Cikal Bakal Tim Divisi Kasus Dingin
Ini GD setelah GD 1 sebelum GD 2 ( Shea n the gank ). Makanya aku kasih judul Ghost Detective Season 1.5.
Isinya awal tim gabut dibentuk. Masih the o.g tim ( bang Dean, mas Rayyan, mbak Nana, mbak Tikah dan pak Jarot ). Jangan cari mbak Lilis karena belum ada tapi ada awal mula mbak Susi ikutan. Ada mbak Nita juga, ada anomali lainnya ( belum musim Saja Boys versi tuyul ). Masih ada Hoshi dan Bima. Ini masih bersama L, Nyes dan Dendeng.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hana Reeves, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mbak Susi Beraksi
Divisi Kasus Dingin Polda Metro Jaya Jakarta
"Kita mulai dengan panti jompo Harmoni Life ya?" ucap AKP Dean Thomas. "Karena dik Rayyan masih honeymoon dengan menu telur dadar ...."
Sontak tim kasus dingin terbahak karena ingat bagaimana Anala marah-marah soal dekorasi.
"Jadi, biar aku dan Nana serta mas L plus Mbak Susi kesana. Kita akan menanyakan soal kasus mbak Susi. Kalau sampai tetap tidak mau mengaku ... Ya tugasnya doi lah!" senyum AKP Dean Thomas.
"Lha? Bang Dean, malah kasih panggung?" tanya Iptu Nana.
"Iyalah Na ... Kan Mbak Susi korban disini dan dia berhak mendapatkan keadilan termasuk meminta pertanggungjawaban dari si pelaku meskipun dia sudah jadi arwah," jawab AKP Dean Thomas.
Lachlan dan Raiden menoleh ke arah Mbak Susi yang tampak gembira.
"Oooohhhh aku suka gayanya pak Dean," senyum Mbak Susi. "Fix mas L, mas Dendeng ... Aku tidak mau kemana-mana! Disini saja jagain tim kasus dingin."
"Lha?" Lachlan dan Raiden terkejut mendengar ucapan Mbak Susi.
"Kenapa mas L? Mas Dendeng?" tanya Iptu Atikah.
"Mbak Susi mau disini bersama tim kalian. Katanya mau jagain sini," jawab Lachlan.
"Haaaahhh?" seru semua orang.
***
Panti Lansia Harmony Life
AKP Dean Thomas datang bersama dengan Iptu Nana, Kompol Jarot dan Lachlan serta mbak Susi. Pihak panti pun menerima mereka setelah AKP Dean Thomas membuat janji terlebih dahulu sebelumnya.
"Pak Yugo Pandowo sudah menunggu bapak-bapak dan ibu karena beliau memang tidak banyak yang menjenguk," ucap pengurus panti.
"Anak-anaknya?" tanya AKP Dean Thomas.
"Mereka sudah tidak perduli dengan ayahnya apalagi semua harta diambil alih. Anak-anak dari istri pertama sudah menguasai harta ayahnya sementara anak dari istri kedua dan ketiga, tidak ada yang dibagi karena dianggap anak haram dan tidak ada pernikahan resmi dari pak Yugo," jawab pengurus panti itu dengan perasaan miris.
"Biasanya apa yang kamu tuai, itu yang kamu dapat. Kamu jahat pada istri dan anakmu yang pertama ... maka jangan kaget jika ada pembalasan di suatu hari nanti karena memang rasa trauma itu masih ada," timpal AKP Dean Thomas. "Makanya, jika kita sudah diberikan kepercayaan seorang anak, rejeki, pangkat, jabatan ... yang halal lho ya untuk rejeki, harus bertanggung jawab."
"Ini yang kadang orang lupa saat mereka berada di puncak. Mereka menjadi egois, hanya memikirkan bagaimana cara mendapatkan lebih dari ini karena merasa selalu kurang. Padahal di mata Allah, itu sudah cukup jangan serakah ... endingnya ya diambil lagi atau malah dihilangkan tanpa sisa."
"Kurang bersyukur! Itu yang paling utama. Aku heran sama pejabat di pemerintahan ya, apa mereka tidak takut akan pertanggung jawaban saat dipanggil pulang? Apa mereka dulu tidak pernah diajarin soal agama? Apa merasa jika sudah punya kekuasaan, maka itu adalah karena dia bukan karena Allah. Lha terus kamu lahir, hidup dari mana? Mesin ala Terminator?" omel Iptu Nana.
"Intinya percuma kamu sholat, ngaji dan paham agama tapi tetap zinah, korupsi, dzolim dan serakah kan?" kekeh Lachlan.
"Betul itu! Tapi susah ya. Di Konoha cuma babi dan anjing yang haram ... tetiba langsung agamis kalau menyangkut soal itu. Padahal mereka haram kalau dikonsumsi dagingnya. Kalau kena air liur anjing, bisa dibersihkan karena ada aturannya. Lha kalau orang munafik? Orang yang suka mencela orang lain? Mencla mencle? Bukannya itu jauh lebih haram mulutnya dari liur anjing? Kelakuan seperti itu tidak bisa cuma dikumur pakai Betadine!" omel Iptu Nana.
"Apalagi yang menormalisasi kelakuan bejat dengan bawa-bawa agama dan dalil .... Sok mencocoklogi terutama yang terlalu fanatik," ujar Kompol Jarot. "Ingat, apapun yang terlalu berlebih-lebihan itu tidak baik."
Petugas panti itu hanya diam saja mendengar para polis mengobrol karena memang kebanyakan seperti itu, para lansia yang masuk. Sedikit yang tinggal disana karena memang mau.
Mereka pun tiba di sebuah kamar dan petugas panti mengetuk pintu lalu membukanya. Tampak seorang pria tua, terbaring tidak berdaya, sedang diperiksa oleh perawat.
"Selamat pagi pak Yugo Pandowo. Ini ada pihak kepolisian datang," ucap petugas panti membuat mata tua Yugo melirik.
"Dia stroke kiri atau kanan?" bisik Iptu Nana.
"Stroke kiri," balas petugas panti itu.
Note
Perbedaan utama stroke kanan dan kiri terletak pada sisi tubuh yang terdampak ( kontralateral/berlawanan ) dan fungsi kognitif yang terganggu. Stroke otak kanan umumnya memengaruhi tubuh kiri, kesadaran spasial, dan perilaku. Stroke otak kiri memengaruhi tubuh kanan dan kemampuan bahasa/logika, seringkali lebih mudah dideteksi.
Perbedaan lainnya stroke sisi kiri cenderung lebih cepat dikenali karena adanya gangguan bicara yang jelas ( afasia ), sementara stroke kanan seringkali gejalanya kurang jelas.
Sumber Google
"Selamat pagi Pak Yugo. Saya AKP Dean Thomas dari Polda Metro Jaya Jakarta." AKP Dean Thomas pun berdiri di depan Yugo.
"Haah ... Haaah ...." Yugo hanya bisa seperti itu. "Ha ...mu ... po ... ci?"
"Benar. Saya polisi."
"Ma ... u apa ...." Meskipun Yugo kena stroke tapi matanya tetap waspada.
"Apakah pak Yugo ingat sekretaris bapak yang bernama Susi? Susi Fatmawati?" tanya AKP Dean Thomas pelan-pelan.
Mata Yugo terbelalak. "Ti ... dak ...."
"Kami membuka kembali kasus lama anda. Andalah pembunuh nona Susi tapi anda bisa lolos karena beking Kapolri sebelumnya!" senyum AKP Dean Thomas.
"Apa ... mau ... hamu?" Wajah Yugo berubah menjadi marah.
"Mengaku."
Tiba-tiba Yugo tersenyum dan semua tim kasus dingin merasa ada yang salah.
"Kamu ... hidak ... bi ... bisa ... buk ...tikan ...."
"Siapa bilang?Saya mendapatkan semuanya. Termasuk catatan dari Kapolri yang melindungi anda! Saya sudah membuat pekerjaan rumah saya dan istri almarhum Kapolri itu memberikan semua log catatan tentang anda karena itu sebagai jaminan anda tetap memberikan uang tutup mulut! Kenapa istrinya mau memberikan ... Karena dia terkena kanker usus stadium empat dan dia ingin bertaubat sebelum meninggal! Beliau tahu saya membuka kasus ini jadi ...." AKP Dean Thomas mengeluarkan satu bundel document keeper dan memperlihatkan semuanya ke Yugo. "Saya punya bukti video dan rekaman suara anda dengan almarhum Kapolri. Ini real dan bukan rekayasa AI."
Yugo mendelik ke arah AKP Dean Thomas.
"Aku ... ti ... dak bunuh ... Susi! Dia ... mati sendiri!" eyel Yugo.
AKP Dean Thomas melirik ke arah anak buahnya. "Bagaimana dia mati sendiri?" tanyanya.
"Ya ... mati saja!"
"Kamu mencekik aku!"
Yugo terkejut dan melihat ada sesosok wanita di balik punggung AKP Dean Thomas. Matanya semakin terbelalak saat tahu siapa itu.
"Su ... Si ...." bisiknya.
"Halo Yugo ... Bagaimana jika aku sekarang yang mencekik dirimu?" seringai mbak Susi sambil menghampiri Yugo.
***
Yuhuuu up Pagi Yaaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu
pntsn mbilnya smp ringsek,yg nmpel ada 10.....tp bgus sih,biar tu pnjht nrima akibtnya....abs ni siap2 bbo d sel pula.....