NovelToon NovelToon
Terjebak Di Kota Avalon

Terjebak Di Kota Avalon

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Romansa Fantasi / Transmigrasi
Popularitas:2.9k
Nilai: 5
Nama Author: Anastasia

“Pasti ada alasan kenapa mereka menyuruhku kembali. ”
“Lalu bagaimana nona?. ”
“Tentu saja kita kembali, aku mau lihat apa maunya keluarga Starborn. ”
jawab Lunaria sambil tersenyum.
Dimana kota Avalon kota sihir, hanya Lunaria yang tidak bisa menggunakan sihir.
keluarga Starborn mengasingkan Lunaria dari kediaman utama ke villa terpencil milik mereka, keluarga Starborn menganggapnya aib, anak cacat berbeda dengan Learia saudara kembar Lunaria.
Dan saat keluarga Starborn diperintahkan kerajaan Avalon untuk menikahkan putrinya kepada Kael dragomir putra mahkota Avalon, yang dikenal pria sadis, berbahaya dan seorang duda dimana ketiga istrinya terdahulu meninggal secara misterius.
Kael yang dikenal pangeran bintang kesepian, membuat keluarga Starborn tidak rela menikahkan Laeria putri kebangangan mereka menikah dengan Kael.
Tapi mereka tidak tahu rahasia tentang Lunaria.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anastasia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 26.Malam pesta dan topeng keburukan.

Malam itu, seluruh Kota Avalon tampak bersinar lebih terang dari biasanya.

Di pusat kota, tepat di hadapan Istana Kerajaan yang megah, sebuah pesta besar digelar di taman luas yang dihiasi ribuan lampu kristal dan sihir iluminasi. Suasana meriah namun tetap memancarkan aura agung dan mematikan.

Ini adalah malam perayaan ganda. Pertama, untuk merayakan kemenangan gemilang Pangeran Ka el dalam membasmi monster Gero-gero di perbatasan Utara. Dan kedua, sekaligus menjadi perayaan hari ulang tahun sang Pangeran yang ke-35.

Namun, berita yang paling membuat seluruh penjuru kota heboh adalah satu hal yang akan diumumkan malam itu juga: Pertunangan Resmi Putra Mahkota Ka el drago mir dengan putri terpilih dari Keluarga Star born.

Di kediaman utama keluarga Star born, suasana jauh dari kata tenang. Justru sangat sibuk dan kacau.

Seluruh pelayan berlari kesana-kemari membawa gaun-gaun mewah, perhiasan berkilau, dan berbagai perlengkapan mahal. Lord Valde mar dan Lady Seraphina tampak sangat gugup namun antusias, memastikan segala sesuatunya sempurna. Mereka ingin putri mereka—yang kini menjadi calon permaisuri—terlihat paling memukau di malam itu.

Tapi bukan Lea ria yang akan tampil. Melainkan Luna ria.

Di kamar Luna ria, puluhan orang berkumpul. Ada penata busana, penata rias, hingga ahli sihir kecantikan yang khusus didatangkan dari istana.

"Nona, tolong jangan bergerak-gerak..."

"Kiri sedikit... ya, pasangkan anting mutiara ini..."

"Warnanya harus lebih cerah, Nona Luna ria harus terlihat berseri-seri di bawah lampu sihir!"

Suara-suara itu terdengar ramai sekali. Luna ria duduk di depan cermin besar berbingkai emas, matanya menatap pantulan dirinya sendiri dengan tatapan kosong.

Ia tidak melawan. Ia membiarkan mereka memakaikan gaun panjang berwarna biru tua yang dihiasi manik-manik berkilau seperti langit malam. Ia membiarkan mereka menyisir rambut hitam panjangnya dan menghiasnya dengan pita sutra.

Namun, di balik kepatuhannya itu, ada rencana jahat yang sedang ia susun dengan tenang.

"Semuanya sudah selesai, Nona! Lihatlah!" seru ketua penata rias dengan bangga.

Di cermin, terlihat sosok wanita yang sangat cantik, anggun, dan mempesona. Kulitnya mulus, pipinya merona, dan matanya terlihat semakin tajam dan indah.

Lady Seraphina masuk ke kamar, matanya berbinar melihat penampilan putrinya. "Bagus... sangat bagus. Kau terlihat seperti putri sejati, Luna ria. Pangeran Ka el pasti akan terpesona."

Luna ria hanya tersenyum tipis, senyum yang tidak sampai ke matanya.

"Tentu, Bu. Aku akan melakukan yang terbaik," jawabnya lembut.

Setelah semua orang keluar dari kamar, menyisakan Luna ria sendirian untuk memakai cadarnya, barulah topeng keanggunan itu runtuh.

Luna ria berdiri, berjalan mendekat ke cermin hingga hidungnya hampir menyentuh kaca.

Ia menatap wajah cantik itu dengan jijik.

"Terlalu cantik... terlalu sempurna," gumamnya pelan. "Kalau aku tampil seperti ini, pasti pria itu akan langsung suka. Tidak bisa. Aku harus merusaknya."

Dengan gerakan cepat dan terlatih, tangan Luna ria mulai bekerja.

Pertama, ia mengambil sedikit bedak tabur berwarna kelabu yang sengaja ia simpan, lalu menaburkannya tipis-tipis di wajah dan lehernya hingga membuat kulitnya terlihat kusam dan tidak bersinar, seolah-olah ia memiliki masalah kulit atau kurang darah.

Kemudian, ia mengambil pensil alis berwarna hitam pekat, lalu menyamakannya secara tidak rata, membuat alisnya terlihat tebal, kotor, dan tidak terawat.

Untuk sentuhan terakhir, ia mengambil sedikit pewarna alami berwarna kehijauan dan mengoleskannya sangat tipis di bawah matanya, menciptakan efek lingkaran hitam pekat yang membuatnya terlihat seperti orang sakit parah, kurang tidur, atau bahkan... seperti orang yang terkena kutu atau penyakit aneh.

Selesai!

Luna ria tersenyum puas menatap hasil karyanya sendiri di cermin.

Wajah yang tadinya cantik memukau, kini berubah menjadi... menyeramkan dan menjijikkan.

Kulitnya terlihat kotor dan kusam, alisnya berantakan, dan matanya dilingkari warna gelap yang membuat tatapannya terlihat murung dan sakit-sakitan.

"Sempurna," bisik Luna ria. "Siapa pun yang melihat wajah ini dari dekat pasti akan merasa mual dan ingin menjauh. Termasuk kau, Pangeran Ka el."

Ia lalu mengambil cadar tipis berwarna gelap yang disiapkan, lalu menutupi sebagian besar wajah dan kepalanya. Dengan cadar itu, dari jauh ia masih terlihat misterius dan sopan. Tapi saat cadarnya dibuka nanti... kejutan buruklah yang akan menunggu.

Di lorong luar, tepat di depan pintu kamar Luna ria, Lea ria berdiri diam mematung.

Ia baru saja sampai di sana dengan bantuan tongkat dan pelayan, kakinya masih terasa ngilu jika berdiri terlalu lama. Ia ingin melihat bagaimana penampilan saudara kembarnya itu malam ini.

Ia mendengar suara keramaian tadi, dan mendengar ibunya berkata bahwa Luna ria terlihat sangat cantik.

Namun, saat pintu sedikit terbuka dan ia melihat sosok Luna ria yang keluar...

Lea ria terkejut.

Dari kejauhan dan dengan cadar yang menutup wajah, Luna ria memang terlihat anggun dan tinggi semampai. Tapi ada sesuatu yang aneh dengan aura yang dipancarkannya. Tidak ada cahaya kebahagiaan, justru ada aura gelap yang menusuk.

Lea ria menatap punggung Luna ria yang menjauh menuju tangga utama.

Di dalam hati Lea ria, ada perasaan campur aduk yang rumit. Rasa iri, rasa takut, dan rasa... berharap.

'Tolonglah... tolong biarkan Pangeran Ka el membencinya,' batin Lea ria berdoa dengan sungguh-sungguh, jari-jarinya mengepal kuat di gagang tongkatnya.

'Aku tidak mau dia bahagia. Aku tidak mau dia menjadi permaisuri. Kalau dia memang seburuk yang Ayah dan Ibu katakan... kalau dia memang gadis desa yang kasar dan jelek... tolong biarkan Pangeran Ka el melihat sisi buruknya malam ini. Biarkan Pangeran itu membencinya, menghinanya, dan membuangnya kembali. Biarkan dia menderita seperti yang aku rasakan sekarang.'

Lea ria menunduk, air mata kesedihan dan kebencian bercampur menetes.

'Aku harap kau gagal, Luna ria. Aku harap suamimu nanti akan menyiksamu hingga kau menyesal telah mengambil takdirku.'

Dengan perasaan pahit, Lea ria membiarkan pelayan membantunya kembali ke kamarnya, menutup pintu rapat-rapat, seolah ingin mengunci dunia luar agar tidak melihat kekalahannya.

Kereta kuda mewah keluarga Star born melaju dengan gagah menuju istana.

Di dalamnya, Luna ria duduk diam dengan wajah tertutup cadar. Lord Valde mar duduk di sebelahnya dengan wajah bangga.

"Tenang saja, Luna ria. Malam ini adalah malammu. Ingat, tersenyumlah, bersikaplah lemah lembut. Jangan buat malu keluarga," pesan ayahnya sekali lagi.

Luna ria hanya mengangguk pelan. "Ya, Ayah. Aku mengerti."

Tentu saja aku akan bersikap lembut... lembut seperti duri yang siap menusuk mata, batinnya mengejek.

Sesampainya di lokasi pesta, suasana sungguh luar biasa megah. Ribuan tamu dari kalangan bangsawan, penyihir hebat, hingga pejabat tinggi kerajaan hadir. Musik sihir mengalun indah, dan aroma bunga-bunga langka memenuhi udara.

Namun semua mata tertuju pada satu titik: Singgasana utama.

Di sana, di singgasana tertinggi yang terbuat dari batu hitam pekat dan perak, duduklah sosok yang paling ditakuti dan dikagumi di seluruh Avalon.

Ka el drago mir.

Pria itu mengenakan setelan kebesaran berwarna hitam dengan aksen merah darah. Wajahnya tampan namun dingin, matanya yang merah menyala mengamati seluruh kerumunan dengan tatapan bosan namun berwibawa.

Saat keluarga Star born menghadap, suasana menjadi hening.

"Yang Mulia Pangeran Ka el," suara Lord Valde mar terdengar gemetar namun sopan. "Kami telah membawa putri kami, Nona Luna ria Star born, sesuai permintaan Yang Mulia."

Ka el tidak menjawab segera. Matanya yang tajam langsung terkunci pada sosok wanita yang berdiri tertunduk di depan ayahnya.

Gadis itu mengenakan gaun biru tua yang indah, namun wajahnya tertutup rapat oleh cadar. Hanya terlihat sepasang mata biru yang tenang namun... ada sesuatu yang aneh di sana.

Ka el tersenyum miring. Ia merasa penasaran.

"Angkat wajahmu, Nona Luna ria," perintah Ka el, suaranya berat dan bergema, membuat siapa saja yang mendengarnya akan gemetar ketakutan.

"Buka cadarmu. Biarkan semua orang melihat wajah calon permaisuriku."

Jantung Lord Valde mar dan Lady Seraphina berdegup kencang. Mereka tersenyum penuh harap. 'Cantikkan? Putri kami cantikkan?' batin mereka berteriak.

Luna ria menghela napas panjang dalam hati.

Saatnya tiba.

Dengan gerakan perlahan, tangan Luna ria terangkat ke sisi wajahnya. Jari-jarinya yang lentik menarik ujung cadar itu ke samping...

Saat cadar itu terbuka sepenuhnya, senyum di wajah Lord Valde mar dan Lady Seraphina seketika membeku.

Wajah mereka pucat pasi.

Mata mereka terbelalak tak percaya melihat apa yang ada di hadapan mereka.

Bukan wajah cantik yang mulus dan berseri-seri seperti yang mereka lihat satu jam yang lalu.

Yang terlihat sekarang adalah wajah yang... KUSAM, KOTOR, dan MENGERIKAN.

Kulit Luna ria terlihat abu-abu dan tidak sehat, alisnya berantakan tidak terawat, dan yang paling parah, ada lingkaran hitam pekat di bawah matanya yang membuatnya terlihat seperti mayat hidup atau orang yang terkena penyakit menular yang aneh.

Suasana yang tadinya hening dan penuh harap, seketika berubah menjadi canggung dan kaku.

Beberapa tamu yang berdiri cukup dekat sampai terkejut dan menutup mulut mereka.

"Ya Ampun..."

"Kenapa wajahnya begitu...?"

"Kasihan sekali, apakah dia sakit parah?"

"Jijik sekali..."

Bisik-bisik itu terdengar jelas sampai ke telinga Lord Valde mar. Wajah pria itu memerah padam, campuran antara malu, marah, dan panik.

'APA YANG TERJADI?! KENAPA BISA JADI BEGINI?!' teriaknya dalam hati. Ia ingin sekali menutup wajah putrinya kembali tapi tidak berani di depan pangeran.

Lady Seraphina sampai menutup wajahnya dengan tangan, merasa dunianya runtuh saat itu juga.

Dan Luna ria?

Gadis itu justru berdiri tegak, menatap lurus ke depan dengan wajah 'buruk rupa' buatannya sendiri itu. Ia bahkan sengaja membuat ekspresi wajahnya terlihat lebih murung dan menyeramkan.

'Lihatlah, Pangeran. Lihatlah betapa jelek dan menjijikannya aku. Cepatlah bilang kau jijik. Cepatlah batalkan pertunangan ini!' batin Luna ria berteriak penuh harap.

Ia menunggu kata-kata kebencian itu keluar dari mulut Ka el.

Ia menunggu pria itu akan tertawa mengejek atau bahkan memerintahkan pasukannya untuk mengusirnya karena merasa telah ditipu.

Namun...

Reaksi Ka el sangat di luar dugaan.

Pangeran yang terkenal sadis dan pemilih itu tidak terlihat jijik. Ia tidak terlihat mual. Ia bahkan tidak mengerutkan kening.

Mata merah Ka el justru menatap wajah 'buruk' itu lekat-lekat, menyelidik setiap inci kulit yang sengaja dibuat kusam itu.

Sudut bibir Ka el perlahan terangkat... membentuk senyuman yang sangat lebar dan... menakutkan.

"Hahaha..."

Tawa rendah namun jelas terdengar keluar dari mulut Ka el. Tawa yang membuat bulu kuduk semua orang yang mendengarnya meremang.

Ka el lalu berdiri dari singgasananya, melangkah turun satu per satu anak tangga hingga berada tepat di hadapan Luna ria.

Jarak mereka hanya beberapa jengkal.

Luna ria menahan napas, jantungnya berdegup kencang bukan main. 'Kenapa dia tertawa? Kenapa dia tidak marah?!'

Ka el mengangkat tangannya yang besar dan kekar, perlahan mendekat ke wajah Luna ria.

Luna ria menutup matanya sejenak, siap untuk dihina atau ditampar.

Tapi...

Alih-alih memukul atau mendorong, jari-jari Ka el justru dengan sangat lembut menyentuh pipi Luna ria, lalu mengusapnya pelan seolah sedang memegang benda paling berharga di dunia.

"Cantik..." gumam Ka el pelan, namun suaranya cukup keras untuk didengar Luna ria.

Matanya berbinar liar.

"Kau benar-benar unik, Luna ria Star born..." bisik Ka el tepat di depan wajahnya, dengan tatapan yang seolah ingin menelannya bulat-bulat. "Wajah yang 'berbeda' ini...membuatku tertarik."

Luna ria membuka matanya lebar-lebar, terkejut setengah mati.

APA?!

Gagal! Rencananya gagal total!

Pria ini benar-benar monster! Dia bahkan menyukai wajah yang sengaja dibuat jelek ini!

"Pesta dimulai!" seru Ka el dengan suara lantang, tanpa melepaskan pandangannya dari wajah 'menyeramkan' milik Luna ria. "Mulai malam ini, dia adalah calon istriku!"

Dan di tengah sorak-sorai tamu undangan serta rasa malu yang luar biasa dari orang tuanya, Luna ria sadar satu hal:

Pria ini jauh lebih gila dan jauh lebih sulit dikendalikan daripada yang ia bayangkan.

Saat pikiran Luna ria tidak disana, tiba-tiba Ka el mengulurkan tangannya dan membungkuk didepan nya.

"Mari kita berdansa, Luna ria. "

Lalu pandangan Luna ria tertuju pada Ka el, 'pria aneh... ', batin Luna.

1
Frida
seru, ada romantisnya juga..buat deg2 an yg baca dan senyum2 sendiri.... kelanjutannya segera up banyak2 dong author please....😍👍
Kusii Yaati
mau seburuk apa riasan mu luna itu tak akan mempan buat pangeran KA El karena dia sudah pernah lihat wajahmu... tapi tidak apa" yang penting sakit hatimu sudah kau balas dengan mempermalukan wajah ayahmu yg kejam itu.semangat Thor nanti up lagi ya Thor 😁💪😘
Kusii Yaati
lanjut Thor 💪💪💪😘😘😘
Kusii Yaati
lanjut Thor 💪💪💪😁😁😁
Kusii Yaati
wah Luna ria hebat, walau tidak punya sihir tapi tubuhnya kebal akan serangan sihir 😱
Kusii Yaati
up lagi Thor yg banyak... penasaran gimana reaksi keluarga Luna ria melihat putri yang di buang menjadi Badas dan kuat 💪💪💪😘😘😘
Kusii Yaati
lanjut Thor seru nih ceritanya 💪💪💪😘😘😘
Rubiyata Gimba
sepertinya ceritanya bagus thor abdit cepat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!