NovelToon NovelToon
Kembali Untuk Menjerat Mu

Kembali Untuk Menjerat Mu

Status: tamat
Genre:Diam-Diam Cinta / Mengubah Takdir / CEO / Tamat
Popularitas:109.1k
Nilai: 5
Nama Author: Siti Marina

Tidak ada yang tahu, Ratu pergi bukan karena ingin meraih cita-cita, namun untuk lari dari perasaannya kepada sosok laki-laki yang ternyata telah memiliki tunangan.
Dia adalah Ardiansyah, putra kedua dari keluarga Suhadi, seorang CEO yang baru saja di Lantik setahun yang lalu setelah menyelesaikan pendidikannya,dan fokus memimpin perusahaan raksasa. namun fakta yang membuat Ratu pergi, Ardiansyah telah bertunangan dengan seorang gadis salehah, teman Adiknya saat berada di pesantren dan memutuskan untuk pergi ke kota dengan misi tersembunyi.
yuk ikuti kisah Ratu di sini....
kawal sampai akhir ya...
apakah sad ending, atau happy ending...

terimakasih atas dukungannya selama ini...
🥰🥰🥰🥰🙏🏻

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti Marina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6

Masih di kediaman milik keluarga Nisya.

"Dia hanya mengantarmu sampai depan pintu, Nisya? Tidak ada pembicaraan soal tambahan uang mahar atau aset yang akan dia pindahkan atas namamu setelah menikah nanti?" tanya Pramuji dengan wajah penuh penekanan.

Nisya mendongak,menatap takut pada ayahnya, suaranya bergetar, lalu ia menunduk dalam "Ayah... Kak Ardi baru saja lelah dari kantor. Makan malam tadi sudah cukup untuk kami saling bicara. Lagipula, Kak Ardi sudah memberikan banyak fasilitas di kantor, bahkan kak Ardi menyerahkan semuanya tentang acara pernikahan pada Nesya dan mama Monica."

Pramuji melangkah mendekat, suaranya merendah namun penuh penekanan "Fasilitas kantor itu milik perusahaan, bukan milikmu! Kamu harus paham, Nisya. Kita ini orang Jakarta yang dipaksa hidup susah. Ayah mengirimmu ke pesantren itu untuk investasi, supaya kamu punya nilai jual di mata keluarga kaya yang agamis seperti Suhadi. Jangan biarkan sikap sok lugumu itu membuat kita kehilangan kesempatan jadi bagian dari Suhadi Group!" tutur Pramuji dengan suara dingin.

"Sudahlah, Pak. Anak baru pulang jangan ditekan terus. Lihat ini, Ardiansyah membawakan makanan mahal. Pasti harganya jutaan rupiah." timpal Siska menyodorkan makanan yang masih hangat.

Pramuji mendengus meremehkan piring di meja "Makanan ini akan jadi kotoran dalam beberapa jam! Yang aku mau adalah kepastian saham atau posisi direktur untukku nanti. Nisya, pastikan dalam dua bulan ini kamu benar-benar mengunci hatinya. Jangan sampai dia melirik wanita lain di luar sana!"

Nisya terdiam, hatinya terasa sesak. Ia mulai mencintai Ardiansyah , namun ia juga tahu bahwa bagi ayahnya, ia hanyalah tiket emas untuk kembali ke puncak kejayaan. Di kamarnya yang sempit, Nisya duduk di pinggir tempat tidur sambil memegang I phone pemberian Ardiansyah.

Ia melihat pantulan wajahnya di layar tablet yang gelap. Ia mengusap bahunya sendiri, mencoba mencari ketenangan .

Nisya bergumam lirih "Apakah Kak Ardi tahu kalau aku hanyalah bidak catur di tangan Ayah? Dan jika dia tahu, apakah dia akan semakin membenciku?"

Sementara di kamar sebelah, Siska dan Pramuji sedang berdebat" jangan terlalu menekan Nisya seperti itu pak, kalau Nisya tertekan, rencana kita untuk menjadi orang terkaya di komplek ini sia-sia.

" Aku greget dengan anakmu itu Buk, anakmu itu terlalu polos, nyesel Aku mengirim Nisya ke pesantren terlalu lama, sikapnya yang dulu jadi hilang " sungutnya kesal.

Saat Nisya masih SMP dan sekolah di jakarta, sikapnya tidak jauh beda dengan orang tuanya, saat berada di pesantren dan bergaul dengan Najwa, sikapnya perlahan berubah, kehidupan yang sederhana membuat dirinya sadar akan arti kehidupan.

Seperti sekarang saat dirinya harus di jodohkan dengan Ardiansyah, sebagai anak yang berbakti, tentu saja Nisya tidak bisa menolak permintaan kedua orang tuanya.

Di satu sisi, Nisya harus tampil sebagai gadis pesantren yang santun untuk menjaga citra di depan Monica dan Ardiansyah. Namun di sisi lain, ia harus menghadapi tekanan mental dari Pramuji yang haus akan kekayaan.

Pramuji adalah seorang aktor kehidupan yang ulung. Di lingkungan komplek sederhana tempat mereka tinggal, citra keluarga Pramuji adalah emas murni. Tak ada satu pun tetangga yang tidak menaruh hormat saat melihat Pramuji berangkat ke masjid saat subuh dengan baju muslim yang rapi atau saat Ibu Siska membagikan nasi kotak setiap Jumat berkah.

Bagi para tetangga, Nisya adalah permata komplek, gadis lulusan pesantren yang berhasil memikat hati CEO muda. Namun, di balik dinding rumah yang catnya mulai mengelupas itu, tersimpan kenyataan yang sangat kontras dengan senyum ramah mereka di pagar rumah.

Pagi itu, sebelum berangkat ke kantor, Pramuji sempat menyapa Pak RT yang sedang menyapu jalanan.

Pramuji menyapa dengan suara lembut dan wajah teduh "Mari, Pak RT. Ini ada sedikit titipan dari Nisya untuk kas pembangunan musala. Mohon diterima, meskipun jumlahnya tidak seberapa."

"Masya Allah, terimakasih Pak Pramuji. Beruntung sekali punya anak seperti Nak Nisya. Sudah cantik, santun, calon istri pengusaha besar pula. Bapak memang hebat mendidiknya."

Pramuji hanya tersenyum tipis, mengangguk penuh kerendahan hati. Namun, begitu ia masuk kembali ke dalam rumah dan menutup pintu rapat-rapat, raut wajahnya berubah seketika menjadi dingin dan penuh perhitungan.

" pak, kamu bersedekah lagi, amplop semalam yang di berikan Nisya mana?, nanti lama-lama uang gaji Nisya habis,kalau setiap hari kamu sedekahkan " kesal Siska sambil membereskan sisa-sisa jualan nya, setiap pagi Bu Siska berjualan nasi uduk di depan gang mushola.

" biarkan saja, toh sebentar lagi Nisya akan menikah,dan semua persiapan pernikahan di tanggung keluarga Suhadi, amplop nya sudah aku berikan pada pak RT, paling juga isinya 200 rb" sahut Pramuji meremehkan .

" gaji Nisya sangat besar loh pak menjadi staf di keluarga Suhadi, kalau uang itu tidak kamu hambur-hamburkan pasti sekarang sudah bisa untuk merenovasi rumah kita, lagian seminggu yang lalu kamu sudah ngasih saat Nisya baru gajian,kenapa sekarang ngasih lagi ?" sahut Siska dengan kesal.

" kamu juga ikut menikmati gaji Nisya Bu, jangan aku saja yang di salahkan , lagian itu hanya amplop, isinya tidak seberapa " timpal Pramuji tidak terima.

Lalu Pramuji keluar dari kamarnya.... melihat Nisya yang sedang bersikap untuk pergi ke kantor.

Nisya sedang merapikan jilbabnya di depan cermin kecil dekat meja makan ketika Pramuji menghampirinya.

"Nisya, dengar baik-baik. Jangan pernah tunjukkan wajah sedihmu itu di depan keluarga Suhadi atau tetangga. Mereka harus tetap melihat kita sebagai keluarga yang bersyukur. Kesantunan adalah modal kita agar Ardiansyah tidak curiga kalau kita sangat butuh hartanya."

"Tapi Ayah... sampai kapan kita harus berpura-pura? Rasanya sakit sekali harus membohongi Kak Ardi yang sudah sangat baik pada kita."

Pramuji mencengkeram bahu Nisya pelan namun kuat "Sampai cincin itu benar-benar mengikatmu di pelaminan. Ingat, Ardiansyah itu cerdas. Sedikit saja kamu goyah, dia akan tahu. Gunakan semua fasilitas yang dia beri untuk terlihat makin berkelas, tapi tetap terlihat rendah hati."

Nisya hanya bisa mengangguk pasrah. Ia memasukkan ponselnya ke dalam tas. Perangkat itu adalah simbol tanggung jawab profesionalnya kepada Ardiansyah, namun bagi ayahnya, itu adalah simbol DP dari kekayaan yang lebih besar.

"Apakah uang semalam masih ada yah?" tanya Nisya ragu-ragu.

" sudah ayah kasih ke pak RT untuk bersedekah" jawab pram santai.

" hah...ayah serius?" mata Nisya terbelalak tidak percaya.

Pramuji mengangguk" tentu saja, amplop itu ayah berikan , lagi pula amplop itu tipis ,paling isinya 200 rb".

" astaghfirullah....yah, itu amplop isinya cek, semalam kak Ardi memberikan cek itu , isinya 50 juta, untuk acara syukuran di rumah ini sebelum pesta nanti" ucap Nisya tidak percaya.

" Apa.....?".......

_____

tim investigasi Ardiansyah pun belum menemukan celah. Karena secara administratif, Pramuji adalah warga teladan. Ia tidak memiliki catatan kriminal, dan hutang-hutangnya dikelola melalui pinjaman perorangan yang tidak terdeteksi sistem perbankan.

1
Nurul Hidayati
alhamdulillah
terimakasih....cerita yg penuh dg syarat makna kehidupan beragamis
sehat selalu & penuh semangat unk Author
👍👍👍🙏
@Mita🥰
Alhamdulillah happy ending semuanya ... terimakasih thor atas karya mu 🥰🥰🥰
Cica Aretha
terimakasih thor..ceritanya ga pernah gagal..kita byk belajar dr pejalanan hidup dr cerita nya..semangattt thor💪
Sukarti Wijaya
alhamdulillah end dengan happy segera meluncur ke cerita yang baru, tks thor...sehat selalu dan semangat untuk berkarya....🙏👍💪
Uba Muhammad Al-varo
akhirnya happy ending, terima kasih kakak Author, ceritanya bagus dan banyak ilmu yang bermanfaat semoga kakak Author selalu sehat, selalu semangat dan selalu sukses dalam berkarya, aamiin...🙏❤️💪💪💪💪💪
Sri Supriatin
terima kasih bondschapnya Thor, sehat2 n ditunggu karya barunya🙏🙏
Sukarti Wijaya
tak ada extra part nya kah thor🤭🙏
suti markonah
end nya kok agak ngantung gitu thor?.yo memang cast utama nya dah bahagia, tapi cast pendukung seperti nisa sm angga di ceritin juga dah punya anak atau belum biar semua adil gitu
Cica Aretha
yahhhhh kok sdh end aja..🤭
Sri Supriatin: tks.thor, da bonchap.g? ditunggu fi karya baru 😍😍🙏🙏
total 1 replies
Indriani Kartini
mantap nazwa🤣🤣🤣
Cica Aretha
🤣🤣🤣🤣 jd ngakak..semangattt thor💪
Sukarti Wijaya
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 eps terlucu....
@Mita🥰
🤣🤣🤣🤣🤣
suti markonah
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣kocak lagi nih ardi teringat masa lalu...sedangkan yg kontraksi malah happy di bawa balapan liar di jalan
@Mita🥰
😍😍😍😍😍😍
@Mita🥰
Alhamdulillah hamil.nanti dapat kembar thor
@Mita🥰
wah ratu hamil
@Mita🥰
Raisa terlalu manja
Uba Muhammad Al-varo
dibalik musibah ada hikmahnya, setelah badai kesedihan berlalu sekarang datang kebahagiaan, Ratu dan janinnya selalu sehat dan kuat, selamat sampai kelahirannya 😏😉☺️🙂
Sri Supriatin
lucuu ngidamnya Ardi💪💪lanjuut Thor n tks upnya 👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!