Cerita ini menceritakan tentang seorang gadis desa yang tidak memiliki pendidikan, bahkan untuk sekedar membaca pun gadis itu tidak bisa.
Tiba-tiba saja dunia nya berubah dalam sekejap mata, ada orang yang mengakui sebagai ibu kandung nya, dan tiba-tiba harus menikah dengan pria yang tidak iya cintai bahkan tidak pernah iya kenali membuat kehidupan menjadi 99 % berubah drastis.
Shofie❤ Alvaro
Shofia❤ Alex
Sloww Update 🌹
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nilam nuraeni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Belajar baca hitung.
H A P P Y R E A D I N G..
🌹🌹🌹🌹🌹
Hari berganti hari tak terasa sudah sebulan lebih Shofie tinggal di rumah yang awalnya sangat terasa asing untuknya, beruntung ada Shofia saudara kembarnya yang senantiasa mengajarinya banyak hal, bahkan sudah seminggu ini Shofie sudah mulai pandai membaca dan berhitung.
" I-b-u (ibu), s-e-d-a-n-g (sedang), m-a-s-a-k (masak), A-y-a-m (ayam)." (Ejaan Shopie).
"Ibu sedang masak ayam." Ucap Shofie dengan semangat karna berhasil mengeja huruf-huruf yang semula ia anggap seperti semut tulisan-tulisan yang sangat sulit untuk di pahami.
"Wah anda sangat pintar nona, saya yakin anda akan segera pandai membaca." Ucap si guru les yang bernama Yuni.
"Ini semua berkat kamu mba, terimakasih." Ucap Shofie dengan senyuman nya, yang membuat Yuni tersenyum melihat semangat luar biasa yang di lihat kan oleh muridnya.
"Aku ingin beralih ke hitungan, apa boleh?." tanya Shofie yang mulai penasaran dengan pelajaran hitung menghitung itu, ia hanya tau nominal uang tapi jelas jika untuk di tambahkan atau di kurangi dan di kalikan Shofie tentu saja tidak bisa.
"Tentu Nona, anda bisa belajar pelajaran apapun sesuai keinginan anda."
"Ah benarkah?." Tanya Shofie dengan mata yang berbinar.
"Iya nona, anda bisa mengambil semua les pelajaran, dan dengan senang hati saya akan mengajari anda dengan semaksimal mungkin." Ucap Yuni sambil tersenyum.
Shofie mengangguk dan langsung mengerjakan soal yang di berikan Yuni yang hanya berisi soal tambah-tambahan 1 sampai 15 saja.
" Sudah selesai belajarnya sayang?." Tanya Bunda Anjani pada Shofie yang baru keluar dari dalam kamar nya di ikuti dengan Yuni guru les Shofie yang membawa peralatan mengajarnya.
"Sudah bun, Shofie sekarang udah mulai bisa baca loh Bun." sahut Shofie terlihat sangat antusias saat memberi kabar yang biasanya di lakukan anak TK saat mulai pandai mengeja huruf.
"Wah benarkah? bagaimana pendapatmu Yun?."
"Nona Shofie sangat belajar begitu keras nyonya, nona juga sekarang sudah mulai pandai menyambungkan kata-kata menjadi sebuah kalimat seperti ibu sedang masak ayam."
"Wah anak bunda pintar sini sayang bunda peluk." Bunda merentangkan kedua tangan nya untuk menyambut pelukan sang putri yang baru 1 bulan ini mengisi kehidupan nya.
Yuni pamit undur diri untuk pulang karena merasa kehadiran nya mungkin sudah tidak di hiraukan lagi, apalagi melihat anak dan ibu yang sedang berpelukan seakan sudah bertahun lamanya tidak bertemu itu mengingatkan dirinya pada sosok ibunya yang berada di kampung.
"Emm, Bunda kakak dimana? aku mau kasih tau kabar ini."
"Shofia sedang keluar mungkin sebentar lagi dia pulang, tunggu saja di luar bunda yakin dia pulang sekarang." Ucap bunda Anjani.
Shofie mengangguk lalu pergi berlari keluar pintu, meninggalkan bunda Anjani yang sedang termenung melihat tingkah anak gadisnya.
" Maafkan Bunda Shofie, kalau saja dulu Bunda ngak ngasih kamu ke mbak Marisa mungkin kamu ngak bakal ngalamin masa-masa sulit sewaktu kamu di asuh oleh wanita jahat itu, bunda janji mulai saat ini bunda akan selalu ada untukmu." Ucap bunda Anjani sambil menatap ke arah pintu yang sudah tertutup.
Shofie duduk di kursi yang ada di taman sambil menikmati pemandangan bunga-bunga warna warni yang sedang di hinggap oleh beberapa kupu-kupu cantik.
Ting..ting.. ( anggap aja suara klakson mobil)
"Kakak !!." Teriak Shofie sangat antusias sambil tersenyum lebar yang membuat kecantikan nya semakin bertambah.
Shofia yang baru keluar dari mobilnya mengerutkan kening nya, "Loh kok di luar dek? kenapa?." Tanya Shofia heran pasalnya biasanya Shofie adik nya jarang duduk di taman karena biasanya Shofie selalu duduk di kamar menunggu nya pulang.
"Aku nungguin kakak, kakak tau ngak, aku tadi udah bisa baca loh, emm hitung juga tapi ngak banyak cuman sampe 15 sih, he." Ucap Shofie dengan wajah yang terlihat sangat bahagia.
Raut wajah bahagia bisa di rasakan oleh Shofia, hal sekecil itupun bisa membuat adiknya bahagia, sungguh membuat hati Shofia merasa sedih akan katidak adilan yang di rasakan adiknya.
"Wah, kamu pinter banget dek, belajar yang semangat ya dek, kakak yakin bentar lagi kamu bakalan bisa baca karna kakak tau kamu itu pinter." Ucap Shofia memberikan semangat untuk adiknya.
"Siapa dulu dong kakaknya, Ayo kak kita ke kamar, aku mau tunjukan banyak koleksi buku yang baru aku beli tadi sama mbak yuni." Ucap Shofie yang langsung membawa tangan kakaknya untuk mengikuti langkah kakinya.
"*K*enapa adik ku menjadi manja seperti ini, tapi tidak apa sih aku suka kalau Shofie bersikap seperti ini, Shofie kakak janji ngak bakalan bikin kamu menderita lagi." Batin Shofia merasa senang dengan perubahan sikap Shofie yang kini sangat manja padanya.
___________
🌹🌹🌹🌹🌹
Jejak !!
jejak !!