NovelToon NovelToon
Menggantikan Pengantin Yang Kabur

Menggantikan Pengantin Yang Kabur

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Pernikahan Kilat / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:15.2k
Nilai: 5
Nama Author: Vaelisse

Ketika kakaknya, Orla, kabur dari pernikahan dengan pria berbahaya bernama Lorcan, Pearl dipaksa menggantikannya demi menyelamatkan keluarga dari kehancuran.

Terjebak dalam pernikahan kontrak dengan pria dingin yang seharusnya menikahi orang lain, Pearl harus hidup dalam kebohongan yang bisa merenggut nyawanya kapan saja jika kebenaran terungkap.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vaelisse, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

6

Pintu otomatis lobi utama gedung Darragh Group terbuka.

Dan dunia langsung bergerak.

Puluhan lensa kamera serentak terangkat, berputar ke satu arah seperti bunga matahari yang mengejar cahaya. Pertanyaan-pertanyaan mulai dilontarkan bahkan sebelum Pearl sempat menginjakkan kaki sepenuhnya di atas lantai marmer lobi suara-suara itu bertumpuk satu di atas yang lain, berdengung di telinga Pearl seperti kawanan lebah yang diusik.

Lorcan melangkah keluar lebih dulu.

Satu tangan di saku celananya. Tangan yang lain terulur ke arah Pearl, bukan karena ingin membantu, tapi karena kamera sedang merekam setiap milimeter gerakan mereka.

Pearl menyambut tangan itu.

Genggaman Lorcan terasa kuat, hampir meremukkan jari-jarinya yang masih perih di balik sarung tangan renda tipis yang ia kenakan khusus untuk menyembunyikan perban. Begitu kakinya menyentuh lantai, lampu kilat kamera meledak bertubi-tubi seperti petir di musim panas.

"Tuan Darragh! Benarkah pernikahan ini dilakukan mendadak karena kondisi keuangan keluarga Rowan?"

"Nyonya! Bagaimana rasanya resmi menjadi bagian dari keluarga Darragh?"

"Bisakah Anda mengonfirmasi rumor tentang--"

Pertanyaan-pertanyaan itu menghujam dari segala arah. Pearl merasakan dunianya berputar pelan. Suara-suara itu berdengung, membuatnya ingin menutup telinga dan mundur ke dalam kegelapan, tapi tekanan jari Lorcan di pinggangnya mengingatkannya pada satu hal saja.

Ibu.

Lorcan merangkul bahunya dengan gerakan yang dari luar tampak sangat protektif. Senyum tipisnya mengembang ke arah kamera, senyum yang Pearl yakin sudah ia latih selama bertahun-tahun untuk tampak semaksimal mungkin di depan lensa.

"Harap tenang," suaranya menggema, tenang namun penuh bobot, memotong semua kebisingan sekaligus. "Istri saya masih perlu beristirahat setelah prosesi pernikahan kami. Silakan ajukan pertanyaan di dalam."

Ruang konferensi pers itu terasa seperti ruang sidang.

Pearl duduk di kursi beludru di samping Lorcan, di depan meja panjang yang berjajar mikrofon. Di hadapannya, ratusan pasang mata menatap dengan campuran rasa ingin tahu, kecurigaan, dan sesuatu yang terasa seperti penghakiman bahkan sebelum satu kata pun keluar dari mulutnya.

"Pertanyaan pertama," ujar seorang perempuan berkacamata, asisten Lorcan, Pearl menebak, dengan nada yang tidak menyisakan ruang untuk debat.

Seorang wartawan senior berdiri.

"Tuan Lorcan, publik cukup terkejut dengan pernikahan yang tiba-tiba ini. Tidak ada pengumuman pertunangan resmi sebelumnya. Apakah ini benar-benar pernikahan berdasarkan perasaan, atau sekadar aliansi untuk menyelamatkan kondisi keuangan keluarga Rowan yang sedang bermasalah?"

Pearl merasakan jantungnya berhenti sesaat.

Ia melirik Lorcan dari sudut matanya.

Pria itu tidak bergeming dan ini yang membuat bulu kuduk Pearl berdiri, ia tampak sangat menikmati pertanyaan itu.

Lorcan tertawa kecil. Suara yang terdengar sangat tulus, sangat hangat, hingga Pearl hampir tidak percaya suara itu keluar dari tenggorokan pria yang sama yang semalam membiarkannya tidur di lantai.

"Bisnis?" ulangnya, seolah kata itu sendiri sudah cukup lucu. "Saya rasa aset Darragh Group lebih dari cukup untuk mengakuisisi puluhan perusahaan seperti Rowan tanpa perlu melibatkan pernikahan."

Ia menoleh ke arah Pearl.

Menatapnya dengan tatapan yang begitu dalam, begitu hangat, sangat berbeda dari tatapan yang Pearl kenal, hingga untuk sepersekian detik Pearl hampir tertipu oleh aktingnya sendiri.

"Saya menikahi perempuan ini," kata Lorcan, suaranya turun menjadi sesuatu yang terdengar seperti pengakuan tulus, "karena dia adalah satu-satunya yang membuat saya merasa memiliki tempat untuk pulang. Uang bisa dicari. Tapi orang seperti dia, itu tidak bisa dibeli."

Kata-kata itu indah.

Sangat indah hingga menyakitkan, karena Pearl tahu persis seberapa jauh jaraknya dari kebenaran.

Dan di bawah meja, di luar jangkauan kamera mana pun, kuku Lorcan mencubit punggung tangan Pearl dengan tekanan yang cukup jelas artinya.

Sekarang. Bicara.

Pearl menarik napas.

"Suami saya benar," suaranya hanya bergetar sedikit, cukup kecil untuk bisa dianggap sebagai haru oleh siapa pun yang mendengarnya. "Kami memilih prosesi yang tertutup karena bagi kami, pernikahan adalah janji antara dua orang, bukan pertunjukan. Mengenai kondisi keuangan keluarga saya itu adalah urusan yang sepenuhnya terpisah dari hubungan kami."

Beberapa wartawan mengangguk. Beberapa lagi mengetik dengan cepat.

Lalu sebuah tangan terangkat dari baris belakang.

Seorang wartawan perempuan dari tabloid yang Pearl tidak kenal namanya.

"Ada rumor yang beredar bahwa pengantin yang seharusnya hadir di altar kemarin adalah Orla Rowan, namun yang muncul adalah seseorang yang berbeda. Bisakah Anda mengklarifikasi?"

1
Dede D
ceritanya sangat bagus
Dede D
lanjut kak
❤️⃟Wᵃf꧄ꦿV⃗a͢n꙰a͢a⃗ꦿᵏⁱᵉˡяᷢ⃞🐰
Gegara Kk nya, adikny jdi korban😭
Dan demi ibunya, pearl rela melaksanakan pernikahan yg ia sendiri tidak mau sbnrnya🙏😓
Reni Anjarwani
lanjut thor semanggat doubel up
Vaelisse: makasii kak, jangan lupa like dan komen nya ya 😀
total 1 replies
Juli Queen
bagus
Juli Queen
kaa kapan update nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!