NovelToon NovelToon
Sang Pendekar Pengendali Naga

Sang Pendekar Pengendali Naga

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Balas Dendam
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: cici aremanita

Lue Ang yang hampir mati diselamatkan oleh wanita tua, di sana Lue Ang diberitahu kalau dirinya memiliki spirit.

Untuk membalaskan dendam yang diterimanya selama ini, Lue Ang mencoba berkulivasi dan mengembangkan spirit yang ada di dalam tubuhnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cici aremanita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ke Kota

Lue Ang bersama Mak Nung menuju kota terdekat, yang didengar Lue Ang tadi masih menjadi misteri, saat dirinya bertanya tentang suara itu Mak Nung tidak menjawabnya.

Beberapa jam setelah berjalan mengikuti jalan besar Lue Ang dan Mak Nung tiba di depan gerbang kota, keduanya yang berhenti sejenak sama-sama melihat ke arah tulisan yanga ada di gerbang.

"Kota Togal, kota ini masih bersebelahan dengan kota tempat di mana keluarga cabang Ang tinggal," ucap Lue Ang.

"Kenapa? Apa kamu masih takut untuk bertemu mereka?" Tanya Mak Nung sembari berjalan kembali.

"Entahlah, mungkin aku hanya belum sepenuhnya siap, karena aku masih harus menjadi lebih kuat," sahut Lue Ang.

"Aku setuju, tapi jika memang bertemu tidak ada salahnya melawan, jika kamu kalah aku akan maju membantumu," ucap Mak Nung.

Lue Ang kembali melanjutkan langkahnya mengikuti Mak Nung, hampir di setiap Kota saat ini sudah tidak lagi dijaga karena peperangan sudah tidak ada, tanpa adanya penjagaan Lue Ang dan Mak Nung masuk ke kota dengan sangat mudah.

Sambil terus berjalan Lue Ang mulai mencari tempat penjualan bahan herbal yang ada di kota Togal, Lue Ang terus berjalan matanya tak pernah melewatkan membaca satu persatu toko yang dilewatinya.

"Aku melihatnya, ambil arah barat Nak di sana ada satu tempat penjualan bahan herbal," ucap Mak Nung.

Dengan cepat Lue Ang mengikuti arah yang dikatakan oleh Mak Nung, benar saja setelah dirinya ke arah barat satu toko penjualan bahan herbal yang cukup besar berada di sana.

Sesampainya di depan toko Lue Ang dengan tenang dan percaya diri berjalan masuk ke dalam, Lue Ang bergegas menghampiri seseorang yang diperkirakan adalah penjaga toko atau mungkin pemiliknya.

"Ada yang bisa kubantu?" Tanya pria tua pemilik toko bahan herbal.

"Apa aku bisa menjual bahan-bahan herbal di sini?" Tanya Lue Ang yang balik bertanya.

"Itu tergantung bahan herbal apa yang akan kamu jual dan kualitasnya," ucap pemilik toko yang masih terlihat sangat santai tanpa bangkit dari tempat duduknya.

Lue Ang langsung menaruh bahan herbal yang di bawanya di meja yang ada di samping pemilik toko, saat itu pemilik toko kebingungan karena tidak melihat apapun yang ditaruh oleh anak muda di depannya.

"Apa maksudnya ini? Di mana bahan herbal yang kamu katakan?" Tanya pemilik toko.

Mak Nung yang melihat Lue Ang sudah menaruh semua bahan di meja menarik kekuatannya kembali dari jarak jauh, Mak Nung sengaja tidak terlalu dekat dengan Lue Ang agar orang-orang tidak memperhatikannya, pemilik toko seketika bangkit dari tempat duduknya saat melihat tumbuhan herbal berada di atas mejanya.

"Aku ingin menjual setengah bahan yang aku miliki," ucap Lue Ang.

"Biar aku lihat sebentar bahan yang ingin kamu jual, aku sangat jujur jika bahan yang kamu miliki sesuai dengan kualitas tokoku aku akan mengambilnya," sahut pemilik toko.

Lue Ang memberikan kesempatan pada pemilik toko untuk melihat bahan-bahan herbal miliknya, Lue Ang bisa mengerti kalau tidak ada orang berbisnis yang mau rugi.

"Semuanya tumbuhan herbal ini kualitas bagus aku tidak keberatan membeli semua milikmu," ucap pemilik toko.

"Seperti yang sudah kukatakan sebelumnya aku hanya menjual setengahnya saja sisanya akan aku gunakan sendiri, Aku memperlihatkannya padamu bukan untuk memamerkannya tapi karena aku memang tidak memiliki tempat penyimpanan," sahut Lue Ang kesal.

"Baiklah baiklah aku akan membeli setengahnya yang kamu jual, karena semua tumbuhan herbal yang kamu ambil tumbuhan-tumbuhan langka aku akan membayarnya lebih mahal dari bahan biasa. Bagaimana jika aku memberikan 200 keping emas?" ucap pemilik toko.

Lue Ang merasa terkejut mendengar ucapan pemilik toko, dirinya hanya pernah memegang 10 keping perak Lue Ang sama sekali tidak menyangka tumbuhan herbal yang diambilnya sangat berharga.

"Apa itu kurang untukmu? Jika kurang aku tidak keberatan menambah 10 sampai 20 keping emas lagi, asal kamu menjualnya padaku," ucap pemilik toko.

"Tidak tidak, 200 keping emas itu saja sudah cukup untukku," sahut Lue Ang.

"Kalau begitu tunggu sebentar aku akan mengambil uangnya lebih dulu," ucap pemilik toko sambil berjalan pergi.

Tak membutuhkan waktu lama pemilik toko kembali menghampiri Lue Ang tanpa kantong uang di tangannya, Lue Ang yang mengira pemilik toko ingin bermain-main dengan terlihat tidak senang.

"Ambillah, di dalam cincin ruang ini ada 200 keping emas, cincin penyimpanan ini juga bisa membantumu menyimpan bahan-bahan herbal sisanya," ucap pemilik toko membuat Lue Ang terdiam.

"Cincin penyimpanan cukup mahal," sahut Lue Ang.

"Itu sama sekali bukan apa-apa, Anggap saja sebagai hadiah kerjasama kita, ke depannya jika kamu memiliki bahan-bahan herbal lagi yang ingin dijual kamu bisa menjualnya di tempatku lebih dulu," ucap pemilik toko.

Mendengar apa yang dikatakan pemilik toko Lue Ang tersenyum, baru kali ini dirinya diperlakukan baik oleh seseorang selain Mak Nung dan orang itu bahkan tidak dikenalnya.

"Terima kasih, aku berjanji akan menjualnya lagi di sini jika aku ingin menjual tumbuhan herbal," sahut Lue Ang yang langsung berjalan pergi.

Pemilik toko benar-benar berharap suatu hari nanti Lue Ang datang lagi untuk menjual bahan-bahan herbal, karena tumbuhan herbal yang dibawanya bukan cuma berkualitas bagus tapi juga bahan-bahan untuk membuat ramuan dan pil tingkat lima ke atas.

Lue Ang yang merasa sangat senang tidak berhenti memperhatikan cincin penyimpanan di jarinya, Lue Ang senang karena seseorang baik padanya dan lagi Ini baru pertama kalinya memiliki barang berharga seperti cincin penyimpanan.

"Ternyata membuatmu senang itu mudah," ucap Mak Nung bertelepati dari kejauhan sambil tersenyum.

"Aku senang karena ini baru pertama kalinya bagiku mendapatkan cincin penyimpanan, Ini juga baru pertama kalinya bagiku memiliki ratusan keping emas," sahut Lue Ang.

"Karena sekarang aku sudah memiliki banyak uang aku bisa membeli senjata yang ku mau," sambung Lue Ang sambil terus berjalan pergi.

...

Tidak jauh dari tempatnya menjual tumbuhan herbal Lue Ang melihat sebuah toko senjata yang cukup besar, Mata Lue Ang seketika tertuju ke arah pedang yang berada tidak jauh dari pintu yang terbuka setengah.

"Yang dicari lebih mudah untuk didapatkan, menurutmu pedang itu bagaimana Mak Nung?" Tanya Lue Ang.

Mak Nung menyipitkan mata mencoba memperhatikan pedang yang dimaksud oleh Lue Ang, setelah memperhatikan semua dengan sangat teliti Mak Nung bisa merasakan kalau pedang itu pedang spirit yang mungkin memang cocok untuk anak angkatnya.

"Walau bukan senjata tingkat tinggi aku merasa pedang itu bagus untukmu, kamu bisa membelinya setelah itu kita akan mulai berburu," sahut Mak Nung.

"Baiklah, kalau begitu aku akan membeli pedang itu saja," ucap Lue Ang sambil berjalan mendekat ke arah toko.

"Pergilah, pengemis tidak bisa masuk ke toko ini!" Suara teriakan penjaga membuat Lue Ang menghentikan langkahnya.

1
Suciani Ade
Ditunggu up nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!