NovelToon NovelToon
Luka Di Penghujung Harapan. (Sukacita Kota Nablus)

Luka Di Penghujung Harapan. (Sukacita Kota Nablus)

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Mengubah Takdir / Penyelamat
Popularitas:335
Nilai: 5
Nama Author: Ummi Adzkia

yaseer, seorang anak yang hidup di negara konflik. keluarga petani zaitun, namun dia bermimpi untuk mengembangkan usaha orangtuanya dewasa kelak. Namun, karena konflik semakin parah, semua usahanya perlahan runtuh. hingga ketika konflik berhenti, yaseer berusaha sekuat tenaga nya beserta keluarga nya untuk membangun kembali. tapi tiba-tiba hantaman rudal dari penjajah meluluh lantakkan bahan utama usahanya. hingga akhirnya menghancurkan usahanya tak bersisa. akan kah yaseer bangkit kembali atau tamat dengan keadaan fustasi berat? yuk kita simak

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ummi Adzkia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 7. Musim Dingin yang Terlalu Dingin

Hidup, mati, rezeki dan taqdir adalah sudah ketetapan Illahi. Manusia hanya menjalankannya sesuai dengan aturan yang Allah buat. Ujian baik dan ujian buruk juga Allah yang berikan sebagai tanda setinggi apa tingkat iman dan taqwa mu pada Tuhanmu.

Kepergian Ali untuk selamanya bukan lah akhir dari kehidupan yang sebenarnya. Justru itulah awal dari kehidupan yang abadi.

Begitu pula dengan keluarga yang Ali tinggalkan. Baru akan dimulai bagaimana mereka bisa menjalani hidup tanpa seorang kepala keluarga yang di hormati.

Laila yang baru sadar dari pingsannya, merasakan kehancuran yang benar-benar menyakitkan dan menyesakkan dada. Ia hanya termenung dan terpekur mencerna kejadian demi kejadian yang baru menimpanya.

Suaminya meninggalkannya dengan ke 4 anaknya. Begitu sakit kan luka tembakan itu hingga Ali tidak bisa menahannya dan memilih pergi meninggalkan semua.

" Jagalah anak-anak, jadikan ia qurrota a'yun dan orang yang berguna untuk agamanya dan dunianya.".

Kata-kata terakhir suaminya terngiang-ngiang di pikirannya.

"Ali inikah pesan terakhirmu? Kau sudah merasakan bahwa ajal sedang mendekatimu. Sungguh jika aku tau bahwa kau akan pergi, aku ingin bersamamu sebentar lagi,..hiks hiks... " lirih Laila di sudut ranjang di kamarnya.

Tok..tok...

"Ummi, baba sudah selesai di mandikan. Ummi ingin melihat?" tanya Yaseer menatap lekat wajah umminya.

Laila yang tersadar dari lamunannya, menoleh kepada Yaseer. Air mata meleleh dari matanya. Dan hanya sanggup mengangguk sebagai jawaban untuk Yaseer.

Laila dan Yaseer keluar bersama menghampiri jenazah suami dan babanya yang sudah rapi terbungkus kain kafan.

Laila membuka penutup wajah suaminya. Air matanya tak terbendung. Terus meleleh tanpa bisa di cegah. Tetangga sebelahnya terus memberi kekuatan pada Laila dengan terus mengusap punggungnya.

'Ali... Suamiku.. Sungguh aku bersaksi engkau adalah suami dan baba yang sangat baik untuk kami. Beristirahatlah dengan tenang, aku akan menjalankan amanah mu dengan penuh kesabaran dan kekuatan. Laa Haula walaa quwwata Illa Billah....' lirih batinnya sambil menatap wajah sang suami yang pucat dan menenangkan.

" Suamiku... aku memafkan semua khilaf dan salahmu. Pulang lah.. Dan tunggulah kami... kami ikhlaskan kepulangan mu." rintih Laila terbata terisak depan jenazah suaminya.

" Apa kita akan menyolatkan ya malam ini?" tanya Rais, kepala desa kami.

" Apakah pemakaman sudah siap?". Tanya Laila ragu.

" Alhamdulillah sudah. Kita hanya tinggal menyolatinya saja jika tidak ada yang ditunggu". Jelas Rais.

Laila berfikir sejenak.

"Tolong makamkan saja malam ini. Lebih cepat lebih baik bukan?. Sudah tidak ada yang kami tunggu." putusnya menatap wajah suaminya lekat untuk terakhir kalinya.

Laila mengusap air matanya. Dan mencium kening suaminya lama dan memeluknya. Begitu pula anak-anaknya melakukan hal yang sama seperti umminya.

" Ummi akan ikut ke masjid?". Tanya Abbas hati-hati.

Laila semakin tergugu... "Bakti terakhirku untuk mu suamiku...". Lirihnya pedih.

"Iya bang, ummi akan ikut.. " jawab ummi pelan. Abbas hanya mengangguk patuh.

Setelah berwudlu dan bersiap, Haniya menghampiri umminya.

" Ummi....sudah bersiap?". Tanya Haniya ragu.

" Iya, Alhamdulillah ummi sudah berwudlu dan sudah siap untuk menyolati baba". Jawab nya dengan senyum sendu yang menyakitkan.

Haniya sudah mulai terisak. Namun Laila langsung memeluknya erat.

"Shshs.... Ikhlaskan sayang. Bukan cuma akak yang kehilangan, kita semua kehilangan baba. Tapi inilah taqdir Allah untuk kita, supaya kita ingat bahwa maut ada di sekitar kita....". Kata-kata Laila mencoba menenangkan hati putrinya dan hatinya.

Haniya mengeratkan pelukannya. Seolah meminta kekuatan dari umminya. mereka berdua berusaha sekuat tenaga menenangkan perasaan dan hati. Supaya bisa memberikan bakti terakhir dengan benar untuk orang yang mereka cintai.

"Yuk.... Kita harus kuat!" Tekan umminya sambil berjalan keluar rumah.

Para jamaah sudah berkumpul di dalam masjid dekat rumah keluarga Ali. Jenazah Ali pun sudah di letakkan di shaf terdepan. Di hadapannya barisan shaf demi shaf terisi penuh hingga ke belakang.

Malam semakin dingin karena memang sebentar lagi akan memasuki musim dingin kembali setiap diakhir tahun. Selepas sholat janaiz, mereka berbondong-bondong mengiring jenazah ke makam.

Melihat begitu banyaknya pelayat yang ikut menyolatkan Ali, Laila tersenyum tipis. ' Masyaallah... Allahu Akbar.. Lihatlah Ali, begitu banyak nya orang yang mendoakan mu. Engkau orang baik, amalmu terlihat saat ini' batin Laila sedikit menghangat.

Mereka beriringan menuju makam. Dinginnya malam tak begitu terasa. Karena hati mereka pun sedang di liputi dingin kehilangan.

" Kalau ummi tidak kuat, kita pulang saja ummi,.. " saran Haniya. Abia tidak ikut ke makam. Ia di tinggal bersama tetangganya. Karena Abia terlihat sudah mengantuk lelah.

" Insyaallah ummi kuat sayang. Akak masih kuat?" tanya ummi balik. Haniya mengangguk.

"Haniya ingin mengantar baba untuk terakhir kalinya. Semoga baba tenang dan bahagia di sana". Katanya sambil menatap langit.

Ummi mengelus kepala Haniya dan merangkulnya. Mereka terus berjalan hingga sampai ke pemakaman.

Prosesi pemakaman yang ramai dan penuh haru. Banyak dari orang yang mengenal baik Ali merasakan duka mendalam. Mereka pun ikut menguatkan dan membesar kan hati keluarga Ali.

"Ali orang baik, insyaallah Husnul khatimah "

"Shobar dan ikhlaskan.. Ali insyaallah sudah bahagia di sisi Rabb nya".

" Saya minta maaf pada keluarga Ali, karena dulu saya pernah menyakitinya. tolong maafkan saya".

Dan banyak lagi kata-kata baik yang membuat hati keluarga Ali menghangat.

Setelah pemakaman, mereka kembali ke rumah masing-masing. Hanya ada beberapa tetangga saja yang menemani keluarga Laila di malam ini.

Waktu sudah menunjukkan pukul 11 malam. Satu persatu anak- anak Laila izin istirahat lebih dulu. Hingga tinggallah Abbas dan umminya di temani tetangga.

" Ummi, ummi belum ngantuk?". Tanya Abbas memecah keheningan.

" Kalo Abang sudah mengantuk, istirahat lah... " Saran ummi. Abbas mengangguk pamit.

Malam semakin larut. Satu persatu tetangga pun pamit pulang. Ummi merasa baik-baik saja jika di tinggal sendiri. Toh ada anak-anak yang menemaninya.

Dimalam yang sunyi ini, setelah semua tamu pulang kerumahnya. Anak-anak pun sudah terlelap dikamar mereka. Laila merenung di dalam kamarnya. Ia duduk bersimpuh di atas sajadahnya. Terisak ingin melepaskan semua sesak di dada nya.

" Ya Allah ya rabby... Kami adalah milik Mu dan pasti akan kembali ke pada Mu.. Kami mohon kuatkan hati kami ya Allah.... Terus bimbinglah kami berada di jalan Mu. Jangan pernah tinggalkan kami ya Allah.. Sungguh hanya kepada Mu kami meminta dan hanya kepadaMu kami mohon pertolongan.." Isak nya lirih memohon meratap pada Tuhannya.

****

Pagi hari menyapa, setelah selesai menunaikan sholat shubuh berjamaah di masjid, Abbas dan Yaseer tetap ikut mengaji dimasjid. Kesunyian hati mereka harus terus di isi dengan ayatullah agar senantiasa hangat di tengah kebekuan rasa kehilangan.

Laila, Haniya dan Abia pun sudah selesai menunaikan sholat berjamaah dirumah, tadarus sebentar. Kemudian dilanjut dengan kegiatan pagi mereka. baru saja hendak memanaskan air.

Tok..tok...tok

"Assalamualaikum Laila... Haniya .." Suara salam dari depan pintu.

" Siapa ya ummi, Haniya lihat dulu ya mi?".

Haniya bergegas membuka pintu dan menjawab salam..

" Waalaikumussalam salam Umma Husni.. "

" Haniya ini untuk sarapan ya. Tadi Umma masak lebih.., diterima ya.. Semoga berkah.."

" Masyaallah... Alhamdulillah rizqum minallah.. Syukran jaziilan ya Umma.. " terima Haniya penuh senyum bahagia.

(masyaallah.. Alhamdulillah.. rezeki dari Allah. terima kasih banyak Bu..)

Setelah menutup pintu, Haniya bergegas menuju dapur tempat ummi dan abia berada.

" Ummi, ini sarapan dari Umma Husni buat kita.. Alhamdulillah.." kata Haniya sumringah.

"Alhamdulillah.. terimakasih ya Allah.. ".

" Yuk kita pindahkan ke tempat lain. Biar nanti Abang dan Yaseer datang, kita langsung sarapan." ajak ummi penuh syukur.

" Alhamdulillah ya ummi, sepertinya Allah tau kalo kita lagi berduka, rasanya masih lemes buat masak. Eh ada yang ngirim rezeki buat kita.. " syukurnya penuh takjub akan karunia Allah.

" Iya itulah hikmah nya jika kita hidup bersama orang-orang baik. Mudah-mudahan hidup kita berkah selalu ya sayang... " jelas ummi lembut penuh syukur.

" Assalamualaikum.. Widih... Masyaallah ada roti taboon sama hummuz juga.... "

1
Ummi Adzkia
aku jadi ikutan nyesek... semangat ya Yaseer ...
Ummi Adzkia
tadinya mau bikin konflik berdarah. tapi ga tega hati ini.. hiks...
Ummi Adzkia
selalu begitu ya. bikin kesepakatan tapi di langgar sendiri.. dari dulu begitu sama kayak bestie nya. mau heran tp udah ada di Al-Qur'an.
Ummi Adzkia
gimana tuh? Abia perutnya nangis, Yaseer rock n roll, Hania keroncongan apa dangdutan....?
Ummi Adzkia
siap 💪💪Allahu Akbar !!!!
Ummi Adzkia
Yaseer ini pemerhati juga. semoga ilmu nya bisa kepake buat masyarakat 👍
Ummi Adzkia
apaan coba. gaje banget lho si zion inih.. /Slight/
Ummi Adzkia
innalillahi... semoga Abia dan Haniya baik-baik saja ya. aamiin.
Ummi Adzkia
mereka hanya di suruh ngungsi ya. bukan suruh pindah. berarti hanya sementara. tapi ga tau juga nnti nya. 🙏
happy reading 💪
Ummi Adzkia
coba ada yang bisa bayangin situasi nya kek gimana? komen yah🙏😄
Ummi Adzkia
nah loh apaan tuh??
Ummi Adzkia
di saya mah hari Jumat. kami mulainya hari Rabu 18 feb.
happy Ied Mubarak
Protocetus
lebaran nanti hari sabtu
Protocetus
salken 💪
Ummi Adzkia: happy reading. semoga suka ya
total 1 replies
Ummi Adzkia
Alhamdulillah. terkadang kepasrahan kita pada Allah bisa mendatangkan. rezeki. happy reading di karya ku ya.

komen baik nya ditunggu ya.
Ummi Adzkia
ketemu malaikat mau apa heh?.. mau minta THR apa mau ketemu baba? Abia ngeri juga minta nya.😄
Ummi Adzkia
itu Haniya iseng juga ya. pasti panik juga itu ummi ...
Ummi Adzkia
kira-kira Abang gimana nasib nya ya?. komen yuk
Ummi Adzkia
beli kurmanya cod ya Abia. ada2 aja ni si Abia.
Ummi Adzkia
gini nih yang bikin makin panik. lagi makan tiba2 dum.. rudal meluncur bebas ke atas rumah2 dan gedung2 tinggi. ga kebayang yg tinggal di sana kek gmn. .. /Sweat/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!