NovelToon NovelToon
PERNIKAHAN SANG MAFIA

PERNIKAHAN SANG MAFIA

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Balas Dendam / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:190.6k
Nilai: 5
Nama Author: Ani.hendra

Dante Valtieri, pemimpin organisasi mafia terkuat di Eropa, dikenal dengan julukan "Tangan Besi". Ia tidak pernah ragu menghancurkan siapa saja yang menghalangi jalannya, dan namanya saja sudah cukup membuat orang bergidik ngeri. Namun, di balik sifatnya yang kejam, Dante memiliki tujuan tersembunyi, menyatukan seluruh kelompok kekuasaan di bawah satu payung demi membalas dendam atas kematian keluarganya.

Rencana itu terancam ketika ia terpaksa menyetujui pernikahan perjanjian dengan Elara Sterling, putri tunggal pemimpin kelompok lawan yang dihormati namun terjepit kesulitan keuangan. Elara, seorang wanita cerdas, berpendidikan tinggi, dan memiliki prinsip yang teguh, sama sekali tidak menginginkan pernikahan ini. Ia menganggap Dante hanyalah seorang penjahat yang tidak memiliki hati.

Ketika bahaya mengancam nyawa Elara akibat persaingan kekuasaan, Dante harus memilih antara ambisi balas dendamnya atau melindungi wanita yang mulai ia cinta?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ani.hendra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

DIBALIK PINTU RUANG KERJA

💌 PERNIKAHAN SANG MAFIA 💌

🍀 HAPPY READING 🍀

.

.

Sinar matahari pagi yang cerah menembus celah tirai jendela, menerangi kamar tidur yang masih terasa hening itu. Elara terbangun dari tidurnya yang tidak terlalu nyenyak. Ia mengerjapkan matanya perlahan, mencoba menyesuaikan penglihatannya dengan cahaya di dalam ruangan. Hal pertama yang ia sadari saat membuka mata adalah bahwa sofa di sudut kamar yang tadi malam ditempati oleh Dante kini sudah kosong dan rapi. Tidak ada tanda-tanda bahwa seseorang pernah tidur di sana semalam.

Elara bangkit dari tempat tidurnya, duduk di tepi kasur sambil mengusap wajahnya yang masih terasa mengantuk. Ia bertanya-tanya, jam berapa Dante bangun dan pergi meninggalkan kamar ini? Pria itu benar-benar seperti hantu, bisa datang dan pergi tanpa terdengar suaranya sedikit pun.

Belum sempat Elara beranjak dari tempatnya, pintu kamar terbuka dari luar dan tampak Bianca masuk membawa nampan berisi sarapan ringan beserta perlengkapan mandi dan pakaian ganti. Wajah wanita paruh baya itu masih sama datar dan tenang seperti biasa.

"Selamat pagi, Nyonya Valtieri," sapa Bianca dengan nada sopan namun kaku. Ia meletakkan nampan itu di atas meja rias, lalu menoleh ke arah Elara. "Tuan Valtieri sudah berangkat sejak pagi-pagi sekali untuk mengurus beberapa urusan penting. Beliau berpesan agar Anda bersiap diri dan setelah sarapan nanti, Anda diminta menunggu di ruang kerja pribadi beliau. Ada hal yang perlu beliau bicarakan sebelum pergi."

Elara mengernyitkan dahinya sedikit mendengar penjelasan itu. "Ruang kerja? Bukankah ruangan itu wilayah terlarang bagiku, Bianca? Bukankah aku dilarang masuk ke sana tanpa izin?" tanyanya dengan nada bingung.

Bianca mengangguk perlahan. "Betul, Nyonya. Tapi kali ini berbeda. Ini adalah perintah langsung dari Tuan Valtieri sendiri. Beliau mengizinkan dan meminta Anda datang ke sana. Jadi, itu pengecualian untuk hari ini."

Elara menghela napas panjang, lalu mengangguk pasrah. "Baiklah. Aku mengerti. Aku akan bersiap diri sekarang."

Setelah Bianca keluar dari kamar itu, Elara segera bergegas membersihkan diri. Elara pun pergi ke kamar mandi. Membasuh tubuhnya dengan air hangat. Bulir-bulir air shower mengguyur kepala Elara hingga mengalir deras ke kaki. Ia sengaja membesarkan volume air yang keluar. Hingga perlu membuka mulut agar dapat menarik oksigen untuk bernapas. Elara mengusap sabun ke wajah dan seluruh tubuhnya sambil memejamkan mata. Tak ingin berlama-lama. Ia pun membersihkan tubuhnya dengan air hangat. Tubuhnya jauh lebih segar.

Seperti biasa kalau sudah habis mandi, Elara selalu melakukan perawatan wajah. Biar tetap terlihat cantik dan fresh. Setelah melakukan perawatan pada wajah. Ia juga menggunakan handbody sebelum tidur. Kebiasaan yang tak pernah terlewatkan. Mengoleskan lotion secara merata ke seluruh area tubuhnya. Dengan memberikan gerakan memijat dan sedikit tekanan saat mengoleskannya. Ia kemudian menggosok ke jari-jari tangannya dan melakukannya berulang-ulang. Setelah itu Elara mengenakan pakaian santai namun tetap rapi dan sopan yang disiapkan oleh Bianca. Gaun tunik berwarna biru muda dipadukan dengan celana panjang berbahan kain yang nyaman. Elara berusaha terlihat tenang, meskipun di dalam hatinya ia merasa cemas dan bingung. Apa sebenarnya yang ingin dibicarakan Dante dengannya di ruang kerja pribadi pria itu? Apakah ini berhubungan dengan aturan baru? Atau ada hal lain yang lebih serius?

Sekitar dua puluh menit kemudian, Elara berjalan menuju ruang kerja Dante yang terletak di lantai dua gedung itu. Sepanjang perjalanan, lorong-lorong kediaman itu tampak sepi dan hening seperti biasa. Sesekali ia bertemu dengan staf rumah tangga yang sedang bekerja, namun mereka hanya menundukkan kepala memberi hormat dan segera berlalu pergi tanpa berani menatap mata Elara terlalu lama. Suasana di rumah ini benar-benar terasa dingin dan kaku, membuat Elara semakin merindukan suasana rumah lamanya yang meskipun penuh masalah setidaknya terasa lebih hidup.

Sesampainya di depan pintu ruang kerja Dante yang besar dan kokoh itu, Elara berhenti sejenak. Ia menarik napas panjang untuk menenangkan degup jantungnya yang mulai tidak beraturan, lalu mengetuk pintu itu perlahan.

"Masuk," suara berat milik Dante terdengar dari dalam ruangan itu.

Elara mendorong gagang pintu itu perlahan dan masuk ke dalam. Begitu kakinya melangkah masuk ke dalam ruangan itu, Elara seketika tertegun. Ruang kerja itu jauh lebih luas dan megah daripada yang ia bayangkan. Dinding-dindingnya dilapisi kayu jati berwarna cokelat tua yang mengkilap. Di sepanjang dindingnya dipenuhi rak buku besar yang berisi ribuan koleksi buku, dokumen, dan arsip yang tersusun rapi. Di tengah ruangan itu terdapat meja kerja besar berbentuk persegi panjang yang terbuat dari kayu mahoni dengan ukiran indah. Di atas meja itu tersusun rapi berkas-berkas dokumen, komputer canggih, dan beberapa peralatan kantor lainnya.

Namun yang paling menarik perhatian Elara bukanlah kemegahan ruangan itu, melainkan sosok Dante yang sedang berdiri di depan jendela kaca besar di ujung ruangan itu. Pria itu sedang memandang keluar jendela dengan punggung menghadap ke arah Elara. Ia mengenakan setelan jas hitam rapi yang pas di tubuhnya, tampak gagah dan berwibawa seperti biasa. Namun dari gerak-gerik punggungnya yang tampak tegang itu, Elara bisa merasakan bahwa pria itu sedang memikirkan sesuatu yang berat.

"Kau sudah datang," ucap Dante tiba-tiba tanpa menoleh ke belakang. Suaranya yang berat itu terdengar bergema di dalam ruangan yang hening itu. "Masuklah dan duduk."

Elara menelan ludah perlahan, lalu melangkah mendekat dan duduk di kursi tamu yang tersedia di depan meja kerja Dante. Ia menundukkan kepala sedikit, menunggu Dante berbalik badan dan bicara padanya.

Dante perlahan berbalik badan. Wajahnya yang tampan itu terlihat serius dan dingin seperti biasa, namun ada guratan kelelahan yang samar di matanya. Ia berjalan perlahan mendekati meja kerjanya, lalu duduk di kursi kebesarannya yang besar dan empuk itu.

"Maaf jika aku membangunkanmu terlalu pagi dengan memanggilmu ke sini," ucap Dante memulai pembicaraan, suaranya terdengar datar namun tidak setajam biasanya. "Aku hanya ingin bicara sebentar sebelum aku pergi keluar kota untuk beberapa hari keperluan bisnis."

Elara mengangkat wajahnya menatap Dante dengan tatapan terkejut. "Kau pergi keluar kota? Berapa lama?" tanyanya tanpa sadar bertanya.

Dante menatap Elara lekat-lekat sejenak, lalu menjawab dengan tenang. "Sekitar tiga sampai empat hari. Mungkin bisa lebih lama atau lebih cepat tergantung situasi. Ada beberapa masalah mendesak di cabang organisasi kami di kota A yang harus aku tangani sendiri."

"Heuh?"

BERSAMBUNG

^_^

Tolong dukung ya my readers tersayang. Ini novel ke 14 aku 😍

Salam sehat selalu, dari author yang cantik buat my readers yang paling cantik.

^_^

1
Gretchen Paula
semangat ya 🤭
Gretchen Paula
setiap episodenya aku suka banget thor 😊
Victoria Genevieve
up lagi Thor ini kan libur 😄
Victoria Genevieve
Bayak baget cobaan Dante Thor 😒
si paling cute
lanjut🥺
si paling cute
ledakan apa itu thor
Flowers🪴
semangat ya Dante kamu pasti bisa melaluinya. Kebahagiaan akan berpihak kepadamu😍
Flowers🪴
Ada masalah lagi bang 🥺
Victoria Genevieve
semangat ye🙏
Ani.hendra: 👍👍👍👍👍👍
total 1 replies
Victoria Genevieve
👍👍👍👍👍👍👍👍
Ani.hendra: 🙏🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
si paling cute
💪💪💪💪💪💪💪💪
si paling cute
Dante ujian hidup mu berat banget sih. tapi gak apa apa ada aku kok yang semangati🥺
Ani.hendra: 🙏🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
Flowers🪴
trus bilang lanjut 🤭
Ani.hendra: 👍👍👍👍👍👍
total 1 replies
Flowers🪴
Kasih 👍 dan 💪
Ani.hendra: 🙏🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
Bunga Yona
semangat 👍
Ani.hendra: 🙏🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
Bunga Yona
Harus happy ending ya thor😔
Ani.hendra: 🙏🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
Cheryl Emery
keren 🙏 update lagi ya 🤭
Ani.hendra: 🙏🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
Cheryl Emery
senang banget gue kalau sudah update, tapi bacanya terlalu singkat thor🤭 bisa nambah lagi gak 😍
Ani.hendra: 🙏🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
Gretchen Paula
👍👍👍👍👍👍👍
Ani.hendra: 🙏🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
Gretchen Paula
Ya Elara, benar....kalau bukan kamu yang kasih dukungan siapa lagi. kasih semangat trs ya 😊
Ani.hendra: 🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!