NovelToon NovelToon
Something Between Us

Something Between Us

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Perjodohan / Idola sekolah
Popularitas:23
Nilai: 5
Nama Author: NitaLa

Mungkin kebanyakan orang bilang menjadi orang kaya adalah hal paling gampang dilakukan. Tapi tidak jika dikaitkan dengan Some, ditengah terkaan dia malah diberi harapan panjang untuk menikah. Hal itulah menjadi awal - awal Some mengenal cowok - cowok yang lahir dengan keluarga sama darinya. Hanya cowok itu yang menerima seornag wanita mempunyai penyakit, namanya Dinner. Dari Dinner, Some dapat menerima segala sesuatu yang menimpanya. Meski bukan hal mudah ketika harus operasi beberapa kali, tapi Dinner menemaninya seperti seorang pacar. Pacaran bahakn menjalani hubungan dengan Dinner, seperti dijodohkan ini, menjadi pertanyaan besar apakah Dinner akan sanggup ?

•untuk kisahnya sudah tamat dari tahun lalu. dan masih bisa dinikmati dengan dukungan like, dan komentar kecil kalau ada kesalahan. thanf for one.

•karya original dari Nita Juwita

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NitaLa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Between 06

**

~Why him?~

Kelas Some yang saat ini sedang senyap karena kedatangan Buk Najwa dengan penggaris dan buku penuh materi. Untungnya semua siswa sudah duduk rapih di meja masing - masing, jadi sikap killer dari guru tersebut tidak ditunjukan secara full. Guru tersebut berhenti di tengah kelas sambil melihat siswa - siswi nya dengan tatapan penuh perhatian. Ia adalah wali kelas IX IPA 2, juga orang yang suka sekali memerhatikan siswa dan siswinya yang berpenampilan rapih seperti semua murid di kelas ini. Hanya saja bukan malah tambah nilai malah tugasnya makin nambah.

"Halo selamat pagi anak - anak," sapa buk Najwa dengan senyum ceria di wajahnya. Yang langsung di balas oleh semua murid dengan ceria.

"Pagi buk," jawab mereka serentak.

"Jadi kalian hadir semua di kelas saya?" tanya Buk Najwa melihat ke arah Aldo yang fokus ke depan karena sikap tegaknya tidak boleh di ganggu. Dia harus menunjukan sikap ketua kelas yang disiplin.

"Hadir buk," jawab Aldo sendirian. Padahal yang di tanya semua muridnya, tapi mereka seolah menakuti aura buk Najwa yang terkesan killer.

"Saya tidak bertanya pada pemimpin kelas ini, tapi bertanya pada penghuni kelas ini," bentak Buk Najwa dengan tajam ia menggerakkan giginya karena kesal. Sontak membuat Aldo terkaget dengan sikap killer guru itu, dia juga tidak mau disalahkan seperti ini. Karena sikap buk Najwa yang mendominasi.

"Iya buk, tapi setahu saya bangku di sebelah Setyo kosong buk, jadi Hadi nggak masuk," ucap Some dengan pelan. Ia menundukkan kepalanya karena malu, biasnya dirinya tidak seberani ini sampai mewakili Amirah berbicara.

"Apa ada lagi yang nggak masuk, saya pikir kelas IPA adalah kelas yang absensinya centang semua," kata buk Najwa sambil membuka buku absensi dan catatan siswanya. Memang setiap ia masuk kelas ada saja yang nggak masuk kelasnya, kadang itu menjadi alasan ia bersikap kepada muridnya.

"Maaf buk, akan kami usahakan untuk selalu rajin," kata Aldo mewakili permintaan maaf semuanya. Padahal mereka sama sekali ngak nuntut Aldo untuk berbicara, mereka tidak meminta Aldo bersikap begitu memimpin. Ini inisiatifnya sendiri.

Kelas XI IPA 2 memang adorable!

"Tidak apa, terimakasih Aldo karena selalu bersikap pemimpin terhadap teman - teman mu," ucap buk Najwa dengan senyum kecilnya. Ia melangkahkan kakinya ke meja guru, dan duduk di bangkunya sambil melihat buku mapel fisika.

"Itu memang tugas saya buk," jawab Aldo dengan bangga. Tapi murid XI IPA 2 yang diam membuat Aldo kembali diam dan menyatukan kedua tangannya di atas meja.

"Bagus deh. Jadi mana tugas fisika kalian, saya harap tidak ada yang berkata belum selesai," tegas buk Najwa meminta mengumpulkan tugas fisika yang dikatakan Cassie tadi. Lantas membuat Some menutup lembar buku tersebut yang memang ia amati agar jawaban tugasnya benar semua.

"Baik buk," jawab semua murid serentak. Mereka nampak rusuh mencari buku fisika, dan mengumpulkannya di atas meja buk Najwa. Setelah selesai pengumpulan guru tersebut lalu merapikannya.

"Baik hari ini kita mulai belajar ya, mari kita buku mapel fisikanya. Dan buku tulisnya, tulis yang sekiranya perlu di tulis oke," ucap buk Najwa sambil membawa penggaris dan spidol untuk menulis beberapa materi yang akan di pelajari. Ia melangkahkan kakinya ke tengah kelas, dan mulai berbicara panjang lebar. Ia mengajar cukup rinci sehingga murid dapat memahaminya dengan mudah.

Pembelajaran itu berlangsung sampai dua jam mungkin lebih berpusat pada materi kali ini yakni, ' Teknik dan Gaya Bebas '. Setelah buk Najwa keluar kelas baru Cassie dan Some bisa bernafas dengan lega. Buku pr tadi sudah diperiksa dengan nilai Some seratus dan Cassie tujuh lima.

"Habis ini kita ke kantin yuk, laper banget tahu dengerin buk Najwa ngomel, mana ngomelnya fisika lagi," ucap Cassie sambil membereskan bukunya yang sudah selesai ia pakai. Sedangkan Some memerhatikan dengan sama kesalahan.

"Iya kapan ya guru itu jadi buk peri yang membuat otak kita jadi encer," ujar Some sedikit berharap. Cassie langsung memukul bahu Some yang sedang bermimpi itu.

"Berisik tahu gimana kalau itu guru datang ke jelas lagi, nanti di kasih kelas tambahan," ucap Cassie. Lalu dua sahabat itu nampak tertawa. Setelah itu terdengar bel istirahat berbunyi.

"Tuh udah bel, yuk ah ke kantin," ujar Cassie sambil berdiri dari duduknya membuatnya jadi pusat perhatian yang sontak membuat Some terkikik geli.

"Woy sabar dong, nggak menghormati pemimpin sendiri," ujar Aldo seperti biasa sombong.

Tapi tanpa peduli dengan celotehan Aldo, Some langsung berdiri juga dan menarik tangan Cassie untuk keluar kelas lebih dulu. Membuat Aldo mendengus sebal, karena kedua anak itu yang becanda. Bahkan keduanya sempat mengobrol ria tentang Aldo di penghujung ke kantin.

**

Di kantin Some dan Cassie sedang makan bakso special khas SMA Bhakti Darma. keduanya duduk di meja kantin yang jauh dari orang - orang yang suka bergosip tentang berita tak enak. Dan salah satu dari berita itu adalah Something, mereka mencari nama akunnya dan menceritakan hal - hal yang ada dipikiran mereka secara random. Dan Some cukup bersandar menjadi seleb adalah tantangan hidupnya. Dan ia sudah terbiasa dengan gosip itu.

"Some bakso favorit loe ini kenapa sih sampai keasinan gini," ucap Cassie disela - sela makan bakso kebaisan mereka setiap hari selama sekolah di SMA Bhakti Darma. Some nampak mengaduk bakso karena belum sama sekali memakannya.

"Oh ya, ini gara - gara kita ngantri beli baksonya, udah biasa kali," jawab Some sambil tertawa kecil. Kebiasaan Cassie adalah cewek itu selalu sial dengan hal kecil sekalipun. Membuat Some senang berada di dekatnya karena kebiasaan tertawa. Tawa yang mungkin tak seindah dulu lagi, kembali Some teringat itu yang membuat tawanya memudar.

"Kenapa Some kok ngak lanjut ketawain gue nya?" tanya Cassie sedikit kebingungan, apalagi ia tahu kalau Some ngak pernah galau sama cowok. Jadi terdiamnya dia pasti ada masalah.

"Enggak, gue kepikiran aja," bohong Some sambil bersiap memakan bakso yang sudah ia pakai saus dan cabe itu. Ya Tuhan enak banget, Some selalu kagum dengan bakso kesukaannya ini.

"Pikirin Daniel ya, cieee," ucap Cassie yang kebetulan melihat Daniel yang tadi memerhatikan keberadaan Some. Setelan putus dari Daniel mereka jadi nggak punya bahan untuk diobrolkan selain guru - guru yang killer.

"Daniel," ucap Some kaget sampai batuk - batuk karena bakso yang ia makan pedas. Mengingat mantan dan putus berkaitan dengan perasaan masa Some ngak baper. Cassie ini ya mulutnya sembrono banget! pekik Some dalam hati.

"Baru saja putus udah di obrolin," ucap Setyo yang kebetulan mendengar di sebelah Some. Membuat orang yang ada di kantin terkikik geli, mengingat hubungan Some dan Daniel yang putus secara resmi.

"Cieee," ucap mereka serentak.

"Ihs enggak Setyo, berisik banget sih," kesal Some agak membentak dan memukul Setyo dengan tangannya karena kesal. Dan semua itu didengar Daniel meskipun ia menyembunyikan senyum kecilnya.

"Oy ada murid baru dari kelas IX IPA 6," ujar Setyo setelah dirinya bergabung di meja Some. Dan ngemil dengan geng Some itu.

"Emh, namanya siapa .. gue lupa," ujar Dina yang masuk geng Some juga. Sebenarnya ia baru datang karena kesibukannya jadi bagian OSIS. Sampai dari tadi ngak bicara sama sekali baik Some atau Cassie.

"Kayaknya dia cowok yang baik," kata Cassie yang tahu karena pernah bertemu dengan murid baru tersebut.

"Tapi ini kelasnya jauh banget," ucap Some memikirkan jarak antara IPA 6 dan IPA 2 yang terhalang satu gedung sekolah.

"Itu karena loe nggak sekolah kemarin dodol," ujar Cassie sambil menjitak kepala Some. Yang sontak membuat Some mengaduh.

"Aduh Cas jangan keras - keras," ujar Some sambil memegang kepalanya.

"Emh emang loe belum ada niatan buat move on dari Daniel?" ucap Setyo tiba - tiba seperti biasa hanya menjahili Some.

"Maksudnya apa move on itu udah dari dulu Setyo," jawab Some kesal.

"Jadi loe udah punya pacar lagi belum?" penasaran Dina sambil memakan baksonya. Ia penasaran banget sama perasaan sahabatnya yang rentan itu, hubungan Some dan Daniel hanya satu tahun. Padahal dirinya jadian dua tahun.

"Ngak ada, pacaran itu nggak penting tahu," jawab jujur Some seperti ada di dalam hatinya. Dan lagi pula ia jadian sama Daniel emang cuma buat iseng saja, agar setara dengan seleb lain. Tapi ia mencintainya dengan tulus.

"Hmm nanti loe juga punya pacar lagi Some," ujar Cassie iseng. Lalu mereka tertawa - tawa dan saling membicarakan ke manapun.

**

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!