Saat langit retak dan hukum purba kembali berkuasa, manusia jatuh ke dasar rantai makanan. Di tengah keputusasaan itu, Rifana bangkit dengan luka yang tak kunjung sembuh dan ingatan yang perlahan terasa asing.
Di dunia di mana para Superhuman mulai membangun tatanan baru di atas reruntuhan, Rifana hanyalah anomali yang membawa aroma maut ke mana pun ia melangkah. Dia tidak memiliki kekuatan yang memukau, hanya kemampuan adaptasi yang gila dan perasaan bahwa dirinya bukan lagi manusia yang sama.
Berapa lama dia bisa bertahan di dunia yang tak lagi mengenali keberadaannya? Dan apa yang sebenarnya mengawasi dari balik fajar yang tak kunjung tiba?
Jadwal Up : 18.30 WIB
6-7 Ch/minggu
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lloomi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
[Trait]
Beban di hati Rifana berkurang, dia merasa belenggu di hatinya telah dilepas setelah sekian lama. Sebagai seorang pembaca setia genre fiksi, sesuatu terasa tidak lengkap saat itu tidak ada.
Sebuah Sistem!
'Akhirnya kebuntuan ini akan berakhir' Rifana terlalu lelah untuk memikirkan hal lainnya, dengan datangnya sistem ini dia bisa melakukan lebih banyak hal.
Fitur-fitur yang pernah dibacanya dalam cerita sangat membantu bagi manusia untuk tumbuh, apalagi dengan adanya keberadaan mengerikan di luar sana.
Alisnya mengerut saat mengingat kembali makhluk kolosal yang ditemuinya beberapa saat yang lalu.
Hampir di semua cerita yang dibacanya, manusia merupakan makhluk terendah dalam peringkat ras.
Apalagi jika dibandingkan dengan Ras unggul seperti Elf, Naga, Dwarf dan ras kuat lainnya yang dapat berdiri kokoh satu sama lain.
'Tentunya manusia berada di titik terendah sekarang' Rifana tak bisa menyangkalnya, namun bahkan listrik yang sangat diandalkan manusia untuk komunikasi telah kehilangan fungsi.
Dia tak tahu apa alasannya, namun dia benar-benar buntu tentang keadaan di luar.
Apakah militer sudah bergerak? Apakah pemerintah telah melakukan sesuatu? Dia tidak tahu.
Rifana duduk manis dan melihat layar itu berkedip dan berubah.
[Fungsi dasar sistem telah aktif]
[Pemberitahuan global : 1.000.000 manusia telah awaken, kiamat menimpa dunia anda. makhluk dunia lama telah kembali untuk mengambil alih dunia, mana yang bocor dari atmosfer menciptakan mutasi tak terduga pada segalanya.]
[Sebagai bantuan yang adil, Cosmic will mengubah tubuh manusia, membuatnya dapat menyerap mana dengan syarat khusus.]
[Hidup kalian berada di tangan kalian sekarang, semoga beruntung!]
Pemberitahuan itu bergema di benak sejuta orang di seluruh dunia, beberapa kaget, beberapa tegang dan beberapa orang seperti Rifana, bersemangat tanpa alasan yang jelas.
Rifana menatap layar itu yang terurai kembali menjadi partikel 'Jadi ini baru dimulai ya?' pikiran itu langsung menyelinap masuk kedalam benaknya.
Pesan-pesan singkat itu memberikan petunjuk besar bagi Rifana yang selama ini ketakutan pada kondisinya sendiri.
'Mana, pasti itu alasannya' Perubahan pada dirinya dapat disimpulkan sekarang, mutasi mana. Rifana dapat menebak mutasi pertamanya, berpikir itu adalah saat ia kehilangan kesadarannya di mini market.
Dia berbaring di kasurnya.
Beberapa pengetahuan muncul dalam pikirannya secara ajaib, pengetahuan tentang fungsi sistem dan beberapa fitur tambahan seakan ditanam langsung di otaknya.
Dengan perintah pikiran, Rifana membayangkan antarmuka sistem dan layar putih itu kembali tercipta dari kehampaan.
[Status]
[Mission]
[Chat]
Beberapa pilihan muncul disana 'Kenapa ini pudar?' Rifana melihat beberapa fungsi yang pudar, saat dia menyentuhnya tak ada reaksi apapun dari sistem 'Hm.. mungkin fungsi ini belum bisa diakses' tebaknya.
Rifana mengecek fitur sistem satu persatu, dia membuka panel misi, layar berkedip.
Panel [Misi] terbuka.
Namun misi itu kosong, 'Sepertinya belum ada misi yang terpicu' Rifana segera menutupnya, dan mengecek tempat lain.
Dia berpikir sejenak, mungkin dia harus melakukan sesuatu untuk mendapatkan misi; 'Apakah akan ada NPC? Misi-misi ini, apakah akan dibuat oleh NPC atau sistem itu sendiri?' Rifana penasaran.
'Yah ayo lihat yang lain'
Dia mengetuk panel [Chat] dan sebuah antarmuka pesan terbuka dihadapannya, ui dasar panel itu mirip dengan aplikasi Chatting pada umumnya.
Ada beberapa fitur seperti membuat grup, tambah teman dan utamanya itu Global chat.
Rifana mengetuk opsi global chat yang saat ini memiliki +999 pesan tak terbaca.
[Chat]
[Nizam : Sialan woi apa apaan ini, tikus apaan gedenya semeter, yang bener aja!]
[Raka : Ah lu belum liat aja cok, tadi gua ketemu anjing yang udah kena mutasi, cepetnya gila mampus sialan]
[Nafisa : Ih ada yang bisa nolong aku ga? Pacarku sekarat abis ngelawan kecoa raksasa, siapapun tolong!!!]
Melihat log chat yang begitu hidup Rifana merasa sedikit lebih baik, 'Punya internet emang lebih baik' Pikirnya, meski tak sama dengan sosial media, chat ini setidaknya bisa membantu orang-orang bertahan sedikit lebih lama.
Chat terus bergulir dengan cepat, antarmukanya cukup simpel. Foto yang sepertinya tampilan asli ditempatkan di sisi kiri chat dengan nama yang tercantum setelahnya.
Rifana tak bisa membaca apapun, mungkin akan ada fitur perlambat chat namun mungkin dia akan mengecek nya di lain waktu.
Bahkan saat dia mencoba fokus dan melihat pesan yang cepat, kebanyakan hanya spam acak dan beberapa orang meminta pertolongan untuk situasi buruknya.
Mengalihkan fokusnya ke bagian lain sistem.
Layar berkedip beberapa kali dan dengan suara klik yang aneh, layar itu berubah menunjukan panel status Rifana dengan lengkap.
[Status]
Nama: Rifana Arta
Class: -
Trait: Natural Adapter, Revived
Skill: Regenerasi, adrenaline rush.
Kekuatan: 3 (Rata-rata manusia dewasa 5)
Kelincahan: 2 (Rata-rata manusia dewasa 5)
Kecerdasan: 9 (Rata-rata manusia dewasa 5)
[Penilaian : Bajingan licik yang cukup beruntung]
Rifana menatap bagian paling mencolok dari segalanya 'Apa maksud lu hah, alat bantu bahkan ngehina gua sekarang ah sudahlah' Dia sedikit kesal dengan penilaian itu.
Apa yang pernah dilakukannya hingga membuat sistem menilainya begitu? Yah Memikirkannya membuat Rifana jengkel, kenapa orang yang tak bersalah selalu disalahkan.
Dia mengalihkan perhatiannya pada bagian lain dari statusnya 'Beberapa stat ku dibawah rata-rata, namun kecerdasan ini.. ' Rifana mau tak mau melihatnya, apa sistem menyebutnya licik karena ini?
'Selanjutnya' Dia beralih ke kolom trait dan menekannya 'Natural Adapter, itu nama yang menarik' Rifana setidaknya tenang dengan cepat, mungkin itu juga efek dari traitnya.
Tapi di sebelahnya, ada satu nama lagi.
Rifana tak ingin pikirannya menghayal lebih jauh, lebih baik baginya untuk mengeceknya sendiri nanti.
Telunjuknya mengetuk kolom trait untuk informasi lebih detail, layar berkedip dan itu muncul.
Akhirnya Rifana mengerti.
[Trait - Natural Adapter]
[Deskripsi: Tubuhmu yang dimodifikasi telah berintegrasi 100% dengan mana. Tak salah jika seseorang menyebut dirimu 'hasil uji coba sempurna' dari rekayasa genetik Cosmic Will.]
[Efek - Fight back slowly]
[Tubuhmu akan beradaptasi secara perlahan di segala kondisi, setelah adaptasi selesai, sebuah skill terkait akan tercipta.]
Deskripsi yang baru saja Rifana baca sangat mengejutkan, 'Kalo gini ceritanya sih' Dia mengepalkan tinjunya penuh semangat, 'Selama gua bertahan, kekuatan gua mungkin bakal meningkat dengan cepet!'
Namun kesenangangan itu hanya berlangsung sementara.
Saat sampai pada bagian akhir dari panel itu, senyum di mulut Rifana perlahan menghilang.
[Kelemahan: Kendali emosimu turun, ada kemungkinan anda menjadi gila.]
"Bajingan.."
Beberapa kata itu menyadarkannya Rifana, dia benar-benar was was sekarang. Meskipun kemampuannya kuat, apa gunanya jika dia gila? Tanpa akal sehat, apa yang bisa dilakukannya.
Mengetahui hal ini membuat Rifana sedikit lega, namun tetap saja.
Dari pengetahuan yang dia dapat sebelumnya trait bekerja layaknya skill pasif yang aktif setiap saat, dan ini jelas bukanlah kabar yang baik baginya.
Kini dia harus hidup di tengah keduanya, kewarasan dan kegilaan.
Rifana belum melakukan apapun, namun emosinya menjadi kacau sekarang.
Dia mencoba mengalihkan perhatiannya pada [Trait] lain yang dimilikinya, dia menekan kata lain yang terikat di kolom traitnya.
Layar terbuka sekali lagi.
Zztt...
Setelah glitch singkat, itu muncul.
[Trait - Revived]
[Deskripsi: Kamu telah dibangkitkan dari kematian-]