Katrina yang dipanggil Kat! seorang kelulusan universitas kanada, ia tidak ingin kembali pulang karena masih menganggur, sulitnya mendapat pekerjaan membuat hidup Kat, berjuang menjadi tulang punggung, sebab ia masih punya 2 adik yang sekolah Sma.
Kat, wanita pengangguran yang bertekad membahagiakan keluarga, ia tidak akan pulang sampai dirinya berhasil menjadi kaya, suatu hari Kat yang frustasi mencari pekerjaan, ia kembali ke kos an kecil dengan basah kuyup, tak sangka ponselnya tersambar petir menyambar tubuhnya yang membuat kehidupan Kat berubah.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon oktiyan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Memilih Bongkahan Batu
Kat, ingat dirinya setelah mendapat gaji di muka sebesar 18 juta rupiah, ia langsung membeli baju dan keperluan kerja, bahkan membeli bahan makanan untuk stok persediaan, lalu mengirim uang pada sang ibu di beda negara itu dengan total 7 juta rupiah, dan hal itu membuat dirinya membayangkan jika dirinya harus berhenti bekerja karena tidak bisa memilih bongkahan batu mentah berisi Berlian atau batu giok.
'Astaga, bahkan orang yang sekolah penelitian saja tidak bisa bayangkan, jika gagal maka sia sia sekolah nya jika salah menebak. Apalagi aku yang belum tahu sama sekali soal meneliti batu bongkahan mentah super mahal.' batin.
"Kita sudah sampai di Arktik. Kalian bersiaplah!" tegas Wili, dan saat itu Katrina segera turun, namun Sinta sudah membuka pintu mobil sang bos, karena dia lebih dekat jaraknya.
Tap ..
Tap ..
Langkah kaki Kat, kali ini membuat tatapan dirinya benar benar membola, ini pertama kalinya ia melihat gedung paling tinggi. Dan tadi saat di perjalan ia ingin turun, itu adalah tempat ia terakhir di tolak bekerja, yang mana jika bukan sedang bertugas ia tidak mungkin akan mengingatnya.
Namun dalam 25 menit, ia sampai di kota Arktik. Tempat surganya pemburu berlian mewah dari 0,03 karat hingga 71,26 karat ada di dalam batu tersebut. Batu batu mentah tersebut bak membuat mata Kat, ingin menelan saliva. Seperti para penjual daging dan ikan yang memajangkan jualannya untuk di pilih, namun bagai buah simalakama kelak.
Lihat saja, saat bos Wili meneliti dan melihat lihat lebih dulu, Katrina seolah di buat kagum, akan bongkahan batu saja bernilai super mahal.
"Silahkan Tuan, batu batu yang saya pajang, salah satunya adalah Giok berwarna hijau yang super langka, dan Berlian 71,26 karat. Tapi saya tidak tahu dimana dia berada, yang jelas batu bongkahan kami dari penelitian sudah uji lab, jika batu yang kami jual tidak membuat rugi." ujar penjual sangat manis pada bos Wili.
"Hah .. Sebenarnya ini mirip judi, jika aku bayar satu batu senilai 200 juta tapi isinya kosong, atau hanya ada sedikit serpihan berlian saja. Mustahil akan balik modal." lirih Wili, membuat Katrina terdiam yang mendengar ocehan kesal.
Andai jika pak Donga yang telah terjalin sudah lama tidak memutuskan kerja sama, mungkin bos Wili tidak akan datang ke tempat seram seperti ini. Apalagi, jika bos Wili ambil bongkahan tersebut tidak ada isi apa apanya.
'Astaga, aku melupakan Line Super ku .. Aku cocokan saja pada aplikasi market, Oh .. Dewa .. Keberuntungan, tolong bantu aku untuk memilih batu terbaik agar bos ku tidak sedih.' lirih Kat, yang saat itu ia terlihat merogoh ponselnya.
Kat, segera memajukan ponsel dari aplikasi Line Super, yang tersambung pada QR pencocokan identifikasi kameranya.
Tlith ..
Tlith ..
Seluruh gambar batu bongkahan, terlihat jelas dari kamera Katrina, ia syok ternyata aplikasi dari ponsel yang tersambar petir semakin canggih.
"Gila .. Ini benar benar ajaib, bahkan terlihat jelas dari kamera persen angka batu yang sangat bernilai, apakah isinya benar benar berlian 71,26 karat atau Giok langka. Di kamera ini terlihat angka 78 % hingga 21% sisanya tidak ada angka persen berarti bongkahan batu mentah tidak ada apa apa, itu artinya seperti buah simalakama jika membeli tapi tidak ada isinya." lirih Kat, lalu ia yang sudah tahu segera mengantongi ponselnya.
"Saya pilih batu ke empat, ke tujuh dan delapan." ujar Wili.
"Baik, senilai 200 juta tiap batu pak, apa anda tunai atau Transfer." ujar penjual.
"Maaf bos, saya rasa jangan pilih batu yang itu. Jika saya di izinkan saya minta pak bos memilih batu nomor DUA, Lima, dan SEMBILAN." ujar Katrina, yang membuat mata Wili melirik masam.
"Maaf jika saya lancang, bos tapi saya memang tidak pandai meneliti, tapi saya yakin yang bos pilih tidak ada apa apanya. Agar tidak semakin rugi, saran."
"Kat, jaga ucapan kamu pada bos. Kau lupa kita ini bawahan!" teriak Sinta.
"Tapi tadi pak bos meminta kita memilih jika itu sebagai nilai kita bekerja, lanjut atau ..?" lirihnya kembali diam.
"Benar. Baiklah, jika pilihan Bodyguard ini salah, maka aku tuntut. Bagaimana?" lirih Wili menatap tajam Katrina.
"Jika tebakan saya tepat, apa pak bos akan memberikan bonus?" balas Kat, yang membuat semua mata melongo. Termasuk Wili dibuat senyum akan keberanian karyawan baru nya itu.
Tentu saja, mata Wili menoleh ke arah lain. Sebagai saksi perkataan Katrina yang seolah menantang. Sekaligus Wili merasa ini pertamakalinya ia mempunyai bodyguard seorang wanita, hanya karena kemampuan bela dirinya yang berbeda dari karyawan lain. Apalagi nyawa nya tertolong, sehingga ia masih selamat hingga kini.
'Akan aku lihat, apakah kemampuan karyawan satu ini kuat dalam tenaga bela diri saja, tapi otaknya apakah tidak dipakai saat menantang siapa orang di depannya.' batin Wili bergerutu seolah sedikit sombong.
Katrina senyum, meski Sinta kali itu meminta Katrina mundur, sebab ia telah menantang pria di depannya ini adalah seorang bos ternama, apalagi Sinta tak bisa membayangkan sesama pekerja satu profesi, bisa gila menantang bos di depan banyak orang sebagai saksi yang kuat jika Kat, mengelak.
'Kat, kau tidak sedang bercanda kan. Memang kau pernah belajar jadi ahli pakar batu seperti ini, ingat Kat! Ahli pakar batu saja butuh sekolah tinggi, kau jangan main main.' bisik Sinta menyenggol lengan Katrina.
'Tenanglah. Aku yakin aku bisa kok.' kembali Katrina membalas.
Apalagi Katrina yang kini memilih, memutar berjalan jalan mengeliling batu bongkahan, ia sadar ucapannya ini sangat keterlaluan, jika salah sudah pasti pidana jeruji besi menantinya. Tapi aura percaya diri Katrina merasa ia akan benar menunjuk, sebab aplikasi LINE SUPER nya, tidak mungkin salah menunjukan pekerjaan yang cocok untuknya.
'Cincin keberuntungan, tolong bantu aku! Aku harus pilih yang mana, jujur semua demi orangtua ku di ibu kota. Mereka sudah sulit, jangan biarkan aku ditakdirkan jadi pengangguran, bahkan setelah mendapat kerja aku malah di masukan penjara hanya karena salah memilih. Sebab memilih satu batu saja bernilai ratusan juta, jika tidak ada hasilnya sia sia tetap saja uangnya tidak kembali.'
Katrina menghirup nafas dengan dalam, aura segar membuat mata Katrina membuka ponsel jadulnya, lalu menolah aplikasi LINE SUPER diam diam, ia sambungkan pada kamera LINE SUPER sebagai pencocokan akurat, jika di dalam batu itu bernilai atau tidak bernilai saat ia pilih.
82 % ..
67 % ..
52 % ..
49 % ...
Batu batu ini memiliki angka, apakah angka tertinggi ada berlian yang bos harapkan. Tapi yang lain tidak ada nilanya, 'Baiklah, kali ini aku pasti benar tidak akan salah memilih, aku Katrina dengan julukan Mrs. Bodyguard Super. Siapa lagi yang mau menandingiku.' batin Kat, kala itu.
TBC.
"LO MAMPU GAK BOS!?"😈
iri tanda tidak mampu BODOH😒😏