NovelToon NovelToon
Kediaman Jenderal Jatuh Karena Berkhianat

Kediaman Jenderal Jatuh Karena Berkhianat

Status: sedang berlangsung
Genre:Poligami / Penyeberangan Dunia Lain / Fantasi Timur
Popularitas:42.3k
Nilai: 5
Nama Author: noerazzura

Di hari ulang tahun nyonya yang ke 35, kedatangan jenderal menjadi kabar yang sangat membahagiakan.

Siapa sangka, bukan hadiah yang dia dapatkan. Namun kedatangan seorang wanita muda seusia putra sulungnya. Dan bukan ucapan ulang tahun yang jenderal katakan pada nyonya, tapi keinginannya menjadikan wanita itu sebagai istri keduanya.

Tanpa jenderal sadari, nyonya yang selama ini menciptakan hal-hal luar biasa untuk membantunya naik pangkat dan disegani itu, sama sekali tidak berasal dari tempat ini. Dia datang dari masa depan, dan karena jenderal telah berkhianat, sesuai janji mereka ketika menikah dulu, nyonya akan pergi meninggalkan jenderal.

Nama besar yang diperoleh atas dukungan nyonya, tidak mungkin akan bertahan ketika sang nyonya meninggalkannya bukan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon noerazzura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6. Kebanyakan Makan

"Bagaimana Meiren, tabib?"

Jenderal Lu terlihat begitu cemas. Dia langsung berdiri menghampiri tabib, begitu tabib selesai memeriksa Shen Meiren.

Tabib kerajaan itu, segera menoleh ke arah Nyonya jenderal. Mei Huarin menganggukkan kepalanya pelan.

"Tidak ada masalah, kandungannya baik-baik saja. Mungkin terlalu banyak makan, makanya sakit perut"

Xueyao yang berdiri di belakang Mei Huarin sampai harus menahan tawa. Sementara nyonya tua tampak bingung. Istri Lu Chengyan juga hampir kelepasan tertawa. Untungnya dia bisa menutup mulut dan berbalik ke belakang tepat waktu. Jika tidak, mungkin nyonya tua akan mengetuk tongkat hitam itu ke lantai lagi.

Wajah jenderal Lu juga terlihat sedikit kaget. Tapi kemudian dia berdehem.

"Ekhem, ini tidak salah tabib. Benar-benar kandungannya tidak kenapa-kenapa?"

Jenderal tampak memastikan.

"Tidak kenapa-kenapa, semua baik-baik saja. Kalau ada yang harus diperhatikan, perhatian saja pola makannya. Jangan makan semuanya sekaligus, makanan dengan unsur panas dan dingin jangan dimakan bersama. Akan menimbulkan reaksi yang sangat tidak nyaman! tidak perlu resep, sebaiknya banyak bergerak saja sudah cukup!"

"Xueyao, antar tabib!" kata Nyonya jenderal.

"Baik nyonya?"

"Permisi putri Chenping!"

Tabib kerajaan itu bahkan memberi hormat pada Mei Huarin. Satu-satunya orang yang di beri salam dengan membungkuk hanya Mei Huarin.

"Ternyata karena banyak makan!" celetuk Lu Chengyan.

Ya, selain tampannya. Lu Chengyan sepertinya memang mewarisi 60 persen otak ayahnya.

"Hentikan! kamu lain kali makan jangan terlalu banyak..."

"Nyonya tua, Meiren tidak. Tabib itu pasti di suruh nyonya bicara seperti itu! lihat bagaimana dia begitu hormat pada nyonya!" kata Shen Meiren.

Mei Huarin yang tadinya tidak mau memperpanjang masalah ini. Jadi mendengus kesal.

"Kalau tidak hormat padaku, apa harus hormat pada wanita simpanan seperti mu?" tanya Mei Huarin dengan datar.

Shen Meiren merasa seperti tertampar.

"Hahh, tuan jenderal. Aku tidak bermaksud membuat nyonya marah. Kenapa nyonya bicara sangat kasar seperti itu tentang Meiren? Meiren hanya wanita yang rela berbagi suka duka dengan jenderal di perbatasan! Jenderal..." Shen Meiren menarik lengan hanfu Li Yansheng.

Dan tatapan memelas itu langsung membuat Lu Yansheng menatap tajam ke arah Mei Huarin.

"Nyonya, kenapa bicara sangat kasar seperti itu? apa memang seperti itu cara seorang nyonya bicara! kamu bahkan tidak memiliki sama sekali setengah kelembutan Meiren!"

Dibandingkan lagi! jika dibandingkan dengan orang yang lebih baik. Mei Huarin sungguh merasa sangat tidak masalah. Tapi suaminya itu membandingkan dirinya dengan wanita yang sudah tahu sekarang pria punya suami, tapi masih dia goda. Dan suaminya, sama busuknya dengan wanita itu karena tergoda begitu mudah.

Mei Huarin mendengus pelan.

"Sekarang sudah tidak apa-apa kan? cepat angkat kaki dari kediaman Jinxi!"

Duk

Mata nyonya tua Wang sudah seperti mau melompat keluar. Ketukan tongkat itu juga sangat kencang, sampai membuat berdirinya nyonya tua Wang tidak stabil.

"Keterlaluan! siapa yang sedang kamu usir Mei Huarin?" pekik nyonya tua.

Mei Huarin menoleh ke arah ibu mertuanya dengan santai. Tatapannya tidak takut, tidak juga menunjukkan kalau dia terprovokasi.

"Masih sama Bu, orang yang tidak aku perbolehkan tinggal di kediaman Jinxi. Jika ibu mau menemani mereka, aku sama sekali tidak akan menahan ibu!"

Mei Huarin langsung berbalik dan meninggalkan kamar samping ruangan utama kediaman Jinxi itu.

"Kau.... dasar menantu kurang ajar! beraninya!"

Ucapan nyonya tua pun hanya bisa tertahan. Karena berikutnya sudah ada empat orang penjaga yang masuk ke ruangan kamar itu.

"Kenapa kalian masuk tanpa ijin?" tanya jenderal dengan suara keras.

Salah satu penjaga menunjukkan simbol penjaga dari istana.

"Putri Chenping memerintahkan kami mengosongkan kamar ini!"

Shen Meiren meremass kuat selimut yang dia pakai.

'Mei Huarin!' pekiknya dalam hati.

Wanita itu sangat kesal. Rencananya untuk bisa tinggal di kediaman Jinxi lagi-lagi harus gagal. Dia sungguh menyayangkan, kamar samping ruangan utama saja sebesar itu, dua kali lebih besar dari kamar utama di kediaman jenderal. Bagaimana dengan kamar milik Mei Huarin.

"Jenderal, silahkan!" kata pengawal itu mendesak.

Bukk

Jenderal menghentakkan lengan hanfu-nya karena merasa begitu kesal. Sebagai seorang pria. Tentunya dia merasa sangat direndahkan. Dia tidak bisa berbangga pada Shen Meiren yang selama ini bergantung padanya dan memujanya.

"Istrimu itu benar-benar keterlaluan! kamu tidak bisa biarkan dia semena-mena begini. Memangnya siapa yang tidak punya lebih dari satu istri di kerajaan ini? dia terlalu berlebihan...!"

"Nyonya tua! apa kami perlu bantu?"

Mata nyonya tua makin melebar. Dia menghentakkan sekali lagi tongkat itu di lantai lalu minta Lu Chengyan membantunya keluar dari kamar samping itu.

Sedangkan jenderal Lu, mau tidak mau harus membantu Shen Meiren pergi dari kamar itu. Penjaga istana sudah diturunkan oleh Mei Huarin. Mereka menolak atau membantah, sama saja membantah kaisar.

"Keterlaluan!" nyonya tua masih sangat kesal.

"Ibu kenapa sih? biasanya ibu selalu menurut pada ayah dan nenek?" tanya Lu Chengyan.

Ya, maklumi saja. Meski Lu Chengyan lebih tua dan anak sulung dari jenderal. Tapi adiknya Lu Yanzhi bahkan lebih pintar darinya.

"Ibumu itu cemburu! mana boleh seperti itu? ayahmu kan jenderal tingkat satu. Bagaimana kalau kabar seperti ini menyebar? jabatanmu juga bisa terancam kan? Chen'er temui ibumu itu, dan bujuk dia! atur bagaimana supaya ayahmu kembali ke kediaman jenderal!" kata nyonya tua Wang.

Lu Chengyan langsung mengangguk patuh.

"Baiklah nenek, aku akan bicara pada ibu. Aku jauh tidak mau jabatanku sebagai pejabat tingkat empat ini terancam!"

"Ya, bagus pergilah!" kata nyonya tua Wang menepuk bahu Lu Chengyan sebelum pergi.

Sementara jenderal masih membantu Shen Meiren keluar dari kamar itu.

"Kamu juga, sudah tahu hamil. Kenapa cara makan mu sembarangan! ingat ya, kamu itu sedang mengandung anak jenderal...!"

'Nenek tua ini, menyebalkan sekali. Aku kira dia akan terus mendukung jenderal. Malah mengomel. Tidak masalah, ibu sudah mengajari bagaimana cara membujuk ibu mertua!' batin Shen Meiren.

"Nyonya tua maaf, Meiren sudah lama menemani jenderal di perbatasan. Jadi begitu melihat hidangan yang begitu lezat, Meiren tidak bisa menahan diri. Meiren tidak akan mengulanginya lagi. Nyonya tua, ibu Meiren memberikan Meiren beberapa hadiah untuk nyonya tua. Sudikah nyonya tua melihatnya?" tanya Shen Meiren dengan lemah gemulai di depan Nyonya tua Wang.

"Hah, baiklah baiklah. Kalau kamu memaksanya, aku akan lihat bersamamu!" kata nyonya tua.

"Mari nyonya tua!" ajak Shen Meiren menunjukkan jalan ke arah depan.

"Kenapa tidak lewat pintu samping?" tanya nyonya tua.

"Nyonya tua, Meiren tidak boleh lewat pintu samping oleh nyonya!"

Duk

"Tidak benar, keterlaluan sekali! kamu hamil, malah disuruh jalan memutar yang sangat jauh. Pengawal! buka pintu samping untukku!" pekik nyonya tua.

Shen Meiren menyeringai puas.

'Mei Huarin, memangnya kenapa kalau kamu nyonya jenderal di sini? nyonya tua jelas lebih dihormati daripada kamu!' batinnya.

Setahunya begitu, di kediamannya dulu juga begitu. Ayahnya selalu menuruti apapun yang dikatakan oleh neneknya. Usia memiliki tingkatan kehormatan yang memang sudah turun temurun seperti itu sejak dulu.

***

Bersambung...

1
yula
💪💪💪💪💪 thor
Sekar
ye diusir
Liflow White
padan muka mu
Ria Adek
Beuuhhh.. Mantul, Kaisar keren abis.. 👏🏻👏🏻👏🏻
Lalat² seperti Perdana Menteri Xie emang harus di bersihkan dari istana..
Dan Lu Yansheng.. Jadi mantan perwira, itulah yg pantas untuk mu.. 😏
Noer: mungkin
total 3 replies
Ria Adek
Lu Chengyan baru tau jika ayah nya sungguh memalukan.. 🤭
Noer: terlaaaaluhh
total 1 replies
Ria Adek
Perdana Menteri kira mentang² Lu Yanzi perempuan, bisa di intimadasi dan di goblok²n seperti ayah nya si Lu Yansheng. 🤭
Noer: tidak bisa lah yaooo
total 1 replies
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
maaf jenderal aku tersenyum bahagia melihat mu menderita seperti itu... laki-laki tidak tahu diri ya gini, merasa aku paling mampu... eh malah terlihat bodoh kan ujung2 nya
Noer: betul sekali
total 1 replies
awesome moment
tunggu bntar, jendral. acrylic hias sdg otw ke rumah. selamat dan sukses. telah mjd...kere tercepat dlm sejarah. dri jendral tingkat 1 melorot jd tongkat dlu auto terjun jd mantan perwira. sangat nyata hasil penyuka hal tdk sah, ingkar janji dan pembohong. kaisar sungguh bijaksana. melindungi yg benar dgn penuh tgg jwb.
Noer: makanya dia jadi kaisar ya
total 1 replies
Kholifah Tiara
rasain,,,,rasain,,,,🤣🤣
ttp semangat kak,,,💪
Noer: semangat semangat
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
sama kayak kamu🤭
Noer: ehekk
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
sudah jatuh dimaki maki anak sulungnya lagi🤭
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒: + cor²an 🤭
total 2 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
mau nangis darah pun dah tak berguna mantan jenderal 🤭
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒: iya, sekarang jadi rakyat jelata 🤭
total 2 replies
Lee Mba Young
🤣🤣🤣 selamat selamat pensiun masih punya gaji lah ini di pecat.
Noer: gak dapat pesangon pula
total 1 replies
sasa adzka
luar biasa jatuh nya sang jenderal.. sudah diturunkan ke tingkat 2 ehhhh malah jadi pengangguran.. wahhh selamat ya jenderal jadi miskin tanpa ibu nya lu yanzi
Noer: ho'oh
total 1 replies
Sekar
yah kasihan deh loh🤭🤭
Sekar: betul betul betul
total 2 replies
vj'z tri
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/ luarrrr biasa raja sangat baik hati membuat jendral gak pusing lagi
Noer: iya kan ya
total 1 replies
vj'z tri
lu baru sadar bro bapak Lo iq nya jongkok tiarap 🤣🤣🤣
Noer: ngesottt
total 1 replies
awesome moment
wkkwkwk...bkn.nya dri dlu tu jendral mmg mokondo😄😄😄
Noer: iya juga lagi
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
Lu chengyang jangan ngatain bapakmu, kamu sebelas dua belas sama dia🤭
Noer: eaaaaa
total 1 replies
sasa adzka
kak berarti ne cerita utk lu yanzi ya bukan ibu nya yg balik k zaman modern.. bagus kak .. semangat up trus ya... 😍😍😍
aku kira cerita ibu nya yanzi... tapi gak PP bagus ko ini.. asalkan tegas aja si lu yanzi nya kak😍😍😍😍
Noer: ho'oh ceritanya ya gitu 👉🏻👈🏻
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!