Tania Kartika harus menelan pil pahit saat alat tes kehamilan menunjukkan dua garis merah yang cukup jelas. Ia hanya bisa memejamkan mata, mengingat malam panas sebulan yang lalu bersama Lingga Perdana, sang mantan terjadi tanpa pengaman. Sungguh Tania tak menyangka hanya sekali melanggar, langsung jadi.
Bagaimana nasib Tania sekarang? haruskah ia menghilangkan janin ini, apalagi Lingga sudah menjadi suami dari seorang model? Beginilah nasib percintaan yang kalah akan strata sosial.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
SPEK ISTRI LINGGA
Lingga diam-diam masih memperhatikan Tania. Ia meminta seseorang untuk melaporkan aktivitas kekasihnya itu tiap hari, karena tak mungkin Lingga mencari tahu sendiri. Chat Lingga saat menyapa Tania setiap pagi tak dibalas sama sekali. Lingga juga dilarang ke kantor sang abang, karena memang tak ada kaitan apapun.
"Nona Tania hanya pergi bekerja saja, Pak Lingga," laporan yang diterima Lingga hari itu. Tak lupa disertai foto sang kekasih yang masuk ke lobi kantor Yovi.
Begitu juga saat pulang kantor, Lingga menerima laporan bila Tania hanya mampir sebentar ke minimarket, kemudian pulang, dan masih menggunakan motor.
Lingga menyenderkan punggungnya ke kursi kebesaran, masih di ruangannya, dan tak ingin pulang meski jam sudah menunjukkan pukul 8 malam. "Hidup kamu pasti monoton, kamu tak punya teman dekat, dan kamu selalu hemat!" ujar Lingga sendu, selama 4 tahun ini dia tak pernah melihat Tania belanja barang mewah, beberapa tas saja Lingga yang belikan, kata Tania aku menghemat hanya untuk jaga-jaga, siapa tahu kamu sudah distop transferan oleh papa kamu. Begitu antisipasi perempuan itu. Lingga sendiri tahu, setiap ditransfer Tania akan pulang dengan membawa emas batangan, dan menunjukkan pada Lingga.
Kemarin saat boyong, Tania sempat mengembalikan emas simpanannya, namun Lingga menolak. Tania diminta bawa dengan alasan biarkan apa yang pernah aku kasih tetap menjadi milikmu. Gunakan kalau aku tak bisa membantumu. Tania mengangguk saja, ia tak mau gengsi soal uang, realistis saja selama 4 tahun ini, ia hidup dijaga dan dilindungi Lingga, sekarang ia akan hidup sendiri. Tak mungkin ia akan merepotkan suami orang, Tania tak mau seperti itu.
Tania sendiri memang sengaja menyibukkan diri dengan bekerja, sesekali makan di cafe bersama Siska, namun tak setiap hari juga, karena Siska sendiri punya kekasih. Setiap malam ia masih menangis, rindu pada Lingga. Room chat lelaki itu hanya dipandangi, tanpa berani mengirim balasan.
"Selebgram kalau bulan madu vulgar banget ya," cicit Siska di suatu siang. Tania yang tak enak badan, sedikit meriang tak paham dengan pembahasan Siska.
"Siapa?" tanya Tania sembari merapatkan selimut yang sengaja ia bawa dari rumah.
"Lingga dan Calista-lah, siapa lagi," ujar Siska dengan menunjukkan salah satu postingan Calista di instagram.
Mendengar nama sang kekasih, Tania ingin tahu. Matanya berkaca-kaca melihat kemesraan Lingga yang mencium bibir sang istri sangat mesra. Sebagai laki-laki bersama dengan perempuan cantik apalagi istrinya tentu bagi Lingga akan cepat melupakanku, dan aku sampai saat ini masih menangisi hubungan. Huh, sedih sendiri rasanya menyakitkan sekali. Hati Tania nelangsa, buru-buru ia mengalihkan pandangan dan fokus pada pekerjaan. Telinganya sengaja ia tulikan saat Siska masih mengoceh, mengomentari foto yang diupload Calista.
Sedangkan Lingga di kamar hotel ikut mengomel, dia meminta Calista untuk menghapus foto ciuman mereka. "Hapus gak?" titah Lingga yang tak digubris Calista sama sekali. Ia tak menyangka Calista seberani itu umbar adegan mesra mereka.
Sebenarnya kissing mereka terjadi juga karena terpaksa, Calista merasa dibuntuti oleh seseorang yang mungkin reporter gosip. Jadi dia memaksa Lingga untuk mencium dirinya. Lingga menolak hebat, apa-apaan mau ciuman dengan Calista sedangkan dirinya sedang menjaga hati Tania. Tapi istrinya itu pintar memutar balikkan fakta bahwa dengan menampilkan kemesraan di depan umum, baik Lingga dan Calista terbebas dari pertanyaan keluarga nantinya. Maksudnya, biarkan kepura-puraan mereka tertutup dengan kemesraan yang diupload di media sosial, agar keluarga besar percaya kalau keduanya menjalani pernikahan dengan semestinya, hingga hubungan gelap masing-masing tidak terendus.
"Sudah dibilang, dengan kita mesra begitu, keluarga kita percaya kalau kita udah saling cinta, Ngga. Nanti kita bertemu kekasih masing-masing juga aman, tidak akan ada yang percaya!" sekali lagi Calista menjelaskan dengan pikiran simplenya.
"Masalahnya kalau diupload begitu, pacar aku bisa sakit hati dan berpikir aku udah gak cinta lagi. Lagian pacar kamu gak marah?" tantang Lingga yang intonasinya tinggi terus, dengan berkacak pinggang.
Calista menggeleng. "Gak bakal marah, apalagi dia lebih parah!" jawab Calista enteng. Lingga mengerutkan dahi, heran. Kok ada katanya pacaran tapi bermesraan dengan lelaki lain gak marah, hubungan macam apa yang dilakoni oleh perempuan ini?
"Sinting!"
"Enggak, kita gak menomor satukan cinta, yang penting nyaman saja. Jadi dia santai saja gak pernah protes kalau aku mesra sama suamiku sendiri."
"Gila!" sambung Lingga sewot. Calista tertawa.
"Zaman sekarang, hubungan kok berlandaskan cinta dan kesetian. Pret, makan hati akhirnya," Lingga menatap Calista tajam. Ini perempuan loh yang bilang, yang diciptakan lebih dominan akan perasaan. Apa mungkin mindsetnya berubah.
"Maksudnya?"
"Kamu pikir aku pacaran sama kekasihku pakai cinta dan harus setia? Ya enggak lah, Ngga. Kita saling memanfaatkan saja. Dia butuh tubuhku untuk kebutuhan biologisnya, karena sang istri sakit, dan aku butuh jalan mulus untuk kerja sama brand, jadi take and give aja!"
Kepala Lingga langsung pusing, dia memegang kepalanya yang tiba-tiba pening, mendengar penuturan Calista. Spek menantu idaman sang papa, ternyata begini karkaternya.
"Kamu pacaran sama suami orang?"
"Iya! Istrinya tahu, makanya aku fine saja yang penting tujuanku tercapai. Gak usah kayak anak puber deh, Ngga, pakai hati segala," Calista semakin membuat Lingga menggelengkan kepala.
Perasaan jodohnya Bang Yovi gak serendah ini, kenapa dia mendapat spek istri murahan begini. Apa mungkin ini karma bagi Lingga, telah merusak Tania tapi tak ada tanggung jawab yang berarti, sehingga dia mendapat pasangan yang tak bisa setia ini.
"Kamu gak takut kena penyakit menular?"
Calista menggeleng, "Tiap bulan aku periksa kok, dan aku sudah janjian sama dia, untuk satu pasangan. Dia sama istrinya kan udah lama gak berhubungan, tapi kalau nanti kamu minta hak kamu sebagai suamiku, mungkin kamu aku minta untuk pakai pengaman!"
Lingga menggelengkan kepala, "Sampai aku menyentuh kamu, aku adalah cowok terbodoh yang pernah ada. Sudah tahu spek LC masih dipakai juga, jangan mimpi Calista. Kalau aku butuh penyaluran aku akan ke kekasihku, yang pasti terjamin bersih dan skin to skin," ucap Lingga jumawa.
Calista tertawa sinis, " Yakin kekasih kamu juga setia, apalagi dia pasti udah melihat kemesraan kita di media sosial, dia pasti berpikir kita sudah melakukan hubungan, mana mau dia sama kamu lagi, ya cari yang baru lah!"
Lingga terdiam, ucapan Calista sangat masuk akal, apalagi Tania juga sudah pernah merasakan adegan intim, tak mungkin bisa menahannya lama. Sejak perdebatan dengan Calista itu, Lingga semakin sering meminta orang suruhannya untuk mengirim aktivitas Tania per jam, buktinya juga lebih banyak video, tak mau foto dan harus ada time stampnya.
Tetap setia sama aku ya Tania Sayang.
GO go Tania semangat