NovelToon NovelToon
Slay Girl BF

Slay Girl BF

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Kembar / Nikahmuda / Teen School/College / Percintaan Konglomerat / Hamil di luar nikah / Cintapertama
Popularitas:9.3k
Nilai: 5
Nama Author: Sapiluv Mprits

" Gue suka sama lo, gamau tau jawaban lo apa. Mulai sekarang lo pacar gue.".

" G.. Ga.. Ga bisa! Apa apansih lo, gue ga mau.. Gue ga suka sama lo!"

" Suka ga suka, mau ga mau.. Pokoknya lo milik gue Pamela irshadi yantoro. Ga ada penolakan!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sapiluv Mprits, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Berantem di rumah Juan.

Juan berdecih dan melengos.

" Pede banget, muka culun.. Mana tepos!"

Sontak saja wajah ayu Pamela memerah menahan kesal dengan kedua tangan yang langsung menutup dadanya.

Iapun tak segan memukul lengan Juan dengan kesal. Akan tetapi pamela salah perhitungan karena tangannya jadi sakit akibat lengan Juan yang penuh dengan otot bisepnya.

" Aws.. Itu lengan apa batu sih?" Protesnya.

Juan pun menyeringai lalu merunduk mendekati wajah Mela dan berucap lirih.

" Tau kan kenapa gue berani lawan siapa aja?"

Melihat aksi Juan yg nekad  mendekatkan wajahnya bahkan sampai hembusan nafasnya terasa tidak membuat nyali pamela menciut.

Bukannya takut dan menghindar, Pamela malah menjewer telinga Juan dan menariknya mendekat, hingga membuat sang empu mengaduh kesakitan.

" Arg sakit Mel! Apaan sih lo begini. lepasin gak?"

Pamela berdecak dan menggeleng.

" Masih sekolah juga, ngapain piercing? Ih.. Ckckc ner bener lo ya.. Dikira keren gitu pake anting?" Cibir Pamela.

Juan memutar bola matanya. " Ya serah gue lah njing! Lepas tangan lo ga??!"

" No no.. Mama kamu bakalan gasuka, tadi dia ngomong ke gue sih.. So.. Gue minta baik baik buat lepas piercing lo." Pinta Mela, namun Juan menggeleng.

" Ga ma-.. Arghh! sakit pamela!"

Juan berusaha teriak keras agar mamanya mendengar dan menghentikan aksi gadis centil di depannya itu.

Namun sayang, sang ibu hanya senyum senyum  melihat aksi mereka berdua, Selina sudah capek melihat sang putra yang dari awal tadi cekcok mulu.

Kini Juan turut mencekal tangan Mela agar melepas jeweran pada telinganya.

" LEPAS GA!!?" Pekiknya.

Pamela menggeleng tak peduli dan masih setia menjewer telinga Juan. Tapi anehnya cekalan Juan tal sekeras saat menepis Mela tadi.

" Untung lo cewek, kalo cowok udah gue bogem lu!"

" Gue lepasin jeweran ini kalo lo janji buka piercingnya sekarang."

Juan berdecih. " Jangan harap!"

" Lepas Juan.." Pinta Pamela dengan senyuman rayuan.

Juan langsung terdiam seakan terhipnotis, tapi ia kembali menatap benci pada pamella hinga akhirnya terpaksa mau buat lepas piercingnya.

" Nah gitu dong, lebih bagus lagi kalo lo potong rambut lo ini. Biar ga ada vibes magrib gitu.."

" Siapa lo ngatur gue hah? Pacar gue aja ga ngatur!"

" Ups.. Gue cuma jalanin tugas dari tante selina buat lo ga keliatan berandal sih ehee.." Ledek Pamela.

Pamela tertawa riang, meski aslinya dia takut akan Juan mode preman kali ini.

Melihat rambut juan yang panjang menjuntai sebahu dengan fitur hidungnya yg tinggi dan mancung, bibir sexy, mata tajam dan rahang tegas serta tubuhnya yg tinggi besar berotot, semua itu mampu membuat Mela bergidik ngeri.

" Ini semua gara-gara lo udah ngaduin yg nggak nggak ke nyokap gue!" Peringat Juan kesal.

Pamela pun terkekeh gugup. " Emang bener kan? Dahlah lepas piercing bentaran doang. Gue pen liat cocok nggak nya aja kok."

Terpaksa, Juan akhirnya mau membuka satu piercingnya, namun piercing satunya lagi malah mampet dan sulit, hingga akhirnya Juan melirik Mela.

" Gak bisa yang ini. Udah satu aja oke?" Tawarnya.

Pamela menggeleng. " No no.. Lepas!"

" Gak bisa goblok!" Pekik Juan.

Huhu

Tanpa diminta Pamela langsung mendekati wajah juan, ia berjinjit untuk memegang telinganya membukakan piercing pada telinga Juan dengan sangat hati-hati.

Melihat Pamela yang berjinjit dan sedikit kesusahan, akhirnya Juan menundukkan kepalanya agar memudahkan Mela membukakan piercing Juan.

" Jangan banyak gerak."

Sontak Juan langsung terdiam mematung setelah mendapat perintah dari Pamela.

Namun kepalanya yang menunduk membuatnya sedikit hilang keseimbangan hingga membuatnya sedikit merubah posisi.

" Jangan gerak Juan! Nanti telingamu luka!" Peringat Mela kembali.

" Sialan, gue udah nunduk begini susah anjing! Tubuh Lo pendek banget sih?!" Ketus Juan.

Pamela pun berdecak, ia masih fokus membuka piercing yang ternyata agak sulit dibuka itu.

Tak ingin hilang keseimbangan dan membuat Mela marah lagi, terpaksa Juan berpegangan pada kedua sisi pinggul Pamela dna membuat sang empu terkejut.

" Lo?! Mesu-.."

" Udah bisa diem gak Lo?gue pegangan biar ga banyak gerak, makanya cepetan lepasinnya!" Peringat Juan.

Pamela benar-benar merinding saat kedua tangan Juan itu melingkar di pinggulnya.

Sementara Juan hanya tersenyum tipis melihat aksi nakalnya ini.

Posisi mereka yang ambigu ini terlihat seperti sedang berpelukan sampai membuat selina terkesiap melihatnya.

Kini Selina kesusahan untuk menahan senyum kala memperhatikan keduanya.

~

" Gimana?" Tanya Juan setelah ia lepas piercing.

Pamela pun memicing. " B aja.." Jawabnya membuat Juan mendengus kesal.

" Sialan!"

Tak lama kemudian selina datang dan memuji penampilan Juan yg lumayan lebih baik daripada yg tadi. Pujiannya itu cukup membuat perasaan Juan berbunga. Iapun menoleh pada pamela.

" Jelek banget.." Ledek pamela lirih yg hanya bisa Juan pahami.

Juan mengepalkan tagannya pengen banget ninju nih bocah tengil.

Oke~

Akhirnya jam 10 malam Pamela pamit pulang, tinggal menunggu jemputan saja. Dia menunggu di depan pos security atas kemauan sendiri

Begitu selesai mandi dan membersihkan diri, Juan keluar buat lihat pamela yg ternyata masih duduk di pos security, Juan pun langsung menghampirinya

" Berani lo pulang malem begini?" Tanya Juan di samping Pamela.

Pamela pun menoleh dan menjawab.

" Berani."

" Yakin?" Tanya Juan lagi.

Pamela mengangguk. " Yoi..! Gue udah ada sopir pribadi ya, gaperlu jemputan pacar gebetan ataupun semacamnya. Emang kayak situ jadi ojek gratis? Pffft..."

Juan mendengus dan langsung membuang muka.

" Sialan emang, udah jomblo, songong lagi!"

" Ya wajib sih hahaha.. Jomblo adalah salah satu keajaiban dunia zaman ini tau gak?"

" Alay.. Kayak ga pernah pacaran sama sekali lo" Ketus juan.

" Emang bener.. Ngapain pacaran coba, buang buang waktu."

" Bukan buang buang waktu, tapi lo nya aja yg gak laku."

" Dih.. Lo kira gue barang? Dasar preman pensiunan!" Protes pamela.

" Tapi kalo ada yg nembak lo mau ga?"

" Ogah!"

" Ogah kalo ga ganteng. hahahaha." Juan terbahak-bahak.

" Ya harus dong! Gue udah kaya ngapain sama yg modelan berandalan. Huhuu.. Udah di bikin cantik begini, di jadikan princess oleh mami papi gue.. Ya rugi lah!"

Juan mengangguk angguk mendengar pernyataan Pamela, ia pun kembali diam sebelum akhirnya jemputan datang membawa Pamela balik ke mansion nya.

.

.

1
kagome
minta di gibeng emang her her ni😡👊👊👊
kagome
pembersih dong her 🤣🤣🤣🤣
kagome
emang berani bunuh mel🤭🤣🤣🤣🤣
Rita Pearies
bagus banget 😍
Enz99
bagus
Firamissyu: terimakasih banyaaaak🙏🏻😍
terimakasih atas vote, komen dan like nya yaa, semoga suka 🫶🏻
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!