sendiri ada bangun usaha saja kamu tidak tahu. Tahunya memanfaatkan kebaikan adik kamu dan menghancurkan hidup adik kamu.. karena suami adik kamu bisa sayang ke istrinya tidak seperti suami kamu.” Sarkas nenek Rose.
“Kalau begitu Rosaline harus bayar kerugian hidup ku yang susah ini semua karena dia.” Ucap tante Grace dengan tidak tahu malu..
“Apa yang harus aku bayar, hah?! Kehidupan mu yang mana? Dengan sadar kau mengancam orang tua mu untuk bunuh diri jika kau tidak menikah dengan suami mu yang sekarang.. tiba saatnya kau tidak bahagia dan suami kau tidak pernah sayang sama kau dan anak - kau ini.. tinggal enak kau hancurkan hidup ku dan sekarang hidup ku sudah hancur berantakan kau dengan tidak tahu malunya meminta aku untuk bayar ganti rugi?!” Bentak mama Rosaline
“Heh dengar ya… anak kau sekolah dari TK sampai sekarang tidak tamat - tamat kuliah siapa yang bayar? Anak kau itu les ini itu, siapa yang bayar? Kau yang mencuri air dan listrik dari rumah ku ada kau ganti? Yang certia mau di ganti, ada kau ganti tidak?” Tanya mama Rosaline
Deg
Muka tante Grace berubah menjadi pucat mendengaar apa yang di katakan mama Rosaline.
“Suami kamu yang menyumbangkan saja, tidak membiayai hidup anak - anak kamu.. selama ini Risaline lah yang membiayai semua.. tapi dengan tidak tahu dirinya kamu mencuci otak anak - anak mu dengan kebohongan hingga mefitnah dan menghina anak orang yang membantu anak kamu..” ucap nenek Rose
“Sudah ma, capek bilangin dia.. karena yang ada di pikirannya itu dia tidak salah dan memang pantas berbuat seperti ini..” ucap mama Rosaline..
Mama Rose tertegun melihat dan mendengar kelakuan anak dan cucunya yang ini.
“Pa, aku yang lahirkan dia.. kenapa dia lebih mirip ke perempuan itu sifatnya..” isak nenek Rose
Kakek Arman pun berpikir yang sama, ia melihat ke arah mama Rosaline.. mama Rosaline hanya menganggukkan kepalanya. Mama Rosaline juga merasakan seperti nenek Rose. Tapi mereka hanya diam dan akhirnya menyuruh tante Grace pulang dan membawa anak - anaknya pergi dari rumah mama Rosaline.
................
Natalie menjadi gelisah karena ia merasa bersalah karena sudah melukai hati sepupunya sejak mereka kecil, ia jalan mondar mandir membuat Silvie semakin pusing.
“Kamu ngapain sih, jalan mondar mandir begitu?” Tanya Silvie
“Aku takut kak.. aku takut..” jawab Natalie yang akhirnya menangis karena ketakutan
“Bukan cuma kamu saja yang takut, aku juga takut.. tapi aku tidak pernah menyesal apa yang sudah aku lakukan ke mereka. Kita tetap harus ada di atas mereka.” Ucap Silvie
“Tapi habis ini pasti tante Rosaline tidak akan pernah bisa lagi kita hasut kak.” Ucap Natalie
“Main cantik dong, jika tante Rosaline sudah tidak bisa kita hasut.. akan ada caranya menghasut orang, langsung di hujat di mana - mana.” Ucap Silvie dengan senyum sinis
“Karena mereka tidak boleh ada di atas kita, harus kita yang berada di atas mereka.” Ucap Silvie lagi
Natalie berpikir apa yang di katakan kakaknya ada benarnya, tapi ia juga takut jika semua ini akan berbalik menjadi mereka yang di hujat..
“Kamu tenang saja, akan ada saatnya mereka akan kena hujat karena sudah membuat tante Rosaline tidak berpihak lagi di kita.” Ucap Silvie melihat wajah adiknya menjadi gelisah
Natalie akhirnya menganggukan kepalanya.
‘Kita lihat saja, kalian akan berada di bawah kami.. karena hanya kami yang boleh di banggakan dan hanya kami yang boleh di sayangi.’ Ucap Silvie dalam hati.
................
Tidak tahu kenapa Kelvin ingin membuka alat yang dia pasang dulu di kamar Silvie dan Natalie.. dulu saat berulang kali Silvie mengambil PR Alice, Kelvin langsung meminta salah satu teman SMAnya yang mahir di bidang teknologi membuatkan alat penyadap, ternyata temannya bisa dan sudah terbiasa membantu di perusahaan ayahnya..
akhirnya pada saat tante Grace tidak ada di rumah, Kelvin langsung melancarkan aksinya memasangkan di daerah yang tidak pernah terpikirkan oleh Silvie dan Natalie jika di benda itu ada alat penyadap.. makanya kenap ia tahu dulunya Silvie dan Natalie membenci Alice gara-gara itu.
Setelah selesai mendengarkan semua omongan Silvie, Kelvin tersulut emosi dan dengan cepat ia menyimpan suara - suara dari alat penyadap itu. ia mengepalkan tangannya dan menatap ke arah jendela.
“Jika kalian masih berani melakukan sesuatu membuat adik ku kesal dan sedih, akan ku keluarkan semua ini.. kita lihat siapa yang di hujat.. kalian atau adik - adik ku.” Ucap Kelvin dengan nada datar.
Setelahnya Kelvin langsung menghubungi teman - temannya yang di bidang IT karena ia ingin mengeluarkan sedikit hadiah untuk kedua sepupunya itu.