NovelToon NovelToon
Mencintai OM Mafia

Mencintai OM Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Cinta Seiring Waktu / Roman-Angst Mafia
Popularitas:6.4k
Nilai: 5
Nama Author: EsKobok

Seharusnya Maximilian membiarkan gadis itu hancur. Logika mafianya berkata: jangan campuri urusan musuhmu. Namun, saat melihat Rebecca Sinclair yang nyaris kehilangan segalanya di sebuah gang gelap, Maximilian melanggar aturan emasnya sendiri.

​Satu perkelahian brutal, beberapa tulang yang retak, dan tiga nyawa yang melayang di tangannya demi seorang gadis yang tidak ia kenal. Kini, Rebecca berhutang nyawa pada pria yang jauh lebih berbahaya daripada para penyerangnya.

​Bagi Rebecca, Maximilian adalah penyelamat yang dingin dan mengerikan. Bagi Maximilian, Rebecca adalah kesalahan logika terbesar yang pernah ia buat. Namun, setelah darahnya tumpah demi gadis itu, Maximilian tidak akan pernah membiarkannya pergi.

​"Aku menyelamatkanmu bukan untuk membebaskanmu, Rebecca. Kau milikku sekarang—sampai hutang nyawa ini lunas."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EsKobok, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Racun di Dalam Air

Siang itu, matahari pegunungan terasa menyengat meski angin dingin sesekali berhembus. Maximilian sedang berada di dalam ruang kerja kedap suara di lantai dua, melakukan rapat koordinasi rahasia melalui transmisi satelit dengan para petinggi kartel di luar negeri. Itu adalah waktu di mana tak satu pun orang boleh mengganggu, atau nyawa menjadi taruhannya.

Rebecca, yang merasa tubuhnya sangat lengket setelah latihan menembak yang melelahkan di bawah bimbingan tangan besi Erica, memutuskan untuk mencari sedikit ketenangan. Ia berjalan menuju kolam renang infinity yang terletak di sisi luar mansion. Kolam itu tampak tenang, permukaan airnya yang biru jernih seolah menyatu dengan cakrawala pegunungan.

Di sana tidak ada orang. Sebagian besar agen sedang berada di barak atau di lapangan tembak bawah tanah. Rebecca melepas kaos latihannya, menyisakan pakaian renang minimalis yang ia temukan di lemari kamar, lalu perlahan masuk ke dalam air. Dinginnya air seketika membasuh rasa penat di otot-ototnya. Ia berenang menuju tepi kolam, menatap lembah yang hijau di bawah sana.

Namun, ketenangan itu hanya bertahan sekejap.

"Tuan Maximilian benar-benar punya selera yang unik, ya? Membawa 'peliharaan' kecil yang lemah ke tempat para pejuang."

Rebecca tersentak. Ia menoleh dan melihat seorang pria bertubuh kekar dengan tato serigala di sepanjang lengan kanannya berdiri di pinggir kolam. Namanya Vargo, salah satu agen senior yang dikenal paling temperamental. Vargo adalah orang yang paling vokal menunjukkan ketidaksukaannya sejak Maximilian membawa Rebecca. Ia merasa harga dirinya sebagai agen elit terhina karena harus berbagi markas dengan seorang gadis sipil.

"Aku ... aku hanya ingin berenang sebentar," ucap Rebecca, mencoba menjauh ke sisi lain kolam.

Vargo tertawa sinis. Ia tidak pergi, justru duduk di tepi kolam sambil memainkan sebilah pisau kecil. "Kau tahu, gadis manis? Di sini, kami semua harus berdarah-darah untuk mendapatkan tempat. Erica harus membunuh sepuluh orang untuk mendapatkan lencananya. Aku kehilangan dua jari tanganku di medan perang. Tapi kau? Kau masuk ke sini hanya karena menangis di depan Bos."

"Aku tidak meminta untuk dibawa ke sini," sahut Rebecca dengan suara yang mulai gemetar.

"Tapi kau ada di sini. Dan keberadaanmu membuat perhatian Tuan Maximilian terpecah. Karena kau, fokusnya pada bisnis mulai goyah," Vargo berdiri, matanya berkilat penuh kebencian yang tidak rasional. Ia merasa cemburu karena perhatian khusus yang diberikan Max pada Rebecca. "Dunia ini akan lebih baik jika beban sepertimu ... lenyap secara alami."

Vargo tiba-tiba melompat ke dalam kolam dengan pakaian lengkapnya. Air menyembur tinggi. Rebecca panik dan mencoba berenang menuju tangga, namun tangan kekar Vargo lebih cepat mencengkeram pergelangan kaki Rebecca di dalam air.

"Lepaskan! Apa yang kau lakukan?!" jerit Rebecca.

Vargo tidak menjawab. Ia menarik kaki Rebecca hingga gadis itu tenggelam ke dalam air. Rebecca meronta, memukul-mukul tangan Vargo, namun tenaga pria itu seperti beton. Di bawah air, Rebecca melihat wajah Vargo yang menyeringai kejam. Pria itu sengaja menahan kepala Rebecca di bawah permukaan air, bermaksud memberinya "pelajaran" atau mungkin sesuatu yang lebih fatal.

Rebecca merasa paru-parunya mulai terbakar. Ia menelan air kolam yang terasa perih. Dalam kegelapan air, ia teringat pistol perak di dalam tasnya yang ia tinggalkan di kursi pinggir kolam. Terlalu jauh. Ia mencoba mencakar lengan Vargo, namun pria itu justru mempererat tekanannya.

Tepat saat kesadaran Rebecca mulai menipis, sebuah bayangan besar muncul di pinggir kolam.

BRAK!

Pintu kaca balkon lantai dua bergeser dengan kasar. Maximilian, yang ternyata memantau kamera CCTV kolam melalui tabletnya di tengah rapat, telah sampai di sana dengan kecepatan yang tidak masuk akal.

Tanpa suara, tanpa peringatan, Maximilian melompat dari balkon lantai dua—ketinggian hampir empat meter—dan mendarat tepat di punggung Vargo yang masih berada di dalam air.

Bugh!

Maximilian mencengkeram leher Vargo dari belakang dan menariknya menjauh dari Rebecca. Rebecca muncul ke permukaan, terbatuk-batuk hebat dan menghirup oksigen seolah itu adalah emas cair.

Di dalam kolam, terjadi pergulatan singkat namun brutal. Vargo mencoba melawan, namun Maximilian tidak bertarung seperti manusia; ia bertarung seperti monster yang haus darah. Max memiting leher Vargo, memutar tubuhnya, dan menghantamkan wajah pria itu ke dinding keramik kolam berkali-kali.

Plak! Krek!

Suara tulang hidung yang patah terdengar jelas. Air kolam yang tadinya biru jernih kini mulai berubah warna menjadi merah karena darah Vargo.

"Om! Cukup! Om, berhenti!" teriak Rebecca histeris, ketakutan melihat sisi monster Maximilian yang keluar sepenuhnya.

Maximilian tidak berhenti. Ia menyeret Vargo yang sudah setengah sadar ke tangga kolam, lalu melemparkannya ke lantai pualam di pinggir kolam seperti tumpukan sampah. Max keluar dari kolam, tubuhnya basah kuyup, kemejanya menempel ketat memperlihatkan otot-ototnya yang menegang karena amarah.

Para agen lain, termasuk Erica, berdatangan karena mendengar keributan. Mereka membeku melihat pemandangan di depan mereka: Vargo yang bersimbah darah dan Maximilian yang berdiri dengan aura membunuh yang sangat pekat.

"Siapa yang memberimu izin untuk menyentuhnya?" suara Maximilian sangat tenang, namun setiap kata yang keluar seperti tetesan asam yang membakar.

Vargo mencoba berbicara, namun hanya darah yang keluar dari mulutnya. "Dia ... dia lemah, Tuan ... dia hanya akan ... menghancurkanmu ...."

Maximilian mendekat, ia menginjak dada Vargo dengan sepatu botnya yang basah, menekan paru-paru pria itu hingga ia kesulitan bernapas. "Aku adalah pemilik tempat ini. Jika aku ingin memelihara seekor semut sekalipun, tak seorang pun dari kalian boleh mengusik kehadirannya. Apalagi dia ..." Max melirik Rebecca yang masih menggigil di dalam kolam.

"Kalian semua dengar!" Maximilian berteriak ke arah para agen yang menonton. "Siapa pun yang menatapnya dengan cara yang salah, siapa pun yang berbicara kasar padanya, akan berakhir lebih buruk dari bajingan ini!"

Maximilian beralih ke Erica. "Bawa Vargo ke ruang interogasi bawah tanah. Aku akan mengurusnya sendiri nanti malam. Pastikan dia tidak mati sebelum aku selesai."

Erica hanya bisa mengangguk kaku, wajahnya pucat. Ia menyadari bahwa ia baru saja selamat dari maut karena sebelumnya ia tidak bertindak sejauh Vargo.

Maximilian berjalan menuju tepi kolam, ia mengulurkan tangannya pada Rebecca. Wajahnya yang tadi terlihat seperti iblis, kini sedikit melunak saat menatap mata Rebecca yang sembab.

"Naiklah," perintahnya.

Rebecca menyambut tangan Max, tubuhnya gemetar saat Max menariknya keluar dari air dan langsung menyelimutinya dengan handuk besar. Maximilian tidak peduli dengan rapat rahasianya yang ia tinggalkan begitu saja. Ia tidak peduli dengan kerugian jutaan dolar yang mungkin timbul karena pengabaian tugasnya.

"Maafkan aku, Om ... aku hanya ingin berenang," bisik Rebecca sambil menangis di dada Max yang basah.

Maximilian mendekap kepala Rebecca, menekannya ke bahunya. "Jangan minta maaf. Ini salahku karena membiarkan sampah seperti dia bernapas terlalu lama di sekitarmu."

Maximilian menggendong Rebecca kembali menuju mansion, melewati para agen yang kini menundukkan kepala dengan penuh rasa hormat dan takut. Mulai hari itu, seluruh markas tahu satu kebenaran mutlak: Rebecca Sinclair adalah jantung dari Maximilian. Dan menyentuh jantung sang Mafia berarti mengundang kiamat kecil bagi diri mereka sendiri.

Di dalam lift, Rebecca menatap wajah Maximilian yang masih memiliki sisa percikan darah Vargo di pipinya. "Om ... apa Om akan membunuhnya?"

Maximilian menatap Rebecca melalui pantulan cermin lift. "Dia melanggar aturan nomor satu, Rebecca."

"Apa aturan itu?"

"Milik Maximilian ... tidak boleh disentuh."

Rebecca terdiam. Di satu sisi ia merasa ngeri dengan kekejaman itu, namun di sisi lain, ia merasakan debaran aneh di jantungnya. Ia merasa dimiliki secara total. Di dunia yang penuh dengan orang-orang yang ingin menghancurkannya, pria berbahaya ini menjadikannya satu-satunya hal yang paling ia hargai.

1
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝐥𝐧𝐣𝐭 𝐭𝐡𝐨𝐫😘😘😘
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝐛𝐧𝐲𝐤 𝐛𝐧𝐠𝐭 𝐲𝐠 𝐝𝐢𝐤𝐨𝐫𝐛𝐚𝐧𝐤𝐚𝐧 𝐑𝐞𝐛𝐞𝐜𝐜𝐚 𝐮𝐧𝐭𝐤 𝐩𝐞𝐧𝐜𝐚𝐩𝐚𝐢𝐚𝐧𝐧𝐲𝐚🥺🥺😘😘
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝐤𝐞𝐫𝐞𝐧 𝐬𝐠𝐭 𝐜𝐞𝐫𝐢𝐭𝐚 𝐢𝐧𝐢...


𝐚𝐪 𝐣𝐝 𝐛𝐞𝐫𝐚𝐧𝐠𝐚𝐧-𝐚𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐤𝐥𝐨 𝐚𝐪 𝐛𝐬 𝐣𝐝 𝐤𝐲𝐤 𝐑𝐞𝐛𝐞𝐜𝐜𝐚, 𝐚𝐪 𝐚𝐤𝐚𝐧 𝐛𝐮𝐧𝐮𝐡 𝟏 𝐩𝐞𝐫𝐬𝐚𝐭𝐮 𝐤𝐨𝐫𝐮𝐩𝐭𝐨𝐫 𝐈𝐧𝐝𝐨𝐧𝐞𝐬𝐢𝐚🤪🤪🤪
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝐩𝐢𝐧𝐭𝐞𝐫 𝐛𝐧𝐠𝐭 𝐛𝐞𝐜𝐜𝐚 😘😘😘
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝐠𝐨𝐨𝐝 𝐣𝐨𝐛 𝐛𝐞𝐜𝐜𝐚 😘😘
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝐚𝐲𝐨 𝐛𝐞𝐜𝐜𝐚 𝐬𝐞𝐥𝐚𝐦𝐚𝐭𝐤𝐚𝐧 𝐬𝐮𝐚𝐦𝐢𝐦𝐡😘😘
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝐲𝐚 𝐤𝐚𝐧 𝐦𝐚𝐱 𝐬𝐨𝐦𝐛𝐨𝐧𝐠 𝐬𝐢𝐡 𝐤𝐦𝐮, 𝐭𝐝𝐤 𝐏𝐞𝐫𝐜𝐲 𝐟𝐞𝐞𝐥𝐢𝐧𝐠 𝐬𝐞𝐨𝐫𝐚𝐧𝐠 𝐢𝐬𝐭𝐫𝐢 😭😭😭
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝐦𝐚𝐱𝐱𝐱😭😭😭😭
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝐭𝐡𝐨𝐫 𝐚𝐩𝐚𝐤𝐡 𝐦𝐚𝐱 𝐚𝐤𝐚𝐧 𝐛𝐚𝐧𝐠𝐤𝐫𝐮𝐭?
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥: 𝐢𝐲𝐚𝐥𝐚𝐡 𝐩𝐚𝐬𝐭𝐢
total 2 replies
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝐠𝐰𝐞𝐧𝐝𝐞𝐧𝐠 𝐠𝐰𝐞𝐞𝐧𝐝𝐞𝐧𝐠 𝐑𝐞𝐛𝐞𝐜𝐜𝐚 🤣🤣🤣
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝐤𝐞𝐫𝐞𝐧 𝐛𝐧𝐠𝐭 𝐛𝐞𝐜𝐜𝐚 😘😘
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝐥𝐧𝐣𝐭 🦾🦾🦾
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝐛𝐞𝐜𝐜𝐚 𝐦𝐞𝐧𝐝𝐢𝐧𝐠 𝐤𝐦𝐮 𝐧𝐠𝐞𝐥𝐨𝐧𝐢𝐧 𝐦𝐚𝐱 𝐝𝐞𝐜𝐡.....


𝐠𝐞𝐦𝐞𝐬 𝐚𝐪 𝐤𝐨𝐤 𝐦𝐬𝐭𝐢 𝐧𝐲𝐚𝐫𝐢 𝐦𝐮𝐬𝐮𝐡 🥺🥺🥺
EsKobok: ngelonin gak tuh🤭🤣
total 1 replies
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝙢𝙪𝙨𝙪𝙝 𝙙𝙞𝙢𝙣 𝙢𝙣 😭😭😭
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝐧𝐠𝐞𝐫𝐢 𝐛𝐧𝐠𝐭 𝐲𝐚 𝐩𝐞𝐧𝐠𝐮𝐚𝐬𝐚 𝐢𝐭𝐮 😭😭🥺🥺
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝙨𝙥𝙚𝙘𝙝𝙡𝙚𝙨𝙨 🥺🥺🥺
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝙝𝙖𝙩𝙞2 𝙍𝙚𝙗𝙚𝙘𝙘𝙖😭😭😭😭
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝙠𝙖𝙧𝙮𝙖𝙢𝙪 𝙠𝙚𝙧𝙚𝙣 𝙩𝙝𝙤𝙧
𝙠𝙖𝙢𝙪 𝙨𝙡𝙝 1 𝙖𝙪𝙩𝙝𝙤𝙧 𝙮𝙜 𝙘𝙚𝙧𝙙𝙖𝙨

𝙞𝙨𝙩𝙞𝙡𝙖𝙝2 𝙗𝙖𝙧𝙪 𝙙𝙞 𝙙𝙪𝙣𝙞𝙖 𝙗𝙞𝙨𝙣𝙞𝙨 𝙙𝙖𝙣 𝙢𝙖𝙛𝙞𝙖 𝙮𝙜 𝙩𝙖𝙙𝙞𝙣𝙮𝙖 𝙖𝙦 𝙜𝙠 𝙣𝙜𝙧𝙩𝙞 𝙨𝙠𝙧𝙣𝙜 𝙟𝙖𝙙𝙞 𝙩𝙖𝙪

𝙨𝙚𝙢𝙖𝙣𝙜𝙖𝙩 𝙩𝙚𝙧𝙪𝙨 𝙗𝙚𝙧𝙠𝙖𝙧𝙮𝙖 𝙤𝙩𝙝𝙤𝙧 🦾🦾🦾🦾😘😘😘
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥: 𝙨𝙖𝙢𝙖2 𝙠𝙖𝙠 𝙤𝙩𝙝𝙤𝙧😘😘
total 2 replies
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝙖𝙮𝙤 𝙗𝙖𝙡𝙖𝙨 𝙖𝙣𝙙𝙧𝙚𝙬 𝙨𝙚𝙟𝙖𝙩𝙪𝙝2𝙣𝙮𝙖 𝙗𝙚𝙘𝙘𝙖
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝙗𝙖𝙗 76 𝙠𝙤𝙠 𝙙𝙞 𝙝𝙖𝙥𝙪𝙨 𝙠𝙣𝙥 𝙩𝙝𝙤𝙧 🤔🤔
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥: 𝙝𝙚𝙝𝙝𝙚𝙝𝙚𝙚 𝙗𝙠𝙣 𝙩𝙝𝙤𝙧 𝙣𝙢 𝙦𝙪 𝙙𝙚𝙬𝙞 𝙠𝙤𝙠
total 6 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!