NovelToon NovelToon
Perjalanan Menjadi Seorang Legenda

Perjalanan Menjadi Seorang Legenda

Status: sedang berlangsung
Genre:Keluarga / Karir / Persahabatan / Slice of Life
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: MR. IRA

Ivan hanyalah seorang remaja dari desa kecil yang jauh dari hiruk-pikuk stadion besar dan sorotan kamera. Namun, impiannya menjulang tinggi—ia ingin bermain di Eropa dan dikenal sebagai legenda sepak bola dunia.

Sayangnya, jalan itu tidak mulus. Ibunya, satu-satunya keluarga yang ia miliki, menentang keras keinginannya. Bagi sang ibu, sepak bola hanyalah mimpi kosong yang tak bisa menjamin masa depan.

Namun Ivan tak menyerah.

Diam-diam ia berlatih siang dan malam, di lapangan berdebu, di bawah hujan deras, bahkan saat dunia terlelap. Hanya rumput, bola, dan keyakinan yang menemaninya.

Sampai akhirnya, takdir mulai berpihak. Sebuah klub kecil datang menawarkan kesempatan, dan ibunya pun perlahan luluh melihat kegigihan sang anak. Dari sinilah, langkah pertama Ivan menuju mimpi besarnya dimulai...

Namun, bisakah Ivan bertahan di dunia sepak bola yang kejam, penuh tekanan dan kompetisi? Akankah mimpinya tetap menyala ketika badai cobaan datang silih berganti?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MR. IRA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7: Kabar yang Mengejutkan

Ivan masih tertidur, dia tertidur pulas karena kelelahan. Sore hari sudah tiba, dia terbangun karena ibunya membangunkan dirinya

Ibu Ivan masuk ke kamarnya, dia duduk di samping Ivan "Ivan... Ayo bangun," seru ibu Ivan.

Mataku masih agak kabur, kakiku agak lelah karena latihan tadi pagi. Aku masih mengantuk tapi terbangun karena suara ibu "Huah," aku menguap.

"Ivan!!" ujar ibu mencoba membangunkan.

"Iya, aku sudah bangun," gumamku sambil mencoba duduk.

"Ivan, cepet mandi sana!!" suruh ibu sebelum keluar dari kamarku.

"Iya," sahutku.

Tubuhku masih agak berat, dan mataku belum sepenuhnya terbuka, tapi aku sudah disuruh mandi "Masih ngantuk, tapi... Yaudah aku mandi dulu!!" gumamku.

Aku berjalan pelan ke kamar mandi. Sesampainya di sana aku langsung mandi.

"Byur!!" suara air dari gayung.

Aku mandi sambil terus berpikir hal yang sama "Apa aku bisa menjadi pemain sepak bola profesional?!" batinku. Pertanyaan itu selalu ada dan membekas di benakku.

Saat aku mandi sepertinya ibu sedang memasak. Walaupun aku di kamar mandi tapi aku dapat mencium aroma masakan ibu dari dapur "Aroma tempe dan tahu," batinku saat mandi.

Setelah selesai mandi, aku langsung berjalan ke dapur untuk makan malam. Makanan sudah siap di atas meja, dan ibu sudah mulai makan lebih dulu.

Saat aku hendak makan tiba-tiba "Kring... Kring... Kring!!" suara ponselku dari dalam kamar.

Saat aku mendengarnya aku langsung bergegas ke kamar untuk mengangkat panggilan masuk. Aku melihat ke layar ponselku ternyata yang menelpon adalah Azzam.

"Halo, Van!!" suara Azzam terdengar gembira.

"Iya, ada apa?!" tanyaku.

"Ada kabar gembira,"

"Kabar apa?!"

"Turnamen dipercepat. Yang awalnya hari senin, dimajukan jadi hari sabtu minggu ini!!" suara Azzam yang gembira.

"Yang bener.... Nggak bercanda kan?!" tanyaku untuk memastikan.

"Nggak... Udah dulu ya!!" ujar Azzam sebelum menutup panggilan.

Wajahku tiba-tiba berubah menjadi gembira, tanganku mengepal bukan karena amarah tapi karena senang. Lalu tanpa sadar akh berteriak dari dalam kamar "Yes!!" teriakku keras.

"Astaga!!" ibu kaget karena teriakanku tadi.

"Ivan!!" panggil ibu.

Aku langsung kembali ke dapur saat ibu memanggil.

"Ada apa, bu?!" tanyaku.

"Kamu kenapa teriak-teriak?!" tanya ibu sambil makan.

Tanganku menarik kursi untuk duduk, dan aku langsung menjawab pertanyaan ibu dengan agak gugup "Karena... Tadi... Aku menang main game, bu!!" jawabku sambil tertawa pelan dan menggaruk kepala.

"Yaudah, kamu lanjutin maka... Dan jangan teriak-teriak lagi!!" seru ibu.

Aku mulai makan, sambil berpikir "Turnamen dimajukan... Artinya latihan akan semakin panjang," gumamku pelan sambil makan.

"Tek... Tek... Tek..." suara cicak, seolah-olah membenarkan gumamanku tadi.

"Ivan, habis makan kamu bisa belajar terus tidur," ujar ibu.

"Iya," sahutku.

Setelah selesai makan aku langsung menuju ke kamar untuk belajar. Aku bukan belajar pelajar sekolah, tapi belajar menjadi striker hebat lewat media sosial di ponselku.

"Hai semuanya, aku bakal kasih tips and trick untuk menjadi striker hebat!!" suara dari ponselku.

Aku duduk sambil melihat ponselku. Setiap videonya selesai aku langsung mencari video yang lainnya, dengan tema yang sama.

Aku menonton ponselku sampai tidak sadar jika hari sudah gelap. Begitu menyadarinya aku bersegera meletakkan ponselku dan langsung tidur "Udah malam, tidur dulu!!" gumamku.

Aku sudah tertidur pulas.

Pagi harinya...

"Ivan, bangun!!" teriak ibu dari dapur.

Mataku masih mengantuk, dan kepalaku agak pusing karena melihat ponsel di malam hari. Aku bangun karena di bangunkan suara milik ibu "Iya," sahutku pelan, tapi tetap terdengar.

Aku mengumpulkan konsentrasiku sebelum beranjak dari kasur, setelah terkumpul aku lalu berjalan ke dapur.

"Tap... Tap... Tap..." suara langkah kakiku.

"Ivan, kamu mandi dulu sana," suara ibu lembut sambil masak.

"Iya," jawabku.

Aku lalu mandi dengan air dingin di pagi hari.

"Hari ini... Hari rabu!!" batinku sambil mandi.

Setelah selesai mandi, aku langsung makan.

"Ivan, setelah makan kamu cepet berangkat sekolah ya!!" ujar ibu.

"Iya," sahutku.

Begitu selesai makan aku langsung bersiap-siap untuk berangkat sekolah.

"Ibu, aku berangkat!!" suaraku sebelum berangkat.

"Iya," sahut ibu dari dapur.

Aku berjalan ke depan rumah untuk memakai sepatuku, setelah selesai memakai sepatuku aku lalu berjalan menuju sekolah.

Matahari sudah mulai terlihat, sudah agak hangat karena matahari. Aku terus berjalan di bawah sinar matahari "Masih pagi, tapi udah panas aja," keluhku sambil berjalan.

Langkahku semakin cepat saat ada... Ayam yang mengejarku "Ayam!!" teriakku yang panik.

"Ayam!!" teriakku sambil berlari.

Aku terus berlari sampai akhirnya ayam itu berhenti mengejarku "Ah... Ah... Ah..." napasku terengah-engah.

"Masih pagi, tapi udah harus latihan lari!!" gumamku.

Walaupun masih agak lelah karena di kejar ayam tadi, tapi aku masih harus berjalan ke sekolah.

Setibanya di sekolah. Begitu sampai, aku langsung ke kelas untuk meletakkan tasku.

"Jam pelajaran pertama sudah di mulai!!" suara dari speaker sekolah.

Ketika mendengar suara itu aku langsung berjalan lebih cepat ke kelas.

"Pagi, Van!!" sapa Andika di depan kelas.

"Pagi," jawabku singkat.

Setelah menjawab aku langsung masuk ke dalam kelas.

"Pagi, Ivan!!" sapa Nadia.

"Pagi juga," jawabku.

Aku lalu meletakkan tasku dan duduk, tidak berselang lama dari kedatanganku, seorang guru datang.

"Pagi," ujar bu Nadin.

"Pagi, bu!!" jawab seisi kelas.

Aku dan yang lainnya lalu memulai pelajaran pertama. Aku dan yang lainnya belajar tentang fisika "Aduh... Kenapa materinya fisika, kenapa nggak biologi aja!!" batinku mengeluh.

Kami belajar bersungguh-sungguh, dan tentunya bersemangat. Setelah tiga jam belajar fisika, akhirnya waktu istirahat tiba.

"Saatnya istirahat pertama di mulai!!" suara dari speaker.

"Baik, anak-anak. Kita akhiri pembelajaran hari ini, sampai ketemu minggu depan!!" seru bu Nadin sebelum keluar kelas.

"Yeay!!" suara seisi kelas.

"Akhirnya bisa makan," celetuk Raka.

"Van, kamu mau ke kantin?!" tanya Andika.

"Pasti!!" jawabku.

"Ke sana bareng yuk," usul Andika.

"Boleh," seruku.

Aku dan Andika, lalu berjalan bersama menuju kantin. Sesampainya di kantin, kami melihat Azzam yang sedang makan.

"Kita samperin yuk," usulku.

"Oke," ujar Andika.

"Zam," sapa Andika.

Azzam yang awalnnya makan langsung menoleh ke arahku dan Andika "Eh... Dik, Van. Ke sini, kita makan bareng!!" ujar Azzam.

Aku dan Andika lalu menghampiri Azzam. Aku dan Andika langsung duduk, dan kami mulai membuka obrolan.

"Zam, beneran turnamen dimajukan?!" tanyaku untuk membuka obrolan.

"Hah? dimajukan?!" ujar Andika yang tidak di beritahu Azzam.

"Iya, dimajukan jadi hari sabtu!!" seru Azzam.

"Wah... Kalau dimajukan artinnya latihan kita bakal lebih intens dong!!" ucap Andika sambil minum.

"Pasti!!" potongku.

"Saatnya jam pelajaran kedua di mulai!!" suara speaker sekolah.

"Udah masuk, Zam. Kita ke kelas dulu ya!!" ujar Andika.

"Iya," potongku.

"Iya," jawab Azzam.

Aku dan Andika, kembali ke kelas.

"Van!! Teriak Michel.

Kami lalu menghentikan langkah kami dan menoleh ke suara Michel. Michel berlari ke arah kami, seperti biasa dia selalu memakai jas OSISnya.

"Ada apa?!" tanyaku.

"Hari ini dan besok, kita nggak latihan. Pak Slamet lagi diluar kota!!" ujar Michel.

"Oh, oke!!" jawabku dan Andika.

"Yaudah, aku ke kelasku dulu!!" seru Michel sebelum pergi.

"Iya," sahutku.

Aku dan Andika lalu melanjutkan perjalanan ke kelas. Setibanya di kelas, aku langsung disambut senyuman kecil dari Nadia "Dari kantin, Van?!" tanya Nadia polos.

Jantungku berdebar pelan, wajahku memerah saat melihat senyuman kecil dari wajah Nadia "Iya," jawabku singkat.

Aku melanjutkan pelajaranku sampai pulang sekolah.

Ivan akan melanjutkan belajarnya. Tapi bagaimana dengan turnamen yang dimajukan, apa dia siap untuk mengikuti turnamen?

Bersambung...

1
Khunaiv Mumtaz
Kasian Ivan, sampai pingsan. Pak Slamet tegas banget
IRAWAN
Sabtu
Protocetus
kapan min kejuaraannya?
aurel
hai Thor aku sudah mampir, yuk mampir juga di karya aku " istriku adalah kakak ipar ku"
Protocetus
min up spesial Agustus 😁
IRAWAN: Ehm... Iya, tamat chapter 1 di bab 20 nanti. Chapter 2 menunggu
total 5 replies
IRAWAN
Maaf bang, masih sibuk ngurusin proker
Protocetus
min up
Khunaiv Mumtaz
Ehem... Ternyata Ivan lahir di keluaga pesepak bola/Shy/
Khunaiv Mumtaz
Makin kesini, ceritanya makin bagus. Semangat Thor/Determined//Determined/
Protocetus
up lagi bang
IRAWAN: Sabar kak, bisanya perhari satu bab. Kalau lagi ada kegiatan mungkin dua-tiga hari baru up, Maaf ya kak/Pray/
total 1 replies
IRAWAN
/Smile//Sleep/
Crimson
Min walau aku gak terlalu suka bola tapi aku support hehe
IRAWAN: makasih dukungannya kak, tapi ini bukan cuma tentang bola
total 1 replies
Protocetus
Anda terlalu percaya diri 😂
IRAWAN: Ehem... Bisa aja kak, siapa tau Elena sama Nadia suka Ivan/Smile/
total 1 replies
Protocetus
No System2, Only Hard Work 🔥
Protocetus: Of Course Work Hard 👍
total 2 replies
Protocetus
udah ikutin aja karir 🔥
Protocetus
Aku kira idolanya Gareth Bale 😂
IRAWAN: Juara tiga, ya sama aja nggak juara. Soalnya nggak dapet piala, cuman dapet medali
total 5 replies
IRAWAN
Masih enjoy?
Jinki
bagus kak .. smgt .. mampir ya
IRAWAN: Siap kak
total 1 replies
iqbal nasution
oke
Protocetus
ini gak ada sistem kan?
Protocetus: sip 🔥
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!